SP180803

Suara Pembaruan

28

Jumat, 3 Agustus 2018

Kabel Nano Bubble Putus Dimakan Tikus

[JAKARTA] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah memasang nano bubble di Kali Item, Jakarta, Kamis (2/8). Ada dua nano bubble yang terpasang di jembatan Jalan Sunter Kemayoran, satu di sisi dalam dan satu unit lainnya di sisi luar bagian bawah Jembatan Marto atau Jembatan Kali Item. Sayangnya, menurut Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, Anto Tri Sugiarto, kabel nano bubble putus karena digigit tikus. “Kemarin sudah kita pasang dan beroperasi, tetapi kabelnya digigit tikus. Mas tahu sendiri tikus di Ja- karta ini jumlahnya sangat banyak dan ganas. Apa saja mereka makan termasuk kabel mesin nano bubble kita,” kata Anto, Jumat (3/8). Ia menyebutkan, pihaknya akan segeramengganti kabelmesin tersebut dengan yang lebih tebal dan jika perlu diberikan pelapis khusus agar tidak digigit tikus kembali. LIPImemangmenawarkan solusi mengubah sungai kotor di Jakarta

dengan hari air sedunia. Namun baru terealisasi akhir Juli lalu. Menurut Anto, alat ini memang belumdiproduksi massal. Saat ini su- dahadapenjajakandenganperusahaan swasta yang tertarik memproduksi massalkannya. Untuk pemasangan nano bubble generator di Kali Item lanjutnya, biaya dibebankan ke Pemprov DKI karena listrik menggunakan sumber dari Dinas Sumber Daya Air. Alat seharnya Rp 25 juta tersebut masih milik LIPI. Efektivitas alat ini akan terlihat, di antaranya sejauhmana kadar oksigen meningkat di air sungai yang kotor. Menurutnya, kadar oksigenyangbaik, akanmemberi ruang hidup biota dan mikroba di sungai sehingga kondisi airnya tidak berbau. Kadar maksimumoksigen dalam air sekitar 8.3 part per millon (ppm). Kadar oksigen dalam air bersih pada rata-rata 5-7 ppm, dengan nano bubble bisa maksimum. Sedangkan kadarminimal ikanhidup jika kondisi

oksigennya sekitar 4 ppm. Sementara itu di Kali Item kadar oksigennya hanya 0 - 0.9 ppm. “Ikan tidak bisa hidup. Ikan sapu-sapu saja tidak ada,” ujarnya. Melalui nano bubble akan dilihat adalah kadar oksigen terlarutnya. Jika oksigen terlarut naik berarti efektif prosesnya. Diharapkan bakterinya akan dapat bekerja. Ketika SP mendatangi langsung ke permukaan bibir Kali Item, Jumat (3/8) pagi, bau tidak sedap yang selama ini menyengat sudah tidak terlalu tercium. Namun demikian, berbagai macam sampah terus ber- datangan dari arah Kali Sentiong, Jakarta Pusat. Sesuai namanya, Kali Itemdipenuhi endapan lumpur hitam legamyangmenumpuk di dasar kali. “Di sini sampahnya pasti selalu berdatangan pak dari arah hulu kali di Jakarta Pusat, meski sudah dipasang saringan sekalipun pasti masih banyak sampah yang lolos,” ujar Sulaiman (33) petugas PPSU di Jembatan Marto. [C-7]

SP/Carlos Roy Fajarta Barus Petugas PPSU membersihkan sampah di Kali Item, di samping "nano bubble" depan Wisma Atlet Kemayoran, Jumat (3/8) pagi.

melalui nano bubble generator. Dua alat yang kini masuk uji terap peneli- tian ini sudah dipasang di Kali Item, fungsinya memompa oksigen agar

mikrobabisahidupdanmengurai bau. Setahun lalu, LIPI sebenarnya sudah menawarkan aplikasi alat ini ke Pemprov DKI Jakarta bertepatan

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online