ID180908

sabtu/minggu 8-9 september 2018 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/ AFP / Nicholas Kamm

tinggi. Bahkan, ada yang sampai 2-3% per hari,” kata dia. Kehilangan Pekerjaan Tongam menutur, temuan fintech P2P lending ilegal oleh OJK tersebut ada yang bermula dari aduan mas- yarakat. Bahkan, ada pengguna yang melapor kehilangan pekerjaan karena fintech P2P lending menagih utang lewat grup chat . “Beberapa sudah ada yang lapor ke Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Namun, masih diproses,” ujar dia. Tongam menegaskan, OJK akan terus melakukan penindakan pada perusahaan fintech P2P lending yang tidak patuh peraturan. Apalagi, kegia- tan ilegal tersebut dapat memberikan dampak negatif, seperti digunakan untuk tindak pidana pencucian uang atau pendanaan terorisme, penyalah- gunaan data dan informasi pengguna, hilangnya potensi pajak, serta dapat menimbulkan ketidakpercayaan pada fintech P2P lending yang sudah berizin. Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengungkapkan, berdasar- kan pengamatan di lapangan, ciri-ciri fintech P2P lending ilegal di antaranya adalah mudah memberi pinjaman, mengambil data dari ponsel peminjam, melakukan penagihan yang tidak ber- perikemanusiaan, dan menawarkan bunga tinggi. “Nah, masyarakat di- minta menghindari fintech P2P lending yang menawarkan pinjaman dengan pencairan cepat dan bunga tinggi, Videonya kemudian banyak diambil oleh media-media lain. Kepolisian setempat menyatakan, ada beberapa orang yang melapor dan mengaku diserang. Antara lain seorang warga asal Suriah, Bulgaria, dan Afghanistan. Steffen Seibert, juru bicara Merkel, mengecam apa yang terjadi di Chem- nitz. Ia juga menyinggung perburuan terhadap orang-orang asing oleh para pengunjuk rasa. Pembelaan Merkel berkali-kali mengatakan, tidak ada tempat bagi kebencian di jalanan di Jerman. Namun pekan ini, Perdana Menteri SaxonyMichael Kretschmer mengatakan tidak ada gerombolan, tidak ada perburuan terhadap orang asing, dan tidak ada penyerangan terhadap kelompok tertentu. Merkel mengatakan komentarnya di hadapan parlemen federal. Sedan- gkan Kretschmer mengutarakan penilaiannya di hadapan parlemen negara bagian. Adapun komentar Maassen dike- camoleh pemerintah dan kubu oposisi Partai Hijau. Komentarnya disebut tak masuk akal dan menyerang langsung Merkel. Thomas Oppermann dari Sosial Demokrat, mitra junior di koalisi be- sar Merkel, menuding Maassen tidak menganggap serius ancaman terhadap keselamatan publik. “Padahal ada gambar-gambarnya, ada juga saksi-saksi mata. Jelas juga ada orang-orang yang menunjukkan salut Nazi,” ujar dia kepada radio pub- lik Deutschlandfunk . (afp/sn) sanaan hukuman mati harus dilak- sanakan setidaknya enam bulan sete- lah disetujui oleh pengadilan tinggi. Namun kenyataannya tersangka dibi- arkan menunggu waktu eksekusinya, dengan total 110 tahanan Jepang yang saat ini menunggu waktu eksekusi. “Tahanan umumnya diberikan pemberitahun beberapa jam sebelum eksekusi, namun beberapa tahanan tidak diberikan pemberitahuan sama sekali,” jelas organisasi non-pemer- intah Amnesty International pada pernyataannya baru-baru ini. Para penghuni ditempatkan pada ruang isolasi tanpa mengetahui kapan akan dieksekusi, terkadang ditinggalkan hingga puluhan tahun dan keluarga tersangka hanya diberi tahu setelah proses eksekusi. Seorang tersangka dengan vonis hukuman mati bernama Munehiro Nishiguchi sebelumnya mengajukan banding terhadap hukumannya di tingkat Mahkamah Agung. Ia menga- takan, berita tentang eksekusi kelom- pok Aum merupakan sebuah berita mengejutkan. “Saya merasa sebagai orang lemah yang menyedihkan,” tulisnya kepada Yo Nagatsuka yang membuat doku- menter soal persepsi publik tentang hal ini. Pemerintah mencatat adanya dukungan publik yang menjadi ala- san untuk mempertahankan jenis hukuman tersebut. Hanya ada sedikit debat publik yang muncul, sebab seluruh proses hukuman dilakukan tertutup dan dijaga kerahasiaannya. Pihak berwenang hanya menyiapkan 30 menit kunjungan media di dalam ruang eksekusi dengan jendela kaca di Tokyo Detention House. (afp/eld)

Pada Juli lalu, Satgas Waspada In- vestasi OJK juga telahmengumumkan penemuan 227 entitas tak berizin yang melakukan praktik P2P lending . Na- mun, dari jumlah tersebut dua di anta- ranya ternyata sudah terdaftar di OJK. Dengan demikian, total fintech P2P lending yang terindikasi beroperasi secara ilegal mencapai 407 entitas. Satgas Waspada Investasi akan menghentikan kegiatan usaha ilegal tersebut. Selain itu, menghapus semua aplikasi penawaran pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi yang terdapat di Google Playstore, Appstore, dan media sosial lainnya. Satgas juga meminta agar fin- tech P2P lending tersebut segera menyelesaikan tanggung jawabnya kepada para pengguna atau nasa- bah. “Entitas tersebut juga diminta segera mengajukan pendaftaran ke OJK. Di sisi lain, Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan dengan entitas yang tidak berizin tersebut, karena tidak di bawah pengawasan OJK. Hal ini berpotensi merugikan masyara- kat,” tandas Tongam. Dia menjelaskan, mayoritas fintech P2P lending ilegal tersebut mengin- car peminjam ( borrower ) mikro atau konsumen retail. Pinjaman jenis ini bunganya ada yang dihitung harian, dengan tenor pendek. “Rata-rata menawarkan bunga BERLIN – Kepala badan intelijen Jerman Hans-Georg Maassen silang pendapat dengan Kanselir Angela Merkel mengenai laporan terjadinya perburuan terhadap orang-orang as- ing oleh kelompok neo-Nazi. Maassen meragukan kebenaran laporan di kota Chemnitz, bulan lalu, tersebut. Menurut dia, tidak ada bukti otentik bahwa video yang beredar di internet itumenunjukkan orang-orang bertam- pang asing ditegur lalu dikejar-kejar. “Saya juga ragu dengan laporan- laporan media mengenai perburuan orang-orang asing di Chemnitz oleh kelompok ekstremis sayap kanan,” kata Maassen kepada harian Bild, seperti dilansir AFP . Kota di bagian Jerman timur itu dalam beberapa waktu terakhir digoy- ang unjuk rasa kelompok sayap kanan. Sebagian meneriakkan kecaman- kecaman anti-orang asing. Sebagian lagi memeragakan salut Nazi. Aksi-aksi tersebut juga diwarnai kekerasan. Para pengunjuk rasa me- nyerang wartawan dan polisi. Pemi- cunya adalah kasus penikaman hingga tewas seorang pria Jerman pada akhir Agustus 2018. Pelakunya diduga para pencari suaka. “Berdasarkan penilaian secara hati- hati, saya percaya ini adalah informasi salah yang disengaja. Mungkin untuk mengalihkan perhatian dari kasus pem- bunuhan di Chemnitz,” ujar Maassen. Pada unjuk rasa pertama 26 Agustus 2018, seorang jurnalis lepas untuk mingguan Die Zeit mengunggah dua video ke Twitter. Isinya menunjukkan para demonstran mengejar-ngejar orang-orang bertampang asing. TOKYO – Meski kembali dikritik, pemerintah Jepang masih bergeming soal hukuman eksekusi mati terpidana kriminal. Sistem penghukuman terse- but dikecam karena dinilai kejam dan dirahasiakan, namun tetap populer. Keputusan hukumanmati mendapat dukungan publik dengan hanya sege- lintir orang menuntut penghapusan. Namun sebagian warga mengakui, ada semakin banyak orang yang me- nentang hukumanmati danmendesak pihak berwenang untuk mempertim- bangkan hukuman penjara tanpa pem- bebasan bersyarat. Jepangmerupakan satu-satunya negara demokrasi indus- trialisasi selain Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan hukuman mati. Wacana tersebut kembali diangkat ke permukaan setelah pada Juli 2018 lalu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tertangkap kamera tengah ber- pesta bersama politisi. Abe menga- cungkan ibu jari ketika bersama men- teri kehakiman menandatangani surat perintah eksekusi pada anggota sekte Aum Shinri Kyo atas tindak kriminal serangan gas beracun di kereta bawah tanah Jepang pada 1995. Metode penghukuman tersebut dinilai kejam pada para kriminal, keluarga kriminal, maupun penjaga penjara. Penjaga yang ditugaskan me- nyelesaikan proses eksekusi menya- dari adanya gangguan emosi karena terlibat dalam hukuman tersebut dan tidak menerima konseling yang diper- lukan. Salah satu mantan penjaga bernama Sakamotomengatakan, tidak ada pekerjaan yang lebih buruk dari pekerjaanya dulu dengan bayaran atas nyawa manusia hanya sebesar 100.000 yen. Berdasarkan undang-undang, pelak-  Sambungan dari hal 1

Trump Temui Pendukung Presiden AS Donald Trump melambaikan tangan ke arah para pendukungnya, dalam apel “Make America Great Again” di kota Billings, Montana, Kamis (6/9) waktu setempat.

AS-Korea Selatan. Amendemen ke-25

menawarkan investasi sudahmemiliki izin dari pihak berwenang sesuai kegiatan usahanya. Selain itu, media untuk menawarkan produk investasi telah terverifikasi, yang ditandai pen- cantuman logo instansi atau lembaga pemerintah yang berwenang, sesuai peraturan perundang-undangan. Aspek Legalitas Secara terpisah, Kepala EkonomPT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mengatakan, aspek legalitas dinilai masih mengganjal beberapa bank untukmenggandeng perusahaan fintech . Pasalnya, hingga saat ini, baru satu perusahaan fintech P2P lending yang resmi mengantongi izin dari OJK, yakni PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas). Menurut dia, aspek legal berupa izin penuh untuk penyelenggara fintech menjadi catatan pengawas perbankan demi memitigasi risiko. Kehati-hatian terhadap izin ini penting, mengingat industri fintech baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir, seh- ingga rekam jejaknya masih minim. Legalitas yang jelas dari otoritas menjadi aspek utama pertimbangan perbankan untuk bekerja sama den- gan fintech , selain aspek lain seperti prospek, komersial, hingga rekam jejak. Perbankan akan lebih mudah memberikan kerja sama, kalau izin penuh fintech sudah diperoleh. “Ini karena salah satu aspek pengu- rangan risiko adalah aspek sudah legalnya. Kan bisa saja seperti kema- berbicara dengan banyak orang yang masih atau pernah bekerja untuk Trump di Gedung Putih. Ia mengatakan, yang dibahas tidak hanya kepribadian sang presiden. Tapi juga perdebatan atas kebijakan- kebijakan besar, menyangkut Korea Utara dan Afghanistan. Perilaku Woodwardmenggambarkan Trump kerap menghina anggota-anggota kunci timnya. Mereka akhirnya balik menentang sang presiden. Trump diduga menggambarkan Jaksa Agung Jeff Sessions terbelakang mental dan si pandir dari Selatan. Sessions memicu kemarahan Trump antara lain karena enggan menga- wasi penyelidikan Robert Mueller atas dugaan kolusi Rusia dalam pemilihan presiden 2016. Tr ump juga disebutkan meny- amakan mantan kepala staf Reince Priebus dengan tikus got kecil. Trump bahkan pernah berseru kepada Men- teri Perdagangan Wilbur Ross, yang sudah berusia 80 tahun: “Saya tidak percaya kamu. Kamu sudah lewat masa jayanya.” Buku itu juga menceritakan bagaimana para pembantu Trump berusaha menghindarkan benca- na-bencana kebijakan luar negeri. Mereka semakin awas setelah Trump menyarankan penghilangan nyawa Presiden Suriah Bashar Al Assad dan nyaris mengambil perintah yang dapat membatalkan perjanjian perdagangan

Oleh Iwan Subarkah Nurdiawan  WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam buku karya jurnalis inves­ tigatif kawakan Bob Woodward. Buku yang meng­ ungkap cara kerja lingkaran dalam pemerintahannya itu disebut menyesatkan dan berdasarkan kutipan- kutipan hasil rekayasa.

rin, sudah terdaftar, tahu-tahu status terdaftarnya batal bahkan dicabut oleh OJK. Itu akan jadi kendala bank untuk bekerja sama dengan mereka, dalam bentuk apa pun. Perlu kehati-hatian dari manajemen risiko bank,” kata dia di Jakarta, Rabu (5/9), seperti dilansir Antara . Penjelasannya itu terkait langkah OJK yang kembali mencabut status terdaftar lima penyelenggara fintech pada 2 September 2018. Perusahaan tersebut adalah Tunaiku, Dynamic Credit, Relasi, Karapoto, dan Pin- jamwiwin. Pencabutan ini dilakukan karena kelima penyelenggara fintech tersebut ketahuan mengganti jajaran pemegang sahamnya tanpa seizin otoritas. David mengatakan, pencabutan izin lima penyelenggara fintech tersebut akan menambah kehati-hatian per- bankan dalam bekerja sama dengan fintech . Padahal, kerja sama perbankan dan fintech bisa menjadi simbiosis mutualisme, karena perbankan juga kadang membutuhkan sinergi dengan perusahaan-perusahaan ini. “Ada beberapa segmen pasar yang sulit dipenetrasi oleh bank. Itu bisa dengan mudah dilakukan via fintech ,” ujar David. Dia memaparkan, kerja sama yang dilakukan perbankan dengan fintech bisa dalam tiga bentuk. Ini adalah channeling dalam penyaluran dana, penanaman modal oleh perbankan, dan pemberian utang kepada fintech . (th) Apa yang diungkapkan oleh buku- nya Woodward didukung oleh artikel opini anonim di New York Times , yang terbit pada Rabu (5/9). Artikel itu menyebutkan, ada banyak pahlawan tanpa tanda jasa yang diam-diam bekerja di dalam pemerintahan un- tuk mencegah Trump mengambil langkah-langkah terburuk. Dalam artikel itu disebutkan bahwa para anggota kabinet sempat mem- pertimbangkan untuk mencetuskan Amendemen ke-25 Konstitusi AS, yang memungkinkan pencopotan presiden jika dianggap tidak mampu memikul tanggung jawab dan tugas-tugasnya. Para anggota kabinet disebutkan tidak jadi mengambil langkah terse- but, karena khawatir bakal menim- bulkan krisis konstitusi. Tapi malah menyulut Senator Demokrat Elizabeth Warren untuk mendukung gagasan tersebut. “Jika para pejabat senior pemerin- tah menganggap presiden AS tidak sanggup memikul tugasnya, maka mereka sudah seharusnya mencetus- kan Amendemen ke-25,” ujar Warren kepada CNN . Alhasil hampir semua anggota ka- binet Trump membantah sebagai pe- nulis artikel opini tersebut. Termasuk Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Menteri Pertahanan Jim Mattis, dan Direktur Intelijen Nasional Dan Coats. (afp)

izin pihak berwenang. Hal ini juga berpotensi merugikan masyarakat. Tongam menuturkan, penawaran produk investasi dari 10 entitas ilegal ini sangat berbahaya bagi masyarakat. Selain itu, berpotensi mengurangi kepercayaan masyara- kat terhadap industri jasa keuangan. Para pelaku ini memanfaatkan keku- rangpahaman sebagian masyarakat terhadap investasi, dengan menawar- kan imbal hasil atau keuntungan yang tidak wajar. “Satgas telah menganalisis kegiatan usaha entitas tersebut. Berdasarkan aturan hukum yang berlaku, entitas tersebut harus menghentikan kegi- atannya. Dengan diumumkannya 10 entitas ilegal tersebut, maka jumlah entitas yang telah dihentikan Satgas dari Januari-September 2018 sebanyak 108 entitas,” kata dia. Tongam menjabarkan 10 entitas ilegal itu. Mereka adalah PT Inves- tasi Asia Future, PT Reksa Visitindo Indonesia, PT Indotama Future, PT Recycle Tronic, MIA Fintech FX, PT Berlian Internasional Teknologi, PT Dobel Network Internasional (Save- rion), PT Aurum Karya Indonesia, Zain Tour and Travel, dan PT What- sappIndonesia. Dia juga kembali mengimbau mas- yarakat agar selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya, jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntun- gan yang tinggi tanpa melihat risiko yang bisa tejadi. Setidaknya, masyar- akat perlu memastikan pihak yang bagaimana para pembantu Trump berusaha mencegah sang presiden merusak sistem perdagangan dunia, melemahkan keamanan nasional, dan memicu perang. Woodward sebenarnya bukan yang pertama melakukan investigasi ke Gedung Putih di masa pemerintahan Trump. Tapi, suaranya lewat buku sep- erti menggema, lantaran ia lah yang bersama koleganya di Washington Post , Carl Bernstein, menulis laporan investigatif Watergate, yang bermuara pada pengunduran diri presiden Rich- ard Nixon pada 1974. Sejak Watergate, Woodward ada- lah salah satu jurnalis paling dihor- mati di AS. Presiden-presiden AS juga turut menghormatinya. Bahkan Trump pada 2013 memujinya, atas karya investigatifnya tentang Barack Obama. Woodward tidak menyebutkan sumber-sumbernya. Tapi ia mengaku

tetapi tidak transparan menguraikan struktur pembiayaannya itu,” katanya. Rekam Jejak Hendrikus juga menegaskan, fintech P2P lending yangmemiliki rekam jejak buruk dipastikan akan ditolak pendaf- tarannya oleh OJK. “Kami akan tolak mereka yang meninggalkan banyak catatan buruk di media. Masih banyak pihak lain yang mau mengembangkan fintech P2P lending dengan benar,” ujar dia. OJK mencatat, hingga 4 September 2018, jumlah perusahaan fintech P2P lending yang terdaftar atau berizin dari OJK mencapai 67. Sedangkan jumlah perusahaan yang dalam proses pendaftaran 40 dan yang menyatakan berminat mendaftar 38. Untuk rekening penyedia dana ( lender ) pinjam-meminjam, hingga Juli 2018, jumlahnya mencapai 135.025 en- titas. Ini naik 33,77% year to date (ytd). Sedangkan jumlah rekening pem- injam ( borrower ) 1.430.357 entitas, meningkat 450,91% ytd. Adapun total penyaluran pinjaman hingga Juli 2018 senilai Rp 9,21 triliun, tumbuh 259,36% ytd, dengan tingkat rasio kredit ber- masalah ( non-performing loan /NPL) 1,4%. Entitas Investasi Ilegal Selain fintech P2P lending , Sat- gas Waspada Investasi menemukan penawaran produk investasi atau kegiatan usaha dari 10 entitas, yang diduga melakukan praktik usaha tanpa Gedung Putih dilanda krisis ter­ anyar akibat buku berjudul “Ketaku- tan: Trump di Gedung Putih”. Juga setelah New York Times ( NYT ) mener- bitkan artikel dengan penulis anonim, tapi mengaku sebagai pejabat senior di pemerintahan Trump. Artikel itu juga mengumbar borok di Gedung Putih, khususnya Trump. “Buku Woodward itu menyesatkan. Ucapan saya tidak seperti yang di- kutip. Jika iya, saya tidak akan terpilih sebagai Presiden. Kutipan-kutipan itu rekayasa. Penulisnya memakai semua trik dalam bukunya untuk menghina- kan dan merendahkan. Saya harap rakyat dapat melihat fakta-fakta yang sebenarnya. Dan bahwa bangsa kita ini hebat!” tutur Trump, via Twitter, Jumat (7/9). Woodward, yang juga penulis kawa- kan seputar Gedung Putih, menyu- sun bukunya berdasarkan ratusan jam wawancara. Ia menggambarkan

Made with FlippingBook - Online magazine maker