ID180908

sabtu/minggu 8-9 SEPTEMBER 2018

| 24

Investor Daily/IST

Susiany Handika kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (7/9). Susi mengungkapkan, diterimanya Safi di pasar kosmetik di Indonesia tak lepas dari besarnya jumlah muslim di Indonesia dan kesadaran meningkatnya produk halal. “Dari awal Safi memang menegaskan dan memposisikan ini adalah produk skincare halal karena tren permintaan produk halal terus meningkat. Selain itu, Safi juga sangat mengutamakan kualitas produk yang dibuktikan dengan dilakukan riset dan uji klinis sebelum meluncurkan sebuah produk,” tegas Susi. Sebagai skincare halal, Safi tidak mengandung unsur binatang haram, seperti babi, tidak mengandung alkohol, bahkan tanpa unsur binatang sama sekali misalnya gelatin. Karena gelatin pun ada yang dibuat dari gelatin babi atau sapi. “Safi juga no animal test, tetapi justru melakukan uji klinis pada manusia agar benar-benar diketahui aman atau tidak bagi manusia,” tegas Susi lagi. Karena tanpa unsur binatang, semua bahan menggunakan esktrak berbagai tanaman berkhasiat, seperti habatussauda, kulit buah manggis,protein dari serat sutera,buah anggur, dan lain-lain. Saat ini, ada tiga kategori Safi yaitu kategori White Natural, White Expert, dan Antiaging. Seluruh produk mematok harga terjangkau, yang termahal adalah essence dengan harga Rp 140an ribu.“Saat ini 50% penjualan disumbang oleh kategori White Expert. Ini berarti produk pencerah wajah masih sangat diminati,” ungkap Susi. Kategori white expert yang berfungsi sebagai pencerah kulit menggunakan esktrak habatussauda dan ekstrak kulit buah manggis. Sedangkan kategori antiaging, selain menggunakan habatussauda yang mengandung antioksidan, juga menggunakan partikel emas 24 karat berukuran nano dan protein dari serat sutera (silk protein). “Partikel emas 24 karat berukuran nano akan masuk ke dalam kulit untuk membantu regenerasi sel dan setelahnya partikel emas akan terbuang melalui keringat sehingga aman untuk ginjal, sedangkan silk protein mengandung 18 asam amino untuk merangsang produksi kolagen kulit sehingga kulit tetap awet muda,” jelas Susi.

Oleh Mardiana Makmun K esadaran ini membuat permintaan sejumlah produk halal, termasuk produk kecantikan atau perawatan kulit (skincare) terus meningkat. Berdasarkan laporan Futur Market Insight (FMI) berjudul Halal Cosmetics Market: Asia Pasific Analysis and Opportunity Assesment 2015-2020 , diprediksi pasar kosmetik halal di Asia Pasifik akan mengalami peningkatan hingga 9,9% selama periode 2015-2020. Kosmetik halal tersebut terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu perawatan kulit, kosmetik warna, perawatan rambut, dan wewangian.Permintaan terbanyak adalah kosmetik warna yaitu 37,4%. FMI memperkirakan pertumbuhan kosmetik warna mencapai 10,3% selama periode 2015 hingga 2020. Data FMI mengungkap, Asia Tenggara merupakan pasar kosmetik halal yang paling menguntungkan di Asia Pasifik, dengan nilai mencapai US$ 863,7 juta pada 2014. Angka ini diprediksi terus meningkat 10,2% dengan nilai US$ 1,53 miliar pada 2020 mendatang. Fakta tersebut membuat Wipro Unza Group asal Malaysia, dengan perusahaan PT.Unza Vitalis terus memperkuat rangkaian produk skincare halal-nya, Safi. “Sejak diluncurkan di Indonesia 6 bulan lalu, Safi memiliki market share di atas 1% untuk skincare kategori cleanser dan moisturizer di Indonesia. Ini respon pasar yang sangat baik bagi brand pendatang baru,” kata Marketing manager Wipro Unza Indonesia, Diana Kesadaran menggunakan produk halal terus meningkat, baik di kalangan muslim maupun nonmuslim. Ini karena produk halal menjamin kandungan bahan, alat, dan proses pembuatan sebuah produk dilakukan secara halal, baik, aman, dan tidak merusak lingkungan.

Marketing manager Wipro Unza Indonesia Diana Susiany Handika dan Business Development Director Wipro Unza Indonesia Dwaraka Ayengar (kanan) dalam bincang-bincang Kosmetik halal

Investor Daily/MARDIANA MAKMUN

merupakan asli Jawa Barat. Ia mengaku tidak mengetahui proses mengenai rencana pernikahannya keduanya. “Yang pasti keduanya sudah tidak ada masalah lagi mengenai hal itu,” tutupnya. Sosok Polwan bewajah cantik itu diketahui berinisial PND dan berpangkat Bripda. Ia bertugas di Mabes Polri. Perempuan itu beragama Islam, tumbuh dan bersekolah di Jakarta. Saat masuk sekolah Polwan usianya 21 tahun. Namun, ketika Investor Daily mencoba untuk mengkorfirmasi hal itu kepada adik Ahok, Fifi Lety Indra, tidak ada respon yang diberikan, baik melalui telepon hingga pesan singkat. Sedangkan kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur menegaskan belum bisa memberikan keterangan apapun terkait rencana pernikahan tersebut. “Maaf saya tidak bis amemberi keterangan apapun karena saya hanya kuasa hukum Pak Ahok dan sampai hari ini saya belum mendapat kuasa apapun dari Beliau untuk berbicara terkait hal (rencana pernikahan) tersebut,” jawab Josefina lewat aplikasi Whatsapp yang dikirim ke Investor Daily . (iin/nan)

JAKARTA – Politisi PDIP Ruhut Sitompul membenarkan kabar yang menyebutkan bahwa Basuki T Purnama atau Ahok bakal menikahi seorang polisi wanita (Polwan). Ruhut mengatakan seluruh kabar tersebut dari Prasetyo Edi (Ketua DPRD DKI Jakarta dari PDIP). “Aku dapat informasinya dari Pras sekitar dua pekan lalu. Aku sendiri kaget waktu Pras cerita. Tapi di Cemara 19, Posko Jubir, kawan-kawan sudah punya foto Polwan itu kok,” ungkapnya kepada Investor Daily dalam sambungan telepon, Kamis malam (6/9) Menurut Ruhut, berdasarkan info yang didapatkannya itu Ahok bakal menikah setelah selesai masa hukumannya, yaitu Januari 2019. Ia pun menengaskan hal itu tidak dilakukan terburu-buru dan sah saja dilakukan Ahok. Mengingat saat ini status Ahok adalah duda dan sudah tidak lagi terikat pernikahan dengan siapapun. Termasuk mengenai perbedaaan kepercayaan yang dianut keduanya. “Semua sudah beres itu,” tegasnya. Ruhut mengatakan Polwan tersebut

ultrasound yang dialirkan terlalu intens atau terlalu dekat dengan permukaan kulit akan menyebabkan luka bakar. Sebaliknya, energi yang dialirkan terlalu sporadis, tidak menyebar dan tidak presisi, atau terlalu rendah, tidak akan memberikan hasil perawatan yang diinginkan,” tegas dr.Lanny Juniarti. Agar tak tertipu dengan mesin Ultherapy Palsu, Country Manager Merz Indonesia Ricardo Manaloto meluncurkan aplikasi Real Matters ID bagi konsumen Ultherapy. “Aplikasi Real Matters ID memberikan jaminan pasien mendapatkan perawatan dengan produk asli Ultherapy serta ditangani oleh dokter yang tepat dan telah mendapatkan pelatihan dari Merz Aesthetics,” tegas Ricardo. Tips lain agar tak tertipu, lanjut Ricardo, pilihlah klinik yang sudah klinik tersebut bisa dilihat di www. realmattersasia.com/indonesia. “Selain itu, setiap selesai perawatan, pasien diberikan kartu sertifikat yang mengandung QR Code yang dapat di-scan menggunakan aplikasi Real Matters ID,” tegas Ricardo. (nan) tersertifikasi sebagai penyedia Ultherapy otentik. Informasi

“Ultherapy menggunakan teknologi DeepSee Ultrasound dengan frekuensi tertentu di atas 20 hz. Gelombang suara ini bersifat microfocus dengan target ke lapisan kulit di kedalaman tertentu untuk merangsang produksi kolagen kulit,” jelas dr.Lanny Juniarti. Kolagen, tambah dr.Olivia Ong, merupakan bagian di bawah kulit yang berfungsi sebagai penopang kulit. “Ultherapy menyasar area kolagen agar meningkatkan produksi kolagen sehingga kulit kembali kencang,” tambah dr.Olivia Ong. Memang, ungkap dr.Lanny, hasil Ultherapy tak bisa instan. Butuh proses 1-3 bulan. “Prosesnya alami, tetapi hasilnya bertahan lama 8-12 bulan dan harus diulang kembali satu tahun sekali,” kata dr.Lanny. Dengan kualitas hasil yang baik, tak heran terapi ini semakin diminati. Sayangnya, sejumlah klinik kecantikan menggunakan mesin Ultherapy palsu demi meraih keuntungan. “Yang harus diwaspadai dari mesin Uktherapy palsu, gelombang ultrasound yang dialirkan ke kulit, kedalamannya tidak konsisten sehingga membahayakan pasien. Energi

Jakarta - Perawatan kulit dengan menggunakan teknologi Ultherapy semakin diminati setelah sebelumnya terapi filler dan botulinum menjadi tren. “Tahun 2017 menjadi tahun terlaris perawatan kulit dengan menggunakan teknologi Ultherapy. Ada 2.600-an perawatan Ultherapy yang dilakukan di 19 cabang Miracle Aesthetic Clinic di 13 kota besar di Indonesia. Kalau dirata- ratakan, dalam sehari, kami melayani dua pasien perawatan Ultherapy,” kata pendiri dan President Director of Miracle Group dr.Lanny Juniarti di sela peluncuran aplikasi Real Matters ID yang digelar oleh Merz Aesthetics di Jakarta, Jumat (7/9). Hal senada diungkapkan pendiri Jakarta Aesthetics Clinic dr.Olivia Ong. “Untuk hasil wajah yang kencang dan tahan lama serta tanpa suntikan, orang kini memilih Ultherapy,” kata dr.Olivia Ong. Ultherapy, jelas dr.Lanny Juniarti, merupakan teknologi kecantikan nonbedah (noninvatif) terkini untuk mengencangkan kulit area wajah dan menghilangkan garis halus di wajah, serta mengencangkan dagu, leher, dan dada.

Investor Daily/IST

Made with FlippingBook - Online magazine maker