ID180706

jumat 6 JULI 2018

24

Investor Daily/IST

dan Treasury BTN Iman Nugroho Soeko menambahkan, untuk kond- isi keuangan yang sudah dipub- likasikan Maret 2018 sudah cukup bagus dengan pertumbuhan tinggi di atas 20% dari sisi aset, sedangkan kredit dan dana pihak ketiga (DPK), serta laba di atas 15%. “Untuk target ke depan BTN tidak akan berubah, kami optimistis tetap tumbuh sesuai dengan yang ditargetkan masih sekitar 20%,” kata dia. Menurut Iman, untuk mencapai tar- get bisnis tersebut, BTN akan melak- ukan efisiensi pada biaya operasional, peningkatan DPK berbiaya rendah sehingga net interest margin (NIM) terjaga dan pencapaian target fee based income . “Jadi tidak perlu khawatir mengenai bisnis BTN yang kami bisa lakukan adalah membukukan kinerja yang sesuai dengan target dan itu baru akan dilihat investor atau masyarakat setelah laporan keuangan Juni, September, dan Desember nanti keluar,” tegas Iman. Pada kuartal I-2018, emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode saham BBTN ini membukukan penyaluran kredit mencapai Rp 202,5 triliun atau meningkat 19,34% dibandingkan periode yang sama pada tahun se- belumnya sebesar Rp 169,68 triliun. Dari jumlah total kredit tersebut, kredit perumahan menempati porsi 91,09%, naik 20,32% dari Rp 153,31 triliun pada kuartal I-2017 menjadi Rp 184,46 triliun di akhir Maret 2018. Sedangkan, kredit nonperumahan meningkat 10,17% dari Rp 16,37 triliun menjadi Rp 18,03 triliun. Pertumbuhan kredit dan pembiay- aan BTN ini juga turut menunjang kenaikan aset perseroan sebesar 20,73% dari Rp 214,31 triliun pada kuartal I-2017 menjadi Rp 258,73 tri- liun di periode yang sama tahun ini. Dengan capaian tersebut, laba bersih BTN tercatat naik 15,13% dari Rp 594 miliar pada akhir Maret 2017 menjadi Rp 684 miliar di periode yang sama tahun ini. Untuk DPK, perseroan berhasil tumbuh 23,54% secara tahunan dari Rp 157,41 triliun pada kuartal I-2017 menjadi Rp 194,48 triliun per kuartal I-2018. Adapun, pertumbuhan terbe- sar simpanan BTN bersumber dari kenaikan tabungan sebesar 43,35% dari Rp 30,74 triliun pada akhir Maret 2017 menjadi Rp 44,06 triliun di peri- ode yang sama tahun ini. Penghimpunan giro dan deposito juga menjadi penopang laju kenaikan DPK dengan per tumbuhan mas- ing-masing 22,55% menjadi Rp 51,14 triliun dan 16,87% menjadi Rp 99,28 triliun per 31 Maret 2018. (ris)

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) op- timistis target kinerja bisnis tahun ini tercapai meski kondisi global bergejolak dan adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Optimisme ini didukung oleh masih besarnya permintaan untuk program sejuta rumah diberbagai daerah. Direktur Utama BTN Mar yono mengatakan perseroan sampai saat ini tetap pada target dalam rencana bisnis bank (RBB) yakni tumbuh di atas 20%. Target ini akan dapat terwujud seiring dengan peran BTN yang sudah bisa menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada semester dua tahun ini. “Skema FLPP sangat berbeda sekarang 75% di- cover pemerintah dan sisanya disediakan oleh SMF (PT Sarana Multigriya Finasial). Jadi BTN sangat diuntungkan karena tidak perlu mencari dana mahal lagi,” kata Mary- ono di Jakarta, Kamis (5/7). Menurut Maryono, investor tidak perlu khawatir dengan kinerja BTN tahun ini, meski ada kenaikan suku bunga acuan BI, namun tidak serta merta perbankan menaikkan suku bunga dana dan kredit. Terlebih lagi, perseroan sedang menggenjot per- olehan dana murah melalui tabungan, sehingga diharapkan komposisi dana murah bisa berimbang dengan de- posito. “Kami sedang rakor (rapat koordinasi) dan menugaskan untuk seluruh kepala cabang di Indonesia mendongkrak dana tabungan,” ujar dia. Selain menggenjot dana murah, lan- jut Maryono, BTN juga diuntungkan dengan relaksasi aturan loan to value (LTV) atau aturan uang muka KPR yang diterbitkan BI. Dengan aturan tersebut diharapkan makin banyak masyarakat yang tertarik membeli rumah. “Jadi tidak ada kekhawatitan bahwa kami akan kesulitan dana dengan kondisi ini danBTNpotensinya luar biasa, seiring kemudahan-kemuda- han yang diberikan pemerintah. Ini yang bisa memberikan percepatan pertumbuhan perseroan di sektor pem- biayaan perumahan,” jelas dia. Adapunmengenai penurunan harga saham, menurut Maryono, hal ini le- bih disebabkan adanya faktor global, dimana ada tiga peristiwa yang ter- jadi di dunia, yaitu perubahan valuta masing-masing negara, perubahan berpindahnya dana yang dari tujuan ke asal, dan adanya perubahan suku bunga. “Semua ini dalam rangka nor- malisasi dan ini tidak bisa dihindari disemua negara,” kata dia. Sementara itu, Direktur Keuangan

BTN Optimistis Capai Target Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono (tengah) bersama jajaran direksi Bank BTN Budi Satria, Andi Nirwoto, Iman N. Soeko, dan Oni Febriarto saat memaparkan strategi perseroan untuk menghadapi perubahan ekonomi gobal dan menggarap peluang pelonggaran loan to value (LTV) dalam Business Review Triwulan II 2018 di Menara BTN, Jakarta, Kamis (5/7/2018). Bank BTN memberikan komitmen tidak mengubah target bisnis perseroan pada 2018. Pada tahun ini, perseroan optimistis akan melan- jutkan catatan kinerja positif dan mencapai target pertumbuhan kredit diatas 20% berada di atas rata-rata industri. Bank BTN juga akan mendorong strategi low cost funding untuk menurunkan cost of fund dalam rangka menyambut bergeraknya pasar perumahan dengan adanya relaksasi aturan LTV yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

acuannya sebesar 100 bps selama dua bulan terakhir. “Waktu itu kami tetapkan pendanaan tergantung suku bunga yang kompet- itif, karena kami lihat instrumen apa yang bagus. Seperti sekarang, offshore akan lebih mahal karena gejolak dolar AS,” tambah dia. Untuk menunjang kegiatan usaha penyaluran pembiayaan tersebut, perseroan memiliki beberapa altern- atif sumber pendanaan yang terdi- versifikasi, yakni skema pembiayaan bersama dan pendanaan eksternal yang terdiri dari pinjaman perbankan, baik dalamnegeri maupun luar negeri. Di samping itu, perseroan memiliki opsi pendanaan dari menerbitkan surat utang dalam negeri. Strategi tersebut, lanjut dia mem- bantu perseroan dalammemiliki fleks- ibilitas dalammemperoleh pendanaan yang mencukupi dengan tingkat bunga yang kompetitif. “Pada kuartal pertama, piutang pembiayaan yang didanai melalui skema pembiayaan bersama mencapai Rp 19 triliun, setara dengan 41% dari piutang pem- biayaan yang dikelola. Sementara itu pendanaan yang berasal dari eksternal mencapai Rp 21,1 triliun,” papar dia. Hafid juga mengungkapkan, saat ini pinjaman perbankan dan pasar modal memiliki kontribusi 44% dan 56%. Pada kuartal pertama tahun ini perseroan telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,63 triliun melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan IV Adira Finance Ta- hap II. Perseroan juga menerbitkan sukuk sebesar Rp 490 miliar melalui Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance Tahap II. Tahun ini perseroan membutuhkan sumber pendanaan un- tuk ekspansi sebesar Rp 10-11 triliun. bang Surakarta sebesar Rp 160 miliar. Sedangkan pada 2018 selama periode awal tahun hingga saat ini sudah men- capai Rp 300 miliar,” kata dia. Pada kesempatan itu, Kepala Kan- tor BI Perwakilan Surakarta Bandoe Widiarto mengatakan ada tiga sektor utama yang berperan sebagai peno- pang perekonomian Surakarta, yaitu pengolahan, perdagangan serta kon- struksi dan jasa. “Harapannya Bank Banten ini bisa melakukan ekspansi untuk pembiayaan di sektor-sektor tersebut,” kata dia. Sedangkan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo berharap, produk- produk yang ditawarkan Bank Banten diharapkan bisa melawan rentenir di kalangan masyarakat. “Rentenir ini tidak peduli terhadap masyarakat miskin atau tidak. Oleh karena itu, harapannya Bank Banten bisa mem- berikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhannya,” kata dia. (ris/th)

“Kami belum menaikkan sama sekali (sejak BI menaikkan suku bunga acuan). Kami masih tahan karena suku bunga perbankan tidak semua pinjaman langsung naik, tidak bisa instan, karena tidak semua jatuh tempo,” terang Hafid. Adapun untuk suku bunga pem- biayaan mobil Adira Finance sebesar 5% setahun. Sedangkan untuk sepeda motor perseroan memberikan suku bunga sekitar 15% setahun. Tingkat bunga tersebut belum dinaikkan perseroan semenjak BI menaikkan BI 7DRRR pada Mei lalu. Terkait efek kenaikan suku bunga acuan terhadap pembiayaan perseroan dinilai tidak terlalu besar dampaknya. Jika dirinci, apabila terdapat kenaikan suku bunga sebesar 1%, untuk pem- biayaan motor terdapat kenaikan angsuran sebesar Rp 6.000-7.000 per bulan. “Kalau motor itu tidak terpengaruh besar, tapi kalaumobil sedikit berdam- pak, karena lebih sensitif terhadap kenaikan suku bunga. Untuk mobil bisa sampai ratusan ribu kenaikan angsurannya per bulan,” jelas dia. Dia juga menjelaskan, beberapa tahun lalu dengan suku bunga acuan BI yang pernah lebih tinggi dari saat ini, tidak memiliki dampak yang besar terhadap industri pembiayaan, termasuk Adira Finance. Sumber Pendanaan Sementara itu, untuk dampak ter- hadap sumber pendanaan perseroan, khususnya pendanaan luar negeri ( offshore ) dinilai akan lebih mahal. Se- bab, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sedang melemah. Namun, untuk komposisi sumber pendanaan disebut tidak akan berubah meskipun bank sentral sudah menaikkan suku bunga produktif mencapai sekitar 90%. “Sisanya untuk sektor consumer . Kalau komitmen kami kepada UMKM memang sudah jelas,” kata dia seperti dilansir Antara . Dia mengatakan, pencapaian kinerja Bank Banten secara nasional tahun 2017 meningkat sekitar 56% diband- ingkan tahun sebelumnya, yaitu dari total penyaluran sebesar Rp 3,2 triliun naik menjadi Rp 5,1 triliun. Selanjutnya, untuk periode yang sama, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 43% dari Rp 3,8 triliun menjadi Rp 5,5 triliun. Sedangkan untuk pertumbuhan aset meningkat 46% dari Rp 5,2 triliun menjadi Rp 7,6 triliun. Sementara itu, khusus Kota So l o , P imp i nan Cabang Bank Banten Surakarta Diyah Agustiana mengatakan, pertumbuhan kredit juga terasa di kota tersebut. “Dari data kami, sepanjang tahun lalu total penyaluran kredit untuk Kantor Ca-

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat total pembiayaan sampai dengan semester I-2018 mencapai Rp 18,4 triliun, meningkat 17% secara tahunan ( year on year /yoy).

kedua ini. “Biasanya seasonal Lebaran ada kenaikan sedikit, tapi itu hanya sementara. Semester kedua bisa turun lagi,” lanjut dia. Belum Naikkan Bunga Di sisi lain, Hafid menjelaskan, dengan adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) pekan lalu sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% belum membuat perseroan menaikkan suku bunga pinjamannya. Sebab, perseroan masih akan menunggu perbankan lebih dulu yang akan menaikkan bunga kredit. “Kami masih lihat-lihat dulu terhadap suku bunga bank, perubahannya seperti apa. Jadi tidak akan langsung dinaikkan,” ucap Hafid. Menur ut dia, masing-masing pembiayaan yang diberikan kepada nasabah memiliki jatuh tempo yang berbeda, sehingga hal tersebut akan menjadi pertimbangan perseroan. Apabila pihaknya akan menaikkan suku bunga, tentu akan dilakukan secara bertahap. Lebih lanjut dia mengatakan, meski nantinya suku bunga kredit perb- ankan sudah naik, Adira Finance juga tidak akan secara instan lang- sung menaikkan suku bunga pin- jamannya kepada nasabah setelah bank menaikkan bunga. ATM yang melayani nasabah di wilayah Banten dan kota-kota besar di seluruh Indonesia. “Bank Banten berupaya mengembangkan bisnis, termasuk dengan keberadaan 19 kantor cabang BankBantendi luarwilayahBantenyang berada di kota-kota besar. Kami selalu memberikan layanan terbaik bagi para nasabah, dan juga memudahkan akses untuk layanan perbankan,” jelas Fahmi. Kredit Meningkat Sementara itu, Fahmi menjelaskan, penyaluran kredit Bank Banten terus meningkat seiring dengan ekspansi pasar yang dilakukan oleh pihak man- ajemen. “Salah satunya ekspansi kami di Solo. Sebagai salah satu kota besar di Jawa Tengah, Solo memiliki potensi bisnis yang cukup berkembang, salah satunya di sektor mikro,” kata dia. Pihaknya berupaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Bahkan, dari total kredit yang disalurkan, khusus untuk sektor

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan, berdasarkan potofolionya, pembiayaan kendaraan roda empat atau mobil mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan portofolio pembiayaan lain. Untuk pembiayaanmobil baru tercatat meningkat 33% (yoy) pada semester per tama, sedangkan mobil bekas tumbuh 18% (yoy). “Pembiayaan sampai Juni Rp 18,4 triliun untuk total semua portofolio, secara year on year naik 17%. Semua por tofolio di Adira tumbuh pada semester pertama ini,” kata Hafid di Jakarta, Kamis (5/7). Dia memaparkan, jika dilihat ber- dasarkan komposisi pembiayaannya, untuk motor baru masih dominan yakni 36% dari total portofolio pem- biayaan Adira Finance, kemudian motor bekas memiliki porsi 14%. Sedangkan mobil baru memiliki kom- posisi 16% terhadap total portofolio pembiayaan perseroan, sedangkan un- tuk mobil bekas sebesar 18%. “Untuk pembiayaan elektronik komposisinya 3% danmultiguna sebesar 5%,” tambah Hafid. Terkait rasio pembiayaan bermasa- lah ( non performing financing /NPF) perseroan sampai semester pertama tahun ini terlihat ada kenaikan sedikit. Namun hal tersebut dinilai wajar dan akan kembali menurun di semester antara lain transaksi keuangan seperti setoran, penarikan, dan transfer dana, juga pembukaan rekening tabungan, giro, dan deposito, serta pengajuan dan pencairan kredit konsumer dan kredit komersial. “Kami ber harap dapat men- ingkatkan kredit konsumer melalui kredit aparatur sipil negara (ASN), kredit pensiunan, termasuk mem- perbesar dana pihak ketiga (DPK), jugamengoptimalkan kredit karyawan non-ASN. Begitu juga halnya dengan kredit komersial, Bank Banten memi- liki beberapa debitor korporasi di Solo. Bank Banten selalu memberikan layanan dengan sepenuh hati, produk yang menarik, juga kemudahan dalam fasilitas kredit, sehinggamampumem- berikan kontribusi yang positif untuk masyarakat,” jelas Fahmi. Hingga Juni 2018, BankBantenmemi- liki 26 kantor cabang, 11 kantor cabang pembantu, empat kantor kas, satu pay- ment point , lima smartvan , dan 141 unit

Investor Daily/IST

Peluncuran PRUuniversity President Director Prudential Indonesia Jens Reisch (kanan) berbincang dengan Chief Learning & Development Officer Wahyu Wibowo (kiri) saat meluncurkan platform PRUuniversity di Jakarta, Kamis (5/7). Kurikulum pelatihan yang terdapat di plat- form PRUuniversity diharapkan mampu meningkatkan kemampuan, wawasan serta profesionalisme karyawan dan Tenaga Pemasar serta dapat menghubungkan 2.000 karyawan dan lebih dari 277.000 Tenaga Pemasar Prudential yang tersebar di 169 kota seluruh Indonesia.

upaya Bank Banten dalam men- ingkatkan jumlah dan kualitas dari jaringan dan layanan adalahmembuka cabang di wilayah luar Banten yang memiliki potensi besar, juga melak- ukan relokasi cabang, seperti halnya KC Solo, sehingga kini lebih strategis dan berada di jalan utama,” ungkap Fahmi dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily , Kamis (5/7). Menurut dia, diresmikannya Bank Banten KC Solo merupakan wujud komitmen Bank Banten untuk se- makin mendekatkan diri kepada nasabah. “Sebagai salah satu kota terbesar di wilayah Jawa Tengah, Solo memiliki potensi bisnis yang cukup berkembang. Bank Banten KC Solo kini bertempat di Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan protokol di Solo, dan merupakan pusat bisnis serta lingkungan perkantoran, baik perbankan, instansi pemerintah, juga pertokoan,” lanjut Fahmi. Bank Banten KC Solo melayani

JAKARTA – PT Bank Pemban- gunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) meresmikan Kantor Cabang (KC) Solo, Jawa Tengah, pada 5 Juli 2018. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen Bank Banten dalam men- ingkatkan layanan perbankan bagi para nasabah guna mempermudah akses bagi masyarakat di wilayah Solo. Peresmian Bank Banten KC Solo dilakukan oleh Direktur Utama Bank Banten Fahmi BagusMahesa danWali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, disak- sikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo Bandoe Widiarto, Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (INKB), Pasar Modal (PM), dan Edukasi Perlindungan Konsumen (EPK) OJK Solo Tito Adji Siswantoro, beserta Ko- misaris Bank Banten Media Warman. “Menjelang usianya yangmemasuki tahun ke-2, Bank Banten melakukan perbaikan dan meningkatan kinerja guna kepuasan nasabah. Salah satu

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online