ID160722

JUMAT 22 JULI 2016 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/AFP PHOTO/DIPTENDU DUTTA

menghormati aturan hukum, menyu- sul upaya kudeta yang menyebabkan lebih dari 300 orang tewas dan men- imbulkan kekhawatiran kekacauan di dalam anggota kunci NATO ini. Erdogan juga menegaskan, demo­ krasi di negaranya tidak akan ter- ganggu dan mengecam kritikan yang dilontarkan atas aksi penumpasan yang berujung pada penahanan, peme- catan atau pun penangguhan puluhan ribuan orang. “Keadaan darurat diperlukan untuk menyingkirkan seluruh unsur or­ ganisasi teroris yang terlibat dalam upaya kudeta. Kami tidak pernah membahayakan demokrasi. Dan kami tidak akan perrnah melakukan itu,” pungkas Erdogan. Menurut pejabat, dengan pember- lakukan keadaan darurat maka pemer- intah memiliki kekuatan tambahan utntuk membatasi pergerakan bebas. Pejabat itu menambahkan, pemerin- tah tidak akan membatasi kegiatan keuangan atau perdagangan seperti yang ditetapkan undang-undang in- ternasional tentang batas pembatasan. Terakhir kali Turki mencabut status keadaan darurat adalah pada 2002, di mana diberlakukan di bagian tenggara provinsi untuk memerangi militan Kurdi pada 1987. Pasal 120 undang-undang mengizin- kan pemerintah mengambil langkah pemberlakukan keadaan darurat, pada saat kekacauan serius melanda keterti- ban umum akibat tindak kekerasan. Erdogan sendiri telah berjanji bah- wa tugasnya sekarang adalah terus berjuang membersihkan semua virus dari angkatan bersenjata. (afp/pya) tahun lalu dia jugamengecampenahan aktivis feminis danmenyebut tindakan itu “tak tahu malu”. Bahkan, saat menjadi menteri luar negeri AS, Clinton juga mengawasi po- ros AS terhadap Asia, yang dipandang luas oleh Tiongkok sebagai upaya untuk mencegah lonjakan pengaruh Beijing di wilayah tersebut. Kalangan politisi AS sendiri sudah sejak lama mengkritik kondisi HAM di Tiongkok, sehubungan dengan per- lakukan Beijing kepada etnis minoritas di sebagian besar wilayah Xinjiang yang dihuni umat Muslimdan di Tibet. Selain itu, masalah ekonomi dan perdagangan juga kerap menjadi titik perselisihan. Pemerintahan AS yang dipimpin Presiden Barack Obama tel- ah mengecam Beijing atas pencurian kekayaan intelektual dari perusahaan- perusahaan Amerika dan produsen barang-barang bajakan. (afp/leo) komitmen denganNATO, yangmenjadi landasanaliansi 28anggota trans-Atlantik ini adalah komitmennya pada Pasal 5 yakni serangankepada salahsatunegara anggota merupakan serangan kepada semuanya anggita. Ini adalah janji yang diserukan setelah serangan 11 Septem- ber 2001 terhadap Amerika Serikat. Para presiden Baltik dari negara Estonia dan Lithuania pun merespons pernyataan Trump, pada Kamis. Menurut Presiden Estonia Toomas Hendrik Ilves dalamakunTwitter, nega- ranya yang berpenduduk 1,3 juta orang dan berbatasan dengan Rusia telah memenuhi komitmen belanja NATO. “Estonia merupakan salah satu dari lima sekutu NATO di Eropa yang memenuhi 2% komitmen belanja per- tahanannya,” ujarnya, seraya menam- bahkan bahwa Estonia telah berjuang, tanpa keberatan dalam operasi NATO di Afghanistan. (afp/pya) Tir ta Segara menjelaskan, nilai tukar rupiah menguat pada Juni 2016, terutama dipengaruhi meredanya keti- dakpastian kenaikan FFR, terbatasnya dampak Brexit, dan meningkatnya sentimen positif terhadap pengesahan UU Tax Amnesty . Secara point - to - point (ptp), rupiahmengalami apresiasi 3,4% secara bulanan ( month to month /mtm) ke level Rp 13.213 per dolar AS pada Juni 2016. Dia mengakui, dampak Brexit terh- adap rupiah cenderung terbatas dib- andingkan mata uang negara lain dan hanya berlangsung singkat. Penguatan kembali rupiah didukung persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik sejalan den- gan pengesahan UU Tax Amnesty , per- baikan kondisi makroekonomi, serta perkiraan penundaan kenaikan FFR. “Penguatan rupiah tersebut sejalan dengan aliranmasukmodal asing yang kembali meningkat setelah sempat sedikit terkoreksi akibat Brexit. Ke depan, BI tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai nilai fundamental- nya,” tegas dia. Tirta menambahkan, dari sisi inflasi, indeks harga konsumen (IHK) periode Ramadan tahun ini cukup terkendali dan mendukung pencapaian kisaran sasaran inflasi 2016 sebesar 4±1%. Inflasi pada Juni 2016 tercatat 0,66% (mtm) atau 3,45% (yoy), relatif lebih rendah dari rata-rata inflasi Ramadan dalam empat

Laporan Leonard AL Cahyoputra

ANKARA – Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus menyampaikan status keadaan darurat, Kamis (21/7), yang akan berlangsung hingga 45 hari, kendati sebelumnya disebutkan akan berlaku dalam jangka waktu tiga bulan. Keadaan darurat ini bertu- juan memerangi komplotan percobaan kudeta yang gagal pekan lalu.

negara dari kelompok konspirator. Menurut Pemerintah Turki, den- gan pemberlakuan keadaan darurat selama tiga bulan dapat memperkuat kekuasaan untukmengumpulkan para tersangka yang dituding berada di ba- lik aksi percobaan kudeta yang gagal. Di sisi lain tingkat kewaspadaan global ikut merebak selama aksi penumpasan yang meluas. Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan keadaan darurat tak lama sebelum tengah malam atau usai menggelar sidang dewan keamanan nasional. Ini merupakan keadaan daru- rat pertama di Turki dalam 14 tahun dan akan dimulai, pada Kamis, setelah surat resminya diterbitkan. Erdogan mengatakan pihaknya akan mengizinkan pihak berwenang Turki melakukan pembersihan teroris yang terkait dengan Gulen. Namun langkah yang diambil Er- dogan menuai kekhawatiran, hampir sepekan lamanya, sehubungan dengan melontarkan tuduhan-tuduhan tanpa dasar terhadap Tiongkok dan turut campur dalam soal urusan dalam ne­ geri Tiongkok. “Semua partai politik di Amerika Serikat harus melihat pembangunan Tiongkok secara obyektif dan rasio­ nal,” bunyi pernyataan Kang yang di­ sampaikan oleh kantor berita Xinhua. Amerika Serikat dan Tiongkok sendiri merupakan dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, yang memiliki hubungan perdagang­ an yang erat. Akan tetapi masih ada ketegangan-ketegangan soal masalah keamanan dan hak asasi manusia (HAM). Tiongkok sendiri memandang se­ cara skeptis terhadap bakal capres dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Pasalnya istri Bill Clinton ini merupa- kan kritikus yang sangat konsisten dengan catatan HAMBeijing, di mana apakah akan datang membantu atau tidak setelah melakukan tinjauan apa- kah negara-negara itu telahmemenuhi kewajibannya kepada kami. “Jika mereka telahmemenuhi kewa- jibannya kepada kami maka jawabanya adalah ya,” katanya, seperti dikutip Times dalam wawancara selama 45 menit di sebuah hotel, di Cleveland. Dalamwawancaradengan Times ,pada Rabu (20/7) waktu setempat, Trump jugamenyatakan keengganannya untuk membicarakan masalah menentang aksi penumpasan atau tindakan keras terhadap hak-hak sipil oleh pemerintah, seperti yang terjadi di Turki. “Saya kira kita tidak memiliki hak untuk mengajari. Lihatlah apa yang terjadi di negara kita. Bagaimana kita bisa mengajari orang lain, ketika orang-orangmenembaki polisi dengan darah dingin,” lapor Times . Sementara itu, sehubungan dengan meningkat pada Juni 2016, terutama didukung perbaikan kinerja neraca perdagangan nonmigas. Surplus neraca perdagangan Juni 2016 men- capai US$ 900 juta, lebih tinggi dari surplusMei 2016 sebesar US$ 370 juta. Peningkatan surplus terutama dipen- garuhi peningkatan ekspor produk manufaktur nonmigas, seperti mesin/ peralatan listrik, mesin/pesawat me- kanik, dan pakaian jadi bukan rajutan. Dia menambahkan, pada kuartal II-2016, surplus neraca perdagangan In- donesiamencapai US$ 1,94miliar, lebih tinggi dari surplus kuartal sebelumnya dan mendukung prakiraan membai- knya defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal-II 2016. Di sisi lain, aliran masukmodal asing ke pasar keuangan Indonesia hingga Juni 2016 mencapai US$ 7,3 miliar, lebih tinggi dari aliran masukmodal asing untuk keseluruhan 2015 sebesar US$ 5,1 miliar. Dengan perkembangan tersebut, menurut Tirta, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2016 tercatat US$ 109,8 miliar atau setara 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. “Angka terse- but berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” tandas dia.

 Sambungan dari hal 1 “Kami ingin mengakhiri keadaan darurat secepat mungkin. Jika kondisi kembali normal, kami pikir status itu akan berlangsung dalam jangka waktu satu bulan atau maksimal 1,5 bulan. Saya harap tidak perlu ada perpanjan- gan keadaan darurat,” ujar Kurtulmus dalam pernyataan yang disampaikan televisi swasta NTV . Pemerintah Turki memberlakukan keadaan darurat karena pihaknya me- nekankan aksi penumpasan terhadap para tersangka yang dituding terlibat dalam percobaan kudeta yang gagal. Pemerintah juga menuding Fethullah Gulen – seorang ulama Turki yang mengasingkan diri ke negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) – sebagai dalang percobaan kudeta. Kurtulmus juga menegaskan tidak ada langkah-langkahyangdiambil untuk membatasi hak-hak asasi dan kebeba- san. Diamengatakankepada parawarta- wan bahwa keputusan keadaan darurat hanya ditujukan untuk membersihkan BEIJING – Pemerintah Tiongkok memperingatkan Partai Republik, pengusung calon presiden Amerika Serikat (capres AS) Donald Trump, setelah melontarkan tuduhan tak berdasar bahwa Beijing melakukan genosida budaya dan perekonomian yang didasarkan pada pembajakan. Menurut Partai Republik, dalam platformnya di 2016 Beijing telah membuat klaim mustahil atas selu- ruh wilayah perairan di Laut China Selatan, seraya menambahkan telah terjadi genosida budaya berkelanjutan di wilayah Tibet dan Xinjiang. “Manipulasi mata uang, pencurian teknologi kami serta kekayaan intele- ktual dan hak cipta kami dicemooh di negara yang didasari pada pembaja- kan,” bunyi pernyataan, Kamis (21/7). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang pun telah meminta partai itu untuk berhenti CLEVELAND – Pada malam pe- resmian Donald Trump sebagai calon presiden Amerika Serikat (capres AS) yang diusung Partai Republik, dia mendapat pertanyaan tentang komit- mennya untuk membela para sekutu di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Demikian disampaikan surat kabar New York Times (NYT). Times melaporkan bahwa Trump kembali menekankan pendekatan nasionalis berhaluan keras yang te­ lah dilakukan selama kampanye. Ini menggambarkan bagaimana dia akan memaksa para sekutu untuk bahu-membahu meningkatkan biaya pertahanan yang telah ditanggung oleh Amerika Serikat selama puluhan tahun. Ketika ditantang tentang kegiatan Rusia yang telahmenuai kekhawatiran di Baltik – anggota terbaru NATO – Trump menjawab jika Rusia menye­ rangnya maka dia akan memutuskan “Di sisi lain, pertumbuhan inves- tasi, khususnya nonbangunan, belum menunjukkan perbaikan yang signifi- kan di tengah tingginya belanja modal dan barang pemerintah. Dari sisi eksternal, ekspor diperkirakan masih lemah, meskipun harga beberapa ko- moditas mulai meningkat,” papar dia. Juda Agung memperkirakan per- tumbuhan ekonomi pada kuartal-kuar- tal mendatang terus membaik. Hal ini didukung pelonggaran moneter dan makroprudensial, penguatan stimulus fiskal sejalan dengan implementasi Undang-Undang No 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak (UU Tax Amnesty ), serta tetap tingginya belanja pemerintah. Dengan perkembangan tersebut, kata dia, pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan 2016 secara tahunan ( year on year /yoy) diperkirakan berkisar 5,0-5,4%. Dalam APBN-P 2016, asumsi pertumbuhan ekonomi dipatok 5,2%. Rupiah dan Ekspor Tirta Segara mengemukakan, sur- plus neraca perdagangan Indonesia

Amblas Akibat Hujan Deras Warga melongok jembatan yang amblas akibat hujan deras di desa Toribari , pinggiran kota Siliguri, India, Kamis (21/7). Hujan lebat tanpa henti selama 48 jam terakhir menimbulkan banjir, tanah longsor di wilayah perbukitan Siliguri.

sar tax base yang menjadi dasar bagi negara untuk melakukan ekstensifi- kasi pajak,” kata Sarmuji. Jika tax base ini membesar, lanjut dia, otomatis tax ratio (perbandingan antara jumlahpenerimaanpajak terhadapPDB negara) akan membaik, sehingga bermanfaat bagi penerimaan pajak se- cara berkesinambungan. Berdasarkan data OECD dan Kemenkeu, tax ratio di Indonesiamasih rendahsekitar 11%, dib- andingkannegara lain seperti Tiongkok yang sudah 19,4%. “Selain itu, jika ada repatriasi (pem- ulangan dana WNI yang semula di luar negeri) karena tax amnesty , maka perekonomian akan tumbuh lebih ce- pat, yang berkonsekuensi penerimaan dari pajak dan nonpajak akan semakin meningkat di masa depan. Jadi, dalam konteks ini, saya melihat tax am- nesty justru merupakan instrumen menjaga kredibilitas fiskal, bukan saja untuk tahun ini tapi juga untuk tahun- tahun mendatang,” katanya. Untuk membiayai pembangunan, lanjut dia, ke depannya pemerintah ti- dak boleh hanyamengandalkan APBN sebagai satu-satunya instrumen. Pe- merintah perlu menggerakkan swasta untuk berperan dalam investasi yang lebih besar dan meningkatkan peran intermediasi perbankan. “Karena itu, usaha untukmeningkat- kan kedalaman sistem keuangan harus dilakukan. Pasar keuangan kita harus lebih dalam, aktif, likuid, dan efisien untuk dapat melakukan peran pembiayaan pembangunan,” ujarnya. Sementara itu, Senior Economic Analyst Kenta Institute Eric Alexan- der Sugandi mengatakan, dalam APB- N-P 2016 sejumlah asumsinya terlalu optimistis. Ini misalnya target pertum- buhan ekonomi yang naik menjadi 5,2% dari realisasi tahun 2015 sebesar 4,8%. Selain itu, target penerimaan perpajakan terlalu optimistis. “Jika ada kenaikan yang signifikan pada penerimaan pemerintah aki- bat tax amnesty , budget deficit akan aman tanpa harus ada pemotongan belanja pemerintah yang lebih besar. Sebaliknya, ada resiko pembengkakan defisit anggaran jika pemerintah tidak bisa memenuhi target penerimaan. Namun, pemerintah bisa saja me- mangkas belanja lebih besar jika tar- get penerimaan tidak tercapai,” tutur Eric kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (21/7). Dia sependapat, saat ini, tax am- nesty menjadi senjata andalan pemer- intah untuk menaikkan pendapatan negara dari sisi penerimaan perpaja- kan. Untuk ke depan, dia berharap pe- merintah lebih realistis dalam mem- buat asumsi dan target APBN. (is/ b1/sumber lain/en) “Nilai tukar rupiah juga stabil, karena efek amnesti pajak hanya ber- pengaruhmarginal. Begitu pula defisit transaksi berjalan, masih berada pada level yang sehat,” ucap dia. Dengan adanya reformulasi BI rate menjadi BI Reverse Repo Rate pada Agustus mendatang, Josua menilai masih ada peluang pelonggaran BI rate sebesar 25-50 bps. “Namun, hal ini harus disesuaikan dengan perkemban- gan kebijakan ekonomi AS,” tutur dia. Josua Pardede menambahkan, BI cenderung akan melakukan penilaian terhadap transmisi pemangkasan BI rate yang sudah turun 100 bps pada semester I-2016. “Keputusan BI rate cukup tepat mengingat assessment BI hingga minggu kedua Juli sudah men- capai 1,18% secara bulanan,” papar dia. Menurut Josua, ekspektasi inflasi hingga akhir tahun ini sangat ter- jaga pada target sasaran BI. Dengan demikian, ruang pelonggaran kebija- kan moneter hingga akhir 2016 masih ada, meski terbatas dengan maksi- mum penurunan sebesar 25-50 bps. “Saya pikir BI juga perlu menjaga suku bunga riil yang positif. Selisih suku bunga kebijakan dengan ekspek- tasi inflasi idealnya 100-150 bps, seh- ingga tetap menjaga aset-aset rupiah tetap atraktif untuk mencegah capital outflow . Pada dasarnya kan ekonomi kita masih mengalami defisit neraca transaksi berjalan,” kata dia.

realisasi belanja modal dan barang masing-masing mencapai Rp 44,4 triliun dan Rp 94,6 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu Rp 26,9 triliun dan Rp 50,7 triliun. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, realisasi belanja pemerintah akan lebih besar pada semester II ini dan investasi swasta dengan adanya amnesti pajak akan naik. “Dua hal itulah yang dihara- pkan mampu mendorong pertumbu- han ekonomi ke arah 5,3%. Jadi, ini terutama karena penyerapan belanja pemerintah lebih besar di semester II dan dampak awal dari investasi karena amnesti pajak,” tandas dia. Bambang Brodjonegoro menegas- kan, belanja modal dan barang meru- pakanbelanja produktif yang tidakmen- gandung unsur subjektivitas. Kemam- puan belanja modal dan barang yang lebih besar menunjukkan pemerintah telah berupaya lebih produktif. “Pada semester I, realisasi belanja K/L (kementerian/lembaga) juga sudah mencapai Rp 262,8 triliun, se- tara 34,2% pagu Rp 767,8 triliun dalam APBN-P 2016. Serapannya sudah lebih tinggi dibanding tahun lalu. Un- tuk kementerian yang berkontribusi besar terhadap belanja modal adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Meski jumlahnya kecil Rp 28,5 triliun atau 29,3% dari target Rp 97,1 triliun, tapi kontribusi ke belanja modal besar,” papar dia di Jakarta, Rabu (20/7) malam. Adapun belanja non-K/L pada se- mester I-2016 mencapai Rp 218,5 triliun atau 40,6% dari target Rp 538,9 triliun. Selain itu, transfer ke daerah mencapai Rp 357,2 triliun atau se- tara 49% dari target Rp 729,3 triliun dan pengucuran dana desa mencapai Rp 26,8 triliun atau setara 57,1% dari target Rp 47 triliun. Dengan demikian, belanja negara pada semester I tahun ini mencapai Rp 865,4 triliun atau se- tara 41,5% dari pagu Rp 2.082,9 triliun, lebih tinggi dari realisasi periode sama tahun lalu yang hanya 37,9% atau Rp 752,2 triliun. Ekstensifikasi Pajak Muhammad Sarmuji mengata- kan, kesinambungan fiskal sangat ditentukan oleh keberhasilan pelak- sanaan tax amnesty . “Jika ada pandan- gan fiskal tidak sustainable karena cara mengatasi defisit dengan tax am- nesty dianggap tidak efektif meng- ingat kebijakan ini tidak bisa diber- lakukan tiap tahun, pandangan ini tidak benar. Justru, melalui tax am- nesty yang didapat pemerintah bukan hanya uang tebusan yang berman- faat untuk menambah penerimaan tahun ini, tetapi juga bisa memperbe- Menurut Tirta, transmisi pelong- garan kebijakan moneter melalui jalur suku bunga terus berlangsung. Itu ditunjukkan oleh berlanjutnya penurunan suku bunga perbankan, baik suku bunga deposito maupun suku bunga kredit. Meski demikian, transmisi melalui jalur kredit belum optimal, terlihat pada pertumbuhan kredit yang masih terbatas, meskipun sedikit meningkat pada Mei 2016. Pada Mei 2016, kata dia, pertum- buhan kredit mencapai 8,3% (yoy), meningkat dari 8,0% pada April 2016. Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Mei 2016 tercatat 6,5% (yoy), naik dibandingkan pertum- buhan bulan sebelumnya 6,2%. Direktur PTBank TabunganNegara (Persero) Tbk Iman Nugroho Soeko mengakui, kalangan perbankan berek- spektasi BI rate turun. “Sebenarnya BI rate bisa diturunkan. Namun, kami tetap menghormati keputusan BI karena hal itu pasti telah melalui kajian yang komprehensif,” tutur dia. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menjelaskan, keputusan BI manahan BI rate pada level 6,5% sesuai perkiraannya. “ Stance kebijakan BI masih konsisten dengan target dan ekspektasi inflasi yang nyaman pada angka 4%,” ujar dia. kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) mencapai 3,1% ( gross ) atau 1,5% ( net ).

 Sambungan dari hal 1

Penerimaan perpajakan terdiri atas pendapatan pajak dalam negeri Rp 1.503,3 triliun (PPh migas Rp 36,3 triliun, PPh nonmigas Rp 819,5 triliun, PPN Rp 474,2 triliun, PBB Rp 17,7 triliun, pendapatan cukai Rp 148,09 tri- liun, dan pendapatan pajak lainnya Rp 7,4 triliun), ditambah pendapatan pajak perdagangan internasional dari bea masuk dan bea keluar Rp 35,8 triliun. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menilai, kebijakan tax am- nesty cukup baik. Ia memperkirakan kebijakan pengampunan pajak yang berlaku 1 Juli 2016-31Maret 2017 terse- but bisa menambah penerimaan pajak. “Bank Indonesia (BI) kan mempre- diksikan penerimaan pajak dari tax amnesty sekitar Rp 50-60 triliun dan kalangan dunia usaha memperkirakan sekitar Rp 40 triliun yang kemun- gkinan terealisasi. Namun, jika pe- merintah menargetkan penambahan pajak dari tax amnesty sekitar Rp 168 triliun, targetnya terlalu ambisius,” kata Rosan kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (21/7). Kalangan dunia usaha berharap pe- merintahmelakukan langkah-langkah konkret yang dapat meningkatkan kredibilitas APBN-P 2016, termasuk menyukseskan pelaksanaan tax am- nesty . Jika kebijakan pengampunan pajak tidak dapat dilaksanakan dengan baik, kata dia, APBN-P 2016 bisa ter- ancam ‘bolong’ sekitar Rp 250 triliun. “(Target) pajak kan ditambah seki- tar 30%, padahal saat ini ekonomi sedang menurun. Jadi, tax amnesty menjadi tum- puan harapan pemerintah,” tegas dia. Sementara itu, Dirjen Perben- daharaan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono mengatakan sebelumnya, masih adanya SAL tahun lalu bisa ditarik untukmenambal defisit fiskal jika penerbitan SBN netto sudah melampaui target. SAL ini merupakan akumulasi sisa lebih pembiayaan ang- garan (Silpa). Penggunaan SAL untuk menutup defisit ini sudah diatur dalam Peratu- ran Menteri Keuangan Nomor 163/ PMK.05/2015. PMKmenyebutkan, jika defisit melampaui target, maka akan dibiayai dengan menggunakan dana yang bersumber dari SAL, penarikan pinjaman siaga, dan penerbitan SBN. Belanja Modal Lebih Tinggi Lewat amnesti pajak yang men- dongkrak investasi swasta dan pening- katan government spending , pemerin- tah yakin pertumbuhan ekonomi bisa didorong hingga mencapai 5,3% pada akhir tahun ini. Pada semester I-2016, tahun terakhir. “Ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah serta koordinasi yang kuat antara pemerintah dan BI,” ujar dia. Inflasi, kata dia, terjadi pada semua komponen, terutama bersumber pada komponen bahan makanan yang harg- anya kerap bergejolak ( volatile foods ) dan komponen barang yang diatur pemerintah ( administered prices ). Inflasi komponen volatile foods uta- manya berasal dari peningkatan harga sejumlah komoditas bahan pangan seiring meningkatnya permintaan selama Ramadan. “Adapun inflasi komponen admin- istered prices didorong kenaikan tarif angkutan udara, tarif angkutan antar- kota, serta penyesuaian tarif listrik akibat kenaikan harga minyak dunia,” papar dia. Di pihak lain, menurut dia, inflasi inti cukup rendah, yaitu 0,33% (mtm) atau 3,49% (yoy). Perkembangan terse- but sejalan dengan masih terbatasnya permintaan domestik, menguatnya nilai tukar rupiah, dan terkendalinya ekspektasi inflasi. Bank Tetap Terjaga Tirta Segara juga mengungkapkan, sistem keuangan tetap stabil dengan ketahanan sistem perbankan yang terjaga. Pada Mei 2016, rasio kecuk- upan modal ( capital adequacy ratio / CAR) tercatat 22,2%, sedangkan rasio

Made with FlippingBook HTML5