ID170922

JUMAT 22 SEPTEMBER 2017 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/ist

Para penentang Duterte terlihat melambaikan spanduk-spanduk ber tuliskan “Menolak Dar urat Militer” dan “Setop Pembunuhan”. Sementara Gonzales dan sekitar 300 pemrotes lainnya membakar poster bergambar Duterte dan Marcos bertuliskan Fasis di luar markas militer Filipina. Di sisi lain, Duterte menganggap Marcos sebagai pemimpin ‘terbaik’ negara tersebut dan sudah berulang kali mengancam memberlakukan darurat militer sebagai solusi atas kesengsaraan di Filipina. Menurut polisi, ribuan demon- stran anti-Duter te kemudian berkumpul di luar istana kepres- idenanMalacanang sebelum pindah ke tamanManila untuk demonstrasi terakhir mereka, yang dihadiri oleh sekitar 8.000 orang. Kerumunan anti-Duterte di luar istana membakar rubik yang me- nampilkan wajah pemimpinMarcos, Duter te, dan Adolf Hitler yang memimpin Nazi. Para pemrotes ini mendapat dukungan dari kubu oposisi politik dan pemimpin Gereja Katolik – agama mayoritas di negara yang ada di Asia – sehingga menandakan meningkatnya lkelompok oposisi terhadap Duterte. Banyak tokoh dan institusi di kubu itu yang menyebut aksi ini dengan revolusi ‘Kekuatan Rakyat’ tak berdarah yang pernah men- gakhiri 20 tahun kekuasaanMarcos pada 1986. Wakil Presiden Leni Robredo dan pendahuluDuterte, Benigno Aquino – keduanya mengkritik pemimpin incumbent – nampak menghadiri kelompok massa terpisah untuk memprotes perang obat bius yang mematikan pada Kamis. “Di sekitar kita, budaya kekerasan semakinmeningkat. Korban budaya kekerasan ini bukan hanya mereka yang menentang pemerintah, tapi juga orang lain, termasuk anak- anak,” kata Robredo dalam sebuah pidato. Sedangkan Aquino menyampai- kan komentarnya kepada wartawan: “Bagian yang bagus dari ini adalah ada begitu banyak orang prihatin dari berbagai usia”. (afp/pya) ini,” kata Adriana Fargo, salah seorang ibu yang sedang menunggu kabar putrinya (7 tahun). Sementara itu, di wilayah Con- desa, Karen Guzman terlihat duduk di bangku membelakangi salah satu bangunan yang roboh. Dia mengaku, tidak dapat menahan perasaan tegang dari proses pencarian sekitar 30 orang yang diduga berada di bawah rerun- tuhan, yang mana salah satu korban adalah saudara lelakinya. Di sampingnya terdapat dua tiang yang dipasangi daftar orang-orang yang diselamatkan, tapi tidak ada nama saudara lelakinya yang bernama Juan Antonio (43 tahun) – yang berpro- fesi sebagai akuntan ]dan bekerja di lantai atas gedung berlantai empat itu. “Ibu saya mencarinya di rumah sakit karena kami tidak mempercayai daftar itu. Terkadang saya rasa tidak ada yang tahu,” pungkas dia. 50 Korban Selamat Di sisi lain, petugas darurat mel- aporkan bahwa ada beberapa korban yang berhasil diselamatkan berkat pesan WhatsApp yang mereka kirim ke kerabat saat terjebak di bawah puing-puing. Tim penyelamat pun mendapay ban- tuan dari ribuanwarga sipil yangmeng- gali melalui puing-puing bersama-sama. Warga Meksiko lainnya turun ke jalan dengan membawa makanan dan air untuk para korban dan pekerja darurat. Sementara itu, Presiden Enrique Pena Nieto terlihat mengunjungi daerah yang terdampak paling parah akibat gempa sekaligus mengumum- kan masa berkabung tiga hari. “Prioritas kami tetapmenyelamatkan nyawa. Lebih dari 50 orang telah dis- elamatkan dari bangunan yang roboh di ibu kota,” ujar dia dalam sebuah pidato nasional, seraya menegaskan bahwa masih ada harapan untuk mengelu- arkan orang-orang yang selamat dari reruntuhan puing-puing tersebut. Sedangkan Walikota Mexico City Miguel Angel Mancera menyampai- kan kepada Televisa TV bahwa se- banyak 39 bangunan di ibu kota telah roboh. Pencarian korban pun sedang berjalan di semua lokasi, namun ada lima bangunan yang telah ditetapkan oleh tim penyelamat bahwa tidak ada korban yang terjebak. Pemerintah Taiwan juga mengkon- firmasi bahwa ada salah satu warganya yang dipastikan meninggal dunia, se- mentara tiga lainnya masih terjebak. Laporan menyebutkan, salah seorang wanita berkewarganegaraan Taiwan berhasil dikeluarkan dari reruntuhan dalam keadaan selamat. (afp/leo)

MANILA – Ribuan orang yang menentang dan mendukung Pres- iden Filipina Rodrigo Duterte ter- lihat menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (21/9). Kedua kubu tersebut saling berdebat atas perang narkotika yang mematikan dan ancaman darurat militer yang akan diberlakukan di jalan-jalan. Petugas kepolisian pun diterjun- kan di antara dua kubu itu seraya terus-menerus menjaga ketertiban, mengingat sedikitnya ada 8.000 pemrotes yangmenggelar serangka- ian demonstrasi di seluruh Manila. Aksi ini juga digelar dengan memanfaatkan 45 tahun mening- galnyamendiang diktator Ferdinand Marcos yang menerapkan darurat militer, sekaligus bertujuan meng- ingatkan Duterte yang sama-sama telah melakukan kekerasan dan bertindak otoriter. “Negara kami berubah menjadi kuburan. Orang-orang terbunuh setiap hari dan kami harus men- gubur jenazah setiap hari, seperti pada saat era Marcos,” ujar pem- impin anti-Duterte Pedro Gonzales kepada AFP . Berbeda dengan pandangan para pendukung Duter te yang berkumpul dalam jumlah besar – mencerminkan tingginya populari- tas yang dimiliki – di mana sebagian besar warga Filipina memandan- gnya sebagai sosok yang karismatik, politikus anti-pembentukan serta dianggap sebagai peluang terbaik mereka untuk menghentikan keja- hatan dan korupsi, Dalam kampanye pemilihan pres- iden (pilpres) tahun lalu, Duterte berjanji memberantas obat-obatan terlarang di masyarakat dengan membunuh 100.000 pedagang dan pecandu. Janjinya itu pun ditepati karena sejak menjabat 15 bulan yang lalu, polisi telah melaporkan kasus pem- bunuhan terhadap lebih dari 3.800 orang dalam operasi anti-narkoba. Tindakan penumpasan itu pun memicu kekerasan yang lebih luas karena ada ribuan orang lain yang dibunuh dalam keadaan yang tidak dapat dijelaskan. Sebagian kelompok hak asasi mengaitkan kejadian itu dengan pasukan pembunuh paroki. MEXICO CITY – Gempa berkekua- tan 7,1 Skala Richter yang melan- da Meksiko telah menyebabkan sedikitnya 233 korban tewas serta meruntuhkan sejumlah bangunan. Salah satu bangunan roboh yang banyak menarik perhatian adalah gedung sekolah SD dan SMP Enrique Rebsamen. Warga Meksiko terlihat berkumpul dan menanti dengan cemas di sekitar lingkungan sekolah yang roboh di ibu kota itu seraya menyaksikan tim penyelamat yang berusaha meny- ingkirkan reruntuhan puing untuk mencari korban gempa lain. Petugas pemadam kebakaran, polisi, tentara dan relawan bekerja dengan panik untuk menyingkirkan puing-puing akibat gempa kedua yang melanda Meksiko pada bulan ini. Bahkan pencarian korban gempa di sekolah yang terletak di bagian selatan Mexico City itu dipandang sebagai proses paling menyiksa, karena 21 anak berusia antara 7 tahun dan 13 tahun – serta lima orang dewasa – dilaporkan tewas. Selain itu, banyak anak yang dilaporkan masih hilang. Petugas penyelamat berusaha keras menjangkau sejumlah anak yang diya- kini masih hidup di bawah reruntuhan, pada Kamis dini hari waktu setempat atau lebih dari 40 jam setelah gempa melanda. Untuk mencari korban selamat, para petugas menggunakan alat pemindai suhu panas untuk men- emukan tanda-tanda kehidupsn di beberapa lokasi. “Kami tahu ada anak yang masih hidup di dalam sekolah yang hancur. Tapi yang tidak kami ketahui adalah bagaimana mencapainya, tanpa me- nyebabkan bangunah semakin runtuh dan menempatkan tim penyelamat dalam keadaan bahaya,” ujar Koordi- nator Penyelamat Jose Luis Vergara kepada Televisa. Salah satu korban yang selamat dan terjebak di bawah reruntuhan sekolah adalah seorang gadis muda, yang mana nasibnya tengah menjadi sorotan di negara ini. Salah seorang sukarelawan sipil – seorang pria bertubuh kecil – berhasil masuk ke saluran sempit melalui re- runtuhan untukmencapai gadis itu un- tuk memberikan air dan oksigennya. “Saya sangat lelah,” katanya, seperti dilaporkan militer. Sejauh ini, ada 11 anakdansedikitnya satu guru yang diselamatkan dari puing-puing bangunan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SD dan SMP) Enrique Rebsamen. “Tidak ada yang bisa membayang- kan rasa sakit yang saya alami saat

Pengembangan Infrastruktur Perkotaan Walikota Seoul Korea Selatan Park Won Soon (kanan) menyerahkan cindera mata kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro (kiri) usai membicarakan pentingnya strategi pengembangan urban transportasi dan tawaran bantuan teknis untuk pengembangan infrastruktur perkotaan di Indonesia di Kantor Walikota Seoul, Korsel, Kamis (21/9). Perte- muan tersebut merupakan bagian dari kunjungan Menteri Bambang dalam menjaring investasi Korea Selatan khususnya infrastruktur melalui skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) untuk pembiayaan ekuitas dan Public Private Partnership (PPP).

jarahnya. Oktober juga secara historis adalah bulan yang paling volatile bagi pasar finansial. “Apakah The Fed berpeluang memicu volatilitas sebagaimana nor- malnya seperti yang terlihat tahun ini? Bisa saja begitu,” ujar Detrick. The Fed juga kemungkinan mengu- mumkan pemangkasan kepemilikan obligasi pemerintah dan mortgage- backed securities (MBS) dari neracanya yang sekarang mencapai US$ 4,5 triliun. Sebagian besar kepemilikan aset itu terjadi pada periode 2007-2009, yakni pada masa puncak krisis finan- sial dan resesi. The Fed akanmembatasi jumlah ob- ligasi jatuh tempo, yang digunakan tiap bulannya untuk membeli aset baru. Reinvestasi tahap pertama diperkira- kan mencapai US$ 10 miliar per bulan, dengan rincian US$ 6 per bulan untuk obligasi pemerintah dan US$ 4 miliar per bulan untuk MBS. Pemangkasan balance sheet The Fed ini diperkirakan mulai Oktober 2017. Volume pemangkasan akan terus ditambah hinggamencapai US$ 30mil- iar per bulan untuk Treasury dan US$ 20 miliar per bulan untuk mortgage . Bagi pasar saham, kalangan analis mengatakan jika The Fed mengejut- kan dengan nada pernyataan yang hawkish, dampaknya bakal negatif bagi pasar saham yang berada di dekat level rekor tertinggi. Tapi menurut Art Hogan, analis dari Wunderlich Securities, pasar saham juga tidak ingin The Fed menurunkan proyeksi suku bunga dalam beberapa tahun ke depan, dalam nada yang dovish. “Itu tidak akan positif karena pasar menginginkan langkah kebijakan yang perlahan tapi pasti,” kata Hogan. Tapi jika The Fed juga terlalu hawk- ish, pasar sahambakal turun juga. Mo- hamad El Erian, investor dan strategist terkemuka mengatakan, untuk saat ini pasar akan melihat normalisasi kebijakan oleh The Fed seperti halnya menyaksikan cat basah mengering. “Perlahan, biasa saja, dan relatif dapat diprediksi. Apakah ekspektasi ini bertahan untuk jangka panjang, itu yang tidak dapat dipastikan,” ujar El Erian . (afp/berbagai sumber) tampaknya ikut membantu investasi di Amerika Serikat. WTO pun mencatat harga minyak mentah saat ini berada di kisaran US$ 50 atau setara 42 euro per barel, yang mana harganya masih jauh di bawah puncak 2014. WTO turut menekankan bahwa pertumbuhan pesat di tahun ini tidak mungkin diulang pada 2018, karena sebagian pertumbuhan tidak akan di- ukur terhadap basis 2016 yang rendah. “Ekspansi fiskal dan kredit mudah di Tiongkok kemungkinan akan dikore- ksi untuk mencegah memanasnya ekonomi,” bunyi pernyataan. Pasalnya, keduanya – yang dikombi- nasikan dengan kenaikan suku bunga yang telah diperkirakan dan kebijakan moneter yang ketat di negara-negara besar – kemungkinan akan memperta- hankan pertumbuhan 2018 sekitar 3,2%. Demikian, prediksi WTO. (afp/pya)

lagi suku bunga pada Desember, yang mana peluang tersebut sudah berkurang dalam beberapa bulan tera- khir karena rendahnya angka inflasi,” ujar David Joy, kepala strategi pasar Ameriprise. Penjelasan The Fed mengenai in- flasi dalam pernyataan kebijakan dan perkiraan terbaru mengenai kondisi perekonomian AS akan menjadi fokus utama para pelaku pasar. Karena, data-data ekonomi domestik AS yang keluar sebelum pertemuan FOMC biasa-biasa saja. Pasar finansial akan mencermati konferensi pers dari Janet Yellen, termasuk pandangannya mengenai dampak dari Topan Harvey dan Irma terhadap perekonomian AS. The Fed Atlanta sudah memangkas proyeksi per tumbuhan ekonomi kuartal III 2017menjadi 2,2% dari sebe- lumnya 3%. Tapi, faktor penyebabnya juga disebutkan adalah penjualan ritel dan produksi industri yang mengece- wakan. AdapunMoody’s Analyticsmengata- kan, Harvey dan Irma berpotensi men- imbulkan kerugian ekonomi sebesar US$ 200 miliar. Di luar rapat FOMC bulan ini, pasar saham global berpeluang memasuki periode volatilitas pada Oktober 2017 karena laporan keuangan kuartal III bakal bermunculan dan peluang FFR naik pada Desember terus menjadi sorotan. Ryan Detrick, strategist pasar sen- ior dari LPL Financial mengatakan, indeks S&P 500 di Wall Street sudah 10 bulan tanpa koreksi sebesar 3% atau terpanjang kedua sepanjang se- katnya ketegangan geopolitik global dan meningkatnya jumlah korban ekonomi akibat bencana alam,” bunyi pernyataan Azevedo. Azevedo juga kembali menantang serangkaian komentar anti perdagan- gan yang muncul dari pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, Trump dan tim perdagangannya juga mengecam WTO, termasuk tuduhan terlalu baik terhadap Tiongkok. Sedangkan dalam per tahanan berkelanjutan dari sistem perdagan- gan multilateral yang dijaga oleh WTO, Azevedo lagi-lagi mendesak para pemimpin dunia untuk melawan godaan proteksionisme seraya beru- sahamelakukan perbaikan, ketimbang membatasi perdagangan global. Selain itu, lanjut WTO, Kenaikan harga minyak mentah yang modest

Oleh Iwan Subarkah  WASHINGTON – Pasar finansial global berharap normalisasi kebijakan moneter oleh The Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) tetap berjalan perlahan, gradual, lancar, dan da- pat diprediksi. Namun tidak dapat dipastikan, apakah ekspektasi yang disebut seperti menyaksikan cat yang basah mengering itu akan bertahan dalam jangka panjang.

Michael Feroli, kepala ekonomAS dari JP Morgan. Proyeksi suku bunga The Fed bisa berubah jika ada lima dari 16 anggota FOMC yang memintanya dikurangi dari rata-rata 1,375% pada Juni menjadi 1,125%. Data-data ekonomi terbaru ada yang memperkuat kemungkinan FFR naik lagi pada Desember 2017. Indeks

The Fed diperkirakan memperta- hankan suku bunga acuan dan men- gumumkan rencana pemangkasan secara bertahap balance sheet -nya yang sekarang mencapai US$ 4,5 triliun, di akhir pertemuan kebijakan Kamis (21/9) dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB). Fed funds rate (FFR) yang sekarang berkisar 1% dan 1,25% kemungkinan besar dinaikkan lagi, yakni dengan peluang 57%menurut CME, pada rapat kebijakan Desember 2017. Dasarnya, tidak ada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada No- vember 2017, dan pertemuan beri- kutnya setelah Desember 2017 adalah pada Maret 2018. Jadi, Desember bisa menjadi waktu yang tepat bagi The Fed untukmenaikkan lagi suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Namun, rapat FOMC pekan ini dihadapkan pada laju inflasi AS yang masih rendah dan ekonomi global yang menguat. Jadi, penaikan FFR untuk ketiga kalinya di tahun ini tidak akan dinaikkan pada pertemuan Sep- tember, karena The Fed masih men- unggu hingga kenaikan harga-harga konsumen lebih besar. “Dibandingkan proyeksi-proyeksi pada Juni 2017, kemungkinan ada lebih banyak anggota FOMC yang mengantisipasi tidak ada lagi kenaikan suku bunga tahun ini, tapi menurut kami tidak akan sampai menurunkan proyeksi suku bunga yang ada,” ujar JENEWA – Organisasi Perdagang­ an Dunia (WTO) telah menaikkan perkiraan pertumbuhan perdagangan global 2017 pada Kamis (21/9), karena kondisi perdagangan yang kembali pulih. Meski demikian organisasi in- ternasional itu memperingatkan anca- man utama yang masih bisa mengga- galkan lintasan positif tersebut. Organisasi beranggotakan 164 negara menyebutkan, prospek yang lebih baik ini didorong oleh arus per- dagangan yang membaik di Asia dan permintaan barang yang lebih kuat di Amerika Utara sampai semester pertama 2017. Dalam siaran pers bertajuk WTO upgrades forecast for 2017 as trade rebounds strongly, proyeksi pertumbu- han April sebesar 2,4% untuk tahun ini telah dinaikkan menjadi 3,6%. “Pertumbuhan 3,6% akanmenggam-

Data-data ekonomi terbaru ada yang mem- perkuat kemungkinan FFR naik lagi pada Desember 2017. Indeks harga konsumen (IHK) pada Agustus 2017 naik 0,4%. Inflasi AS sekarang naik menjadi 1,9% selama 12 bulan terakhir atau mendekati target jangka mene­ ngah The Fed yang sebesar 2%.

harga konsumen (IHK) pada Agustus 2017 naik 0,4%. Inflasi AS sekarang naik menjadi 1,9% selama 12 bulan terakhir atau mendekati target jangka menengah The Fed yang sebesar 2%. Tapi, tolok ukur inflasi yangmenjadi acuan The Fed berada di level 1,4% year-on-year (yoy) pada Juli 2017 atau masih jauh dari target inflasi jangka menengah sebesar 2%. “Laporan tersebut punya andil dalam mengubah pandangan bahwa The Fed, bisa jadi menaikkan sekali barkan peningkatan substansial pada lesunya kenaikan 1,3% pada 2016,” bunyi pernyataan. Di sisi lain, WTO masih menyesali iklim perdagangan global yang terus stagnan setelah krisis keuangan 2008. Sementara itu, Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo menyambut baik kabar tersebut dan memper- barui kekhawatirannya soal semakin sulitnya situasi politik, khususnya mengenai proteksionisme. “Prospek perdagangan yang mem- baik merupakan berita gembira. Namun risiko substansial yang men- gancam ekonomi dunia masih tetap ada dan bisa saja dengan mudah mengacaukan pemulihan perdagan- gan. Risiko ini mencakup kemung- kinan bahwa retorika proteksionis diterjemahkan ke dalam tindakan pembatasan perdagangan, mening-

Made with FlippingBook Online newsletter