ID160513

JUMAT 13 MEI 2016

24

Investor Daily/ANTARA FOTO/HO/ama/16

Kunjungan Kerja Menko Puan

Menteri Koordiantor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharanin (kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad (kedua kanan) serta Wakil Dirut BNI Suprajarto menyaksikan layanan perbankan yang dilakukan Agen BNI46 dalam kaitan pengembangan dukungan kepada masyarakat pesisir di Demak, Jawa Tengah, Kamis (12/5). Acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi Program Jangkau, Sinergi, dan Guideline (JARING) untuk mempermudah akses nelayan pada layanan perbankan. Dalam kesempatan itu, Menko memberikan bantuan masyarakat di sektor perikanan dan kelautan di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak dan melihat secara langsung berbagai program pemerintah yang diterima manfaatnya oleh masyarakat Demak.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengalokasikan angga- ran belanja modal ( capital expenditure / capex ) tahun ini sebesar Rp 4,56 triliun, meningkat 45,57% dari belanja modal tahun 2015. Belanja modal tersebut terdiri atas belanja modal nonteknologi informasi (TI) sebesar Rp 2,37 triliun dan belanja modal TI Rp 2,19 triliun. Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga Am- ijarso mengatakan, anggaran belanja modal TI perseroan digunakan untuk pemenuhan hardware dan software penunjang opera- sional dan bisnis perusahaan. Sedangkan belanja modal non-TI perseroan, menurut dia, rencananya digunakan untuk melakukan peningkatan jaringan kerja yang sudah ada. “Belanja modal non-TI juga sebagian kecil kami gunakan untuk pembukaan unit kerja bisnis mikro baru,” kata Hari dalam siaran pers yang diperoleh Investor Daily , Kamis (11/5). Dengan anggaran belanja modal terse- but, pihaknya berencana menambah serta mengembangkan jaringan e-channel dan jaringan kerja bisnis mikro. Tahun ini, BRI berencana menambah ATM sebanyak 1.500 unit, 70 ribu unit EDC, dan mesin CDM1.000 unit. BRI juga akan melakukan up grade fisik dan pembukaan unit kerja baru di bidang mikro, seperti penambahan unit kerja Teras BRI, Teras BRI Mobile, dan Teras Kapal BRI. Pengembangan dan penambahan jarin- gan perseroan tersebut dilakukan untuk menjadikan BRI sebagai bank terbesar di bidang transaksi perbankan, serta mencapai dominasi di bidang microbanking . Hingga akhir Maret 2016, perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 511 miliar atau 11,2% dari total anggaran belanja perseroan tahun ini. Realisasi belanja terse- but mayoritas digunakan untuk pengemban- gan TI. “Secara nominal, total belanja untuk pengembangan TI yang sudah terealisasi Rp 356 miliar. Sedangkan untuk non-TI baru tercapai Rp 155 miliar,” tutur Hari Siaga. Hari menjelaskan, minimnya penyerapan belanja modal di kuartal pertama tersebut lebih dikarenakan kebutuhan belanja pada awal tahun yang belum begitu besar. “Real- isasi capex belum maksimal karena proyek- proyek masih on process , dan diprediksi seba- gian besar penggunaannya bakal terealisasi akhir kuartal III dan IV,” tambah dia. (nti) JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbkmencatat peningkatan penyaluran kredit kepada sektor usaha kecil dan menengah (UKM), hingga mencapai Rp 55,2 triliun pada posisi April 2016. Kredit tersebut disalurkan kepada 43.238 debitor yang didominasi oleh sektor jasa dan perdagangan. Sekertaris Perusahaan Bank Mandiri Ro- han Hafas mengatakan, penyaluran tersebut merupakan realisasi dari komitmen perse- roan dalam upaya memberdayakan usaha ke- cil dan menengah yang akan memperkokoh fundamental perekonomian nasional. Adapun salah satu strategi yang dilakukan perseroan untuk meningkatkan pemanfaatan kredit UKMMandiri, menurut Rohan, adalah melalui kerja sama dengan koperasi kar- yawan dan koperasi plasma, terutama dalam upaya memenuhi kebutuhan permodalan untuk usaha anggota koperasi. “Komitmen kami kepada sektor UKM berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan sektor ini dalam mendukung pembangunan bukan hanya akan menguntungkan pemerintah, tapi juga meningkatkan kesejahteraan mas- yarakat luas,” kata Rohan dalam siaran pers yang diperoleh Investor Daily , Kamis (12/5). Menurut Rohan, perseroan terus mem- perkuat jaringan perseroan di seluruh In- donesia agar dapat menjangkau para pelaku usaha kecil dan menengah di berbagai pelosok Indonesia. Untuk itu, perseroan juga telahmenyediakan akses layananmelalui 938 kantor layanan UKM dan Koperasi, serta be- berapa kantor cabang Bank Mandiri melalui penerapan konsep sales point . “Sebagai bentuk nilai tambah bagi pelaku UKM, Bank Mandiri juga secara berkesi- nambunganmelakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang pelatihan UKM Mandiri untuk mengakselerasi pengembangan bisnis nasabah,” ungkap Rohan. Atas implementasi komitmen tersebut, ma- jalah ekonomi The Asset menganugerahkan penghargaan Best in Treasury and Working Capital–SMEs di Indonesia. Penghargaan yang diserahkan di Hong Kong pada 11 Mei 2016 malam tersebut merupakan kelima kalinya yang diterima Bank Mandiri dalam kurun waktu 2012–2016. Di samping peng- hargaan tersebut, majalah tersebut juga menganugerahkan penghargaan Best Trade Finance Solution kepada Bank Mandiri atas solusi pembiayaan kepada nasabah di bidang perdagangan. (nti)

Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Suprajarto mengatakan, pihaknya juga telah membukukan outstanding kredit kemaritiman sebesar Rp 10,6 tri- liun akhir April 2016. Kemudian, pada periode sama total kredit perseroan di subsektor kelautan dan perikanan menyentuh posisi Rp 1,5 triliun. Sedangkan PT Bank CIMB Niaga Tbk yang masuk menjadi bank partner Jaring periode kedua, mencatatkan outstanding kredit di sektor kemaritiman sebesar Rp 2,2 triliun pada Maret lalu. Menurut Head of Micro Linkage Bank CIMB Niaga Danardono, akhir Desember 2015 bank umum swasta nasional ini hanya membukukan total kredit ke sektor tersebut sebesar Rp 1,2 triliun. “Namun, mengenai kemarit- iman, kelautan, dan perikanan kami telah berkomitmen untuk lebih meningkatkan penyaluran kredit ke depan,” tegas dia.

sebanyak 16 bank. Berdasarkan itu, target penyaluran kredit Program Jaring meningkat menjadi Rp 9,2 triliun sepanjang tahun ini. Semen- tara itu, tahun lalu jumlah kredit yang disalurkan bank khusus program ini ada sebesar Rp 6,69 triliun,” ungkap dia. Terkait dengan Program Jaring, Kepala Divisi Bisnis Program Pangan dan Kemitraan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Tri Wintarto memaparkan, perseroan menyasar dapat men- gucurkan kredit Rp 3,8 triliun. Sedangkan, sampai akhir Maret 2016 BRI sudahmembukukan total kredit ke subsektor kelautan dan perikanan (Jaring) sebesar Rp 1,3 triliun. “Adapun, kalau di sisi sektor kemaritiman kami menargetkan dapat meningkatkan penyaluran kredit 20% secara year on year (yoy) atau menjadi Rp 6,8 triliun pada akhir 2016,” papar dia. Sementara itu, Wakil Direktur

han Morodemak, Demak, Kamis (12/5). Muliaman menjelaskan, tahun lalu total kredit kepada kedua subsektor tersebut baru men- capai Rp 21,4 triliun. Sedangkan pada periode sama dari sisi sektor kemaritiman total kredit perbankan tercatat mencapai Rp 97,8 triliun. Oleh karena itu, kata dia, sejalan dengan semangat memperluas ak- ses keuangan masyarakat, secara khusus di perikanan dan kelautan mulai Mei 2015 OJK bersama delapan bank dan sejumlah pelaku dari industri keuangan nonbank (IKNB) meluncurkan Program Jaring. Dengan program itu, Muliaman mengharapkan, industri keuangan Tanah Air dapat mengakselerasi pembiayaan ke subsektor kelautan dan perikanan. “Kalau saat peluncu- ran hanya ada delapan bank yang ikut, kini jumlah patner Jaring ada

Oleh Devie Kania

DEMAK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tahun ini perbankan nasional menargetkan penyaluran kredit baru ke sektor kemaritiman mencapai Rp 52,7 triliun. Adapun target kredit untuk subsektor kelautan dan perikanan sebesar Rp 10,7 triliun.

(PDB) nasional pada kuartal I-2016 atau baru berkontribusi kurang dari 3% terhadap total PDB Indo- nesia. “Oleh sebab itu, tantangan bagi kita (Indonesia) adalah cara me- naikkan share sumbangan dari subsektor kelautan dan perikanan ke depan,” kata Muliaman di sela acara program Jangkau, Sinergi, dan Guideline (Jaring) di Pelabu-

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, sebagai negara kepulauan yang didominasi wilayah perairan, In- donesia memiliki potensi yang besar untuk sektor kemaritiman, kelautan, maupun perikanan. Namun, dari sisi subsektor kelau- tan dan perikanan baru menyum- bang sebesar Rp 77,3 triliun terh- adap pendapatan domestik bruto

Investor Daily/ant

Penyaluran Kredit Kemaritiman Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi (kiri) berbincang dengan salah satu debitur kredit perikanan Bank Mandiri di sela kegiatan sosialisasi program Jaring OJK di Demak, Kamis (12/5). Bank Mandiri turut mendorong penyaluran kredit kemaritiman, khususnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung program Jaring OJK. Hingga Maret 2016, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit kemaritiman sebesar Rp15,2 triliun. sub sektor kelautan dan perikanan guna

Selanjutnya tahap kedua adalah proses ajudifikasi melalui majelis ajudifikasi yang ditunjuk BMAI. Adapun tahap terakhir adalah arbitrase apabila nilai sengketa melebihi batas nilai tuntutan ganti rugi, yakni Rp 750 juta per klaim untuk asuransi umum dan Rp 500 juta per klaim untuk asuransi jiwa dan jaminan sosial. Berdasarkan data BMAI, pada 2015, proses penyelesaian dengan menggunakan mediasi mencapai 12 kasus dan penyelesaian meng- gunakan ajudifikasi mencapai 4 kasus. Sedangkan pada tahun 2014, proses penyelesaian sengketa den- gan menggunakan mediasi men- capai 21 kasus dan penyelesaian sengketa menggunakan ajudifikasi mencapai 16 kasus. Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti S Soetiono menjelaskan, berdasarkan data yang masuk ke Financial Cus- tomer Care (FCC) OJK, jumlah pengaduan yang masuk mencapai 3.700 kasus dalam tiga tahun tera- khir dengan 900 kasus diantaranya terkait dengan asuransi. Namun semenjak OJK membentuk enam Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS), pengaduan yang masuk langsung diserahkan ke LAPS dan OJK hanya melakukan proses pre-mediasi. BMAI, lanjut Kusumaningtuti, merupakan salah satu LAPS yang sudah ada sebelum OJK berdiri. Dengan sudah berumur 10 tahun, BMAI menjadi role model bagi LAPS lainnya. “Dengan OJK han- ya melakukan proses premediasi, maka LAPS yang akan melakukan proses mediasi, ajudifikasi sampai arbitrase,” kata dia. (gtr)

JAKARTA – BadanMediasi Asu- ransi Indonesia (BMAI) mencatat terdapat 595 kasus yang masuk dalam 10 tahun terakhir. Dari 595 kasus tersebut, pengaduan yang berasal dari asuransi umum dan jiwa mencatat jumlah yang hampir seimbang. Sementara itu, pada 2015 saja jumlah kasus yang masuk seban- yak 50 kasus dengan 30 kasus berasal dari asuransi umum dan 20 kasus berasal dari asuransi jiwa. Jumlah kasus pada 2015 tersebut menurun tipis dibandingkan tahun 2014 yang berjumlah 51 kasus, den- gan 31 kasus berasal dari asuransi umum dan 20 kasus berasal dari asuransi jiwa. Ketua BMAI Frans Lamur y menjelaskan, kejelasan informasi di kontrak baku menjadi kasus yang paling banyak di BMAI. Pasalnya, banyak pemegang polis yang tidak membaca kontrak bakunya dengan seksama, sehingga bersengketa dengan perusahaan asuransi. “Alasan pemegang polis biasanya mereka enggan membaca kon- trak baku yang tebal dan tulisan kecil-kecil sehingga supaya cepat mereka langsung tanda tangan saja, namun ketika ada klaim, mereka baru membaca kontrak baku dan baru tahu banyak hal yang seharusnya dikecualikan dan tidak bisa diklaim,” tegas dia pada acara temu wartawan di acara Ulang Tahun BMAI ke-10 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (12/5). Frans mengungkapkan, dari setiap kasus yang masuk, BMAI selalu menindaklanjuti dengan tiga tahapan. Adapun tahap pertama adalah proses mediasi, yakni pen- anganan sengketa dengan mencari kesepakatan secara damai di antara ter tanggung dan penanggung.

gan tentang luas lahan, kebutuhan pupuk, kapan panen, kepemilikan lahan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya,” jelas dia. Berdasarkan data itu, perban- kan dapat menilai seberapa besar kredit yang dapat disalurkan untuk menunjang aktivitas penanaman, panen, dan luas gudang yang dib- utuhkan Bulog. Selain itu, kata dia, PT Pupuk In- donesia Holding Company (PIHC) pada saat awal dapat menyediakan jumlah pupuk yang diperlukaan dan sebagainya. “Mekanisme ini dibuat tujuannya untuk memberi- kan data tani di Indonesia,” kata dia. (nov)

Baiquni, dan Dirut PT Bank Man- diri (Persero) Tbk Kartika Wirjoat- modjo. “Jadi ada tiga topik yang dilaporkan, antara lain, masalah pengembangan e-commerce untuk UMKMdan peluncuran kartu tani,” kata Asmawi Syam. Asmawi Syam yang juga ketua umum Himbara mengatakan, bank BUMN yang terhimpun da- lam Himbara akan meluncurkan Kartu Tani, yang bertujuan untuk memberikan informasi perbankan kepada offtaker , seperti PerumBu- log dan penyedia pupuk, data-data yang akurat tentang pertanian di Indonesia. “Jadi, kartu tani itu di dalamnya nanti terdapat keteran-

JAKARTA – Tiga direktur utama (dirut) bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terhimpun dalam Himpunan Bank Milik Ne- gara (Himbara) menemui Presiden Joko Widodo untuk melaporkan rencana peluncuran Kartu Tani di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/5). Peluncuran Kartu Tani akan digelar di Pabrik Gula PTPN X, Desa Ngadiredjo, Kediri, Jawa Timur, pada 21 Mei mendatang. Pimpinan bank BUMN yang menemui Kepala Negara tersebut adalah Dirut PT Bank Rakyat Indo- nesia (Persero) Tbk BRI Asmawi Syam, Dirut PT Bank Negara Indo- nesia (Persero) Tbk (BNI) Achmad

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker