ID170218

sabtu/minggu 18-19 februari 2017 2 INTERNATIONAL

Investor Daily / AFP PHOTO / ASIF HASSAN

kan baik dirinya maupun tim kampa- nye tidak melakukan kontak dengan para pejabat Rusia dalam persiapan pemilu AS tahun lalu. Pernyataan itu ternyata bertentangan dengan laporan yangmerebak bahwa Flynn diberhen- tikan karena berita palsu. Sebaliknya, Trump menuding para anggota badan intelijen AS telah mel- anggar hukum dengan membocorkan informasi dalam percakapan telepon. Saat ditanya apakah dia atau sia- papun dalam stafnya terlibat dalam menjalin kontak dengan Rusia se- belum pemilu, Trump dengan tegas menyatakan: “Tidak, tidak seorang pun setahu saya.” “Saya tidak ada hubungannya den- gan Rusia. Seluruh masalah Rusia ini adalah tipu muslihat,” pungkas Trump. Masalah tersebut merupakan ben- tuk pengkhianatan keji berdasarkan laporan surat kabar New York Times (NYT) yang menyampaikan per- cakapan telepon telah dicegat dan catatan telepon menunjukkan bahwa para pembantu Trump berulang kali melakukan kontak dengan pejabat intelijen Rusia jauh sebelum pemilu AS. (afp/leo)

Namun sepanjang hidupnya dia tetap dekat dengan keponakannya tersebut. Meski merahasiakan kehidupan anaknya, Jong Il dibujuk untuk mengi- rimkan Jong Nam ke luar negeri demi pendidikannya. JongNammenghabiskanmasa kecil bersama kerabat ibunya di Pyongyang. Pada akhir 1970-an, dia menempuh studi di Jenewa, Swiss. Tapi kemu- dian dipindahkan ke Moskow –ketika berusia delapan tahun-- karena secara ideologis dianggap lebih sesuai. Sepanjang dekade 1980-an dia bo- lak-balik antara sekolah internasional di Moskow dan Jenewa. Jong Nam akhirnya menamatkan sekolahnya di Jenewa. Selama di Jenewa, ia belajar bahasa Prancis dan Jerman. Ia juga fasih berbicara bahasa Inggris, kepada para wartawan yang terkadang membu- runya di jalan. Jong Nam kembali ke Pyongyang pada 1988, saat ia hampir berusia 18 tahun. Ia kemudian menjadi kadet di Kementerian Keamanan Rakyat. Ia juga menjadi dekat dengan bibinya -adik Kim Jong Jil- dan suaminya Jang Song Thaek. Song Hye Rang, bibi dan penjaga Jong Nam membelot pada 1990-an danmenulis memoar berjudul “Rumah Wisteria”. “Rasa sayang Jong Il terhadap pu- tranya tak dapat diucapkan dengan kata-kata. Sang pangeran muda yang menenangkannya hingga tertidur bila putranya itu sedang rewel, menggen- dongnya hingga berhenti menangis, dan menghiburnya sebagaimana para ibu menenangkan bayi yang menan- gis,” tulis Song. Ia juga menggambarkan betapa Jong Nam merasakan kesepian sete- lah kembali ke Pyongyang. Dia dan keluarga tidak diperbolehkan keluar dari Pyongyang dan hanya sesekali diizinkan pergi ke Wonsan, tempat keluarga Kimmemiliki rumah pinggir pantai. “Lebih dari sekali atau dua kali kami menyuarakan kepedihan karena bermain di pantai yang luas tapi sepi, hanya ada dua anak dan para sopir di sana,” kata Song. Namun, lanjut dia, perasaan hampa yang dirasakan Jong Nammakin men- dewan saat ini meliputi Steve Bannon – mantan manajer kampanye sayap kanan Trump yang kontroversial. Sedangkan salah satu teman Har- ward mengungkapkan kepada CNN bahwa ia tidak menginginkan jabatan itu karena kekacauan yang terjadi di Gedung Putih. Flynn, penasihat kampanye Trump pada 2016, mengundurkan diri sete- lah terungkap bahwa ia melakukan percakapan sambungan telepon se- lama kampanye pemilihan umum (pemilu) AS dengan duta besar Rusia di Washington, sehubungan tentang sanksi AS. Flynn sendiri sudah tidak asing dengan hal-hal yang kontroversial. Di masa lalunya, dia membayar agar dapat duduk berdampingan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat acara makan malam pada 2015, serta menunjukkan bahwa bahwa serangan Rusia terhadap Crimea dan dukungan- nya pada pemimpin Suriah Bashar al-Assad dapat diterima. Rusia sendiri merupakan topik panas dari setiap konferensi pers Trump yang berlangsung panjang dan bertele-tele, pada Kamis. Namun presiden sudah menegas- Sebelumnya di bawah kepemimpi- nan pendahulu Trump, Barack Oba- ma, Washington telahmenegaskan As- sad harus menyingkir. Keinginan itu bertentangan dengan Moskow yang mendukung sang pemimpin Suriah. Di sisi lain, Trump menyerukan kerja sama yang lebih erat dengan Moskow dalammemerangi kelompok jihadNegara Islam (NI) di Suriah seka- ligus menepis tentang apa yang akan terjadi dengan Assad – yang dianggap AS bukan sebagai kepentingan utama. Dengan terlibatnya Rusia dalam konflik yang berkembang maka PemerintahMoskowmengambil inisi- atif menjadi tuan rumah perundingan damai terpisah di Kazakhstan bersama dengan Turki, dengan tujuan menjadi penengah gencatan senjata enam pe- kan yang rapuh di antara pihak-pihak yang bertikai di Suriah. Gabriel menyebutkan negara-nega- ra yang sepaham ini sudah sepakat untuk meningkatkan tekanan kepada Rusia demi mendukung solusi politik, seraya menegaskan kembali bahwa tidak akan ada alternatif dalam pem- bicaraan Jenewa yang dipimpin PBB. “Setiap solusi politik harus diper- oleh dalam rangka negosiasi Jenewa dan tidak boleh ada negosiasi paralel,” katanya. Tillerson, yang sedang menjalani debut dilomatik pertamanya ke luar negeri, memanfaatkan acara dua hari G-20 sebagai peluang untuk duduk bersama dengan sesama mitra sen- egara asing yang belum yakin dengan arti kebijakan Trump America First bagi mereka. (afp/leo)

Alhasil, hampir sepanjang hidupnya ia berkelana di luar negeri, dari Je- newa, Moskow, Beijing, Paris, Makau, bahkan dilaporkan pernah beberapa saat di Jakarta. Hidupnya berakhir --dalam usia 45 tahun-- di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (Korsel) mela- porkan bahwa Jong Nam diracun oleh dua orang perempuan, yang menjadi eksekutor pembunuhan atas perintah dari otoritas Korut di Pyongyang. Jong Nam nyaris menjadi seorang reformer bagi negaranya. Tapi hal itu juga membuatnya jadi ancaman bagi adik tirinya, pemimpin Korut sekarang Kim Jong Un. Jong Nam juga dipan- dang ancaman bagi dinasti Kim, yang sudah menguasai dan mengontrol Korut sekitar 70 tahun. Kim Jong Nam lahir pada 10 Mei 1971, bukan pada 10 Juni 1970 se- bagaimana tertera pada paspor asli tapi palsu yang dipegangnya saat meninggal dunia. Dia adalah putra Kim Jong Il, yang penggemar berat film, dan Song Hye Rim, aktris terkemuka di Studio Film Korut, yang menceraikan suaminya untuk hidup dalam kerahasiaan ber- sama sang calon pemimpin Korut. Ini dinyatakan dalam laman North Korea Leadership Watch . Michael Madden, kontributor bagi organisasi pemantau Korut, 38 North, dan dosen tamu US-Korea Institute di Johns Hopkins University men- jelaskan bahwa lantaran masyarakat Korut sangat konservatif dan Jong Nam lahir dari hasil hubungan gelap, ia harus disembunyikan dari publik dan awalnya dari kakeknya, pendiri Korut Kim Il Sung. “Kim Jong Il memiliki perintah tetap untuk mengeksekusi siapa saja yang membahas kehidupan pribadinya. Ko- rut sangat konservatif sehingga men- dengar saja kabar bahwa dia memiliki banyak anak dari sejumlah perempuan, bakal ketahuan,” tutur Madden. Adik perempuan Jong Il, KimKyung Hee berupaya mengadopsi Jong Nam tak lama setelah dia lahir, tapi ditolak. WASHINGTON – Pascamundurnya Michael Flynn sebagai penasehat keamanan negara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemu- dian menunjuk penggantinya seorang pensiunan Laksamana Angkatan Laut Robert Harward. Namun Harward menolak tawaran itu. Harward ditunjuk Trump untuk mengisi posisi penting itu, pada Kamis (16/2) waktu setempat, na- mun karena menolak tawaran itu maka hingga sekarang Trump belum menemukan pengganti Flynn. Ini adalah korban pertama dari kekua- saan pemimpin AS, yang diperparah dengan persepsi kekacauan dalam pemerintahannya. Menurut Harward kepada CNN, dirinya menolak tawaran tersebut karena sudahmemiliki komitmen den- gan keluarga dan juga denganmasalah keuangan. Akan tetapi beberapamedia di Amerika Serikat melaporkan jika dirinya tidak merasa senang dengan tawaran itu karena tidak ada jaminan bahwa Dewan Keamanan Nasional – dan bukan penasehat politik Trump – yang akan bertanggung jawab atas masalah kebijakan. Seperti diketahui, para anggota BONN – Para sekutu Amerika Seri- kat (AS) telah memperoleh jaminan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) yang baru Rex Tilllerson, pada Jumat (17/2), bahwa Washington memberi dukungan solusi politik terhada konf- lik Suriah, jelang perundingan damai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara G-20 di Jerman, Tillerson terlihat berga- bung dengan kelompok negara yang mendukung oposisi Suriah untuk membicarakan cara-cara mengang- khiri perang yang berlangsung selama hampir enam tahun. “Seluruh peserta menginginkan solusi politik karena solusi militer saja tidak akan menga- rah pada perdamaian di Suriah,” ujar Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel kepada wartawan di Bonn, serayamenambahkan bahwa Tillerson sangat terlibat dalam perdebatan. Pertemuan dari negara-negara den- gan pemikiran sepaham ini – di mana terdiri atas sekitar belasan negara Barat dan Arab serta Turki – adalah yang pertama sejak Presiden AS Don- ald Trump menjabat. Para menlu mengungkapkan se- belum pembicaraan di mana mereka berharap ada kejelasan apakah sudah ada perubahan arah dalam kebijakan AS di Suriah, terutama terhadap masa depan Presiden Bashar al-Assad. Pertemuan G-20 ini dilaksanakan menjelang babak baru perundingan yang dipimpin PBB di Jenewa pada 23 Februari – yang akan melibatkan rezim Suriah dan perwakilan pem- berontak.  Sambungan dari hal 1

Penjaga Keamanan Pakistan Bersiaga Botol susu tergeletak di atas lantai yang bersimbah darah, di sebuah kuil tempat peziarahan Lal Shahbaz Qalandar yang berdiri sejak abad ke-13. Sedikitnya 72 orang tewas termasuk 20 anak dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan bunuh diri di sebuah tempat pezia rahan terkenal kaum sufi di kota Sehwan, provinsi Sindh, bagian selatan Pakistan.

dilaporkan sudah bertemu Jong Nam untuk membekuk Jong Un. Posisi Jong Nam sebagai bakal calon pengganti Jong Un mungkin menjadikannya target pembunuhan oleh rezim Korut. Senin (13/2) pukul 09:00 pagi, Jong Nam sedang menunggu keberangka- tan di terminal penerbangan murah di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Penerbangannya ke Makau terjadwal pukul 10:00 waktu setempat. Belum jelas bagaimana serangan itu persisnya terjadi. Kepala Polisi Diraja Malaysia Fadzil Ahmat mengatakan kepada The Star , Jong Nam memberi tahu resepsionis bahwa seseorang menariknya dari belakang danmemer- cikkan cairan ke wajahnya. Kantor berita Bernama melaporkan, seorang perempuan menariknya dari belakang dan menutupi wajahnya den- gan kain yang sudah dibasahi cairan. Laporan-laporan awal menyebutkan ia disemprot cairan atau ditusuk jarum yang mengandung cairan beracun. “Sakit sekali, sakit sekali, saya dis- emprot cairan,” dilaporkan menjadi kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Jong Nam. Ia dilaporkan berdiri sekitar beber- apa meter dari meja informasi, sedang antre menggunakan mesin check in sebelum berteriak-teriak kesakitan. Ia kemudian terjatuh di hadapan para petugas dan nyaris pingsan. Kematian Jong Nam bar u diu- mumkan pada Selasa (14/2). Tim penyelidik Malaysia masih berupaya mengungkap pembunuhan Jong Nam, di tengah asumsi dan laporan bahwa pembunuhannya diperintahkan oleh Jong Un. New Straits Times melaporkan, pem- bunuhnya mengamati Jong Nam saat antre. Selang lima menit kemudian, salah seorang penyerangmengalihkan perhatiannya dan seorang lagi menari- knya dari belakang, menjepit lehernya, mengeluarkan kain basah oleh cairan kimia dari tas biru, dan mengelapkan ke wajah Jong Nam. Dua penyerang Jong Nam kemu- dian diketahui perempuan Indonesia bernama Siti Aisyah (25 tahun) dan perempuan Vietnam bernama Doan Thi Huong (28 tahun). Seorang pria Malaysia yang dilaporkan sebagai pacar Siti juga ikut ditahan oleh otor- itas Malaysia. (afp/sumber-sumber lain) Polisi Diraja Malaysia sendisi sudah menangkap seorang wanita berusia 28 tahun yangmembawa paspor Vietnam dengan nama Doan Thi Huong, pada Rabu (15/2). Media setempat juga melaporkan bahwa dia adalah wanita yang terlihat dalam rekaman gambar CCTV bandara dengan mengenakan atasan putih bertuliskan huruf ‘LOL’ di bagian depan. (afp) Sebelumnya sempat terjadi upaya pembunuhan pada 2012 namun gagal. Ini dikarenakan Jong Nam melontar- kan kritikan kepada rezim itu. Menurut seorang wartawan Jepang yang mengenal dan menulis buku tentang Jong Nam, pada Jumat, dia adalah pria pemberani yang berusaha mereformasi negaranya. “Bahkan jika itu menempatkan dia dalam bahaya, dia ingin mengungkap- kan pendapatnya ke Pyongyang mela- lui saya atau media lainnya,” pungkas Yoji Gomi di Tokyo. Sementara itu, belum ada perny- ataan yang dikeluarkan mengenai pembunuhan tersebut di Pyongyang dan belum ada media Korea Utara yang memberitakan kabar itu. Menur ut koresponden AFP di Pyongyang, saat ini sedang ada per- ayaan memperingati ulang tahun mendiang Kim Jong-Il, ayah dari kedua putra itu. Acara itu terus ber- jalan tanpa terpengaruh oleh kabar kematian Jong Nam

sinya lewat email dan wawancara dengan Jong Nam yang memicu pem- bunuhannya. Sejumlah analis menga- takan, Jong Nam yang aktif di media sosial menggiring para agen Korut untuk mendapati keberadaannya dan melancarkan pembunuhan. Meski tidak ada bukti bahwa Jong Un yang memerintahkan pembunu- han terhadap Jong Nam, namun sang pemimpin diduga termotivasi untuk menghabisi nyawa kakak tirinya. Fak- tor pendorongnya bisa karena kaitan keluarga penguasa terhadap Jepang, musuh utama Korut, dan kaitan kakak tirinya itu dengan Tiongkok. Ibu Jong Un, Ko Yong Huo, beretnis Korea tapi lahir di Jepang. Latar belakang keluarganya secara teknis membuat dia dan para putranya dapat dihukum penjara menurut UU di Korut. Ken Kato, direktur Human Rights in Asia di Tokyo mengatakan, berda- sarkan dokumen pada 2012 terungkap bahwa ayah Ko dan kakek kandung Jong Un pernah bekerja di pabrik jahit Jepang yang memproduksi seragam untuk militer Jepang. Sementara Jepang menjajah Semenanjung Korea semasa Perang Dunia II. “Secara teknis, Jong Jun dapat dise- but sebagai pengkhianat dan dapat berakhir di kamp kerja paksa. Jadi, kami dapat menyimpulkan bahwa Jong Un mungkin berencana untuk mem- bunuh kakak tirinya karena dia dapat mengancam statusnya,” tutur Kato. Keterkaitan terhadap militer Jepang dapat dianggap sebagai kejahatan di Korut dan akan mengundang per- tanyaan tentang keabsahan Jong Un sebagai pemimpin. Sementara itu, dengan tinggal di Makau, Jong Nam dan keluarga seakan mendapatkan perlindungan dari Tiongkok. Negeri Tirai Bambu ini adalah satu-satunya sekutu Korut tapi sudah mengutarakan keresahannya atas program nuklir Korut. Tiongkok dilaporkan sudah men- dukung rencana untuk menggul- ingkan Jong Un dan Jong Nam dise- but-sebut sebagai pengganti. Hal ini dilaporkan Time , Rabu (15/2), berdasarkan laporan intelijen Tiong- kok. Presiden Tiongkok Xi Jinping identitas. Sementara itu, Polisi Diraja Malay- sia sedang menginterogasi dua wanita – yang memiliki paspor Vietnam dan satu lagi memiliki paspor Indonesia – serta seorang pria berkewargane- garaan Malaysia. Drama pembunuhan tersebut ter- jadi, pada Senin (13/2) pagi waktu setempat, ketika Jong Nam – kakak tiri Kim Jong Un – bersiap naik pesawat menuju Macau. Menurut Polisi Diraja Malaysia, pria gemuk berusia 45 tahun itu diserang oleh dua wanita dengan menyemprotkan semacam cairan ke wajahnya. Tak lama kemudian, Jong Nam mengatakan kepada staf kalau dirinya menderita sakit kepala dan dibawa ke klink bandara, wajahnya terlihat meringis menahan sakit. Demikian menurut mediaMalaysia berdasarkan rekaman CCTV bandara. Masih menurut rekaman CCTV, usai serangan terlihat salah seorang wanita bergegas jalan ke pangkalan taksi. Sedangkan Jong Nam segera dilari- kan ke rumah sakit setelahmengalami kejang-kejang, namun nyawanya tak tertolong dan meninggal dalam perjalanan. Pemerintah Korsel menuding Ko- rut, mengeluarkan perintah dari Jong Un untuk membunuh saudaranya.

Oleh Happy Amanda Amalia  KUALA LUMPUR – Meskipun sudah ada permintaan dari pihak Korea Utara (Korut),

pemerintah Malaysia pada Jumat (17/2) menegaskan bahwa jenasah Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong Un, belum akan diserahkan sampai pihak keluarganya memberikan sampel DNA.

“Kim Jong Il mendesak Kim Jong Nam tidak diganggu dan tidakmenjadi target rezim,” ujar Ken Gause, pakar Korut dalam bukunya “North Korean House of Cards.” Menyusul peristiwa memalukan itu, Jong Nam pindah ke Makau dan sejak itu hidup dalam pengasingan, baik karena sukarela maupun dipaksa. Beberapa tahun terpisah dari basis kekuatan keluarganya, Jong Nammu- lai secara terbuka mengkritik Korut. Pada 2010, ia dikutip media Jepang berkata bahwa ia menentang suksesi dinasti di negaranya. Setelah kematian ayahnya, ia se- makin berani mengkritik Korut. Ia mempertanyakan kemampuan adik tirinya untuk mempertahankan keku- asaan absolut. Kepada Gomi, ia mengatakan nega- ranya akan ambruk tanpa reformasi. Namun, reformasi juga akan merun- tuhkan dinasti Kim dan adiknya tak lebih hanya akan menjadi boneka dari elit berkuasa. Anaknya, KimHan Sol, mengatakan bahwa ayahnya tidak tertarik dengan peran politik. “Ayah saya tidak be- nar-benar tertarik dengan politik,” ujar remaja kelahiran 1995 itu kepada wakil sekjen PBB Elisabeth Rehn, dalam wawancara dengan televisi Finlandia pada 2012. Meski begitu, Jong Nam tetap men- jadi target rezim Korut. Pada 2012, seorang mata-mata Korut mengaku telah diperintah untuk menyerang Jong Nam. Sang mata-mata pada 2010 sempat merekrut seorang sopir taksi untuk melindas Jong Nam, tapi rencana itu tak terwujud . Pada April 2012, Jong Nam dilapor- kan menulis surat kepada Jong Un untuk membiarkan dirinya beserta keluarga. Kekhawatiran Jong Nam semakin besar setelah pamannya dieksekusi oleh Jong Un pada 2013. Gomi mengungkapkan bahwa Jong Nam mendapatkan peringatan langsung dari rezim Korut karena mengkritik negaranya sendiri. “Lewat sebuah email kepada saya, terindikasi bahwa dia diingatkan lang- sung oleh Korut sehingga dia harus berhenti ngomong politik,” ujar Gomi. Dia tidak percaya bahwa interak­ mulangkan jenasah sampai prosedur selesai dilaukan. “Sejauh ini belum ada anggota keluarga atau kerabat terdekat yang datang untuk mengindentifikasi atau mengklaim jenazah itu. Kami mem- butuhkan sampel DNA dari ang- gota keluarga untuk mencocokkan profil orang yang meninggal. Korea Utara memang sudah mengajukan permintaan mengklaim jenazah itu. Tapi sebelum jenazah dikembalikan, kami harus mengidentifikasi pemilik jenazah ini,” ujar Kepala Polisi Negara Bagian Selangor, Abdul Samah Mat kepada AFP, Jumat. Penyelidik forensik mengatakan kepada AFP, bahwa DNA dari anak, saudara – atau bahkan saudara tiri – sudah cukup memberikan keco- cokan kekerabatan dan memastikan

jadi karena ia merasa ayahnya akan mengabaikannya. “Ayahnya memulai hidup baru de­ ngan perempuan lain dan memiliki se- jumlah putra putri lagi. Ia mengalihkan cinta dan kasih sayangnya dari Jong Nam ke anak-anak barunya, termasuk Kim Jong Un,” kata Song. Tak sekali pun Jong Nam pernah disebut di media Korut. Bahkan hingga kematiannya, hanya segelintir elit Korut yang tahu keberadaannya. Karena dibesarkan oleh keluarga berbeda dan berjarak 13 tahun dengan Jong Un, Madden mengatakan kedua­ nya juga secara tradisi tidak mungkin dibesarkan bersama. Yoji Gomi, wartawan Jepang yang merilis buku tentang Jong Nam pada 2012mengungkapkan, dua bersaudara itu bahkan belum pernah sekalipun bertemu muka karena praktik kuno di Korut untuk membesarkan para calon pengganti secara terpisah. Jong Nam dibesarkan di sebuah rumah di kantor pusat Partai Pekerja. Rumah itu dihancurkan pada 2009 atau 2010 dan sekarang menjadi kediaman resmi Jong Un. “Ada simbolisme di sana bahwa mereka menghancurkan rumah masa kecil. Rumah itu ditinggali Jong Nam ketika pulang ke Tanah Airnya,” kata Madden. Permalukan Rezim Pada 2001, muncullah peristiwa yang mempermalukan, Korut, Kim Jong Il, dan juga membalikkan pe- runtungan Jong Nam sebagai calon pengganti ayahnya. Dia tertangkap saat hendak masuk Jepang dengan paspor diplomatik palsu. Lebih memalukan lagi lantaran tujuannya ke Jepang adalah karena ingin mengunjungi Disneyland. Tujuannya di Jepang itu juga bukan satu-satunya alasan yang memperma- lukan rezim Korut. Yang lebih dari itu adalah fakta bahwa iamengungkapkan kepada dunia bahwa anggota keluarga rezim menggunakan paspor palsu untuk bepergian ke luar negeri. Meski begitu, dalam wasiat bebe­ rapa bulan sebelumkematiannya, Jong Il menuliskan perintah yang harus dipatuhi oleh Jong Un. Di sisi lain, tim detektif di Kuala Lumpur sedang mencoba mencari tahu motif pembunuhan yang terkait dengan agen mata-mata. Pasalnya Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa agen-agen perempuan itu bek- erja untuk Korut untuk membunuh Kim Jong Nam dengan menggunakan racun. Sementara itu, ahli forensik mulai menguji sampel dari jenasah Jong Nam, Jumat, untukmencari tahu racun jenis apa yang disemprotkan ke wa- jahnya, saat dia bersiap naik pesawat, pada awal pekan ini. Sebelumya, menurut pejabat Malay- sia, para diplomat Korut menyatakan keberatan dengan proses otopsi yang dilakukan. Akan tetapi, Kuala Lumpur tetap berpendirian teguh dan menga- takan bahwa pihaknya tidak akan me-

Made with FlippingBook Learn more on our blog