ID170218

sabtu/minggu 18-19 februari 2017

| 24

Foto-foto: Investor Daily/IST

Oleh Mardiana Makmun

Industri kecantikan dan fashion tak bisa lepas satu sama lain dan selalu saling mendukung. Terinspirasi tren make up , delapan perancang busana berkolaborasi dengan Wardah, menampilkan koleksi busana di Indonesia Fashion Week 2017.

I ndustri kecantikan dan fashion tak bisa lepas satu sama lain. Seperti apa warna yang dipilih untuk fashion, seperti itulah yang dipilih untuk make up. Pada pekan mode Indonesia Fashion Week 2017, sejumlah koleksi busana yang ditampilkan terinspirasi oleh tren warna make up 2017. Koleksi tersebut dipersembahkan oleh kolaborasi antara Wardah dan delapan perancang busana. Mereka adalah Zaskia Sungkar, Barli Asmara, Dian Pelangi, Ria Miranda, Mel Ahyar untuk HAPPA, Malik Moestaram, Norma Hauri, dan Kursien Karzai. Setiap perancang busana ini menggunakan pilihan make up look untuk disandingkan bersama koleksi busana kreasi mereka. Zaskia Sungkar misalnya, mengangkat tema

koleksi ‘Kilau’ dengan make up look : Brave. Warna hitam dan silver mendominasi koleksi Zaskia. Barli Asmara lewat tema ‘ Black Orchid Fervor ’ yang terinspirasi make up look Faithful, menampilkan koleksi warna hitam dan putih bergaya feminin. Dian Pelangi mengangkat tema koleksi ‘ Originality is a by Product of Sincerity ’ dengan make up look : Genuine. Warna krem dipadu coklat, marun, dan hijau, memenuhi koleksinya. Ria Miranda mengangkat tema koleksi ‘ Principia ’dengan make up look : Serene. Dari semua koleksi, karya Mel Ahyar yang mengangkat warna-warna berani, seperti merah. Koleksi Mel bertema ‘ Pata Runa ’ terinspirasi make up look Genuine. Malik Moestaram mengangkat tema koleksi ‘ Flor De La Vida ’ dengan make up look Faithful. “Di Indonesia Fashion Week 2017, Wardah kembali berkontribusi sebagai Official Make Up & Hair Do . Ini merupakan salah satu bentuk dari komitmen Wardah untuk mendukung industri fashion Indonesia. Kali ini, empat make up look terbaru dari Wardah yang bertema YOUniverse ditampilkan bersama dengan karya-karya dari delapan orang fashion designer Indonesia, baik untuk modest wear maupun modern wear ,” ungkap Salman Subakat, Direktur Pemasaran Wardah. Sesuai tema “YOUniverse: Celebration of Colors”, Wardah menampilkan 4 make up look terbaru, yaitu Genuine , Faithful , Brave , dan Serene . Setiap look mewakili karakter wanita Indonesia dengan segala keunikannya, dengan fokus make up di mata dan bibir. Para wanita Indonesia diajak untuk berani bermain dan mengeksplorasi warna make up untuk mengekspresikan diri tanpa batas.

Malik Moestaram

Dian Pelangi

Barli Asmara

Ria Miranda

Mel Ahyar

dengan membuat batik truntum. Dalam proses pembuatannya kala itu, Sang Ratu terinspirasi dari tebaran bintang-bintang di langit. Perbintangan diyakini selalu erat kaitannya dengan kalender tradisional di berbagai belahan dunia. Karena kesetiaan bintang untuk berada pada posisi dan waktu tertentu yang menjaga akurasi penandaan manusia dan waktu. Oleh karenanyalah batik teruntum menjadi sebuah simbol kesetiaan, kasih sayang, dan juga keharmonisan bagi sebagian orang yang berasal dari suku Jawa. Sobat Budaya adalah sebuah komunitas pemuda yang berupaya melestarikan budaya tradisional Indonesia melalui gerakan sejuta data budaya (GSDB). GSDB adalah suatu upaya gotong royong untuk membangun perpustakaan digital budaya Indonesia (PDBI) dengan alamat situs www.budaya-indonesia. org. Gerakan yang berawal dari Kota Bandung, diluncurkan pertama kali di Istana Negara pada 13 Desember 2011 yang hingga saat kini telah berkembang dan merambah di beberapa daerah di Indonesia.( iin )

artinya ‘tumbuh kembali’ atau ‘bersemi kembali’ bisa juga berarti ‘semarak kembali’,” demikian pernyataan Sobat Budaya dalam keterangan Pers. Batik truntum merupakan gambaran serupa kuntum; kembang di langit yang bentuknya digambarkan serupa kembang tanjung. Batik yang sering digunakan untuk adat perkawinan tradisional Jawa ini, bercerita tentang harapan akan kesetiaan yang harmonis. Filosofi ini sering dinarasikan pula dengan filosofi hubungan spiritual persona Jawa dengan Tuhannya. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah diciptakan batik truntum, seperti yang dijelaskan di dalam buku Kode-Kode Nusantara. Pada zaman Sunan Pakubuwono III Surakarta Hadiningrat sekitar abad ke-18 silam, Ratu Kencana merasa diabaikan oleh sang suami karena kesibukannya dan adanya selir baru di keraton. Kala kecemburuannya merasuk, Sang Ratu semacam mendapat sebuah petunjuk dari Yang Maha Kuasa untuk mengungkapkan kasih sayangnya

Jakarta - Setiap negara memiliki cara unik dalam

JAKARTA – Resepsi pernikahan bertema internasional belakangan ini semakin menjadi pilihan para calon pasangan pengantin. Hal itu karena kebanyakan dari mereka ingin sesuatu yang simpel dan praktis, serta terlihat berbeda dengan yang lainnya. Namun sebelum memutuskan, pertimbangkan lebih duu untung ruginya menggelar resepsi pernikahan bertema internasional. Praktisi industri pernikahan Resti Nendia mengatakan dibandingkan tema nasional ataupun adat, sebenarnya pernikahan bertema internasional tidak terlalu berbeda. Bahkan, biaya yang dipersiapkan juga hampir sama dengan tema lainnya. “Ciri khas dari pernikahan internasional adalah adanya kue pengantin yang akan menjadi salah satu prosesi pernikahan,” ungkap Resti di sela Indonesia International Wedding Festival di Jakarta, Jumat (17/2). Keuntungan tema internasional, kata Resti, memberikan kesan simpel dan praktis calon pasangan. Misalnya saja, riasan rambut sang pengantin yang hanya ditata sederhana. Berbeda dengan tema nasional ataupun tradisional, rambut harus disanggul. “Prosesi pernikahan pada tema internasional juga lebih bisa dikreasikan, sehingga menarik dan berbeda dibandingkan dengan tema pernikahan lainnya. Terutama tema berasarkan adat, yang sudah memiliki pakem tertentu,”ujarnya. Selain itu, lanjut Resti, tema internasional juga dapat memberikan kesan mewah pada resepsi pernikahan karena hadirnya dekorasi pelaminan. Ditambah lagi, warna-warna tema banyak menggunakan putih dan pastel. Tidak hanya itu, biasanya mereka yang memilih tema ini lebih menginginkan resepsinya sedikit lebih intim dengan para tamu undangannya sehingga biasanya hanya dihadiri paling banyak oleh 600 orang. Di sisi lain, Resti mengatakan tema internasional juga memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya gedung atau tempat resepsi yang tidak semua cocok digunakan untuk pesta bertema internasional. Karena, biasanya tema internasional lebih cocok menggunakan gedung yang berkarpet seluruhnya. Tak jarang apabila banyak pasangan akhirnya memilih untuk menggelar

mengungkapkan kasih sayang di hari valentine. Di Sydney Australia, sebagian masyarakatnya menjadikan patung sapi berwarna putih dan pink berpasangan sebagai penanda perayaan hari valentine. Di Filipina, hari valentine ditandai dengan cara nikah masal. Lalu bagaimana dengan Indonesia secara tradisional mengungkapkan hari kasih sayang? Berbagai cara dilakukan untuk memperingati acara yang jatuh di tanggal 14 Februari ini, biasanya sebagian orang mengisinya dengan makan malam, tukar kado memberikan cokelat atau memberikan benda-benda lainnya yang diyakini merepresentasikan sebagai ungkapan kasih sayang mereka. Namun Sobat Budaya memilliki sudut pandang tersendiri mengenai simbol kasih sayang ini. Bagi sebagian orang yang berasal dari suku Jawa, mengungkapkan cinta dan kasih sayang secara tradisional adalah dengan mengenakan batik truntum. “Truntum diambil dari asal kata bahasa Jawa yaitu ‘taruntum’

resepsi tema internasional di hotel. Jika di hotel, tentu saja bujet resepsi pernikahan yang ditanggung menjadi hampir dua kali lipat dibandingkan biaya di gedung non hotel. “Resepsi di hotel biasanya lebih mahal karena katering yang dipakai tentu berasal dari pihak hotel,” jelas dia yang juga pemilik Katering Nendia Primarasa. Tidak hanya itu, Resti menyebutkan kekurangan resepsi tema internasional adalah kesan yang dihadirkan dari resepsi tersebut kurang sakral. Sehingga lebih menonjol kesan lebih santai dan senang-senang. Hal itu berbeda dengan resepsi adat yang mengutamakan kesakralan dalam sebuah resepsi pernikahan sehingga benar-benar menghadirkan kesan sang pengantin merupakan raja dan ratu sehari. Untuk itu, Resti menyarankan bagi para calon pengantin agar menyiapkan secara matang pernikahan dengan resepsi bertema internasional. Mereka, sebaiknya mencari vendor pernikahan yang memang telah berpengalaman dalam menggelar resepsi tema tersebut. Untuk memudahkan calon pengantin mencari vendor, ada baiknya apabila mencarinya dalam sebuah pameran pernikahan bertema internasional. Salah satunya Indonesia International Wedding Festival dan kateringnya pun hadir di pameran yang berlangsung pada 17-19 Februari 2017, di JCC, Jakarta. “Kami memberikan penawaran menarik bagi para calon pengantin di pameran tersebut,” tutup dia. ( iin )

Made with FlippingBook Learn more on our blog