ID161206

selasa 6 desember 2016

24

Investor daily/DAVID GITA ROZA

tukmengisi kekosongan pegawai yang memutuskan untuk kembali ke BI. “Jadi memang anggaran terbesar di sumber daya manusia,” kata dia sep- erti dilansir Antara . Meskipun anggaran naik, Nelson menjelaskan, rasio pungutan yang dibebankan kepada industri jasa keuangan tidak ber ubah, yakni tetap 0,045% dari aset perusahaan untuk satu tahun. Jika pungutan yang diterima OJK bertambah, kata Nelson, itu karena nilai aset indus- tri jasa keuangan yang meningkat. “Rasio pungutan tidak berubah,” ujar dia. Selain untuk SDM, Nelson men- erangkan, penambahan anggaran diperlukan untuk rencana menambah kantor perwakilan di masing-masing provinsi. “Itumasih dijajaki. Memang ada ren- cana setiap provinsi memiliki kantor perwakilan OJK,” jelas dia. Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno mengatakan, Komisi XI DPR akan mempertimbangkan pengajuan OJK berdasarkan tiga acuan. Acuan per- tama adalah kesesuaian asumsi per- tumbuhan industri jasa keuangan dari OJK dengan realisasinya. Kedua, efektivitas program OJK untuk pen- ingkatan efisiensi industri keuangan. “Ketiga, kami juga melihat fungsi legislasi baru yang dibutuhkan OJK,” kata dia. (th) pihaknya juga masih berencana untuk mencari pendanaan dalamdenominasi valuta asing (valas). Pinjaman ini un- tuk menggantikan obligasi perseroan yang jatuh tempo sebesar US$ 500 juta pada April 2017. Kebutuhan pendanaan valas tersebut, menurut dia, bisa dalam bentuk pinjaman bilat- eral maupun penerbitan obligasi valas. Direktur Perencanaan dan Opera- sional BNI Bob Ananta sebelumnya menuturkan pada tahun depan, pi- haknya optimistis penyaluran kredit perseroan tumbuh pada kisaran 20%. Seiring pertumbuhan kredit terse- but, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BNI juga diperkirakan akan berada pada kisaran 20%. “Kami targetkan tahun depan tum- buh sama dengan tahun ini di kisaran 20%, tetapi pertumbuhan kredit akan lebih ditekankan pada kualitas aset yang bagus,” jelas Bob. Bob menjelaskan, pertumbuhan kredit pada tahun depan terutama masih didorong oleh penyaluran kredit pada BUMN terutama di sektor infrastruktur. Pertumbuhan kredit di sektor infrastruktur pada 2017, men- urut dia, diperkirakan pada kisaran 25-27%. “Sehubungan kredit akan tumbuh agresif, DPK kami juga harus mampu mengikuti. Kami menyiapkan be- berapa strategi antara lain menambah basis nasabah dan strategi close loop transaction ,” terang dia. (nti)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajukan anggaran tahun 2017 sebesar Rp 4,37 triliun atau naik 11% dibandingkan tahun ini. Anggaran tersebut akan dibiayai dari iuran industri jasa keuangan, karena sejak tahun 2016 OJK tidak lagi mendapat dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Seluruhnya dari pungutan, ter- masuk juga denda-denda dan izin,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (6/12). Anggaran depan tersebut naik 11% dibanding anggaran OJK 2016 yang sebesar Rp 3,93 triliun. Pada tahun ini, anggaran OJK juga naik 6,1% diband- ing tahun 2015. Pada anggaran tahun 2015, otoritas pengatur dan pengawasan industri keuangan itu masih dibiayai oleh APBN dengan porsi 48% dari total anggaran dan sisanya dari pungutan ke industri. Nelson mengatakan, kenaikan anggaran pada 2017 dikarenakan OJK harus membayar sepenuhnya gaji dan tunjangan pegawai pindahan dari Bank Indonesia (BI) sebanyak 750 orang. Pada 2016 gaji dan tunjangan pegawai pindahan dari BI sebagian masih dibiayai oleh bank sentral. Selain itu, pada tahun depan, kata Nelson, OJK akan menambah jumlah pegawai sekitar 330 orang, hal ini un- JAKARTA – PT Bank Negara In- donesia (Persero) Tbk (BNI) tengah memproses perizinan kepada reg- ulator, terkait rencana pendanaan bilateral perseroan dari luar negeri sebesar US$ 750 juta. Pinjaman terse- but antara lain akan digunakan untuk mendanai pinjaman BNI yang jatuh tempo sebesar US$ 260 juta. Direktur Treasury dan Internas- ional BNI Panji Irawan mengatakan, pihaknya tengah menunggu izin dari Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk masuk pasar atas rencana pendanaan bilateral dari luar negeri sebesar US$ 750 juta. Pinjaman tersebut akan digunakan sebagian untuk mendanai pinjaman perseroan yang jatuh tempo akhir tahun ini. “Pinjaman dalam proses, masuk di RBB (rencana bisnis bank) tahun ini. Kami sebenarnya ada pinjaman yang jatuh tempo pada Desember ini sekitar US$ 260 juta,” ujar Panji di Jakarta, Senin (5/12). Seperti dilansir Bloomberg , BNI te- lah memperoleh komitmen pinjaman sebesar US$ 750 juta yang terdiri atas pinjaman sebesar US$ 500 juta dengan tenor lima tahun, dan pinjaman US$ 300 juta dengan tenor tiga tahun. Pinja- man tersebut diberikan oleh sembilan bank asing terdiri atas ANZ, BTMU, BNP, Citibank, Commerzbank, CTBC, DBS, OCBC, dan UOB. Panji menjelaskan, tahun depan,

Buku Execution Matters! Diluncurkan Mantan Direktur Utama Bank Mandiri periode 2010-2013 Zulkifli Zaini, menjelaskan mengenai isi buku yang ditulisnya, Execution Matters!: Rencana Tidak Mengubah Apa-Apa, bersama Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (5/12). Zulkifli Zaini banyak bercerita mengenai dirinya saat berhasil memimpin Bank Mandiri.

DIRUT BANK MANDIRI PERIODE 2010-2013 ZULKIFLI ZAINI:

ingkatkan performance atau kinerja,” ungkap dia. Di akhir kepemimpinannya, laba BankMandiri meningkat dua kali lipat dari Rp 7,2 triliun pada 2010 menjadi Rp 15,5 triliun pada akhir 2012. Harga saham perseroan pun meningkat dari sekitar Rp 5.000 per lembar saham ke kisaran harga Rp 10 ribu. Peningkatan serupa juga terjadi pada kapitalisasi Bank Mandiri. Zulkifli menekankan, terdapat tiga hal yang perlu dan penting untuk dilakukan seorang CEO. Pertama, menemui nasabah atau customer . Dia secara rutin melakukan hal itu ketika menjabat dirut Bank Mandiri dengan aktif menemui debitor-debitor besar Bank Mandiri yang menjadi peny- umbang 80% pendapatan perseroan. Kedua, menemui pegawai yang tersebar di seluruh kantor cabang yang dimiliki perseroan. Pemimpin, menurut dia, haruslah dikenal oleh para pegawainya. Ketiga, menemui seluruh stakeholders . “Bank BUMN ini stakeholders -nya banyak, tapi jangan sampai yang ditemui adalah KPK,” kata dia. Zulkifli juga menegaskan, pemimpin harus memiliki integritas dan selalu mampu memiliki celah untuk men- gubah perusahaan yang dipimpin menjadi lebih baik. “Sebagus apapun perusahaan yang dipimpin, selalu ada celah untuk memperbaikinya,” jelas dia. itu, jumlah nasabah untuk layanan keuangan inklusif tersebut telah se- banyak 1,3 juta orang. Layanan b ranc h l e s s bank i ng merupakan layanan pemberian jasa sistem pembayaran dan keuangan yang dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga (agen). Lay- anan ini dapat berjalan menggun- akan sarana dan perangkat teknologi berbasis mobile maupun berbasis situs dalam rangka keuangan inklusif. “Sejauh ini kerja sama keagenan yang berlangsung itu dengan agen individu, seperti toko kelontong, war- ung, reseller pulsa, serta juga ada per- usahaan atau institusi yang memiliki jaringan luas dan tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia,” jelas Kartini. Sementara itu, terkait Mandiri e-Cash SVP Group Head Electronic Banking Bank Mandiri Rahmat Broto Triaji mengungkapkan, hingga saat ini total pengguna aplikasi uang elektronik berbasis server sebanyak 1,9 juta user. Padahal pada September lalu, Mandiri e-Cash baru memiliki 1,7 juta pengguna. “Kenaikannya memang cepat. Sejalan dengan hal itu, kami meyakini, tahun depan minimal pengguna Mandiri e-Cash dapat naik menjadi 3 juta,” kata dia. (dka)

jang, serta disosialisasikan sebelum diterapkan pada 1 Januari. Namun, dia mengaku tercengang ketika memper- oleh jawaban dari bawahannya terkait perubahan yang akan dirasakan Bank Mandiri dari RBB yang telah diram- pungkan. “Mereka merenung lama ketika saya bertanya apa yang akan berubah dari Bank Mandiri dengan RBB terse- but, dan jawabannya tidak ada yang berubah,” kenang dia. Rencana bisnis, menur ut dia, memang tidak akan memberikan perubahan apa-apa pada bankmaupun perusahaan yang dipimpin. Peru- bahan menurut dia, baru akan terjadi jika dilakukan eksekusi. Untuk itu, menurut Zulkifli, kemampuan ek- sekusi mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin. Selama memimpin Bank Mandiri baik sebagai bagian dari direksi, maupun sebagai direktur utama (dirut) selama tiga tahun, Zulkifli berhasil membawa Bank Mandiri menjadi bank dengan pelayanan ter- baik, setelah menempati peringkat yang cukup jauh di bawah pada awal tahun 2000. Selamamemimpin sebagai direktur utama pada 2010-2013, Zulkifli pun berhasil membawa kinerja Bank Mandiri tumbuh pesat. “Harimau mati meninggalkan be- langnya, gajah mati meningkatkan gadingnya, sedangkan pemimpin ketika menyelesaikan tugasnya men- dibandingkan besaran anggaran Bank Mandiri pada 2015. Sebab, pada 2015, perseroan menganggarkan total be- lanja modal TI sebesar US$ 180 juta, meski penyerapan anggaran hanya sekitar 75%. Berkaitan dengan ekspansi dari sisi agen branchless banking , salah satu langkah terbaru yang Bank Mandiri adalah menggandeng PT Dian Ken- cana Puri Prima (DKPP). DKPP adalah pengelola atau pemberi refferal pada loket maupun toko penjual pulsa. Pada tahap pertama, realisasi kerja sama antara DKPP dan Bank Mandiri terse- but baru meliputi layanan dari uang elektronik berbasis server perseroan, yakni Mandiri e-Cash. Ke depan, Rico memastikan, imple- mentasi sinergi yang berjalan akan mencakup ranah Layanan Keuan- gan Digital (LKD) maupun Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Berkaitan dengan rencana perluasan kerja sama itu, dia memperkirakan baru dapat terlaksana pada awal 2017. Pada kesempatan sama, Direk- tur Bank Mandiri Kartini Sally pun memaparkan, sampai Oktober 2016 perseroan memiliki sekitar 33 ribu loker branchless banking . Sementara

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – Membuat perencanaan bisnis yang matang dan detail dinilai tidak akan membawa peru- bahan apapun pada perusahaan, karena perubahan pada perusahaan hanya dapat diwujudkan melalui eksekusi. Sukses seorang pemimpin perusahaan pun bukan sekadar visi, pidato, atau motivasi. Tetapi, yang terpenting adalah performa perusahaan yang terlihat dari kinerja keuangan, harga saham, dan kapitalisasi pasar.

terang Zulkifli dalam bedah buku Leadership Series berjudul Execution Matters! Rencana Tidak Mengubah Apa-apa di Jakarta, Senin (5/12). Be- dah buku karya Zulkifli Zaini tersebut dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu. Zulkifli menceritakan pengala- mannya ketika memimpin PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang merupakan salah satu bank terbesar di Tanah Air. Saat itu, pihaknya tengah membuat rencana kerja perseroan untuk tahun berikutnya yang telah diproses sejak bulan Agustus dan dibahas secara detail dan cukup pan-

Ketua Umum Ikatan Bankir Indone- sia (IBI) Zulkifli Zaini mengatakan, kepemimpinan yang efektif bukan hanya sebatas menyusun pidato yang apik maupun menjadi orang yang banyak disukai oleh pegawainya, tetapi piawai dalam melakukan ek- sekusi. Tanpa eksekusi, menurut dia, perubahan pada perusahaan yang dipimpin pun tidak akan terjadi meski perusahaan sudah memiliki strategi bisnis yang canggih. “Perusahaan tidak bersaing atas dasar RBB (rencana bisnis bank) atau corplan ( corporate plannin g/rencana kerja) tetapi pada eksekusi rencana,”

Investor Daily/ist

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan nom- inal belanja modal ( capital expendic- ture / capex ) teknologi informasi (TI) tahun 2017 sekitar US$ 100-120 juta. Dari segi nominal, capex IT tersebut tidak meningkat signifikan diband- ingkan tahun ini. Direktur Digital Banking dan Tech- nology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengatakan, perseroan fokus mengembangkan layanan digital banking dan kemungkinan tidak ada penurunan atau kenaikan yang sig- nifikan untuk besaran belanja modal untuk TI ke depan. Tahun ini, capex TI BankMandiri sekitar US$ 100-120 juta. “Tahundepan, kemungkinannominal capex TI perseroan masih di kisaran an- gka yang sama. Soalnya kamimengarah ke digital, yakni lebih banyak berin- vestasi melalui nonpembukaan kantor cabang. Misalnya pengembangan ap- likasi di telepon selulermaupunmelalui penambahan agen branchless banking ,” kataRico di sela acara penandatanganan kerja sama antara BankMandiri dan PT Dian Kencana Puri Prima di Jakarta, Senin (5/12). Mengenai nominal capex TI 2016 yang sebesar US$ 100-120 juta, jelas dia, sebenarnya menurun signifikan

Bank Mantap - ASABRI Kerja Sama Pengelolaan Pensiun Dirut Bank Mantap Nixon LP Napitupulu dan Dirut ASABRI Sonny Widjaja usai penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta, Senin (5/12/2016). Dalam kerja sama ini, Bank Mantap akan menyiapkan produk dan layanan keuangan bagi ASABRI dalam mengelola dan menyalurkan program pensiun dan perlindungan bagi para pensiunan anggota dan PNS TNI/Polri.

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online