SP171206

Suara Pembaruan

Utama

2

Rabu, 6 Desember 2017

Gatot Masuk Nasdem?

P anglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan segera pensiun pada tahun depan dan melepas- kan jabatannya itu. Saat ini, proses pergantian Gatot sedang dilakukan. Hari ini, Rabu (6/11), Komisi I DPR melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon panglima TNI, yakni Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Hadi Tjahjanto. Lantas, kem- ana Jenderal Gatot setelah pensiun? Informasi yang diperoleh

SP menyebutkan Gatot akan memasuki panggung politik setelah tidak lagi berada di institusi TNI. Dia akan ma- suk ke Partai Nasdem. Gatot disebut memiliki kedekatan dengan Ketua

jadi calon presiden,” ujar sumber SP di Jakarta, Rabu (6/12). Dijelaskan, Partai Nasdem telah menyiapkan Gatot sebagai calon wakil presiden (cawapres). Dia didorong untuk menjadi pendamp- ing Joko Wiododo (Jokowi) pada pemilihan presiden (pilpres) 2019. “Gatot berambisi men- jadi capres. Namun, peluang itu masih menunggu siapa yang terpilih di Munaslub Partai Golkar nanti. Yang realistis saat ini adalah

menjadi cawapres. Itu alasan mengapa Partai Nasdem mendorong Gatot sebagai cawapres Jokowi,” kata sumber itu. Menurutnya, Gatot juga sudah siap untuk berhadapan dengan Jokowi pada Pilpres 2019. Hal itu terjadi jika Jokowi tidak memilih Gatot sebagai pendampingnya. Gatot kemungkinan akan berpasangan dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan atau dengan Guber-

Umum (Ketum) DPP Partai Nas- dem Surya Paloh. “Akan ke Nas-

dem. Tetapi, dia juga bisa ke Golkar. Kalau salah satu pentolan Beringin berhasil meraih kursi pimpinan, Gatot akan merapat ke sana dan disiapkan untuk men-

nur DKI Jakarta saat ini Anies Baswedan. [R-14] Sudah 33 DPD Tingkat I Setuju Munaslub Dukungan ke Airlangga Sudah Lebih dari 50%

[JAKARTA] Merosotnya dukungan publikkepadaPartaiGolkarmenjelang tahun politik menjadi keprihatinan semuapengurus pusatmaupundaerah. Karena itu, gerbong perubahan yang mendorong perbaikan citra Golkar mulai bergerak. Dorongan untuk segeramengganti pimpinanmenguat. Sejumlah pengurusDewanPimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), politisi senior, serta organisasi pendiri Golkar meng- inginkan musyawarah nasional luar biasa (munaslub).Dukunganmengalir ke kader Golkar yang juga menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar SitiHediatiHariyadi punmenyatakan akanmajusebagai calonketum.Nama lain yang disebut-sebut adalahSekjen Idrus Marham, dan Ketua DPPAziz Syamsuddin. Hingga Rabu (6/12) pagi sudah 33 DPD Tingkat I yang setuju me- nyelenggarakanMunaslub. Mereka telahmembuat pernyataan tertulis agar kegiatan tersebut segera dilakukan. “Tinggal Papua saja.Yang lain sudah mendukung,” kata anggota Dewan Pakar Golkar, Lamhot Sinaga. Selain pimpinan DPD I, Lamhot juga mengemukakan para pim- pinan DPD II (kabupaten/kota) juga menyatakan hal yang sama. Para pimpinan II mengikuti ko- mando yang dijalankan DPD I. “Di Golkar, sistemberjenjang. Ketika yang di atas sudahmenyatakan setuju Munslub, yang di bawah otomatis mengikuti. Kami juga sudah ban- yak menerima teman-teman DPD II yang menginginkan Munaslub,” tutur Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kosgoro 1957 ini. Dia menegaskan organisasi yang mendirikan Golkar seperti Soksi, Kosgoro dan MKGR juga sudah setuju menggelar Munaslub. Or- ganisasi yang didirikan Golkar juga telah mendukung, keculi Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang dipimpin Fahd A Rafiq. “Ada 10 organisasi Hasta Karya, baik yang mendirikan maupun yang didirikan Golkar. Dari 10 itu, hanya AMPG yang tidak men- dukung Munaslub,” jelas Lamhot. Menurutnya, dari berbagai dukungan yang muncul selama ini, semuanya mendukung kader senior yang juga

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (tengah) dan sejumlah pimpinan DPP Partai Golkar saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12). Idrus menyampaikan sejumlah tanggapan terhadap isu-isu terkini, termasuk perkembangan Munaslub yang rencananya akan dilakukan seusai praperadilan Ketua Umum Setya Novanto.

DPD I dan organisasi Hasta Harya berpandangan tidak perlumenunggu praperadilan.Yangpentingusulanmu- naslub sudah disetujui 2/3 dari Ketua DPD I. Itu saja bedanya,” katanya. Mengusulkan ke DPP Hari ini, Rabu (6/12), 33 DPD I akan secara resmimengajukanusulan MunaslubkeDPP. Jikahari ini, usulan itusudahditerimaDPPmakapadaKa- mis (7/12) sudahdilakukanrapat pleno menentukanmunaslub. Pekan depan, rapat pembentukan panitiamunaslub dan pertengahan bulan Desember ini sudah bisa dilakukan munaslub. “Jadi tidak perlu nunggu praperadilan karenakasusNovanto sudah tidakada urusan dengan Golkar. Rapat pleno penentuanMunaslub tidak perlu lagi menunggu hasil praperadilan karena usulan resmimunaslubsudahditerima DPP. Kamis langsung rapat pleno saja sehingga minggu depan sudah bisa melakukanmunaslub,” tutupLamhot. Di tempat terpisah,WasekjenGolkar M Sarmuji juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, ARB dan Idrus setuju digelar munaslub, tetapi mematuhi hasil rapat pleno DPP yang memutuskan masalah jadi tidaknya munslub menunggu hasil praperadilan Novanto. ”Pemilihan di munaslub nanti diusahakan musyawarah mufakat,

jika tidak akan dilakukan dengan voting. Bila ada satu calon yang melebihi 50% maka akan langsung ditetapkan sebagai Ketum.Yang akan menggunakan hak pilih sejumlah DPD I, DPD II, Ormas dan sayap dan dewan pertimbangan,” jelas Sarmuji. Diamengungkapkan jumlah pemilik suara pada Munaslub mencapai 562 suara. Mereka terdiri atas 34 DPD I, 516 DPD II, 10 Hasta Karya, 1 DPP dan 1 Dewan Pertimbangan. Yang meraih dukungan 50 persen ditambah 1 dari total tersebut, lang- sung ditetapkan sebagai Ketum. “Saat ini masih dinamis. Sejumlah namamuncul sepertiAirlangga,Azis Syamuddin, IdrusMarham, danTitiek Soeharto. Kita menghormati semua bakal calonyangakanmaju,”katanya. Sebelumnya, KetuaBadanPeme- nanganPemilu GolkarNusronWahid yakinmunaslub digelar pertengahan Desember. SedangkanKetua Umum Depinas SOKSI dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Ade Komarudin menyatakan dukungan ke Airlangga untuk menggantikan Setya Novanto. Wakil KetuaDewanKehormatan DPP Golkar, Akbar Tanjung sudah sejak awal mengungkapkan bahwa munaslub harus secepatnya di gelar sebab tahun 2018 sudah memasuki tahun politik.

Sedangkan Airlangga Hartarto yang menjabat pengurus harian korbid perekonomian, mengatakan, munaslub tinggal menunggu rapat pleno yang akanmenentukan penye- lenggaraannya. Sesepuh Golkar Jusuf Kalla pun angkat bicara. JK menginginkan adanyamunaslub sebelumpraperadi- lan. Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satriomenyebut saat ini Golkar terbagi dalam tiga kubu. Kubu pertama adalah kubu Airlangga yang direstui Presiden Jokowi. Belakangan, Jusuf Kalla pun tampak memberikan dukungan. Kubu kedua adalah kubu yang menginginkan kelanjutan dari Mu- naslub Bali. “Sejak jauh hari urutan kedua dalam Munaslub Bali adalah Ade Komarudin yang sudah men- yatakan akan mendukung Jokowi,” kata Hendri kepada SP , Rabu (6/12). Meski menurut Hendri, kubu kedua ini kemungkinan mendukung Aziz Syamsudin, pada kenyataannya Ade Komarudin alias Akom sudah mendeklarasikan mendukung Air- langga. Kubuketiga, lanjutHendri, adalah kubu penerus Setya Novanto yakni IdrusMarham. Tiga kubu ini diperki- rakan akan bersaing saat Munaslub mendatang. [R-14/H-14]

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai Ketum. Mereka melihata Airlangga punya ke- mampuan dan integritas yang baik untukmemimpin Golkar, bisa mem- bangkitkan kejayaan partai karena tidak tersangkut kasus korupsi dan tidak punya beban masa lalu serta mampumempersatukan semuakader. “Sampai saat ini, dukungan terhadap Airlangga sudah di atas 50%,” ungkap Lamhot. Dia berharap pemilihan Ketum bisa dilakukan secara aklamasi dengan memilih Airlangga. Namun jika tidak tercapaimaka dilakukan voting. Pihaknya menghargai para calon yang maju karena sebagai proses demokrasi dalam Golkar. Hanya saja, Ketua Dewan Pem- bina Golkar Aburizal Bakrie tidak inginmunaslub digelar dengan alasan keputusan tertinggi (rapat pleno DPP) menyatakanmunaslub digelar pascapraperadilan Novanto. Sekjen Idrus Marham sebagai Plt Ketum juga berpegang pada hasil rapat pleno DPP. Sementara pendukung munaslub berpendapat agar Golkar segera diselamatkan utamanya dalam menghadapi tahun politik. Menurut Lamhot, Aburizal maupun Idrus bukan tidak setuju munaslub. “ARB dan Idrus me- nunggu pra peradilan. Sementara 33

Made with FlippingBook - Online catalogs