ID200630

24 >>

8 >>

14 >>

money & banking

industries

national & politics

SELASA 30 JUNI 2020

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

Oleh Triyan Pangastuti dan Nida Sahara

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons kekesalan Presiden Joko Widodo tentang lemahnya penanganan Covid-19, termasuk lambannya pencairan stimulus ekonomi. Menkeu berkomitmen membenahi dan mempercepat pencairan anggaran stimulus ekonomi dan berjanji untuk bekerja lebih keras lagi. Hasilnya sudah terbukti, realisasi pencairan stimulus ekonomi pun membaik.

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

SCAN DISINI

agribusiness

Joko Widodo

Sri Mulyani Indrawati

Febrio Kacaribu

Wimboh Santoso

menteri dan pimpinan lembaga, Presiden melontarkan soal perom- bakan kabinet ( reshuffle ) sebagai salah satu tindakan luar biasa yang akan dilakukan menyikapi situasi yang dihadapi. Kemarahan Presiden terlihat pada tayangan video berdurasi 10 menit, yang baru diunggah pada Minggu (28/6) oleh Biro Pers Media dan In- formasi Sekretariat Negara, di akun resmi Youtube Sekretariat Presiden. Jokowi mengatakan, suasana tiga bulan terakhir ini adalah suasana krisis akibat merebaknya pandemi Covid-19. Namun, dia melihat belum ada pandangan yang sama dalam diri para menteri dan pimpinan lem- baga pemerintahan lainnya dalam menghadapi situasi yang sedang krisis. Kekecewaan Presiden kembali dilontarkan saat membuka rapat terbatas (ratas) tentang perce- patan penanganan dampak pandemi

Menteri Keuangan mengatakan, saat ini pemerintah terus mem- benahi dan mempercepat kinerja pencairan anggaran penanganan pandemi Covid-19. “Kita kerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih baik, itu yang diharapkan oleh Bapak Pres- iden Joko Widodo,” kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (29/6/2020). Menur ut dia, Covid-19 telah menimbulkan krisis cukup dalam, sehingga penanganannya perlu dipercepat. “Jadi memang yang di- instruksikan beliau itu bagus untuk kita semua, sehingga ada sense of crisis ,” tegasnya. Sebelumnya, saat memimpin rapat kabinet paripurna pada Kamis (18/6), Presiden Jokowi mengun- gkapkan kekesalannya tentang lambannya kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju dalam mengatasi pandemi Covid-19. Pada akhir pengarahannya kepada para

n Budi Waseso

Bulog Tagih Piutang Rp 2,61 T ke Pemerintah Perum Bulog mengharapkan pemer- intah segera mencairkan sisa piutang sebesar Rp 2,61 triliun, sehingga BUMN pangan tersebut bisa segera merealisasikan sejumlah rencana bisnis perusahaan. >> 9

macro economics

BI akan Menanggung 53,9% Beban Bunga Utang APBN Bank Indonesia (BI) diskemakan untuk menanggung beban Rp 35,9 triliun atau 53,9% dari total bunga Rp 66,5 triliun per tahun, sebagai akibat dari penambahan

P residen Joko Widodo kembali meminta penanganan pandemi Covid-19 tidak dilakukan datar tanpa ada kemajuan signifikan yang dapat dilihat oleh masyarakat. “Rapat terbatas hari ini kita akan evaluasi percepatan penan- ganan dampak pandemi Covid-19. Pada kesempatan yang baik ini, sekali lagi saya minta agar kita bekerja tidak linear,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) tentang percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Senin (29/6/2020). Presiden meminta ada terobosan-terobosan baru yang bisa dilihat masyarakat yang dapat berdampak pada percepatan penanganan pandemi Covid-19. Terobosan baru tersebut bisa saja dengan menambah personel dari pusat atau tenaga medis dari pemerintah pusat untuk prov- insi-provinsi di luar DKI Jakarta yang masih menunjukkan tren penyebaran Covid tinggi Terobosan lainnya, lanjut Jokowi, adalahmenambah peralatan-per- alatan kesehatan dalam penanganan Covid-19. Kedua terobosan tersebut sangat penting untuk dikontrol di provinsi yang masih ada kasus positif corona. Jokowi kembali menekankan hal itu karena ia melihat aksi per- cepatan penanganan pandemi Covid-19 beserta dampaknya yang dilakukan jajaran kementerian dan lembaga negara masih sangat datar dan belum ada pergerakan yang signifikan Presiden Jokowi juga mengajak kerja bersama seluruh pihak untuk mengefektifkan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Saat ini dibutuhkan penanganan dan pengendalian yang terintegrasi antara satu dengan lainnya, baik antarkementerian dan lembaga maupun pemerintah pusat dengan daerah “Menurut saya yang paling penting adalah pengendalian yang terintegrasi, sehingga semua kerja kita ini bisa efektif,” kata Jokowi. Selain itu, Jokowi mengingatkan bahwa semua kementerian atau lembaga negara maupun pemerintah daerah harus melupakan ego sektoral, baik itu ego kementerian, ego lembaga, maupun ego kedaerahan. Ia tidak mau semua stakeholder pemerintahan berjalan sendiri-sendiri dalam percepatan penanganan Covid-19. “Tidak ada lagi ego sektoral, ego kementerian, ego lembaga, ego kedaerahan. Apalagi jalan-jalan sendiri. Saya kira ini harus sudah kita hilangkan,” ujar Jokowi. Jokowi menekankan pula pentingnya dukungan TNI/Polri dalam meningkatkan kedisiplinan di tengah-tengah masyarakat, terutama untuk area publik yang berisiko. (nov)

utang untuk penanganan pan- demi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

>> 11

markets & corporate

Puncak Pembagian Dividen, Pemegang Saham Diguyur Rp 33 T Sebanyak 42 emiten bersiap menebar dividen tunai Rp 33,05 triliun

>> 15

kepada para pemegang saham pada Juli 2020.

(setara Rp 4,25 triliun) dari plafon se- besar Rp 106,11 triliun. Level itumen- ingkat dibanding sebelumnya, 3,65%. Yang masih memprihatinkan adalah insentif pembiayaan korporasi yang tetap di level nol persen atau sama sekali belum terimplementasikan. Kemudian insentif usaha dalam ben- tuk perpajakan sudah dicairkan se- banyak 10,14% atau Rp 12,30 triliun dari total anggaran Rp 120,61 triliun. Angka tersebut membaik dibanding realisasi posisi 16 Juni sebesar 6,8%.

verifikasi yang belum diproses di rumah sakit masih tinggi. Realisasi stimulus perlindungan sosial sudah terealisasi 34,06% atau setara dengan Rp 69,44 triliun dari total alokasi sebesar Rp 203,90 triliun. Hal itu membaik dibanding periode 16 Juni lalu yang masih 28,63%. Lonjakan cukup tajam terjadi pada realisasi insentif untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang mencapai 22,74% atau setara Rp 34,24 triliun, dari total bujet sebesar Rp 123,46 triliun. Persentase ini membaik dibanding 16 Juni yang hanya sebesar 0,06%. Sedangkan serapan untuk dana sektoral dan pemda terealisasi 4,01%

Covid-19 di Istana Merdeka, Senin (29/6). Pencairan Membaik Komitmen Menkeu untuk mem- percepat pencairan anggaran stim- ulus program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 695,2 triliun telah membuahkan hasil. Dia menyebutkan, realisasi stimulus untuk penanganan kesehatan yang pada 16 Juni lalu baru 1,54% dari plafon Rp 87,55 triliun, per 29 Juni kemarin sudah naik menjadi 4,68%. Sri Mulyani mengakui, penyaluran stimulus kesehatan masih terkend- ala oleh proses administrasi dan veri- fikasi yang rigid. Untuk klaim biaya perawatan pasien, kata dia, tingkat

Bersambung ke hal 2

>> harga eceran rp 9.000 (berlangganan Rp 160.000 /bulan)

www.investor.id

>> Investor Daily EDISI 2020 No. 5515

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

2 INTERNATIONAL SELASA 30 JUNi 2020

Pemulihan dari Covid-19 Masih Lambat Pendapatan Pariwisata Tiongkok Anjlok

Munir UZ ZAMAN / AFP

signifikan dari liburan Hari Buruh (Mei),” tutur Lu, seperti dikutip dari CNBC , Senin (29/6) Covid-19 per tama kali muncul akhir tahun lalu di kotaWuhan, Tiong- kok. Untuk mengendalikan penye- baran penyakit ini, lebih dari separuh wilayah negara memperpanjang masa liburan Tahun Baru Imlek sedikitnya selama sepekan pada Februari 2020. Tetapi saat penyebaran Covid-19 melambat dalam beberapa pekan terakhir, dan kegiatan bisnis serta masyarakat bergulir lagi pada April 2020, Tiongkok dihadapkan pada tantangan baru. Dari para pendatang luar negeri yang membawa virus ke negaranya. Harapan di Dalam Negeri Sementara virus ini berkembang menjadi pandemi global, negara- negara ekonomi besar lainnya juga terdampak parah, dan sekarang telah menginfeksi lebih dari 10 juta orang serta merenggut lebih dari setengah juta orang, permintaan ekspor Tiong- kok menjadi seret. Padahal Negeri Tirai Bambu masih terus berupaya mengalihkan keter- gantungan ekonominya dari ekspor ke konsumsi domestik. Namun karena sebagian besar perbatasan interna- sional ditutup, harapannya miliaran dolar AS yang tadinya dibelanjakan untuk pariwisata asing pada tahun lalu, sekarang hendak dialihkan ke dalam negeri. Angka resmi memperkirakan bah- wa pada semester pertama tahun lalu,

Oleh Happy Amanda Amalia

BEIJING – Perjuangan Tiongkok untuk menanggu- langi ancaman terhadap ekonomi, yang ditimbulkan pandemi virus corona Covid-19, masih jauh dari sele- sai. Pemberlakuan kembali pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat telah mengurangi laju pemuli- han. Ini terbukti dengan anjloknya pendapatan pari- wisata hampir 69% selama Festival Perahu Naga tiga hari, yang berakhir pada Sabtu (27/6).

tahun lalu, yang jatuh pada awal Juni. Selama festival, angka resmi biasanya menunjukkan hampir 95,98 juta per- jalanan wisata. “Data pariwisata dan aktivitas lain- nya selama liburan Festival Perahu Naga terakhir (25-27 Juni) menunjuk- kan pemulihan di sektor jasa masih lemah, karena beberapa alasan yang dapat dimengerti,” ujar Ting Lu, kepa- la ekonom Tiongkok dari Nomura. Dia menambahkan, peningkatan langkah-langkah jarak sosial dan ke- percayaan konsumen dibayangi oleh ketidakpastian serta tingkat pengang- guran yang tinggi. “Karena kebijakan larangan perjala- nan maka nyaris tidak ada perjalanan lintas batas selama liburan Festival Perahu Naga tahun ini. Data ini men- unjukkan tidak ada peningkatan yang

Sambungan dari hal 1 Pembatasan-pembatasan tersebut, utamanya diberlakukan di ibukota Bei- jing. Aturan jaga jarak sosial diketat- kan lagi. Begitu pula dengan penga- wasan perjalanan masuk dan keluar Beijing, setelah muncul klaster kasus Covid-19 selang dua pekan sebelum masa liburan tersebut. Menurut catatan pemerintah Tiong- kok, banyak objek wisata yang masih membatasi kedatangan pengunjung dari total kapasitas. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok menyampaikan, pada tahun ini tercatat ada sekitar 48,81 juta perjalanan wisata selama festival berlangsung. Dan menghasilkan pemasukan sebesar 12,28 miliar yuan (US$ 1,73 miliar). Namun, perolehan itu menunjuk- kan anjlok 68,8% dari 39,33 miliar yuan dibandingkan festival sama pada Dana Himbara Tahap II Sementara itu, dana pemerintah yang ditempatkan di empat bank ang- gota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp 30 triliun, akan dikucurkan dalam bentuk kredit ke sektor riil sebesar Rp 188,57 triliun. Dengan demikian, dana tersebut memiliki daya ungkit ( leverage ) enam kali lipat lebih. Pemerintah pun ber- janji untuk kembali menempatkan dana di bank Himbara pada Septem- ber mendatang, seiring batas waktu penempatan dana pemerintah tahap pertama sebesar Rp 30 triliun dengan jangka waktu tiga bulan, yakni pada Agustus. Sri Mulyani menyatakan, pemer- intah memonitor dan mengevaluasi setiap bulan penggunaan dana oleh masing-masing bank BUMN atau Himbara. Jika terbukti efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi, program akan diperpanjang dengan jangka waktu yang lebih lama. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Ke- menkeu) Febrio Kacaribu menam- bahkan, sebelum penempatan dana pemerintah tahap kedua pada Sep- tember, keempat bank Himbara bisa mendapatkan suntikan dana lagi dari pemerintah sering meningkatnya permintaan kredit. “Tapi pemerintah danOtoritas Jasa Keuangan akan terus memantau perkembangan,” kata dia. Lebih lanjut Menkeu Sri Mulyani mengatakan, keempat bank Himbara berkomitmen menyalurkan kredit sebesar Rp 188,57 triliun dari pene- mpatan dana dari pemerintah tahap I sebesar Rp 30 triliun. Empat bank Himbara terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PTBankMandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). “Himbara telah menyampaikan masing-masing strategi mengenai rencana penggunaan penempatan uang negara untuk mendukung kegiatan bisnis bank umum yang terkait dengan percepatan pemulihan ekonomi,” ujarnya. Menkeu menyatakan, penempatan dana sebesar Rp 30 triliun ke Himbara merupakan bagian dari percepatan program Pemulihan Ekonomi Na- sional (PEN) untuk menggerakkan sektor rill dan mendukung kegiatan bisnis bank umum. Ketentuan tentang penempatan dana pemerintah di bank-bank ang- gota Himbara tertuang dalam Per- aturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK 05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Be- leid hasil revisi PMK No 3/PMK 05/2014 tentang Penempatan Uang Negara ini berlaku mulai 22 Juni 2020. PMK tersebut mengacu pada Undang-Undang (UU) No 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuan- gan dalam Rangka Penanganan Pan- demi Covid-19. Landasan hukum lainnya adalah Undang-Undang No 1/2004 tentang Perbendaharaan. Dana penempatan pemerintah se- besar Rp 30 triliun berasal dari dana pemerintah yang selama ini disimpan di rekening Bank Indonesia (BI).

Kecelakaan Kapal Feri di Bangladesh Petugas penyelamat membawa sejumlah jenazah korban sebuah kapal feri yang terbalik di terminal feri Sadarghat di Dhaka, Bangladesh, Senin (29/6/2020). Sedikitnya 32 orang tewas dan puluhan lainnya hilang ketika sebuah kapal kapal feri terbalik dan tenggelam, setelah bertabrakan dengan feri lain di sungai dekat Sarfarazganj di Dhaka, Bangladesh pada Senin (29/6) pagi waktu setempat. Kecelakaan kapal feri sering terjadi di Bangladesh karena standar keselamatan yang buruk di banyak galangan kapal negara itu.

1,95 miliar), Situs jasa perjalanan perjalanan Tiongkok, Ctrip , menyatakan laju pemulihan permintaan wisatawan melambat selama festival terbaru dibandingkan selama dua hari libur umum lainnya dalam tiga bulan tera- khir. (sumber lain)

itu di tahun ini. Mengingat guncangan yang ditimbulkan oleh Covid-19. Namun, menurut Biro Statistik Nasional, angka penjualan barang- barang ritel konsumen di Tiongkok selama lima bulan pertama 2020 telah turun 13,5% dibandingkan tahun lalu, menjadi sekitar 13,87miliar yuan (US$

jumlah wisawatan Tiongkok telah menghabiskan US$ 127,5 miliar di luar negeri, terutama di negara-negara Asia lainnya. Di sisi lain, tidak diketahui pasti apakah sebagian besar konsumen Tiongkokmemiliki pendapatan dan ke- percayaandiri untukberbelanja sebesar

agresif dalam mempercepat proses pemberian kredit,” kata Wimboh. Pada bagian lain,Menkeu SriMulyani juga menyebut dana pemerintah yang ditempatkan dalam rekening kas Bank Indonesia mencapai Rp 300-400 triliun. “Uang negara yang ada di BI di atas Rp 300 triliun, bahkan kadang-kadang bisa mencapai Rp 400 triliun, dengan suku bunga yang diatur oleh kami dan BI,” ungkap Sri Mulyani. Ia mengatakan, proses pengalihan dana pemerintah di BI ke Bank Him- bara sudahmendapatkan izin dari Bank Indonesia, yang bertujuan mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong sektor riil. Pencairan dana Rp 30 triliun tersebut sudah dilakukan pada 25 Juni. (hg)

besar. Meski demikian, sudah ada bank yang kredit bermasalahnya (NPL) meningkat. “Ini sudah diprediksikan sejak semula. PeningkatanNPLmenun- jukkan beberapa sektor sudah mulai kena imbas Covid-19,” kata dia. Wim- boh menekankan, perbankan harus mulai memberikan kredit ke debitur yang sudahmenempuh restrukturisasi. Dalam hal ini, OJK ingin mengetahui dan memantau perkembangan rencana bisnis masing-masing bank hingga Desember. “Kami sambut baik langkahMenkeu menempatkan dana di bank Himbara, walaupun likuiditas Himbara melim- pah. Ini merupakan bentuk perhatian dan dorongan agar perbankan lebih

Tengah Pandemi yang dipandu oleh News Director Beritasatu Media Hold- ing Primus Dorimulu di Beritasatu TV , Senin (29/6). Pahal optimistis, hingga akhir tahun ini BTN dapat membukukan pertum- buhan kredit 5% secara tahunan. BTN tahun ini mendapatkan alokasi penyalu- ran KPR bersubsisi sekitar 146 ribu unit Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJKWimboh San- toso mengatakan, kondisi perbankan dan likuiditas masih terjaga baik. Hal ini didukung oleh stimulus moneter Bank Indonesia dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM) cukup atau setara Rp 18-20 triliun. Likuiditas Bank Terjaga

1,38% senilai Rp 1,69 triliun, serta sektor jasa-jasa lainnya 25,36% se- nilai Rp 31,06 triliun. Area penyaluran kredit UMKM BRI akan didominasi di daerah perdesaan sebesar Rp 69,03 triliun atau 56,35%, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah perdesaan. Di sisi lain, BNI dalam tiga bulan ke depan berencana menyalurkan kredit sebesar Rp 15,04 triliun kepada segmen usaha kecil, menen- gah, dan korporasi. Untuk segmen usaha kecil, BNI akanmenyalurkan Rp 12 triliun, segmen menengah sebesar Rp 492 miliar, dan segmen korporasi sebesar Rp 2,55 triliun dengan fokus pada orientasi ekspor dan industri padat karya. “BNI rencananya salurkan Rp 15,04 triliun ke sektor riil, kor- porasi, UKM, konsumer, Di Juli salurkan sebesar Rp 4,9 triliun, Agustus Rp 4,9 triliun, dan Sep- tember Rp 5,1 triliun,” tutur Sri Mulyani. Dihubungi terpisah, Direktur Utama BNI Herry Sidharta men- gaku masih akan mengevaluasi po- tensi penyaluran kredit setiap tiga bulan. Sebab, Menteri Keuangan meminta untuk rencana ekspansi setiap tiga bulan, oleh sebab itu pi- haknya belum dapat menyebutkan rencana ekspansi kredit hingga akhir tahun ini atau enam bulan sejak Juli hingga Desember 2020. Sri Mulyani juga mencatat ren- cana penyaluran kredit BTN pada enam bulan atau dari Juli hingga Desember 2020 adalah sebesar Rp 30,03 triliun yang didominasi oleh penyaluran kredit pemilikan rakyat (KPR) 52% serta kredit lain- nya di sektor perumahan. Kredit ke BUMN sebesar 30% dan kredit konstruksi sebesar 18%. “BTN mendapatkan dana Rp 5 triliun pada Jumat (26/6) dan kami harapkan realisasi dalam bentuk penyaluran kredit secara gross dalam tiga bulan mendatang dapat mencapai Rp 15 triliun,” kata Direk- tur Utama BTN Pahala NMansury dalam acara Special Dialogue Bersama BTN: Geliat Properti Di

Suku bunga ditetapkan sama dengan penempatan di rekening BI, yaitu 80% dari suku bunga BI7DRRR atau setara 3,42%. Menkeumenjelaskan, BankMandiri akan menyalurkan dana kepada kred- it-kredit yang produktif, sektor padat karya, serta mendukung ketahanan pangan dan sistem logistik nasional dengan total penyaluran mencapai Rp 21 triliun dalam waktu tiga bulan ke depan. BankMandiri berkomitemenmewu- judkan empat misinya untuk men- dukung PEN. Pertama, meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif dan sektor riil. Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Ketiga, mendukung programpemerin- tah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan. Keempat, mendukung sistem logistik nasional. “Aloksi segmen untuk Mikro-KUM dan KUR sebesar Rp 6 triliun, di antaranya fokus ke sektor pertanian, perkebinan peternakan, dan perika- nan. Kemudian, Mikro-KSM sebesar Rp 1 triliun, untuk peternakan, perta- nian, pengolahan, dan jasa perdagan- gan,” ujarnya. Kepada Investor Daily, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumi- laar menyatakan, hingga Desember ekspansi kredit bisa mencapai Rp 40 triliun lebih. Dengan demikian, total kredit yang disalurkan Himbara hingga akhir tahun akanmencapai Rp 207,57 triliun. Sedangkan BRI akan mengalokasikan untuk ekspansi kredit UMKM selama enam bulan ke depan senilai Rp 122,50 triliun, dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87% atau senilai Rp 108,80 triliun. Ekspansi kredit UMKM akan difokuskan pada sektor nonper- dagangan senilai Rp 71,32 triliun atau 58,21%. Berdasarkan sektor ekonominya, BRI akan menyalurkan kredit kepada sektor perdagangan sebesar Rp 51,18 triliun atau 41,78%, sektor pertanian sebesar Rp 25,95 triliun atau 21,18%. Penyaluran ke sektor industri pen- golahan sebesar Rp 12,62 triliun atau 10,30% dari kredit, sektor perikanan

INVESTOR DAILY SELASA 30 JUNI 2020 | 3

*tri01017.id/freepik.com

SELASA 30 JUNI 2020

4 OPINION SENIN 2 SEPTEMBER 2019

4

Editor In Chief : Primus Dorimulu

“Kita bisa buta terhadap hal-hal yang sangat jelas, dan kita bisa buta terhadap kebutaan kita.”

: Nicky Hogan

Chief Executive Officer

agar makin agresif menurunkan suku bunga kebijakannya ( Fed funds rate /FFR). Bahkan, Trumpmenuding The Fed telah membuat ekonomi AS dalam bahaya. Namun, Jerome Powell se- bagai komandan The Fed belummau tunduk pada tekanan Trump. Sejauh ini, The Fed hanya memangkas FFR sebesar 25bps menjadi 2,25%. Pemangkasan lanjutan berpeluang terjadi di September 2019. Perkiraan dari konsensus Bloomberg , FFR akan dipangkas sebesar 50bps. Nasib Rupiah Dalam situasi inilah nasib rupiah akan ditentukan. Meskipun sepan- jang tahun ini rupiah bergerak stabil dengan volatilitas yang lebih rendah dari tahun sebelumnya. Namun, jika intesitas perang terus naik, maka tekanan terhadap rupiah tidak bisa dihindari. Apalagi, pergerakan yuan dan rupiah cukup erat. Ketika yan melemah, maka rupiah pun berpelu- ang untuk melemah. Sampai saat ini, fundamental ekonomi domestik masih lemah. Hal ini tercermin dari posisi neraca berjalan yang defisit. Neraca berjalan yang defisit berarti perekonomian Indonesia lebih banyak menghabis- kan devisa daripada menghasilkan. Dengan kata lain, perekonomian Indonesia kurang produktif dan ber- daya saing. Komponen ekspor masih tetap didominasi oleh komoditas berdaya saing rendah. Itulah sebabnya, Indo- nesia kesulitan untuk masuk dalam supply chain global , seperti yang dialami oleh negara lain di kawasan. Untuk menutup defisit neraca berjalan ini, Indonesia harus men- gandalkan aliran modal jangka pen- dek yang masuk ke pasar porto- folio, khususnya Surat Berharga Negara (SBN). Pemodal asing sangat agresif memburu SBN, karena imbal hasilnya yang sangat tinggi. Masalahnya, aliran modal jangka pendek ini sangat rentan dengan sen- timen yang dapat memicu pembalikan arus modal. Imbasnya, membuat stabilitas makroekonomi terganggu. Indonesia pun akan kembali dihadap- kan pada stabilitas vs pertumbuhan. Itulah sebabnya, Indonesia harus lebih banyak mendorong inves- tasi yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan ke sektor riil. Namun, ini membutuhkan prasyarat, yaitu kepastian dan kemudahan regulasi dan keandalan birokrasi. Menurut survei Bank Dunia, dua hal ini men- jadi konstrain terbesar terhadap aliran investasi jangka panjang yang masuk ke Indonesia. Indonesia belumbisamembereskan hal ini dengan baik dan tuntas, meski pemerintah telah mengeluarkan 16 paket ekonomi. Daya ungkit pertum- buhan belum melenting. Setidaknya, ini tercermin dari per tumbuhan ekonomi yang dalam empat tahun terakhir mendatar di level 5%. Oleh sebab itulah, agar daya tahan rupiah makin membaik dalam meng- hadapi tekanan eksternal, maka per- cepatan reformasi hukum dan kelem- bagaan harus segera direaliasikan. Butuh ketegasan dan kemauan politik yang tinggi untuk mereal- isasikannya. Keberanian Presiden untuk membubarkan lembaga yang menghambat akselerasi perekono- mian harus dibubarkan, tentu sangat dinantikan. Jika tidak ada perubahan yang signifikan dalam reformasi regulasi dan kelembagaan, kita akan terus melihat nasib rupiah selalu disetir tekanan-tekanan eksternal. Rupiah tidak berdaya untuk menentukan nasibnya sendiri. Inilah tragedi yang menyedihkan itu.

tahun 2011. Itulah sebabnya, langkah Tiongkok ini harus dihentikan/ diperlambat. Salah satunya melalui tekanan perdagangan. Meski begitu, Tiongkok bukan- lah negara lemah. Apalagi, dalam sejarahnya, Tiongkok berkali-kali mengalami tekanan dan kesusahan. Tiongkok pernah mengalami kelapa- ran terburuk dalam sejarah tahun 1958-1962 di era Mao Zedong. Tiongkok juga pernah diinvasi oleh Jepang, hingga memicu terjadinya tragedi Nangking, 1937. Kesusahan ini tentu membuat Tiongkok ban- yak belajar untuk menjadi bangsa bermental penjual. Itulah sebabnya, Tiongkok tidak gentar menghadapi tekanan AS. Harus diakui, perang dagang ini akan membuat AS dan Tiongkok menderita. Setidaknya, ini dapat dili- hat dari melambatnya pertumbuhan ekonomi dua negara. Pada kuartal II-2019, pertumbuhan ekonomi AS merosot menjadi 2,1% (yoy) dari kuar- tal I-2019 sebesar 3,1%. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok di kuartal II-2019 juga merosot menjadi 6,2% (yoy) dari kuartal I-2019 sebesar 6,4% (yoy). Meski begitu, Tiongkok telah bersiap menerima, sekiranya per- tumbuhan ekonominya melambat lebih cepat. Itulah sebabnya, sejum- lah kebijakan telah disiapkan oleh Tiongkok, khususnya dalammenjaga vitalitas konsumsi domestik. Kelas menengah Tiongkok akan menjadi pilar utama yang akanmenggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi Tiong- kok. Kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan perdagangan dilakukan. Perang Mata Uang Di samping itu, Tiongkok juga telah mempersiapkan ‘amunisi’ lain n Nicky Hogan untuk melawan tekanan kenaikan tarif. Salah satunya dengan kebijakan devaluasi nilai tukar Yuan. Sejak Juni 2019, tren pelemahan Yuan telah terjadi. Bahkan, ketika Trump kembali menaikkan tarif tam- bahan pada, Jumat (23/8), nilai tukar Yuan melemah cukup dalam hingga menembus level 7,15 per dolar AS. Ini merupakan level terlemah dalam satu dekade terakhir. Melalui kebijakan devaluasi ini diharapkan akan membuat produk- produk Tiongkok tetap kompetitif, sehingga dapat mengompensasi tambahan kenaikan tarif. Memang mendevaluasi yuan lebih dalam menyimpan risiko, yaitu akan men- dorong terjadinya pelarian arus modal, yang ini juga berisiko ter- hadap perekonomian Tiongkok. Hal seperti ini pernah terjadi pada tahun 2015, ketika yuan tiba-tiba melemah. Bank Sentral China (PoBC) harus menghabiskan cadangan devisa sekitar US$ 1 triliun untuk mensta- bilkan yuan. Namun, jika Trump terus melaku- kan tekanan, maka risiko ini akan di- ambil Tiongkok. Artinya, potensi yuan untuk melemah lebih dalam sangat terbuka. Masalahnya, langkah devalu- asi yang dilakukan oleh Tiongkok ini bisa ditiru oleh negara-negara lain, khususnya yang ekspornya besar un- tukmencegah kehilangan daya saing. Sebenarnya, Trump juga meng- inginkan nilai tukar dolar AS sedikit melemah. Sehingga, membuat te- kanan pada Tiongkok makin besar. Itulah sebabnya, Trump terus me- nekan Bank Sentral AS (The Fed) simulasi penyelamatan diri mengha- dapi bencana kebakaraan, misalnya. Bisa pula simulasi penyelamatan saat gempa. Atau, bagaimana perto- longan pertama pada korban dalam simulasi keselamatan saat terjadi gempa bumi. Kegiatan tersebut un- tuk memberikan pemahaman lang- kah awal menyelamatkan diri dan mencari tempat aman saat terjadi gempa kepada pelajar. Melalui mimbar terbuka ini, kami

Oleh Desmon Silitonga

Editor In Chief : Primus Dorimulu John Riady :

Editor at Large

M eredupnya proyeksi per- tumbuhan ekonomi global ini tidak dapat dilepaskan dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sampai saat ini belum ada sinyal berakhir, meski telah beberapa kali pertemuan negosiasi dilakukan. Aksi balas terus terjadi. Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump makin agresif menaikkan tarif pada produk dari Tiongkok. Yang t e r ba r u , p ada J uma t (23/8/2019), Donald Trump mem- berlakukan tarif tambahan sebesar 5% menjadi 30% terhadap produk- produk impor Tiongkok senilai US$ 250 miliar yang berlaku 1 Oktober 2019. Juga dilakukan tarif tambahan sebesar 5% menjadi 15% terhadap produk-produk impor Tiongkok senilai US$ 300 miliar yang berlaku 1 September 2019. Tambahan tarif baru ini sebagai respons atas langkah pemerintah Tiongkok yang kembali menaikkan tarif terhadap produk im- por AS senilai US$ 75 miliar. Aksi saling membalas ini membuat pasar keuangan global kembali ter- tekan. Jumat (23/8), indeks saham AS (Dow Jones) merosot hampir 3%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun anjlok ke level 1,4%. Selisih ( spread) dengan obligasi tenor 2 tahun kembali menipis, yang mem- buat alarm krisis kembali berbunyi. Kejatuhan pasar keuangan AS ini menjalar ke pasar keuangan lainnya, termasuk Indonesia. Pada Senin (26/8), pasar saham Indonesia (in- deks harga saham gabungan/IHSG) turun sebesar 0,6%. Pendeknya, volatilitas pasar keuangan global menjadi sangat ditentukan oleh arah dari perang dagang ini. Terunggul Meski AS terus melakukan tekanan bertubi-tubi, tetapi Tiongkok tidakgen- tar. Perlawanan ( retaliation) dilakukan. Salah satu langkahperlawanan yangdi- lakukanTiongkok ialahmenghentikan pembelian produk-produk pertanian dari AS, khususnya gandum. Tindakan Tiongkok ini membuat Tr ump berang. Bagaimanapun, Tingkatkan Edukasi Kesiap- siagaan Bencana BENCANA alam kerap melanda negeriini.Mulaidarikebakaranhingga gempa bumi yang tak terduga. Maka, kesiap-siagaanadalahsebuahhal yang mesti jadi perhatian dan dilakukan. Semulasi-simulasi menghada- menjadi 2,6% (yoy) dari sebelumnya 2,9% (yoy). meredup. Hal ini dapat dilihat dari M enur ut Wi k i ped i a , kelompok demografi milenial, yang juga dikenal sebagai Gene­ rasi-Y, para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kel h ran generasi ini. Berarti umur milenial saat ini pada kisaran 20-40 tahun, kelompok usia investor terbesar yang “men­ guasai” pasar modal, dunia saham dan reksa dana kita. Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia, sekitar duapertiga jumlah investor Indonesia adalah kaum milenial, di antara total lebih dari 2,5 juta jum­ lah investor yang tercatat. Peraih hadiah Nobel, Daniel Kahneman, dalam bukunya, Thinking, Fast and Slow , membagi pemikiran manusia menjadi dua, yakni sistem 1 “berpikir cepat” dan sistem 2 “berpikir lambat”. Sistem 1 bersifat intuisi, kita terlahir dalam keadaan siap --mengenali benda, takut laba-laba, dan menghindari kerugian. Sedangkan sistem 2 adalah operasi sengaja yang mem­ butuhkan perhatian --berjalan lebih cepat dari biasa, menjaga kelakuan dalam situasi sosial, mengisi surat laporan pajak. Generasi-X, generasi sebelum proyeksi Dana Moneter International (IMF) yang dirilis Juli 2019 lalu yang kembali memangkas pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 menjadi 3,2% (yoy) dari sebelumnya 3,3% (yoy). Ini merupakan pemangkasan yang ketiga di tahun ini. Langkah yang sama juga dilakukan oleh Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 Oleh Bimo Joga Sasongko *) S epanjang bulan Juni sangat is­ timewa untuk Bangsa Indone­ sia. Istimewa karena empat dari Presiden RI lahir di bulan Juni, yakni Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, dan Joko Widodo. Presiden ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ) Habibie, di­ lahirkan pada 25 Juni 1936 di Pare­ pare, Sulawesi Selatan. Ada peran sejarah BJ Habibie un­ tuk mewujudkan impian Ibu Per­ tiwi yang menginginkan adanya jembatan udara Nusantara. Yang menghubungkan kepula an In­ donesia dan kawasan regional. Serta mampu mendarat p da ban­ dara perintis di daer h terpencil. Semua Presiden RI senantiasa berpikir keras demi mewujudkan kemajuan bangsa. Presiden ke-3 RI BJ H bibi sejak remaja hingga khir hayat, langkah dan sum­ pahnya berori ntasi pada impian Ibu pertiwi. Impian itu emakin mengkristal ketika Habibie muda pada 1955 ber temu dengan Presiden per­ tama RI. Saat itu Bung Karno menyatakan impian-impian Ibu Pertiwi terkait dengan pentingnya kemandirian di sarana-prasarana perhubungan di Indonesia. Un­ tuk itu dibutuhkan kapal laut dan pesawat terbang yang dibuat di dalam negeri dan dilakukan dengan kompetensi putra-putri bangsa sendiri. Dalam perjalanan sang waktu, harapan dan keinginan Bung Karno di atas telah diwujudkan oleh BJ Habibie. Karena berhasil mendi­ rikan bermacam wahana trans­ formasi teknologi dan industri. Serta menyiapkan SDM unggul yang mampu bekerja sama dan bergotong-royong mewujudkan impian Ibu Pertiwi. Selain menyiapkan wahana dan SDM kelas dunia, BJ Habibie telah menyiapkan cetak biru pemba­ ngunan infrastruktur bangsa yang berbasis kemandirian dan proses nilai tambah optimal yang berarti bagi perekonomian bangsa. Pemerintahan saat ini seyogia­ nya melanjutkan tahapan dan kerja detail dari BJ Habibie dalam embangun berbagai infrastruk­ Kinerja perekonomian global sepanjang tahun ini akan cenderung Oleh Nicky Hogan *)

: Tito Sulistio : John Riady

Executive Chairman

---Daniel Kahneman

Editor at Large

Desmon Silitonga Analis Riset PT Capital Asset Management & Alumnus Pascasarjana FE UI Kegiatan R80 tahap per tama ( phase 1 ) berupa preliminary design dibiayai secara private atau pribadi oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Sebenarnya status PSN dibutuhkan hanya untuk menunjukkan adanya dukungan moril dari pemerintah dan itu menunjukkan supremasi bangsa di bidang industri dir­ gantara. Political will dari pemerintah itu sebenarnya bisa menjadi modal sosial untuk melangkah ke fase pengembangan R80 berikutnya, yakni tahap strategic investment dan tahap komersial. dengan perkembangan teknologi terkini, tetapi juga sekaligus bisa mewujudkan pekerjaan outsourcing teknologi tinggi masuk ke Tanah Air. Kondisi pesawat komuter saat ini yang dipakai untuk penerbangan perintis juga masih sarat dengan masalah. Jumlah pesawat dan SDM penerbangan yang mendukung penerbangan perintis masih ku­ rang. Pesawat komuter kebanyakan bekas pakai atau sewa dari luar negeri. Kompetensi SDM bangsa di bidang teknologi dan industri dirgantara merupak n s tu dari s dikit negara yang memiliki SDM terb ik. Perlu dicatat untuk men­ cetak SDM bangsa itu diperlukan anggaran besar n waktu yang panjang. Para ahli bidang dirgantara tidak h nya berk rier di dalam negeri melaink n juga terlibat langsung dalam berb g i proses pembuatan pesawat terbang ter­ kemuka dunia, seper ti Airbus maup n Boeing. Proyek pengembanga pesawat R80 yang sebelumnya masuk dalam PSN dikerjakan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI). Sedangkan proyek pesawat N245 digarap oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Pesawat N245 merupakan modi­ fikasi atau pengembangan yang berbasis pesawat CN235 yang dirancang bangun dan diproduksi pada era Menristek BJ Habibie pada era 80-an. merespons, sifatnya mal h negatif. G ner si-Y, dalam sepuluh dan lima tahun terakhir, terpapar ingar-bingar berita dan cerita me­ ngenai inv stasi saham d reksa dana. Berita baik dan positif sangat berp ngaruh terhadap pemahaman awal yang kosong dari seseorang, dan membentuk intuisinya. Berun­ tung, d antara beberapa berita da pengajar yang kera bercerita te tang kelamnya dunia saham, le­ bih banyak berita yang sifatnya pos­ itif danmembangun. Kaummilenial yang mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai investasi menjadi sangat terbuka karenanya. Pemeran utama yang terus me­ nerus memberikan saran kepada pemeran pembantu, untuk se­ nantiasa memperhatikan hingga akhirnya mengambil alih. Milenial yang bahkan tidak hanya mengerti dan menikmatinya sendiri, tetapi turut menebarkan benih positif ke komunitasnya. (Menyenangkan membaca koreksi dan protes dari kaum milenial di beberapa tulisan media sosial kepada rekannya yang masih saja memakai istilah “main saham”.) Teruslah menyebarkan kabar baik. Tidak hanya soal investasi. Apapun itu. * CEO Berit Satu Media Holdings

milenial, miskin dengan informasi yang benar danmemadai mengenai pemahaman investasi di pas r modal. Hal itu lantaran akses in­ formasi tidak semudah sekarang, di mana “di masa mereka” samar- samar yang selalu terdengar ten­ tang pasar modal hanyalah saham yang mahal, ruwet, dan –terutam -- mer ugikan. Akibatnya, ketika mendengar kata saham, secara intuisi, bahkan tanpa perlu perintah otak sekalipun, generasi ini akan menghindar. Sistem 1 hanya sedikit mema­ hami logika serta tidak bisa di­ matikan, dan celakanya sistem 2 sifatnya pemalas. Pemeran utama yang tidak didukung oleh pemeran pembantu. Ambyar. Generasi-X hidup di masa “keta­ kutan” seperti itu, dan

TAJUK

TAJUK

n Desmon Silitonga

P emindahan ibu kota negara dari Jakar ta ke Kalimantan Timur menjadi momentum pembangunan ekonomi dan peradaban Indonesia. Pe- mindahan ibu kota pemerintahan paling tidak menjadi momentum revitalisasi Ja- karta sebagai metropolitan dan pengem- bangan kota-kota di Indonesia. Dengan lahan pertanian yang kian sempit akibat ledakan penduduk, kota menjadi pilihan permukiman penduduk pada masa akan datang. Kota menjadi penggerak pertum- buhan ekonomi. Kita mendukung keputusan Presiden Jokowi untuk memindahkan ibu kota negara ke luar Jawa. Lokasi yang sudah ditetapkan adalah Kabupaten Kutai Ker- tanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. Luas lahan untuk kota baru mencapai 180.000 ha, tiga kali Jakarta. Ibu kota baru dirancang menjadi green city , smart city , modern city , dan world class city . Luas daerah perkantoran dan permuki- man di ibu kota baru sekitar 40.000 ha. Selebihnya adalah lahan hijau. Gedung pemerintahan, legislatif, dan yudikatif dibangun vertikal agar ibu kota baru benar-benar lega. Tidak seperti Jakarta yang sumpek dan semrawut. Penduduk 10,2 juta menumpuk di kawasan yang hanya seluas 60.000 ha. Ibu kota baru ditandai oleh taman kota yang luas, trotoar yang lebar, dan ruang terbuka bagi rakyat untuk berkumpul dan ber- interaksi. Pemindahan ibu kota hanya mem- bawa pejabat dan pegawai kementerian dan lembaga yang menjadi bagian dari pemerintah pusat, anggota DPR RI dan DPD RI. Karena yang dipindahkan hanya pusat pemerintahan. Jakarta tetap dipertahankan dan bahkan akan terus dikembangkan sebagai pusat bisnis dan jasa keuangan. Untuk mendukung Jakarta sebagai pusat keuangan, kantor pusat Bank In- donesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap di Jakarta. Demikian pula dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bursa komoditi Indonesia. Kantor pusat bank dan lembaga keuangan akan tetap berada di Indonesia, mengikuti kantor pusat BI dan OJK. Perencanaan pemindahan ibu kota berjalan seiring dengan pengembangan Jakarta yang akan didorongmenjadi kota metropolitan nomor satu di Asia Teng- gara. Pemindahan ibu kota bukan hanya menjadi momentum untuk mewujudkan sebuah kota pemerintahan yang bertaraf internasional, tapi juga momentumuntuk membangun sejumlah kota motropolitan dan mengembangkan kota di seluruh Indonesia. Selain Jakarta, Surabaya, Bandung, Bandung, dan Semarang akan dikem- bangkan sebagai kota metropolitan. Di luar Jawa, ada enam kota metropolitan yang dikembangkan, yakni Medan, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Denpasar. Dalam pada itu, pemerintah juga mendorong pengem- bangan kota-kota di Indonesia, di anta- ranya Marauke. Setidaknya ada empat alasan utama pemindahan ibu kota. Pertama, daya dukung Jakarta tak cukup bagi pen- duduk yang sudah menembus 10,2 juta. Air bersih yang disediakan PAM Jaya, misalnya hanya mampu menjangkau 70% rumah. Selebihnya mengonsumsi air tanah yang berdampak langsung pada penurunan permukaan tanah. Transpor- tasi semrawut. Permukiman terlampau padat. Tak menyisakan ruang terbuka dan taman kota. Industri terlalu dekat dengan kota. Ditambah emisi kendaraan bermotor, Jakarta menjadi salah satu ibu kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Kedua, pemindahan ibu kota peme- rintahan menjadi momentum untuk membangun Jakarta. Dengan infrastruk- tur yang sudah dan sedang dibangun, Jakarta perlu dibangun menjadi pusat keuangan Asia Tenggara dan kota metro- politan terbaik di Asia Tenggara. Setelah P andemi Covid-19 yang berdam­ pak luar biasa terhadap rakyat Indonesia membutuhkan penan­ ganan super cepat, bukan dengan cara-cara yang biasa. Para pengambil keputusan di pemerintahan harus be­ rani mengambil kebijakan dalamsituasi yang sulit ini. Akselerasi penanganan Covid-19 dan pencairan anggaran stimulus fiskal diharapkan akan mem­ percepat pemulihan ekonomi nasional. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tel h berul ng k li meminta jajaran menteri dan pimpinan lembaga negara untuk bek rja cepat dalam menangani pandemi Covid-19. Dal m rahanny di Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020, Presiden mengingatk n k ­ pada p menteri ntuk m mpercepat belanj kementerian. Presiden mencer­ mati penc iran anggaran di bidang ese­ hatan m sih rend h dan ekanka bantuan sosial agar segera dikeluarkan. Presiden juga menegaskan kepada ja­ jarannya i bidang pereko omian untuk segera memastikan stimulus ekonomi dapat masuk ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pemerintah menganggarkan stimu­ lus fiskal bagi penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 695,2 triliun. Stimulus itu dimanfaatkan untuk men­ angani kesehatan Rp 87,55 triliun, per­ lindungan sosial Rp 203,9 triliun, insen­ tif usaha Rp 120,6 triliun, UMKM Rp 123,46 triliun, pem­ biayaan korporasi Rp 53,57 triliun, dan sektoral serta Pemda Rp 106,1 triliun. Na un sayang­ nya, penyerapan be­ lanja stimulus fiskal itu masih lamban dan belum optimal hingga mendekati akhir Juni 2020. Un­ tuk perlindungan sosial, realisasinya paling tinggi yakn mencapai 34,06% atau sekit r Rp 69,48 triliun, karena pelaksan an k rtu prakerja d BLT dana desa yang be­ lu efektif. Meski demikian, pelaksanaan program b n­ tuan sosial seperti sembako, PKHma ­ pun bansos tunai dan diskon tarif listrik sudah berjalan dengan baik. Kemudian, untuk program sektoral dan Pemda, realisasinya mencapai 4,01% atau sekitar Rp 4,25 triliun, kare­ na membutuhkan dukungan Pemda secara umum dalam proses penyele­ saian regulasi. Untuk programUMKM, realisasinya mencapai 22,74% atau Rp 28 triliun, yang telah dimanfaatkan untuk subsidi bunga KUR maupun non KUR serta penempatan dana di bank Himbara. Untuk pembiayaan korporasi belum terserap sama sekali, karena masih membutuhkan penyelesaian skema dukungan dan regulasi serta infrastruk­ tur pendukung untuk operasionalisasi. Terakhir, insentif usaha, penyerapannya 10,14% atau sekitar Rp 12,1 triliun, kar­ ena masih ada pelaku usaha penerima insentif yang belu memanfaatkan kemudahan ini sepenuhnya. Teguran dan arahan Presiden di­ harapkan dapat mendorong para men­ teri bekerja lebih cepat l gi, membuat terobosan-t robosa agar dana stimulus fiskal bisa segera dicairkan. Persoalan teknis i lev l operasional dan proses administrasi yang enghambat pen­ anganan Covid-19 dan implementasi program PEN harus segera diatasi. Re lisasi dan pe yerapan stimulus fiskal yang lebih cep t diya ini bakal mendorong perekonomian Indon sia

ditinggalkan sekitar 1,5 juta penduduk yang dipindahkan ke Kaltim, Jakarta akan lebih lega. Sebagian bangunan pemerintah dan lembaga negara yang ditinggalkan bisa dikelola menjadi ruang terbuka dan taman kota. Jakarta juga harus dibangun menjadi green city dan smart city , dua karakter kota bertaraf internasional. Konsep Great Jakarta tetap perlu dikembangkan meng- ingat hubungan erat Jakarta dengan empat kota sekelilingnya, yakni Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Pemba- ngunanMRT Jakarta South-North tahap pertama akan terus dilanjutkan ke tahap dua. Selanjutnya, realisasi pembangunan MRT Jakarta West-East. Kereta cepat Jakarta-Bandung yang kini sedang dalam pembangunan akan menghidupkan se- jumlah kawasan di Cikarang, Cekampek, dan Padalarang. Ketiga, pemindahan ibu kota menjadi momentumuntukmembangun kota-kota di seluruh Indonesia. Ibu kota baru akan menjadi contoh bagi kota-kota lain. Saat ini, kota-kota di Indonesia dibangun tanpa konsep yang baik dan tanpa ciri khas. Akibatnya, semua kota di Tanah Air menampilkan wajah yang mirip: sem- rawut, macet, polutif, minim taman dan ruang terbuka, tak ada pedestrian yang baik. Kota-kota di Indonesia sudah harus dibangun vertikal untuk memberikan ruang bagi penggunaan lain. Keempat, pemindahan ibukota men- jadi momentum untuk menciptakan pemerataan penduduk dan pendapatan antarwilayah. Saat ini, 57% penduduk Indonesia tinggal di Jawa yang luasnya hanya 138.794 km persegi. Sedang Kalimantan, pulau terbesar dengan luas 539.460 km persegi yang menjadi bagian Indonesia hanya dihuni 6% penduduk Indonesia. Sedang Papua, pulau terbesar ketiga dengan luas 421.981 km persegi dihuni oleh 2,7% penduduk. Dari sisi pendapatan, sekitar 60% PDB Indonesia dikontribusi Jawa dan sekitar 80% PDB nasional dihasilkan Jawa dan Sumatera. Kalimantan dan Papua sebagai dua pulau terbesar harus memberikan kontribusi yang signifikan. Demikian pula Sulawesi dan pulau-pulau di Kepulauan Maluku danNusa Tenggara. Pemindahan ibu kota diharapkan mampu mengurangi urbanisasi ke Jakarta dan Jawa. Pemba- ngunan ekonomi akan didorong ke luar Jawa. Selain pembangunan metropolitan dan pengembangan kota di luar Jawa, pemerintah juga akan membangun lebih banyak kawasan ekonomi khusus (KEK) di luar Jawa. Kawasan industri seperti Cikarang akan dibangun di setiap pulau besar di luar Jawa. Agar pemindahan ibu kota berjalan mulus, kita berharap, aspek legal segera diselesaikan. Pemerintah perlu segera meminta dukungan DPR RI untuk mengamendemen sejumlah UU, di antaranya UU Ibukota, UU BI, dan UU OJK. Dalam UU BI dan OJK dinyatakan, kantor pusat BI dan OJK berada di ibu kota negara. Biaya pemindahan dan pembangunan kota baru sebesar Rp 466 triliun masih dalam batas normal. Selain dana APBN, sebagian besar dana pem- bangunan berasal dari kerja sama swasta dengan pemerintah dalammengelola eks aset pemerintah dan lembaga negara di Jakarta. Pemindahan ibu kota juga menjadi peluang bagi korporasi, BUMN dan swasta, untuk mendapatkan proyek pembangunan. Pemindahan ibu kota akan menggerakkan pembangunan properti, konstruksi, dan infrastruktur. Permintaan terhadap lebih dari 100 mata barang terkait ketiga bisnis ini akan meningkat. Pemindahan ibu kota negara perlu dijadikan sebagai momentum untuk membangun Indonesia yang dalam enam tahun terakhir bertumbuh merayap di level 5%. Pemindahan ibu kota menjadi momentum menjadikan Jakarta sebagai kota metropolitan kelas dunia dan mo- mentum menciptakan sumber pertum- buhan ekonomi baru di luar Jawa. n ke arah yang lebih baik pada kuartal ketiga dan keempat. Setelah tumbuh 2,97% pada kuar tal per tama 2020, ekonomi Indonesia kuar tal kedua diprediksi tumbuh minus 3,1% karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Untuk mendorong pertumbuhan di kuartal ketiga dan keempat dibutuhkan pencairan dana stimulus yang lebih besar lagi. Untuk mempercepat realisasi stimu­ lus, syaratnya pemerintah harus bisa menyingkir an celah-celah yang menjadi penghambat, sal h satunya verifikasi data dari setiap progr m n nganan dan pemuliha ekonomi nasional (PEN). Sed ngkan dari sisi program perlindung n sosial, valid si penerim ba tuan sosial perlu diper­ baiki gar progr m ini tepat s saran dan tidak tumpang tindih antara usat d erah. B gitu juga duku gan bagi UMKM seperti subsidi bunga menging t ada 60,66 juta reke ing pelaku usaha mikro dan UMKMmasih terd pat data ganda, sehingga verifikasi ata dan ukungan teknologi informasi perlu dipercepat. Tak hanya itu, bank-bank umum milik negara (Himbara) yang sudah mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 30 triliun dari pemerintah, diharapkan untuk mengakselerasi realisasi kredit kepada pelaku usaha. Pemerintah harus melakukan se­ mua upaya yang diperlukan untuk mengatasi persoal­ an regulasi, admi­ nistrasi maupun implementasi di l a p a n g a n y a n g lambat. Lakukan identifikasi faktor pengha bat ek­ sekusi dan rumus­ kan strategi akse­ l e r as i eksekus i khususnya untuk penanganan kese­ tan, dukungan bagi UMKM, insen­ tif d nia usah , dan pembiayaan kor­ porasi. P me i tah juga harus em­ percepat penyele­ saian regulasi dan penyederhana n prosedur adminis­ trasi ser ta mendorong efektivitas komunikasi publik agar kebijakan ini dapat lebih optimal. Kita mendukung semua kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mempercepat penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Dalam situasi yang mendesak, pemer­ intah bisa memotong prosedur agar kebijakan penanganan Covid-19 dapat berjalan di lapangan. Namun demikian, kita juga mengingatkan pemerintah agar bertindak sesuai aturan dan tidak menabrak undang-undang yang akan berakibat melahirkan temuan dari lembaga audit. Kita memahami para pembuat kepu­ tusan di pemerintah pusat menghadapi dilema. Di satu sisi ingin secepatnya mencari solusi yang optimal untuk mengatasi pandemi, tapi di sisi lain diliputi kekhawatiran menghadapi tun­ tutan hukum atas keputusan yang di­ ambilnya, walau keputusan itu didasari niat baik. Untuk menghindari risiko hukum, semua proses perumusan kebi­ jakan sebai nya harus erjalan terbuka dan terekam dengan baik. Di samping it , pemerint h bisa minta pe dampingan Badan Pemeriksa K uangan (BPK) ag r keputusan y ng diambil bena - nar tepat sasaran dan s suai denga tat kelola. BPK me­ nyiapkan metodologinya, sementara pemerintah me yiapkan modeli gnya supaya semua keputusan r levan dan dap t dimitigasi sejak perencanaan. p

petani menjadi basis pendukung Trump pada tahun 2016. Menghen- tikan pembelian produk-produk pertanian ini diharapkan akan menu- runkan popularitas Trump yang akan kembali maju sebagai kandidat utama dari Grand Old Party (GOP) pada pemilihan Presiden AS tahun 2020. Jika dicermati lebih dalam, perang dagang ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang sesungguhnya ter- jadi. Muara dari semua ini ialah siapa yang terunggul, terbesar, dan terhe- bat, khususnya dalamperekonomian. Harus diakui dalam beberapa dekade terakhir, kontribusi pereko- nomian AS terhadap perekonomian global terus menurun. Sebaliknya, kontribusi perekonomian Tiongkok terhadap perekonomian global dalam tren meningkat. Tiongkok tidak lagi sekadar meng- hasilkan produk-produk massal murah dan berteknologi rendah. Namun, Tiongkok telah mampu Jika tidak ada perubahan yang signifikan dalam reformasi regulasi dan kelembagaan, kita akan terus melihat nasib rupiah selalu disetir tekanan-tekanan eksternal. Rupiah tidak berdaya untuk menentukan nasibnya sendiri. Inilah tragedi yang menyedihkan itu. terhadap pemahaman awal yang kosong dari seseorang, membentuk intuisinya. Generasi-Y, dalam sepuluh dan lima tahun terakhir, terpapar ingar- bingar berita dan cerita mengenai investasi sah m dan reks dan . Berita baik dan positif sangat berpengaruh

terus berlanjut hingga kini. Jangan heran kalau akhirnya “Generasi gue” --plus minus sepuluh tahun-- tidak banyak merespons yang namanya saham, ataupun kalau

menyebabkan ketergantungan terhadap asing. Pada era new normal akibat pandemi Covid-19, meskipun dunia industri penerbangan menjadi suram, namun “badai pasti berlalu”, lalu industri penerbangan akan berperan lebih tangguh dan tekno­ logi penerbangan akan mengalami lompatan yang berarti. Peran jembatan udara bagi nega­ ra kepulauan seperti Indonesia semakin strategis. Untuk itu, pemerintah perlu m njalankan strategi yang jitu. Per- tama , Indonesiamesti tetapmelaku­ kan re yasa dan rancang bang n secara mandiri. Lewat ranca g bangun pesawat N219, R80, dan N245. Kedua , strat gi dengan melakukan rekayasa n rancang bangun, mod l bersa a dengan mi ra, ba k di dalam nege i maupun

Kita mendukung semua kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mempercepat penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

memproduksi produk-produk inovatif dan berteknologi tinggi dengan harga yang relatif terjangkau. Ponsel pintar ( smartphone ) yang diproduksi Huawei menjadi ponsel pintar pertama yang mengadopsi teknologi 5G. Tiongkok juga makin maju dan berderap dalam penelitian Artificial Intelligent (AI), Robotic , dan rekasaya teknologi. Perguruan tinggi di Tiongkok juga mampu menduduki peringkat universitas terbaik dunia. Tiongkok juga jadi salah satu satu rujukan pengobatan penyakit-pen- yakit langka. Tiongkok telah mampu membuat instrumen kesehatan ber- nama Raman Activated Cell Sorting and Sequensing (RACS-SEQ) untuk sekuensing dan sorting sel. Tiongkok juga mampu membuat pesawat tempur siluman bertekologi tinggi, yaitu J-31 untuk mengimbangi pesawat tempur siluman AS, F-35 Raptor. Perusahaan-perusahan Tiongkok juga makin banyak yang menduduki peringkat terbaik di Majalah Forbes . Demikian juga makin banyak orang kaya Tiongkok yang bermunculan dan masuk dalam jajaran orang ter- kaya dunia. Pada tahun 2019, jumlah orang kaya Tiongkok mencapai 324 orang. Hasil ini melompat jauh dari tahun 2010 yang baru sebanyak 64 orang. Kemajuan Tiongkok yang begitu pesat dalamberbagai bidang ini, tentu mengancam posisi AS sebagai kekua- tan ekonomi utama di dunia. Posisi AS rentan digeser Tiongkok, sebagaima- na Tiongkok menggeser Jepang dari posisi kedua ekonomi terbesar dunia pi bencana; kebakaran, gempa bumi dan lain-lain perlu dilakukan. Simulasi terutama untuk semua masyarakat yang tinggal di wilayah yang rawan bencana. Pun, tak hanya menyasar ke kalangan orang tua, tetapi juga anak-anak. Maka, edukasi dan pelatihan ke- siapsiagaan menghadapi situasi bencana atau keadaan darurat patut digencarkan di sekolah-sekolah pula. Siswa-siwa diikutkan dalamkegiatan

n Bimo Joga Sasongko

tur. Pembangunan infrastruktur selayaknya dip rsi pkan secara m tang dari aspek sumber daya manu ia (SDM) dan proses ran­ cang bangunnya harus

Meskipun dampak pandemi Covid-19 sangat dahsyat, namun tetap perlu menjadikan Indonesia bagian dari supply chain industri penerbangan dunia. Dengan demikian akan menjadikan SDM Indonesia tidak hanya ter- upgrade dengan perkembang n teknologi te kini, tetapi juga sekaligus bisa mewujudk n pekerjaan outsourcing teknologi tinggi masuk ke Tanah Air.

di luar negeri. Ketiga , strategi mengundang mitra dari negara yang menguasai teknologi tinggi untuk berinvestasi dan memindahkan kompetensi teknologi tingginya ke Indonesia. Strategi nomor tiga ini ikut terlibat dalam pengembangan teknologi tinggi dunia dalam strategic part- nership . Meskipun dampak pandemi Covid-19 sangat dahsyat, namun tetap perlu menjadikan Indonesia bagian dari supply chain industri penerbangan dunia. Dengan de­ mikian akan menjadikan SDM Indonesia tidak hanya ter- upgrade

melibatkan semaksimal mungkin pihak dalam negeri. Dengan dihapuskannya pro­ gram R80 dan N245 dari proyek strategis nasional (PSN) maka bisa terjadi mislink SDM kedirgantraan bangsa. Rakyat berharap kepada Presi­ den Jokowi agar meninjau kembali penghapusan program R80 dan N245. Hal itu agar tidak terjadi musnahnya kompetensi dari ri­ buan ahli penerbangan/kedir­ gantaraan. Brain drain SDM kedirgantaraan tentunya akan memperburuk ekosistem indus­ tri kedirgantaraan nasional dan

SURAT PEMBACA

berharap kalangan korporasi juga ikut berkiprah dalam kegiatan seperti ini dengan menggandeng relawan yang memang sudah punya keahlian di bidang ini. Ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia. Duka sau- dara sebangsa adaah duka kita juga. Andri Sarjana Jakarta

*) Ketua Umum Ikatan Alumni ProgramHabibie (IABIE). Lulusan North Carolina State University.

Dewan Redaksi: Theo L Sambuaga (Ketua) Dewan Redaksi: Theo L Sambu ga (Ketua)

Management: Chief Executive Officer: Nicky Hogan Chief Operating Officer: Anthony Wonsono. Finance Director: Lukman Djaja. News Director: Primus Dorimulu Senior Advisor: Samuel Tahir MAnAgEMEnT: Execut ve Chairman: Tito Sulistio Chief Operating Officer: Anthony Wo son . Fi ance Director: Lukman Djaj . news Director: Primus Dorimulu Senior Advisor: Samuel Tahir

Markus Parmadi, Didik J Rachbini, Samuel Tahir Markus Parmadi, Didik J Rachbini, Samuel Tahir

Wakil Pemimpin Redaksi: Hari Gunarto Redaktur Pelaksana: Abdul Aziz, Asisten Redaktur Pelaksana: Ester Nuky URS, Nurjoni Redaktur: Abdul Muslim, Edo Rusyanto, Euis Rita Hartati, Fransiscus RioWinto, Harso Kurniawan, Iwan Subarkah, Imam Suhartadi, Jauhari Mahardhika, Nasori,Totok Hari Subagyo,Thomas E. Harefa,Tri Murti,Tri Listiyarini, U. Heri Gagarin (Foto), Asisten Redaktur: Aris Cahyadi, Eko Adityo Nugroho, Ely Rahmawaty, Eva Fitriani, Happy Amanda Amalia, Kunradus Aliandu, Mardiana Makmun, Parluhutan Situmorang, Retno Ayuningtyas. Staf Redaksi: Arnoldus Kristianus, Damiana Simanjuntak, Emanuel Kure, Imam Mudzakir, Indah Handayani, Leonard AL Cahyoputra, Novy Lumanauw, Ridho Syukra,Thresa Sandra Desfika,Triyan Pangastuti. Wartawan Foto: David Gita Roza, Emral Firdiansyah. Riset Foto: Arief Hidayat. Surabaya: Amrozi Amenan. Sekretariat Redaksi: Chandra Wijayanti (Kepala), Fransiscus Chrisnanto Nugroho, Litbang: Alam Surawijaya. Produksi: Gianto (Kepala), Slamet Riyadi (Wakil), Soemadi, Sukadi. Desain grafis: Rochadi Kusmabrata. Advertising: Sri Rejeki Listyorini (Deputy Director), Djemmy Piether (General Manager), Sontry Napitupulu, Arlan Darmawan (Manajer Display), Enny Wulandari, Bobby Gusman, Hery Suhaery, Marcomm & Event Management: Sari Oetomo (Genera Manager), Herry Wardiyanto (Manager), Budiman Mulyadi (Event Officer), Circulation : Amson Nainggolan, Finance: Anna Gertruida. Alamat Redaksi dan Iklan: Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36, Jakarta 12950, Redaksi: Telp. (021) 29957500, Fax. (021) 5277983/ 81, Iklan: Telp. (021) 29957500, Fax. (021) 5277983 / 81, Email Iklan: iklan.investordaily@investor.co.id, Alamat Sirkulasi: Hotel Wakil Pemimpin Redaksi: Hari Gunarto Redaktur Pelaksana: Abdul Aziz, Asisten Redaktur Pelaksana: Ester Nuky URS, Nurjoni Redaktur: Abdul Muslim, Edo Rusyanto, Euis Rita Hartati, Fransiscus RioWinto, Harso Kurniawan, Iwan Subarkah, Imam Suhartadi, Jauhari Mahardhika, Nasori,Totok Hari Subagyo,Thomas E. Harefa,Tri Murti,Tri Listiyarini, U. Heri Gagarin (Foto), Asisten Redaktur: Aris Cahyadi, Ely Rahmawaty, Eva Fitriani, Happy Amanda Amalia, Kunradus Aliandu, Mardiana Makmun, Parluhutan Situmorang, Retno Ayuningtyas. Staf Redaksi: Arnoldus Kristianus, Emanuel Kure, Imam Mudzakir, Indah Handayani, Leonard AL Cahyoputra, Novy Lumanauw, Ridho Syukra, Thresa Sandra Desfika, Triyan Pangastuti. Wartawan Foto: David Gita Roza, Emral Firdiansyah. Riset Foto: Arief Hidayat. Surabaya: Amrozi Amenan. Sekretariat Redaksi: ChandraWijayanti (Kepala), Fransiscus Chrisnanto Nugroho, Litbang: Alam Surawijaya. Produksi: Gianto (Kepala), Slamet Riyadi (Wakil), Sukadi, Agustinus W. Triwibowo, R. Thatit Tri Adiwanto. Desain Grafis: Rochadi Kusmabrata. Advertising: Sri Rejeki Listyorini (Deputy Director), Djemmy Piether (General Manager), Arlan Darmawan (Manajer Display), Enny Wulandari, Hery Suhaery, Marcomm & Event Management: Sari Oetomo (Genera Manager), Herry Wardiyanto (Manager), Budiman Mulyadi (Event Officer), Circulation : Amson Nainggolan, Finance: Anna Gertruida. Alamat Redaksi dan Iklan: Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36, Jakarta 12950, Redaksi: Telp. (021) 29957500, Fax. (021) 5277983/ 81, Iklan: Telp. (021) 29957500, Fax. (021) 5277983 / 81, Email Iklan: iklan.investordaily@investor.co.id, Alamat Sirkulasi: Hotel Aryaduta Semanggi, Tower A,

Penerbit: PT Koran Media Investor Indonesia Penerbit: PT Koran Media Investor Indonesia

■ Investor Daily menerima kiriman surat pembaca dan artikel opini minimum 7.500 karakter. Artikel opini dapat dikirim melalui pos ke alamat redaksi atau e-mail: koraninvestor@investor.co.id. Wartawan Investor Daily tidak diperkenankan menerima imbalan dalam bentuk apa pun dari narasumber. ■ Investor Daily menerima kiriman surat pembaca dan artikel opini minimum 7.500 karakter. Artikel opini dapat dikirim melalui pos ke alamat redaksi atau e-mail: koraninvestor@investor.co.id. Wartawan Investor Daily tidak diperkenankan menerima imbalan dalam bentuk apa pun dari narasumber. Lantai 1, Jl. Garnisun Dalam No. 8, Karet, Semanggi, Telp. (021) 2995 7500, 2995 7555 Fax. (021) 5200976, Surabaya: Jl. Taman Apsari No. 15-17 Kompleks PWI Surabaya Telp. (031) 5479837 Fax. (031) 5479837, Tarif Iklan: Display BW Rp 60.000/mmk, FC Rp 70.000/mmk, Prospektus, Lap. Keuangan, RUPS/ RUPO dsb BW Rp 22.000/mmk, FC Rp 32.000/mmk, Harga belum termasuk ppn 10%. No Rekening: BCA Cab. Kuningan Jakarta AC. 217.30.90111, CIMB Niaga Cab. Gatot Subroto Jakarta AC. 226.0100364007 (Rek. Iklan), CIMB Niaga: 226.0100448005 (Rek. Sirkulasi) Percetakan: PT. Gramedia. Isi di luar tanggung jawab percetakan. Aryaduta Semanggi, Tower A, Lantai 1, Jl. Garnisun Dalam No. 8, Karet, Semanggi, Telp. (021) 2995 7500, 2995 7555 Fax. (021) 5200976, Surabaya: Jl. Taman Apsari No. 15-17 Kompleks PWI Surabaya Telp. (031) 5479837 Fax. (031) 5479837, Tarif Iklan: Display BW Rp 60.000/mmk, FC Rp 70.000/mmk, Prospektus, Lap. Keuangan, RUPS/RUPO dsb BW Rp 22.000/mmk, FC Rp 32.000/mmk, Harga belum termasuk ppn 10%. No Rekening: BCA Cab. Kuningan Jakarta AC. 217.30.90111, CIMB Niaga Cab. Gatot Subroto Jakarta AC. 226.0100364007 (Rek. Iklan), CIMB Niaga: 226.0100448005 (Rek. Sirkulasi) Percetakan: i mwp. Isi di luar tanggung jawab percetakan.

Made with FlippingBook - Online catalogs