ID161005

rabu 5 oktober 2016

24

Investor Daily/Ist

JAKARTA – Dua bank pemban- gunan daerah (BPD) tengah bersiap melakukan penawaran saham perd- ana ( initial public offering /IPO). Kedua BPD tersebut adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel). Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan, perseroan berencana menjadi emiten di pasar modal pada akhir 2018. Untuk mengimplementasikan hal tersebut perseroan berupaya melakukan penyehatan dari segi tata kelola internal perusahaan. “Dengan IPO, kami mau masuk bursa dengan harapan menjadi blue chip company . Jadi dengan perbaikan internal, Bank Jateng telah memulai awal untuk mencapai target yang tersebut,” kata Supriyatno di Jakarta, belum lama ini. Berdasarkan laporan keuan- gan Juni 2016, Bank Jateng mem- bukukan kenaikan kredit bisnis konvensional 11,69% secara year to date (ytd) dari Rp 29,76 triliun menjadi Rp 33,24 triliun. Lalu dari sisi pembiayaan syariah perseroan tumbuh dari Desember 2015 yang sebesar Rp 918,50 miliar menjadi Rp 1,09 triliun pada akhir paruh pertama tahun 2016. Data laporan keuangan Bank Jateng pun menunjukkan, posisi net interest margin (NIM) ini berada di level 7,13%, dan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 19,78%. Kemu- dian, untuk rasio pembiayaan ber- masalah ( non performing loan /NPL) gross Bank Jateng di level 1,43% dan NPL net 0,89%. Meski belummenjadi perusahaan terbuka, pada November 2015 Bank Jateng mulai melantai ke pasar modal melalui penerbitan obligasi subordinasi ( subdebt ) sebesar Rp 500 miliar. Bank Jateng pun berencana kembali menerbitkan surat utang, berupa medium term notes (MTN) ataupun subdebt . Meski demikian, Supriyatno be- lum dapat mengungkapkan waktu pasti penerbitan surat utang terse- but. Pasalnya, Bank Jateng masih JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta bank BUMN mendukung situs dagang online ( e-commerce ) Blanja.commilik PTTelekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Bank BUMN diharapkan dapat men- dukung pembiayaan maupun sistem pembayaran pada situs belanja online yang nantinya dimanfaatkan untuk memasarkan produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM) binaan BUMN. Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) Asmawi Syam mengatakan, pihaknya di- minta untuk ikut mendukung situs e-commerce milik BUMN. Dukungan bank BUMN antara lain membantu alat pembayaran pada situs dagang online tersebut. “Perbankan nanti bisa menjadi payment gateway -nya. Kebutuhan pembiayaannya be- lum banyak dibicarakan, tadi baru presentasi bahwa Telkom punya blanja.comdan apakah bank tertarik atau tidak,” kata Asmawi di Jakarta,

menunggu momemtum yang tepat. “Di BPD itu, peningkatan setoran modal dari pemegang saham tidak terlalu cepat dibanding keadaan di bank swasta nasional. Dengan demikian, kami (BPD) perlu melak- ukan serangkaian aksi korporasi seper ti subdebt ataupun MTN,” jelas dia. Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Adil mengakui, sudah ada pem- bicaraan mengenai menjadi per- usahaan terbuka antara perseroan dan pemegang saham. Namun, hal tersebut masih terus dikaji. “Kami mau jadi perusahan terbuka. Cuma soal IPO masih dibahas internal dengan semua pemegang saham, sehingga belum tahu kapan implementasi itu. Sebelumnya, Bank Sumsel Babel sudah pernah menjadi bank penerbit obligasi,” kata dia. Sekalipun telah melantai sebagai emiten obligasi di pasar modal, Adil mengatakan, pihaknya belum ada rencana lagi melakukan aksi kor- porasi dalam waktu dekat. Sebab, pemegang saham BPD ini telah berkomitmen memberikan tamba- han modal. Laporan keuangan perseroan menunjukkan, posisi CAR di level 15,51% pada akhir semester I-2016. Di samping itu, melalui laporan keuangan perseroan juga terlihat penyaluran kredit konvensional BPD ini naik 6,87% (ytd) dari Desem- ber 2015 yang sebesar Rp 11,50 triliun menjadi Rp 12,29 triliun pada akhir Juni 2016. Pada periode sama, persentase kenaikan pembiayaan syariah bank ini justru lebih tinggi, yakni 8,79% (ytd) dari Rp 57,01 miliar menjadi Rp 62,02 miliar. Secara year on year , NPL net perseroan meningkat dari 2,33% menjadi 3,52% pada semester I-2016. Sementara itu, laporan keuangan rasio NPL gross Bank Sumsel Babel menurun dari 7,01% menjadi 6,03% pada Juni 2016. Kemudian pada periode sama, NPL net perseroan justru meningkat menjadi 3,52% dibanding posisi Juni 2015 yang sebesar 2,33%. (dka) Selasa (4/10). Menurut Asmawi, Blanja.com masih membangun bisnisnya. Oleh karena itu, dalammemberikan pem- biayaan, Himbara akan mempelajari prospek bisnis Blanja.com. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Maryono menjelaskan, Kementerian BUMN ingin mengop- timalkan situs Blanja.com sebagai produk BUMN. Blanja.com men- urut dia, memang diharapkan ikut memasarkan produk-produk UKM binaan BUMN. “Kami dari perb- ankan membantu dari sisi payment dan financing ,” kata dia. Ke depan, menurut Mar yono, tidak menutup kemungkinan bank- bank BUMN dapat melakukan pemasaran produknya antara lain produk KPR (kredit pemilikan rumah) melalui situs tersebut. “Para penjualnya di Blanja.com ini kan juga banyak UKM yang juga dapat kami dukung pembiayaannya,” tam- bah dia. (nti)

Launching Bank Banten Direktur Utama Bank Banten Heru Sukanto (kiri) dan Komisaris Bank Banten Asmudji Harmani Wahyudi (kanan) menyerahkan secara simbolis tabungan harapan dan ATM Bank Banten kepada Gubernur Banten H. Rano Karno dan Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah (dua dari kanan), saat Grand Launching Bank Banten, Serang, Selasa (4/10). Berte- patan dengan perayaaan hari ulang tahun (HUT) Provinsi Banten ke-16, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten atau Bank Banten yang merupakan hasil akuisisi dari Bank Pundi diluncurkan di Pelataran Masjid Agung, Banten Lama, Kota Serang.

triliun dan Rp 3,4 triliun. “Kami lihat respons dari bank-bank lain untuk terlibat dalam penyaluran infrastruktur cukup bagus. Untuk proyek Pejagan-Pemalang dan Pejagan Batang kami harapkan bisa tanda tangan pada Oktober ini, begitu juga untuk proyek Palapa Ring Timur kami harapkan bisa selesai tahun ini,” terang dia. Hi ngga Agus t us 2016 , t o t a l penyaluran kredit BNI tercatat sebesar Rp 342,51 triliun, tumbuh 23% (yoy) dibanding periode sama tahun lalu Rp 278,41 triliun. Sementara itu, Vice President Kelem- bagaan danBUMNPTBank Rakyat In- donesia (Persero) Tbk (BRI) Bustomi menuturkan, hingga akhir Agustus lalu, penyaluran kredit BRI untuk BUMN pada sektor infrastruktur dan jasa-jasa mencapai Rp 49 trilun. Dari jumlah tersebut kredit yang disalurkan ke BUMN untuk proyek infrastruktur mencapai Rp 36 triliun. “Sampai akhir tahun untuk BUMN di sektor infrastruktur dan jasa-jasa kami perkirakan mencapai Rp 51,5 tri- liun, karena ada beberapa proyek yang multiyears . Ada beberapa proyek ant- ara lain proyek transmisi listrik, kami juga sedang evaluasi kredit-kredit untuk BUMN karya,” terang dia. Berbeda dengan dua bank BUMN yang disebutkan sebelumnya, BRI sudah membatasi penyaluran kredit di segmen korporasi, termasuk pada sektor infrastruktur. Pasalnya, men- urut dia, pihaknya harus memastikan porsi penyaluran kredit perseroan pada segmen korporasi tetap berada di bawah 25%. “Karena kami kan fokus penyaluran kreditnya di UMKM, jadi kami harus mempertahankan porsi penyaluran kredit korporasi seting- gi-tingginya 25%,” terang dia. ini masih manageable mengingat likuiditas bank masih memadai, loan to deposit ratio (LDR) masih di kisaran 90-92%,”ujar dia. Secara industri, likuiditas perb- ankan tidak menunjukkan penget- atan. Namun, untuk kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III menunjukkan LDR mencapai 95,8%, padahal industri baru mencapai 90,2%. “Pengetatan likuiditas ini bisa diantisipasi dengan melak- ukan PUAB (pasar uang antarbank) dengan bank BUKU IV yang LDR-nya baru 87%,” jelas dia. Sementara itu, Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Iman Nugroho Soeko men- gungkapkan, relaksasi LFR diper- lukan bagi bank yang pertumbuhan kreditnya ekspansif. Hal itu juga diperlukan untuk menghindari pen- alti apabila LFR melebihi ketentuan. Saat ini, dia menyebutkan, LFR BTN berada di angka 95%, sedangkan batas atas LFR yang ditentukan BI adalah 92%. Sesuai peraturan terse- but, BTN dikenakan penalti dengan menjaga CAR di atas 14%. “Kami men- jaga CAR di atas 14%,” jelas dia. (gtr)

tengah menangani pembiayaan sindikasi untuk proyek paket pemban- gunan dan peremajaan Angkasa Pura I yang terdiri atas Kulon Progo, Ban- jarmasin, Semarang, dan Surabaya. Selain bandara, Bank Mandiri akan mendukung pembiayaan pemban- gunan pelabuhan milik PT Pelindo I di Kuala Tanjung dan PT Pelindo IV di Makassar. “Kami juga sedang proses untuk financial closing proyek jalan tol Manado-Bitung dan pembiayaan untuk jalur kereta,” terang dia. Sangat Prospektif Sementara itu, Vice President Unit Bisnis Sindikasi PT Bank Negara In- donesia (Persero) Tbk (BNI) Dedi Pri- ambodo menuturkan kredit di sektor infrastruktur saat ini sangat prospektif. Adapun dari kredit-kredit sindikasi yang di tangani BNI, mayoritas atau 60-70% merupakan kredit di sektor infrastruktur. Tahun ini, BNI telah menangani 13 transaksi pembiayaan sindikasi dengan total nilai pembiay- aan sekitar US$ 1,6 miliar. “Dari 37 pembiayaan sindikasi, kami pegang 13 deal dengan pangsa pasar 10,1% sehingga saat ini kami berada di posisi pertama sebagai book runner berdasarkan peringkat Bloomberg . Mayoritas kredit sindikasi yang kami tangani memang proyek-proyek in- frastruktur,” ujar Dedi. Menurut Dedi, pihaknya baru saja menyelesaikan penandatanganan kredit sindikasi untuk proyek LRT Palembang sebesar Rp 4,3 triliun. BNI juga telahmendapat mandat guna menangani kredit sindikasi untuk proyek Palapa Ring Timur dengan nilai pinjaman sebesar Rp 4,3 triliun, dan proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang dan Pejagan Batang dengan nilai pin- jaman masing-masing sekitar Rp 4,7 tidak ada yang berubah, hanya for- mulanya dilonggarkan,” kata dia. Menurut dia, walaupun tidak ada relaksasi LFR, likuiditas saat ini belummengindikasikan pengetatan, begitu juga pada akhir tahun. “Kar- ena dana repatriasi harus masuk se- belumDesember, bagi investor yang ingin mendeklarasikan harta dengan denda 2%, penambahan repatriasi ini harusnya bisa membuat likuiditas melonggar,” jelas dia. Meski demikian, Nelson tidak menutup kemungkinan ada penget- atan likuiditas di beberapa segmen bank, seperti di bank pembangunan daerah (BPD). “Biasanya akhir tahun itu belanja pemerintah daerah cukup tinggi. Namun BPD sudah bisa men- angani dengan baik, karena mereka sudah pengalaman, siklusnya selalu begitu,” jelas dia. Kepala Divisi Risiko Pereko- nomian dan Sistem Perbankan Lem- baga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Arifieanto mengungkapkan, likuiditas di akhir tahun memang ada kecenderungan untukmeningkat karena bankir mengejar performa satu tahun. “Tetapi saya kira tekanan

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – Di tengah perlambatan ekonomi global dan melesunya kegiatan ekspor impor, sektor infrastruktur dinilai memberikan daya dorong terhadap penyaluran kredit korporasi bank-bank BUMN. Penyaluran kredit infrastruktur akan semakin massif dan mendorong pertumbuhan kredit korporasi pada kuartal IV-2016.

Namun, Royke mengaku pihaknya akan menyeimbangkan penyaluran kredit pada kredit modal kerja dan kredit investasi. “Kami akan seim- bangkan kredit modal kerja dan investasi. Hingga akhir tahun kami berusaha mendorong kredit korporasi tumbuh dikisaran 15% (yoy),” terang Royke. Royke menuturkan, untuk proyek pembangkit listrik saja, pihaknya menyediakan alokasi pinjaman Rp 15-20 triliun yang diperkirakan baru di- cairkan seluruhnya hingga dua tahun ke depan, tergantung pada progress pembangunan proyek. Selain pembangkit listrik, pihaknya tengah menangani kredit sindikasi untuk proyek Jalan Tol BSD (Bumi Serpong Damai) dan pembangunan bandara-bandara milik Angkasa Pura I senilai Rp 4 triliun. “Kami juga menyalurkan kredit untuk proyek Palapa Ring Barat sekitar Rp 1 triliun. Kalau itu Mandiri salurkan sendiri,” terang dia. Senior Vice President Corporate Banking II Bank Mandiri Dikdik Yus- tandi menambahkan, Bank Mandiri JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menilai relaksasi aturan mengenai ( loan to funding ratio /LFR) belum mendesak dilakukan, karena per- tumbuhan kredit perbankan sedang melambat. Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengungkapkan, aturan LFR identik dengan pemberian kredit, sedangkan pemberian kredit sedang melambat. “Kredit kan sedang melambat, se- hingga sebenarnya tidak ada ur- gensinya,” kata dia di Jakarta, Selasa (4/10). Lagipula, lanjut Erwin, BI harus menganalisis dampak relaksasi dari aturan tersebut. “Perubahan di PBI (Peraturan BI) itu ada prosedur prosesnya, kami harus melakukan analisis dulu dampaknya,” ungkap dia. Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampub- olon mengungkapkan, keinginan para bankir agar regulator merelak- sasi LFR supaya pinjaman bilateral bisa diakui sebagai dana pihak ketiga (DPK), sehingga bisamempengaruhi pertumbuhan kredit. “Sebenarnya

Direktur Corporate Banking PTBank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilar mengatakan, saat ini penyaluran kredit korporasi mulai menunjukkan tren peningkatan dengan pertumbuhan kredit di atas 10% secara year on year (yoy) hingga kuartal ketiga tahun ini. Penyaluran kredit tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit pada sektor infrastruktur. “Permintaan kredit korporasi mulai meningkat. Kami sudah siap mem- biayai beberapa proyek, kebanyakan di kuartal keempat nanti itu untuk pembangkit listrik,” kata Royke di Jakarta, Senin (3/10). Royke menjelaskan, penyaluran kredit untuk korporasi BUMN saat ini banyak terkonsentrasi pada sek- tor-sektor infrastruktur, sedangkan korporasi swasta saat ini banyak melakukan proses konsoldiasi. “Saya banyak arrange , yang swasta yang punya ekses likuiditas mulai ekspansi, beli perusahaan-perusahaan yang ini (kondisi sulit),” ujar dia. Menurut Royke, penyaluran kredit korporasi perseroan saat ini sebagian besar berbentuk kredit modal kerja.

Investor Daily/IST

Raih MURI Direktur Bank Sinarmas Halim menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Penyelenggara Pendukung Penciptaan Investor Reksadana Syariah Terbanyak dalam Satu Kabupaten” sejumlah 5.546 Rekening Dana Nasabah melalui PT. Philips Securities Indonesia yang disaksikan Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal dan Anggota Dewan Komisioner OJK (kedua dari kanan) Nurhaida, dan Bupati Banyumas Achmad Husein (kanan) di alun alun kota Purwokerto, Jawa Tengah, kemarin. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata dari dukungan Bank Sinarmas kepada Gerakan Yuk Nabung Saham.

Made with FlippingBook - Online magazine maker