ID180514

senin 14 mei 2018

24

Investor Daily/EMRAL

Rosan Perkasa Roeslani Ketua Umum Kadin Indonesia

Nama: Rosan Perkasa Roeslani. Tempat/tanggal lahir: Jakarta, 31 Desember 1968. JabatanOrganisasi: Ketua Umum Kadin Indonesia. Jabatan Perusahaan: Presiden Direktur PT Recapital Advisors. Pendidikan: l MBA-MA Antwerpen European University, Belgia l BA -Oklahoma State University, Amerika Serikat Keluarga Istri : Anak Agung Ayu Manik Mulyaheni Anak : Raisya Saraswati Roeslani - Ketua Komite Tetap Pendanaan Alternatif Kadin Indonesia (2008- 2010). - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial (2010-2015). - Ketua Umum Kadin Indonesia (2015-2020). - Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (2015-2020). - Penasihat Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (2012-sekarang). - Treasury Ardin (2008-sekarang). - Treasury Hipmi (2005-2008). - Asosiasi Pialang Berjangka Indonesia (2001-2003). l Organisasi lainnya: - Ketua Umum PB PABBSI (2015- 2020). l Kegiatan Sosial: - Pendiri Yayasan Amanah Recapital, April 2001. bisanya. Setelah itu saya sediakan bowl , yang datang terlambat harus menaruh uang Rp 100 ribu. Siapa pun dia. Efeknya bukan perkara duitnya, tapi ditepukin , dan akhirnya mereka terbiasa datang tepat waktu. Saya sendiri pernah telat 2 menit, saya taruh Rp 100 ribu. Jadi, saya ubah kebiasaan-kebiasaan molor waktu meeting . Saya berlakukan itu. Sekarang kalau meeting tidak pernah telat. Jadi, saya memberi contoh. Saya bilang bahwa menjadi pengurus Kadin itu harus interest , pikiran, waktu, tenaga. Saya juga bilang berorganisasi itu tidak kecil dananya. Semuanya saya komunikasikan. Apalagi untuk berkomunikasi sekarang sudah gampang. Lewat WhatsApp , komunikasi menjadi lebih sering lagi. Sebelum memutuskan kapan rapat digelar, kami tanya waktu, lalu kami sesuaikan. Kalau semuanya sudah oke , baru kami laksanakan. Bukankah mereka punya ego masing-masing? Kuncinya harus rajin mendengar terlebih dahulu. Dengerin saja dulu, kiri, kanan, yang ini, yang itu. Saya terima input dulu. Setelah itu, saya sampaikan bahwa ide ibu dan bapak saya terima dan diakomodasi, karena Kadin adalah kerja tim, kerja bareng . Dengan begitu, mereka merasa diapresiasi, karena masukan dan idenya dijalankan. Kadin ini kan organisasi terbesar se-Indonesia. Intinya komunikasi. Kalau ada pengurus Kadin dari daerah datang ke Jakarta, pasti saya temui. Sebulan sekali saya keliling ke daerah, ada acara maupun tidak ada acara. Saya katakan, jika ada yang kurang sreg lebih baik dibicarakan di sini, kita rembuk dan cari solusinya. Lebih baik ribut di dalam daripada di luar. Saya ajak ngomong. Alhamdulillah mereka mengerti. Bagaimana Kadin merespons dinamika dunia usaha saat ini? Kami sangat responsif terhadap perkembangan dunia usaha, misalnya perubahan model bisnis akibat revolusi digital. Sekarang banyak start-up. Sejak kepengurusan saya ada badan yang mengurusi start- up , namanya Badan Inovasi dan Teknologi Start-up, ketuanya Pak Patrick Waluyo. Kami rutin ngadain acara. Kami juga studi banding ke sejumlah negara, misalnya Malaysia dan Tiongkok. Sebab, siap atau tidak siap, ekonomi kita pasti akan ke sana. Kami juga menjalin kerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dengan kementerian- kementerian terkait, juga dengan start-up lokal . Kami perjuangkan agar mereka mendapat insentif pajak. q l Asosiasi/Himpunan: Razan Satrya Roeslani Ranisya Savitri Roeslani Organisasi: l Kadin Indonesia:

P roses menuju kesuksesan bisa diibaratkan menapaki anak tangga. Seseorang bisa mencapai puncak setelah menjejaki setiap anak tangga, satu demi satu. Tapi bisa pula seseorang mencapai puncak tanpa harus meniti satu per satu anak tangga di hadapannya. Ia bisa melewati dua, tiga, atau lebih anak tangga, sekaligus. Bagaimana caranya? “Melompat, harus melompat. Bagaimana agar bisa melompat? Ya harus pintar, belajar lebih rajin, lebih gigih, dan jangan mengikuti tren,” kata Rosan Perkasa Roeslani kepada wartawati Investor Daily Novy Lumanauw di Jakarta, baru- baru ini. Bagi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2015-2020 ini, mengikuti tren hanya akan menjadikan seseorang sebagai follower (pengikut) yang menggantungkan segala sesuatunya kepada orang lain. Itu artinya, untuk mencapai puncak, ia harus meniti satu per satu anak tangga. “Jangan menjadi follower . Misalnya untuk melakukan sesuatu kan ada step by step -nya, dari kelas 1 naik ke kelas 2. Tapi tidak bisa begitu juga. Kita bisa melompat,” ujar Presiden Direktur PT Recapital Advisors itu. Rosan percaya, dengan membuat lompatan, baik dalam pemikiran maupun dalam tindakan, seseorang bisa mengukir kesuksesan yang lebih hebat. Soalnya, ia menjadi trendsetter atau pelopor bagi banyak orang. “Kalau ngikutin tren, kita bisa berada di urutan 100. Tapi kalau rajin belajar dan berusaha keras untuk melakukan sesuatu, kita bisa menjadi nomor satu,” tegas pria kelahiran Jakarta, 31 Desember 1968, ini. Untuk membuat lompatan yang benar, seseorang tak cuma harus belajar. Ia juga harus mempersiapkan segalanya, terutama rencana. “Harus ada planning . Saya tidak begitu percaya terhadap sesuatu yang instan.

wawasan.

pemerintah.

Semua bisnis harus dibangun, harus ada proses, tidak ada yang instan. Begitu pula kepercayaan,” papar dia. Rosan Roeslani adalah pengusaha yang meyakini bahwa kesuksesan seseorang sangat ditentukan oleh niatnya. Niat yang baik akan melahirkan hasil yang baik. Begitu pula sebaliknya. Ibarat pohon, niat adalah bibitnya. Bila bibitnya baik, pohon akan tumbuh pesat, bercabang banyak, berdaun rimbun, dan berbuah lebat. “Yang penting niatnya harus benar dulu. Dalam menjalankan apa pun, niatnya harus benar dulu. Sama seperti salat, niatnya dulu, nawaitu -nya,” tutur dia. Selain mengutamakan niat baik, Rosan selalu berupaya mensyukuri setiap nikmat dan pencapaian yang telah diraihnya. “Kecuali itu, jangan pernah menyesal terhadap apa yang sudah terjadi. Penyesalan tidak akan mengubah keadaan . Yang harus dilakukan adalah segera memperbaikinya,” ucap dia. Rosan mengilustrasikan penyesalan yang berlebihan lazimnya anak kecil yang tinggal kelas. “ Kayak anak kecil yang tidak naik kelas, terus nangis menyesali. Apa dia kemudian naik kelas? Tidak juga kan ? Jadi, perbaiki saja. Sisanya lillahi taala ,” kata Rosan. Berikut petikan lengkap wawancara tersebut. Anda telah mencapai puncak karier, baik sebagai pengusaha maupun di organisasi pengusaha. Obsesi Anda yang belum tercapai? Jujur, saya tidak punya target. Saya simple saja, selesai dari Kadin balik lagi ke bisnis. Saya enjoy saja. Tidak ingin masuk politik praktis, misalnya? Untuk ke politik tidak ada. Ditawarin pun saya tidak mau, karena saya tidak mau berpartai. Lebih enak begini, ke mana-mana masuk. Sebab, saya berbicara untuk kepentingan dan kebaikan Indonesia, bukan kepentingan saya pribadi. Saya juga bisa sumbang saran dan bertukar pikiran dengan mitra atau pihak-pihak yang membutuhkan, termasuk

Alhamdulillah , dengan menjalani ketiga hal itu, hidup saya normal saja. Jika ada persoalan apa pun, tidur saya tidak pernah terganggu. Tidur, ya tidur saja. Alhmadulillah . Sebab, ada juga kan orang yang sampai tidak bisa tidur saat menghadapi permasalahan. Niat baik, bersyukur, dan perbaiki kesalahan. Hanya itu? Semua orang pasti berusaha untuk mencapai yang terbaik. Nah , dalam melakukan sesuatu, jangan mengikuti orang atau menjadi follower . Misalnya untuk melakukan sesuatu kan ada step by step- nya, dari kelas 1 naik kelas 2. Tapi tidak selalu bisa begitu juga. Kita bisa melompat. Untuk melompat, apa yang harus kita lakukan? Ya harus pintar, belajar lebih rajin, dan jangan ikutin tren . Sebab kalau mengikuti tren, urutan kita bisa 100. Tapi kalau kita rajin belajar dan berusaha keras untuk melakukan sesuatu, tidak mengikuti tren, kita bisa menjadi nomor satu. Bukankah proses itu penting? Kalau kita pikirannya ngikut saja, ya sudah, kita jadi follower saja. Harus membuat lompatan, baik dalam pemikiran maupun dalam tindakan. Untuk melompat, apa yang kita perlukan harus dipersiapkan semuanya. Inilah prosesnya. Agar proses itu bisa dijalani dengan baik, harus ada planning (perencanaan). Anda tidak percaya terhadap hal-hal yang bersifat instan? Yang namanya instan, saya tidak begitu percaya. Semua bisnis harus dibangun, harus ada proses. Tidak ada yang instan, begitu pula kepercayaan orang, harus dibangun. Maka saya melihatnya selalu long term (jangka panjang). Terkadang dalam perjalanan ada pasang-surut. Tidak apa-apa, yang penting long term -nya. Bagaimana Anda menjalani hidup ini? Prinsip saya, menjalani hidup itu enjoy saja. Dalam menjalani hidup ini, jangan berpacu dengan orang lain, tapi berpacu dengan diri sendiri. Karena kan ada orang umur segini sudah begitu. Kalau saya tidak. Saya berpacu dengan diri sendiri, jalani saja, yang penting ikhlas, dibawa enak aja . Sekali lagi, kalau gagal jangan pernah menyesal. Saya sebenarnya sering gagal sering. Cuma, orang lain tidak tahu. Itu saja, kerjakan sesuatu dengan ikhlas, pasti hasilnya lebih baik. Kalau kita tidak tulus, ada pamrih, dan ogah-ogahan , hasilnya pasti tidak akan optimal. Maka lebih baik jangan dikerjakan. Seperti apa gaya kepemimpinan Anda di Kadin? Mengatur para pengusaha itu memang harus ada seninya. Dulu, sebelum saya memimpin Kadin, setiap rapat selalu molor satu jam, bahkan lebih. Pas saya pimpin, misalnya rapat jam 10 dengan mengundang 34 orang, yang datang tepat waktu cuma dua orang, tapi saya tetap jalan saja. Kemudian saya bilang bahwa rapat tetap harus dilakukan tepat waktu . Tapi sebelumnya saya komunikasikan kapan mereka

Anda juga memberikan masukan kepada Presiden? Saya sering diajak bertukar pikiran tentang berbagai masalah yang terkait dengan dunia usaha. Kami, para pengurus Kadin, rutin bertukar pendapat. Apalagi kalau Presiden bertugas ke luar negeri. Kalau Presiden ke luar negeri kan biasanya ada kunjungan, di situ ada business forum , baik yang kecil maupun yang besar. Biasanya, sebelumnya acara, kami dipanggil dan dimintai masukan. Paling enak memang di luar negeri, lebih banyak waktu untuk berdiskusi. Hubungan pribadi saya dengan Presiden Jokowi juga baik. Di kementerian atau lembaga (K/L), kami juga sering dimintai masukan. Kadin berkepentingan untuk menyampaikan usulan, masukan, bahkan kritik yang konstruktif. Sebab, sebagai mitra pemerintah, Kadin merasa terpanggil dan bertanggung jawab untuk melakukan koreksi, selain memberikan dukungan, terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah demi terlaksananya pembangunan ekonomi nasional yang lebih baik. Selain itu, sebagai induk organisasi dan wadah para pengusaha di Indonesia, Kadin harus turut menciptakan dan mengembangkan iklim dunia usaha serta terlibat secara luas dan efektif dalam pembangunan nasional. Ini sesuai dengan amanat Undang- Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Masukan yang disampaikan Kadin bukan semata untuk kepentingan dunia usaha, tapi kepentingan nasional secara keseluruhan. Berarti Anda harus paham semua hal? Mau tidak mau, saya harus mengerti dan mesti banyak belajar. Saya mesti banyak membaca. Kalau ada topik yang tidak paham, saya berdiskusi dengan pakarnya. Itu memaksa saya untuk belajar terus. Kebetulan saya hobi membaca sejak kecil. Selain berdiskusi dengan pakar, saya juga rajin membaca untuk menambah pengetahuan dan memperluas

Apalagi sekarang saya rutin menjadi pembicara di rapat kerja nasional (rakernas) kementerian, misalnya di Kantor Kemenko Perekonomian, di Bappenas, di Kementerian Luar Negeri, di Kementerian Perdagangan, dan kementerian lainnya. Jadi, saya harus banyak belajar dan membaca, karena saya tidak mengerti semua. Terkadang wartawan bertanya seolah saya mengerti semua, padahal saya belum tentu paham semua secara detail dan mendalam. Saya juga punya lembaga pemikir ( think thank ) untuk kasih input ke saya. Setiap hari mereka kasih data untuk saya, tetapi ada yang saya minta sendiri, misalnya data ekspor, impor, dan lainnya, termasuk perkembangan ekonomi terbaru. Kemudian saya tinggal membuat kesimpulannya. Setiap minggu saya bertemu dengan menteri atau pejabat di kementerian untuk dimintai pendapat dan saling bertukar pikiran. Pendapat kementerian seperti apa, saya juga terkadang ingin tahu pemerintah maunya apa? Saya pun rutin bertemu pengurus asosiasi, saling berbagi, maunya apa, nanti diteruskan kepada pemerintah. Kami kasih masukan kepada pemerintah tentang dampak-dampak kebijakan pemerintah terhadap dunia usaha. Apa kunci sukses Anda? Menurut saya, kesuksesan bagi setiap orang berbeda-beda. Bagi saya, yang penting niatnya harus benar dulu. Dalam menjalankan apa pun, niatnya harus benar dulu. Sama seperti salat, niatnya dulu. Kedua, selalu mensyukuri dan menikmati apa yang telah diperoleh. Ketiga, jangan pernah menyesal terhadap apa yang sudah terjadi, karena penyesalan tidak akan mengubah keadaan. Kayak anak kecil tidak naik kelas, terus nangis menyesali, apa dia kemudian naik kelas? Tidak juga kan? Lebih baik segera perbaiki. Jadi, kalau ada hal yang tidak baik, tidak perlu disesali secara berlebihan, perbaiki saja segera. Sisanya lillahi taala .

Investor Daily/EMRAL

R osan Perkasa Roeslani adalah penggila wisata bahari. Ia bisa berenang, atau sekadar menikmati deburan ombak, ayunan gelombang, desiran angin, dan menghirup aromanya. “Tempat favorit saya adalah Labuan Bajo (NTT) kalau diving . Di Labuan Bajo, saya bisa seminggu berada di kapal. Ke Singapura juga saya pernah naik kapal selama dua hari,” tutur Rosan. Karena kecintaannya kepada laut pula, Rosan Roeslani rutin menyambangi laut setiap dua pekan. “Bahkan istri saya hafal betul kapan saya ingin mencium bau laut. Saya sering ke laut bersama anak saya,” ujar suami Anak Agung Ayu Manik menghabiskan waktu berhari-hari di laut untuk menyelam ( diving ),

Mulyaheni itu. Rosan Roeslani ternyata tidak hanya tergila-gila pada laut, tapi juga pada makanan laut ( seafood ). “Kalau pergi ke daerah, yang saya cari adalah seafood ,” kata Rosan yang pernah tinggal bersama keluarganya di atas kapal pinisi selama sepekan. Kecintaan Rosan kepada laut rupanya telah terpelihara sejak ia kecil. “Sewaktu saya kecil, bapak saya sering mengajak saya ke laut. Sejak itulah saya cinta laut,” papar Rosan yang antara lain pernah menyelam di perairan Pulau Maratua, Kepulauan Derawan (Kalimantan Timur) dan Kepulauan Seribu, selain di perairan Labuan Bajo, terutama Pulau Komodo (NTT). (nov)

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online