ID180426

kamis 26 april 2018

24

Investor Daily/IST

Kerja Sama Pembiayaan Direktur Utama Askrindo Syariah (kedua kanan) memberikan cinderamata kepada Ketua Puskopssim NU Jatim Arifin Hamid (kedua kiri) didampingi Senior Executive Vice President Askrindo Syariah Supardi Najamuddin (kiri) dan Direktur Keuangan Askrindo Syariah Subagio Istiarno (kanan) usai penandatanganan kerja sama pembiayaan (kafalah) di Jakarta, Rabu (25/4).

Niaga menjadi bank pertama yang naik ke kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV, yang merupakan kategori bank ter tinggi dari sisi modal inti ( tier- 1) berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami terus fokus pada aktivitas cross selling untuk mendorong pendapatan non- bunga, mengoptimalkan CASAmelalui digitalisasi perbankan konsumer dan UKM, serta memperkuat proposisi bisnis syariah dan penawaran produk syariah,” tambah Tigor. Sementara itu, untuk menggarap segmen millenial, CIMB Niaga telah bekerja sama dengan PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT JCB International Indonesia denganmelun- curkan CIMB Niaga Indosat Ooredoo Card. Dengan JCB sebagai principal, kartu kredit Platinum yang baru ini diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan nasabah sekaligus mem- buat transaksi sehari-hari menjadi lebih cepat, sederhana, nyaman, serta memberikan solusi keuangan lewat fasilitas kartu kredit. Per 31 Maret 2018, 93,0% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan Rekening Ponsel. Di segmen perbankan syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mencapai Rp 17,4 triliun (sekitar 58,5% yoy) dengan DPK sebesar Rp 17,6 tri- liun (sekitar 80,8% yoy) per 31 Maret 2018. Bisnis syariah terus meraih momentum yang positif dengan kon- tribusi sebesar 9,7% terhadap total pembiayaan CIMB Niaga, meningkat dari 6,2% pada tahun sebelumnya.

Oleh Thomas Harefa

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 877 miliar ( unaudited ) pada kuartal pertama tahun 2018 atau naik 37,0% secara year on year (yoy), dan menghasilkan earnings per share Rp 34,98.

bruto yang disalurkan tumbuh 1,8% (yoy) mencapai Rp 179,1 triliun per 31 Maret 2018. Dari total penyaluran kredit tersebut, kredit konsumer ter- catat Rp 48,1 triliun (27%); dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 35,1 triliun (20%). Wholesale banking menyumbang proporsi terbesar dari kredit yang disalurkan dengan kredit korporasi sebesar Rp 65,2 triliun (36%), dan kredit komersial Rp 30,7 triliun (17%). “Strategi yang kami ambil untuk fokus pada kredit pemilikan rumah maupun segmen UKM terus menam- pakkan hasil, dengan angka pertum- buhan masing-masing 9,9% dan 5,3% (yoy). Sementara itu, kredit korporasi dan komersial tumbuhmasing-masing 7,3% dan 4,9% (yoy) , ” kata Tigor. Dia menambahkan, total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 191,5 triliun per 31 Maret 2018, yang didorong oleh pertum- buhan CASA (dana murah) sebesar 7,4% (yoy). Capital adequacy ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat 19,13% per 31 Maret 2018, meningkat 67 basis poin. CIMB

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan nonbunga atau non-interest income sebesar 38,5% menjadi Rp 992 miliar, serta penur- unan pada biaya pencadangan sebesar 21,2% (yoy) . Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, kinerja positif pada kuartal I-2018 seiring dengan kondisi makroekonomi yang menunjukkan perbaikan secara perlahan. Pendapatan operasional perseroan naik 5,6% (yoy) menjadi Rp 4,0 triliun, sedangkan biaya meningkat 4,4% (yoy) menjadi Rp 2,0 triliun. “Perbaikan progresif yang kami lak- ukan terkait pengelolaan kualitas aset berhasil menurunkan biaya pencadan- gan sebesar 21,2% (yoy). Hasilnya, laba bersih tumbuh 37,0% (yoy) menjadi Rp 877 miliar pada kuartal I-2018,” terang dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Rabu (25/4). Dia menjelaskan, dengan total aset mencapai Rp 257,5 triliun per 31Maret 2018 atau naik 8,7% (yoy) , CIMBNiaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset. Jumlah kredit

menggunakan logo GPN, sehingga routing transaksi akan dilakukan secara domestik, yang membuat ter- ciptanya efisiensi. Dia menambahkan, untuk mer- chant discount rate (MDR) on us saat ini ditetapkan maksimal 0,15%. Jika dihitung, industri perbankan dapat menghemat Rp 136 miliar per bulan, dan per tahun lebih efisien Rp 1,63 triliun. “Jadi kalau on us 0,15%, artinya efisien 0,85% dikalikan dengan 95% dari 170 juta kartu menjadi 160 juta, kemu- dian dikali dengan rata-rata transaksi Rp 100 ribu per bulan,” papar Pungky. Sementara itu, Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena mengun- gkapkan, potensi efisiensi yang dapat dilakukan industri perbankan secara nasional bisa sampai triliunan. Pada April saja, transaksi melalui Artajasa yang tercatat sudah mencapai Rp 1 triliun, dengan transaksi kartu debit per hari sebesar Rp 400-500 ribu. (nid)

switching , update saat ini sudah 90- 95% sudah melakukan. Hanya tinggal mengembangkan sistemnya saja sampai Juni nanti siap semua,” jelas Pungky di Jakarta, Rabu (25/4). Kebijakan tersebut dalam rangka mendukung program gerbang pem- bayaran nasional (GPN) yang saling terkoneksi satu sama lain. Dengan begitu, diharapkan akan terjadi efisi- ensi yang cukup tinggi. Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Sugeng menyebut, sebanyak 49 bank yang telah terkoneksi dengan dua lembaga switching . Sedangkan 60 bank lainnya baru terkoneksi dengan satu lembaga switching . “Sisanya masih dalam proses menghubungan, ini masih finalisasi, dan masih menyele- saikan prosesnya,” kata Sugeng. Pungky menambahkan, hingga saat ini terdapat 170 juta kartu debit yang diterbitkan perbankan. Dengan 95% dari total kartu debit tersebut akan

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat saat ini terdapat 90-95% pelaku perbankan yang siap untuk terhubung dengan dua lembaga switching . Industri perbankan harus sudah terkoneksi dengan minimal dua lembaga switching pada Juni 2018. Direktur Eksekutif Departemen Elektonifikasi dan Gerbang Pemba- yaran Nasional BI Pungky P Wibowo mengatakan, terdapat empat lembaga switching yang ada di Indonesia saat ini, diantaranya PT Artajasa Pemba- yaran Elektronis (ATM Bersama), Rintis Sejahtera (ATM Prima), PT Daya Network Lestari (ATM Alto) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN). Perbankan diminta untuk ter- koneksi dengan minimal dua lembaga tersebut agar memiliki backup jika salah satu lembaga switching yang digunakan mengalami masalah. “Pada Juni 2018 setiap pelaku harus terkoneksi dengan dua lembaga

Laporan Keuangan Per 31 Desember 2017 dan 2016

PT CAPITAL LIFE INDONESIA Sona Topas Tower, 9 Fl, Jl. Jend. Sudirman Kav 26 Jakarta 12920, Indonesia

Phone Number: +6221-2903 9147 Fax Number: +6221-2903 9148 www.capitallife.co.id

LAPORAN POSISI KEUANGAN

LAPORAN LABA (RUGI) KOMPREHENSIF

INDIKATOR KESEHATAN KEUANGAN

(dalam jutaan rupiah)

(dalam jutaan rupiah)

(dalam jutaan rupiah)

ASET

2017

2016

LIABILITAS DAN EKUITAS

2017

2016

URAIAN

2017

2016

URAIAN

2017

2016

PEMENUHAN TINGKAT SOLVABILITAS

I. INVESTASI

I. UTANG

1 PENDAPATAN 2 Pendapatan Premi 3 Premi Reasuransi

5.708.307,82

2.237.572,28

A. Tingkat Solvabilitas a. Aset Yang Diperkenankan

1 Deposito Berjangka 2 Sertifikat Deposito

324.922,00

51.505,20

1 Utang Klaim

6.924,54

13.842,01

(994,25) (111,30)

(1.410,11)

3.369.849,29 2.498.875,73 870.973,56 15.901,89 49.493,81 282.295,31

2.957.787,46 2.362.723,25 595.064,21

-

-

2 Utang Koasuransi 3 Utang Reasuransi

-

-

4 Penurunan (Kenaikan) CAPYBMP 5 Jumlah Pendapatan Premi Neto

(31,47)

b. Liabilitas (kecuali Pinjaman Subordinasi)

3 Saham

1.189.383,35 290.982,92

1.264.553,85 129.255,85

573,86

382,56

4 Obligasi Korporasi

5.707.202,27 396.754,99

2.236.130,70 156.424,60

c. Jumlah Tingkat Solvabilitas

4 Utang Komisi 5 Utang Pajak

2.302,12

-

5 MTN

-

-

B. Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) a. Risiko Kredit

6 Hasil Investasi

251,93

3.172,86 3.103,42

6 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI 7 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara Selain Negara RI 8 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia 9 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga Multinasional

608.239,07

504.188,27

7 Imbalan Jasa DPLK / Jasa Manajemen Lainnya

6.393,01 95.999,40

-

6 Biaya yang Masih Harus Dibayar

13.033,38 43.744,26 66.830,09

b. Risiko Likuiditas c. Risiko Pasar d. Risiko Asuransi e. Risiko Operasional f. Jumlah MMBR

7 Utang Lain

205.892,02 226.392,87

8 Pendapatan Lain

3.403,05

- -

- -

8 Jumlah Utang (1 s/d 7)

9 Jumlah Pendapatan

6.206.349,67

2.395.958,35

139,90

-

-

II. CADANGAN TEKNIS

2.555,51

10 BEBAN 11 Klaim dan Manfaat

10 Reksa Dana

2.834.273,32

722.423,60

350.386,42 520.587,14

341.616,63 253.447,58

11 Efek Beragun Aset

- - -

- - -

9 Cadangan Premi

4.696.884,57

2.136.290,44

C. Kelebihan (Kekurangan) Tingkat Solvabilitas

12 Dana Investasi Real Estat

a. Klaim dan Manfaat Dibayar

2.254.675,97 1.165.151,79

439.938,38

10 Cadangan Atas Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan

D. Rasio Pencapaian (%)*

248,58%

174,19%

13 REPO

148,97 222,00 173,23

36,94

b. Klaim Penebusan Unit c. Klaim Reasuransi

-

14 Penyertaan Langsung

231.900,00

229.900,00

11 Cadangan Klaim

3,00

RASIO SELAIN TINGKAT SOLVABILITAS

(695,66)

(46,60)

15 Tanah, Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan Bangunan, untuk Investasi 16 Pembiayaan Melalui Kerjasama dengan Pihak Lain (Executing)

12 Cadangan atas Risiko Bencana (Catastrophic)

-

-

-

d. Kenaikan (Penurunan) Cadangan Premi e. Kenaikan (Penurunan) Cadangan Klaim f. Kenaikan (Penurunan) Cadangan atas Risiko Bencana (Catastrophic)

295.064,72

1.920.925,57

a. Rasio Kecukupan Investasi (%)

136,01%

135,77%

87,60

1,20

13 Jumlah Cadangan Teknis (9 s/d 12)

4.697.428,77

2.136.330,38

- - - - -

- - - - -

b. Rasio Likuiditas (%)

137,97%

111,33%

17 Emas Murni

c. Rasio Perimbangan Hasil Investasi dengan Pendapatan Premi Neto (%) d. Rasio Beban (Klaim, Usaha, dan Komisi) terhadap Pendapatan Premi Neto (%)

173,23

-

18 Pinjaman yang Dijamin dengan Hak Tanggungan

8,93%

7,30%

19 Pinjaman Polis 20 Investasi Lain

12 Jumlah Beban Klaim dan Manfaat

3.714.457,65

2.360.818,55

21 Jumlah Investasi (1 s/d 20)

5.479.700,66

2.901.826,77

14 Jumlah Liabilitas (8 + 13)

4.764.258,86

2.362.723,25

61,09%

20,74%

13 Biaya Akuisisi a. Beban Komisi - Tahun Pertama b. Beban Komisi - Tahun Lanjutan c. Beban Komisi - Overriding

19.726,57

3.861,55

15 Pinjaman Subordinasi

-

-

II. BUKAN INVESTASI

Keterangan: *) Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, rasio pencapaian tingkat solvabilitas sekurang-kurangnya adalah 100% dengan target internal paling rendah 120% dari MMBR. Catatan: a. Diaudit oleh Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan pendapat "Wajar Tanpa Pengecualian" untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016. b. Angka (nilai) yang disajikan pada Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif berdasarkan SAK (Audited).

- -

- -

22 Kas dan Bank

101.512,27

195.517,56

III. EKUITAS

23 Tagihan Premi Penutupan Langsung

361,30

55,77

d. Beban Lainnya

2.677,57 22.404,14

26,41

24 Tagihan Premi Reasuransi

-

-

16 Modal Disetor

791.000,00

791.000,00

14 Jumlah Biaya Akuisisi 15 Jumlah Beban Asuransi

3.887,96

25 Aset Reasuransi

1.835,08

1.403,82

26 Tagihan Klaim Koasuransi 27 Tagihan Klaim Reasuransi

- -

- -

3.736.861,79

2.364.706,51

17 Agio Saham

-

-

28 Tagihan Investasi

50.885,88 7.799,86

28.804,31 8.308,92

18 Saldo Laba

62.465,93

12.587,60

16 Beban Usaha a. Beban Pemasaran

29 Tagihan Hasil Investasi

17.141,57

5.791,08

30 Bangunan dengan Hak Strata atau Tanah dengan Bangunan untuk Dipakai Sendiri

19 Komponen Ekuitas Lainnya

30.603,01

(24.111,88)

- -

- -

b. Beban Umum & Administrasi - Beban Pegawai dan Pengurus

31 Biaya Akuisisi yang Ditangguhkan

12.189,45

8.051,19

32 Aset Tetap Lain

3.358,14 2.874,61

2.568,11 3.713,71

- Beban Pendidikan dan Pelatihan - Beban Umum dan Administrasi Lainnya

790,39

240,93

33 Aset Lain

16.838,69 6.393,01

5.850,59

20 Jumlah Ekuitas (16 s/d 19)

884.068,94

779.475,72

34 Jumlah Bukan Investasi (22 s/d 33)

168.627,14

240.372,20

c. Beban Manajemen d. Beban Mortalitas

- -

21 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas (14 + 15 + 20)

5.648.327,80

3.142.198,97

35 Jumlah Aset (21 + 34)

5.648.327,80

3.142.198,97

298,48

c. Kurs pada tanggal 31 Desember 2017, 1 US $ : Rp 13.548,- Kurs pada tanggal 31 Desember 2016, 1 US $ : Rp 13.436,-

e. Beban (Hasil) Usaha Lainnya

95.876,01 149.527,60 3.886.389,39

(890,67)

KOMISARIS DAN DIREKSI

REASURADUR UTAMA

17 Jumlah Beban Usaha

19.043,12

DEWAN KOMISARIS KOMISARIS UTAMA

18 Jumlah Beban

2.383.749,63

: Hengky Setiono

NAMA REASURADUR

%

KOMISARIS

: Meylina

19 Kenaikan (Penurunan) Nilai Aset

2.265.230,28

-

KOMISARIS INDEPENDEN KOMISARIS INDEPENDEN

: Bambang Indiarto

: Sugiarto Ranoeseminto

Reasuransi Dalam Negeri 1. Maskapai Reasuransi Indonesia

20 Laba Sebelum Pajak 21 Pajak Penghasilan 22 Laba Setelah Pajak

54.730,00

12.208,72 (4.224,76)

49,14% 43,35% 7,51%

DIREKSI DIREKTUR UTAMA

(84,19)

: Antony Japari : Julina Hasan

2. Tugu Reasuransi

54.645,81 50.068,03 104.713,84

7.983,96

DIREKTUR DIREKTUR

Jakarta, 26 April 2018

3. Nasional Reasuransi Indonesia

: Robin Winata PEMILIK PERUSAHAAN

23 Pendapatan (Beban) Komprehensif Lain 24 Total Laba (Rugi) Komprehensif

(24.111,88) (16.127,92)

Direksi PT Capital Life Indonesia

1. PT Capital Global Financial 2. PT Capital Global Strategic

99,9999% 0,0001%

Laporan keuangan tersebut termasuk aset, liabilitas, dan akun laba rugi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi, dengan perincian sebagai berikut:

URAIAN

2017

2016

ASET a. Investasi Jumlah Aset LIABILITAS a. Utang

Company Award

2.222.049,67

- - - - - - - - -

b. Bukan Investasi

50.196,08

2.272.245,75

7.015,47

b. Cadangan Teknis Jumlah Liabilitas

2.265.230,28 2.272.245,75 3.347.607,85 186.025,99 1.165.151,79

PT. Capital Life Indonesia Terdaftar dan Diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ukuran : 8 kolom x 270 mm Media : Investor Daily

INFOBANK ASURANSI PREDIKAT SANGAT BAGUS ATAS KINERJA KEUANGAN 2015

MEDIA ASURANSI ASURANSI JIWA TERBAIK EKUITAS RP 100 M - RP 150 M 2016

ECONOMIC REVIEW MAGAZINE 6TH INDONESIA INSURANCE AWARD 2017 EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA - SINGAPORE. 2017

PENDAPATAN PREMI HASIL INVESTASI KLAIM DAN MANFAAT

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online