ID160526

kamis 26 mei 2016

24

Investor Daily/ant

Peluncuran Kartu BTN-Garuda

JAKARTA – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menghimpun dana tabungan men- capai Rp 24,26 triliun per Maret 2016, naik 10,28% dibandingkan kinerja Maret 2015 sebesar Rp 22 triliun. Jumlah nasabah tabun- gan di BSM mencapai lebih dari 6,4 juta dan market share tabungan di industri perbankan syariah per Februari 2016 sebesar 35,66%. Tabungan Mabrur BSM saat ini masih menguasai pangsa pasar tabungan haji reguler sebesar 29%. Jumlah penabung haji reguler di BSM per Maret 2016 mencapai di atas 1 juta penabung. Adapun untuk haji khusus, market share BSM mencapai 32,53% dengan jumlah penabung sekitar 80 ribu calon jamaah haji khusus. Dengan fokus pada segmen ritel, BSMpun memperoleh penghargaan The Best Islamic Retail Bank dari Triple A Islamic Awards-The Asset Hong Kong. Penghargaan tersebut diberikan di Kuala Lumpur pada 24 Mei 2016 yang diterima oleh Direktur Finance and Strategy BSM Agus Dwi Handaya. Sesuai Corporate Plan tahun 2016-2020, BSM fokus pada segmen ritel dengan produk unggulan antara lain Tabungan BSM, Tabun- gan Mabrur, pembiayaan gadai dan cicil emas, pembiayaan pensiun, dan Pembiayaan BSM Griya. Penjualan produk tersebut di tengah perekonomian yang masih lambat tahun 2015 dan awal 2016 menunjukkan kinerja yang cukup baik. Agus Handaya mengungkapkan, strategi fokus pada segmen ritel berdasarkan pada segmen ekonomi Indonesia yang mayoritas di segmen mikro, kecil, dan menengah serta potensi dari populasi penduduk Islam di In- donesia yang mencapai 90%. “Alhamdulillah sesuai corporate plan , kinerja BSM mulai on track dan memperoleh apresiasi dari pihak asing,” terang dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Selasa (24/5). Sementara itu, BSM juga mencatat per- tumbuhan pembiayaan yang positif. Secara umum, pembiayaan BSM per Maret 2016 sebesar Rp 50,77 triilun, meningkat diband- ingkan posisi Maret 2015 yang sebesar Rp 48,8 triliun. Gadai dan cicil emas sebagai salah satu pro- duk unggulan BSMmencatatkan kinerja yang sangat signifikan. PerMaret 2016, outstanding pembiayaan gadai BSM mencapai Rp 1,37 triliun atau naik 16,32% dibandingkan Maret 2015 sebesar Rp 1,18 triliun. Adapun cicil emas BSMpadaMaret mencapai Rp 296 miliar atau naik sekitar 51% dibandingkan posisi Maret 2015 yang sebesar Rp 196 miliar. (th) JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berencana menerbit- kan medium term notes (MTN) sebesar Rp 3 triliun tahun ini. BNI juga tengahmemproses penerbitan negotiable certificate of deposit (NCD) sebesar Rp 4 triliun pada Mei ini. Direktur Utama BNI Achmad Baiquni men- gatakan, penerbitan MTN dilakukan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perseroan pada 2016. Tambahan likuiditas diperlukan, setelah melihat penyaluran kredit perseroan yang tumbuh cukup tinggi pada kuartal I-2016. “Nilai penerbitan MTN mungkin se- kitar Rp 3 triliun, tujuannya untuk likuiditas,” ujar Baiquni di Jakarta, Rabu (25/5). Sementara itu, Direktur Treasury BNI Panji Irawan menjelaskan, BNI akan terlebih dahulu menerbitkan NCDmaksimal sebesar Rp 4 triliun, dengan tenor maksimal 3 tahun. “Kami sedang memproses penerbitannya. Paling lambat kami selesaikan dalam satu bulan ini,” terang dia. Selain penerbitan NCD, jelas Panji, BNI mempertimbangkan penerbitan MTN tahun ini. Namun, penerbitanMTN akan dilakukan menyesuaikan kebutuhan likuiditas perse- roan. “Nanti kami selesaikan dulu penerbitan NCD, kemungkinan akan lihat dulu permint- aan kreditnya seperti apa,” terang dia. Pada pertengahan tahun ini BNI juga berencana merevisi target pertumbuhan kredit. Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo sebelumnya mengatakan, perse- roan berencanamerevisi target pertumbuhan kredit lebih tinggi menjadi 19% dari sebelum- nya di kisaran 15-17%. “Pertumbuhan kredit kami revisi naik sedikit terutama didorong oleh sektor-sektor yang akan memperkuat basis BNI di segmen menengah dan kecil,” terang Rico. Pertumbuhan kedua segmen tersebut, menurut Rico, antara lain juga akan didorong oleh penurunan suku bunga kredit yang telah dilakukan perseroan. BNI telahmenurunkan bunga kredit pada segmen usaha kecil di bawah 10%. Dengan target pertumbuhan kredit sebe- sar 19%, BNI memasang target pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17%. Pada kuartal pertama tahun ini, BNI membukukan pertumbuhan kredit 21,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp 326,74 triliun, sedangkan DPK tumbuh 218% (yoy) menjadi Rp 371,56 triliun. (nti)

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk Maryono (tiga dari kiri) dan Direktur Utama Garuda Indone- sia Arif Wibowo (dua dari kiri) saat meresmikan peluncuran Kartu Debit Co-brand BTN-Garuda di Jakarta, kemarin. Guna meningkatkan layanan perbankan kepada nasabah, kartu BTN-Garuda direncanakan diterbitkan 60.000 kartu pada tahun 2016. Kartu ini akan memudahkan transaksi terkait kegiatan penerbangan meng- gunakan Garuda Indonesia. FOTO: Investor Daily/GAGARIN

KartikaWirjoatmodjomengatakan, pengembangan instrumen-instru- men keuangan tersebut akanmem- bantu perbankan dalammengelola likuiditas. Namun, menurut dia, dibutuhkan pengaturan terhadap pasar uang sehingga risiko dapat lebih terkendali. “Harus diatur juga instrumenn- ya, misalnya untuk PN, siapa yang bisa terbitkan, kemudian apa perlu ada ratingnya. Walaupun instrumen private kalau tidak diatur penerbi- tannya akan berisiko. Tapi memang bagus kalau ada instrumen selain NCD seperti PN dan lainnya akan menambah kedalaman pasar uang jangka pendek,” terang dia. Sementara itu, Direktur Treas- ur y PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Panji Irawan menjelaskan, BNI akan kembali menerbitkan NCD setelah 13 tahun tidak menerbitkan produk tersebut. Penerbitan NCD akan dilakukan sebesar Rp 4 triliun dengan tenor maksimal 3 tahun. “Kami proses penerbitannya paling lambat dalam satu bulan ke depan,” terang dia.

pendek yang sedang kami kaji ada- lah untuk NCD,” jelas dia. NCD atau sertifikat deposito baru diatur ulang oleh OJK mel- alui peraturan OJK Nomor 10/ POJK.03/2015 yang dikeluarkan pada Agustus 2015. Sejak aturan tersebut diterbitkan, perbankan mulai ramai kembali menerbitkan instrumen tersebut. Berbeda den- gan instrumen keuangan lainya yang diterbitkan bank seperti medi- um term notes (MTN) dan obligasi, NCD dapat diperhitungkan dalam loan to deposit ratio (LDR). Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tahun ini terdapat 5 bank yang tercatat telah menerbitkan NCD dengan nilai penerbitan mencapai Rp 5,52 triliun. Adapun kelima bank tersebut adalah bank yang dimiliki asing, yakni PT Bank Common- wealth, Bank Tokyo of Mitsubishi UFJ (BTMU), PT Bank Mizuho Indonesia, PT BankMaybank Indo- nesia Tbk, dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

bangkan adalah NCD. Menurut dia, terdapat 9 bank yang telah menerbitkan NCD dengan nilai outstanding sebesar Rp 10,3 triliun. “Ada 9 bankmemang yang sudah menerbitkan NCD, tapi belum aktif diperdagangkan di pasar uang. BI sedang mengkaji beberapa kebu- tuhan pengembangan, sehingga pasar uang lebih aktif dan akan mendorong bank-bank yang bisa menerbitkan NCD,” terang dia. Pengaturan terkait instrumen atau produk keuangan yang dapat diterbitkan oleh bank akan dia- tur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangan BI akan menga- tur perdagangan dari instrumen-in- strumen tersebut. Selain NCD, menurut dia, instrumen lain yang berpotensi untuk dikembangkan kembali perdagangannya atau pasar sekundernya adalah PN dan CP. “Saat ini kan belum ada perda- gangannya juga karena aturannya belum jelas. Mungkin PN dan CP ada di pipeline kami (pengemban- gan pasar sekunder), tapi memang belum sekarang ini, dalam jangka

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) akan mengem- bangkan pasar sekunder untuk instrumen-in- strumen jangka pendek yang diterbitkan oleh perbankan, antara lain negotiable certificate of deposit (NCD), commercial paper (CP), dan promissory note (PN). Pengembangan pasar sekunder tersebut diharapkan akan mendorong efisiensi pendanaan perbankan.

perbankan tersebut. “Nanti perbankan bisa menerbit- kan instrumen yang sifatnya dapat diperdagangkan di pasar uang, itu akan membuat profil liabilities per- bankan lebih efisien,” ujar Nanang di Jakarta, Rabu (25/5). Nanang menjelaskan, salah satu instrumen keuangan yang sudah diterbitkan bank dan pasar sekun- dernya berpotensi untuk dikem-

KepalaDepartemen Pengemban- gan Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsah mengatakan, BI akan mendorong instrumen-instrumen pendanaan bagi perbankan di luar dana pihak ketiga (DPK) atau wholesale funding untuk mendor- ong pendanaan perbankan yang lebih efisien. BI juga akanmengem- bangkan pasar sekunder bagi instrumen-instrumen pendanaan

pemerintah untuk taat bayar pajak, CMS BRI juga mengembangkan fitur berupa payment and purchase , yaitu pembayaran e-tax Modul Pen- erimaan Negara (MPN) Generasi 2. Pengembangan terbaru ini dapat mengakomodasi pembuatan kode billing langsung dari CMS BRI ( cre- ate billing ), maupun menggunakan kode billing yang dibuat di website Direktorat Jendral Pajak atau Di- rektorat Jendral Perbendaharaan dan Anggaran ( input billing ). MPNGen 2 merupakan penyem- purnaan dari aplikasi MPN Gen 1 yang telah digunakan oleh wajib pajak (WP)/wajib bayar (WB)/wa- jib setor (WS) dalammelaksanakan salah satu kewajibannya terhadap negara, yaitu pembayaran pajak, PNBP, bea-cukai, dan sejenisnya. Menurut Hari Siaga, dengan berbagai keunggulan tersebut, jumlah transaksi yang mengguna- kan layanan CMS BRI melonjak 600%, dari 1,80 juta transaksi pada triwulan I-2015 menjadi 7,51 juta transaksi pada triwulan I-2016, dengan volume transaksi mencapai lebih dari Rp 94,84 triliun, serta dana kelolaan yang berjumlah lebih dari Rp 90,12 triliun. Mengingat kebutuhan akanCMS yang terus meningkat, BRI menar- getkan jumlah perusahaan yang menggunakan layanan CMS BRI hingga akhir tahun 2016 mencapai 20.740 perusahaan atau tumbuh 257% (yoy). Persiapan Peluncuran BRIsat Sementara itu, BRI terus meny- iapkan satelit bernama BRIsat untuk meningkatkan layanan jasa perbankan kepada seluruh mas- yarakat Indonesia. Persiapan pelun- curan BRIsat hampir rampung dan pada 24 Mei 2016 telah dilakukan pengisian bahan bakar roket.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat jumlah institusi yang menggunakan jasa layanan per- bankan cash management system (CMS) BRI hingga akhir Maret 2016 sebanyak 9.048 institusi. Sementara itu, jumlah transaksi menggunakan layanan CMS BRI pada triwulan I-2016 melonjak 600% secara year on year (yoy). CMS BRI adalah salah satu pro- duk perbankan yang dipersembah- kan untuk seluruh institusi bisnis dan nonbisnis yang menjadi nasa- bah BRI, berupa layanan sistem pengelolaan keuangan berbasis internet yang terintegrasi. Dengan CMS BRI, nasabah dapat melaku- kan pengelolaan keuangannya se- cara swalayan dan real time online . “CMS BRI adalah salah satu wujud komitmen BRI dalam mem- bantu nasabah untukmengoptimal- kan kinerja keuangannya. Dapat digunakan any time , any where , dengan akses melalui internet yang tersentralisasi di bawah satu URL, yakni https://ibank.bri.co.id,” jelas Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso dalamsiaran pers yang dit- erima Investor Daily , Rabu (25/5). Keunggulan lain adalah peng- gunaan atau pemanfaatan CMS BRI tidak melalui SMS ( soft-token ), namun menggunakan hard-token , sehingga konektivitasnya lebih terjamin dan bebas biaya komu- nikasi (terutama di luar negeri). “Tak hanya itu, konfigurabilitasnya yang tinggi, serta keamanan yang lebih akomodatif untuk organisasi atau perusahaan dengan struktur organisasi yang lebih kompleks, menjadikan produk layanan BRI ini banyak diminati oleh perusa- haan-perusahaan besar,” kata Hari Siaga. Dalam mendukung program

Investor Daily/GAGARIN

Silaturahmi Adira Finance Presiden Direktur PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Willy Suwandi Dharma (kanan) berbincang dengan Direktur Adira Finance Hafid Hadeli di sela silaturahmi dengan para pimpinan redaksi di Jakarta, Rabu (25/5).

meminta second opinion terkait hal-hal yang harus dilakukan untuk menyukseskan peluncuran BRIsat. Terkait dengan coverage risiko BRIsat launch and in orbit insur- ance , BRI bersama PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo sebagai ketua konsorsium asuransi lokal dan Marsh (Broker Asuransi Internasional) juga telah menyelesaikan kesepakatan dalam polis asuransi BRIsat. Sedangkan untuk mendukung operasional satelit, BRI menyiapkan delapan operator senior dan 24 operator yunior yang nantinya akan dibagi menjadi operator spacecraft , net- work , dan payload . Mereka akan bekerja secara 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu, dengan system shift . (th)

Palo Alto, California. Setelah itu, perseroan siap meluncurkan satelit BRIsat yang dijadwalkan pada 9 Juni mendatang. “Pada 24 Mei lalu sudah dilaku- kan pengisian bahan bakar, dan pada 30Mei satelit akan diintegrasi- kan dengan roket. Pada 27 Mei nanti saya berangkat ke Kourou pada Jumat untuk mengikuti safety training . Waktunya tinggal 14 hari lagi,” kata dia pada press briefing mengenai update BRIsat di Jakarta, Rabu (25/5). BRI mempersiapkan tim berpen- galaman, yakni 19 engineers yang berasal dari Indonesia. Dia juga menjelaskan, pihaknya memliki konsultan teknis dari Indonesia, dan tim konsultan ( on call consult- ant ) Telesat dari Kanada untuk

SEVP IT Strategy and Satel- lite BRI Hexana Tri Sasongko menjelaskan, BRIsat memiliki 45 transponder dengan jadwal pelun- curan satelit pada 8 Juni waktu Kourou, French Guiana, atau 9 Juni 2016 waktu Indonesia. BRISat merupakan salah satu inovasi BRI untuk memberikan layanan jasa perbankan secara optimal kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dengan beroperasinya BRIsat ini, BRI dapat menghemat pengeluar- an biaya operasional sebesar 50% dibandingkanmelakukan sewa jasa satelit untuk komunikasi jaringan. Hexana menjelaskan, mulai 9 Mei 2016 sudah masuk lauch campaign , yakni tahapan persia- pan yang dilaksanakan di pabrik Space Systems/Loral, LLC (SSL)

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker