SP190613

Suara Pembaruan

20

Kamis, 13 Juni 2019

Perselisihan Hasil Pemilu 33.000 Anggota TNI-Polri Amankan Sidang MK

[JAKARTA] TNI dan Polri siap mengamankan sidang P e r s e l i s i h a n H a s i l Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK ) , J a l a n Me d a n Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/6) besok. Sekitar 33.000 per- sonel gabungan dikerahkan untuk melakukan penga- manan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Polri dan TNI sudah menyi- apkan antisipasi skenario terburuk dalam pengaman- an di MK. "Tentu dari Polri dan TNI selalu menyiapkan skenario terburuk, selalu mengantisipasi skenario terburuh. Pasukan yang ada dari Polri lebih kurang 17.000, termasuk yang dari daerah-daerah saya tidak pulangkan, sudah 1,5 bulan di sini baik dari Brimob atau Sabhara tidak saya pu- langkan. Mereka bergabung dengan kekuatan yang di Jakarta baik dari Mabes dan Polda," ujar Tito, saat Apel Ko n s o l i d a s i Op e r a s i Ketupat Jaya 2019 dan [JAKARTA] Momentum pascalebaran dimanfaatkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menjalin silaturahmi de- ngan para mantan kepala BNN, waka/sekretaris, dan kelompok ahli BNN Dalam kesempatan yang hangat ini, BNN meminta masukan dari para pimpinan terdahu- lu tentang bagaimana upaya penanggulangan narkoba ke depan. Kepa l a BNN He r u Winarko, Rabu (12/6), me- ngatakan, pencapaian BNN saat ini tidak lepas dari ker- ja keras para pendahulunya. Oleh karena itu, dalam fo- rum pertemuan ini, BNN tetap meminta masukan da- ri para mantan pimpinan BNN, tentang BNN ini mau dibawa ke mana. Selain mendapatkan masukan, momen silaturah- mi ini juga dimanfaatkan oleh BNN untuk memapar- kan persiapan puncak peri- ngatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2019

bolehkan di depan MK, ka- rena mengganggu jalan umum, mengganggu keter- tiban publik, dan meng- ganggu hak asasi orang la- in. Itu sudah diatur dalam Undang-undang No 9/1998 t e n t a ng Pe ny amp a i a n Pendapat di Muka Umum, pasal 6," katanya. Menurut Tito, belajar da- ri pengamanan di Bawaslu, aparat tidak akan memper- bolehkan massa menggelar aksi hingga malam hari. "Kita juga belajar dari kasus Bawaslu, memberikan dis- kresi, membolehkan kegiat- an malam hari di jalan umum, ternyata disalahgu- nakan. Oleh karena itu, kita tidak mau ambil risiko, kali ini tidak boleh ada aksi apa pun di depan MK karena itu mengganggu jalan umum, karena Jalan Merdeka Barat itu jalan protokol," jelas Tito. Tito menuturkan, apabi- la ada massa yang menyam- paikan pendapat, nanti akan dikanalisasi di depan IRTI, di samping Patung Kuda. Risiko Ia juga menekankan agar BNN tidak menjadi se- suatu yang ditakuti, namun jadi mitra masyarakat. Bicara soal kemitraan, ru- panya Da’i melihat BNN telah melaksanakan pro- gram yang sangat penting seperti pemanfaatan kader antinarkoba dari masyara- kat, dan ia pun tak segan untuk memberikan apresia- si yang tinggi. Di hadapan para peserta yang hadir, Da’i juga me- minta BNN tidak boleh ter- lena dengan pencapaian sa- at ini. BNN harus terus me- ngembangkan diri sehingga tidak ketinggalan. Ketika ada persoalan atau kendala maka jangan ragu untuk menyampaikan ke presiden agar nantinya diberikan du- kungan. “Saya yakin ke depan BNN dapat support , karena kehadiran BNN sangat ber- manfaat,” ungkap pria yang pernah menjadi dubes RI untuk Malaysia ini. dari hal tersebut.

"Namun, kita melihat bah- wa kemungkinan besar ti- dak banyak massa yang berdatangan. Akan tetapi, seandainya ada massa yang di luar dugaan, kita sudah siap. Pasukan yang ada di sekitar Monas, saya kira ri- buan ya, mereka sudah stand by di sini, dan di tem- pat-tempat lain kita tidak sebutkan dengan fasiltias dari Kementerian PUPR, bapak gubernur untuk boleh di Monas, di DPR dan lain -lain. Kita selalu menyiap- kan pada kemungkinan ske- nario terburuk," katanya. Tito juga mengapresiasi Prabowo Subianto, yang te- lah menyampaikan imbau- an kepada masyarakat, teru- tama pendukungnya untuk tidak datang ke MK. "Saya menyampaikan apresiasi kepada bapak Prabowo Subianto yang te- lah menyampaikan imbau- an kepada masyarakat, teru- tama pendukung beliau un- tuk mempercayakan proses hukum yang sudah ditem- puh oleh beliau ke MK," tandasnya. [BAM/G-5] Pesan sangat penting lain- nya yang ia sampaikan sebe- lum menutup pembicaraan- nya, adalah ia meminta agar siapa pun tidak menganggap enteng masalah narkoba. Menurutnya, sepanjang sese- orang atau keluarganya tidak terkena maka akan merasa biasa saja, tetapi jika sudah ada yang terkena, maka akan marah luar biasa. Senada dengan pernya- taan Da’i tentang pemanfa- atan masyarakat, mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar BNN), Togar Sianipar menyampaikan ha- rapan agar BNN bisa lebih memberdayakan peran serta masyarakat, khususnya ma- syarakat maritim. Sebelum mengakhiri pembicaraannya, sebagai orang yang pernah memim- pin di BNN, Togar menga- ku tetap siap diberdayakan untuk memberikan kontri- businya pada masyarakat dalam rangka mengam- panyekan bahaya narkoba. [JAS/W-11]

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT Sejumlah personel Polri mengikuti Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Kesiapan PAM Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Mahkamah Konstitusi (MK) di lapangan Monas, Jakarta, Kamis (13/6).

Persiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/6). Apel dihadiri Panglima TN I Ma r s e k a l H a d i Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Pangdam Jaya TNI Mayjen Eko Margiyono, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy P r a m o n o , M e n t e r i

Kesehatan Nila F Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan se- jumlah pejabat TNI-Polri. "Kemudian bapak pang- lima juga menyiapkan pa- sukan lebih kurang 16.000. Ini juga sama stand by sesu- ai kebutuhan dan sesuai de- ngan istilahnya kirtap, per- kiraan cepat intelijen. Kirtap intelijen kita lakukan setiap hari. Jadi komunikasi intelijen tiap hari untuk me-

lihat apakah ada gerakan massa," tambah Tito. Tito menyampaikan, ke- mungkinan tetap ada massa yang akan menyampaikan aspirasi terkait sidang PHPU. Namun, tidak diper- kenankan menggelar aksi di depan MK. "Untuk saat ini kami melihat bahwa kemungkin- an ada, tetap ada massa yang menyampaikan aspi- rasi. Namun, tidak kita per-

Silaturahmi Badan Narkotika Nasional BNN Harus Bangun Komunikasi Dua Arah dengan Masyarakat

ISTIMEWA) Acara halalbihalal Kepala BNN dengan para mantan Kepala BNN dan Tim Ahli BNN di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta, Rabu (12/6). Tampak dalam gambar mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai (kedua kiri), Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, mantan Kapolri dan Kepala BNN Jenderal Pol Da'i Bachtiar, mantan Kepala BNN Komjen (Pur) Togar Sianipar, dan para anggota Tim Ahli BNN.

dan pembangunan gedung BNN di daerah Jalan Abdul Muis. Dalam kegiatan itu, ha- dir pula mantan Kapolri J e nd e r a l ( pu r n ) Da ’ i Bachtiar, yang berperan be- sar dalam pembentukan B a d a n K o o r d i n a s i N a r k o t i k a N a s i o n a l (BKNN) sebagai cikal ba-

kal dari BNN. Da’i meng- ungkapkan rasa bangganya karena BNN mengalami perkembangan yang kian pesat. Kepada Kepala BNN, ia menitipkan pesan agar BNN bisa membangun ko- munikasi dua arah dengan masyarakat. Menurutnya, BNN tidak boleh hanya fo-

kus untuk mengawasi, akan tetapi juga harus mampu untuk berinteraksi dengan masyarakat khususnya da- lam konteks pemanfaatan media sosial. Sehingga, ke- tika BNN bisa berinteraksi dengan masyarakat teruta- ma di media sosial, maka mereka akan bersyukur ka- rena mendapatkan manfaat

Made with FlippingBook - Online catalogs