ID190719

jumat 19 juli 2019 2 INTERNATIONAL

Libra, para menkeu G-7 hanya sedikit memiliki kesulitan untuk menyetujui posisi atas cryptocurrency baru itu. Menurut mereka, uang digital baru tersebut belum teruji, berisiko meng- ganggu stabilitas sistem moneter internasional dan tidak siap untuk diimplementasikan. “Mereka sepakat bahwa proyek- proyek seperti Libra dapat memen- garuhi kedaulatan moneter dan ber- fungsinya sistem moneter interna- sional,” demikian bunyi pernyataan dari Prancis itu. Masalah utama lain yang dibahas dalam pertemuan menkeu G-7, ada- lah menemukan pengganti Christine Lagarde, yang telah memimpin Dana Moneter Internasional sejak 2011 dan memutuskan mengundurkan diri karena dicalonkan menjadi gubernur Bank Sentral Eropa (ECB). “Rekan-rekan LeMaire dari Eropa di kelompok G-7 telah memutuskan agar diamemimpin pencarian calon tunggal dari Eropa untuk menggantikan La- garde. Walau belum ada daftar pendek dari nama-nama kandidat yang ditetap- kan,” kata seorang pejabat Eropa. (afp)

terang-terangan menunjukkan rasa senangya, Mnuchin lebih berhati-hati dalam memberikan komentar, seraya menjelaskan bahwa dirinya puas den- gan pembicaraan itu. “Kami membuat beberapa kemajuan signifikan pada pertemuan ini, ada banyak pekerjaan yang harus dilaku- kan,” kataMnuchin kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa para menteri telah membuat langkah besar ke arah yang benar”. Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat memiliki “kekahawatiran sig- nifikan” dengan hukum Prancis dan rencana undang-undang Inggris, dan merasa senang bahwa baik Prancis dan Inggris akan menghapus hukum domestik jika perjanjian internasional dibuat. “Semua orang di sini ingin mencapai solusi internasional yang dapat diterima. Menciptakan kepastian untuk perusahaan multinasional glo­ bal sangat penting,” tambahMnuchin. Peringatan tentang Libra Sementara itu, sehubungan dengan rencana Facebook untuk meluncur- kan mata uang virtual yang disebut

Mei 2019, atau 1,13% secara rerata dib- andingkan level Mei 2019. Penguatan rupiah berlanjut pada Juli 2019, yakni 1,06% sampai 17 Juli 2019 secara point to point dibandingkan level akhir Juni 2019. Penguatan tersebut didorong oleh menariknya imbal hasil investasi portofolio di aset keuangan domestik. Selain itu, persepsi positif terh- adap prospek ekonomi Indonesia semakin baik, pascapeningkatan sovereign rating Indonesia oleh Stan- dard and Poor’s (S&P). Faktor lain, berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global, sejalan prakiraan kebijakan moneter global yang lebih longgar. “Perkembangan positif ini kemudian mendorong berlanjutnya aliranmasuk modal asing dan memperkuat rupiah. Ke depan, Bank Indonesia meman- dang nilai tukar rupiah akan bergerak stabil, sesuai denganmekanisme pasar yang tetap terjaga. Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, Bank Indonesia terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik di pasar uang maupun valas,” papar Onny. Sementara itu, inflasi indeks harga konsumen Juni 2019 tercatat 0,55% ( month to month /mtm) atau 3,28% (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,68% (mtm) atau 3,32% (yoy). Inflasi Juni 2019 tetap terjaga pada level yang rendah dan stabil, dengan inflasi inti yang tetap terken- dali didukung konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya. Kelompok administered prices , lanjutnya, bahkan mencatatkan de- flasi, seiring dampak positif penye- suaian tarif angkutan udara. Inflasi kelompok volatile food juga tetap terjaga, sejalan dengan berakhirnya pola musiman terkait Ramadan dan Idulfitri. Bank Indonesia ke depan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memas- tikan inflasi tetap rendah dan stabil. Ini termasuk mengantisipasi musim kemarau yang lebih awal dan panjang. Inflasi 2019 diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran 3,5±1%. bank sistemik itu gagal atau dalam kondisi krisis. Premi ini berbeda den- gan premi yang sekarang sudah ada, untuk menjamin dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Setelah peraturan pemerintah tersebut keluar, lanjut dia, ada grace period atau preminya tidak langsung dipungut. Pungutan ini juga tidak terlalu tinggi. “Itu multiple market , jadi tergantung aset-asetnya, saya lupa persisnya berapa. Ya, sekitar 3 tahun grace period , tidak perlu bayar dulu, tapi nanti setelah tahun ke-4 kami pungut,” imbuhnya. (b1) depan di bawah OECD. Seperti diketahui, Parlemen Prancis bulan ini telah mengesahkan undang- undang pajak yang aka membebani perolehan pendapat perusahaan rak- sasa digital yang dikumpulkan di suatu negara, bahkan jika kantor pusat mereka berada di tempat lain. Langkah tersebut menuai keluhan dari AS yang menganggapnya seba- gai tindakan diskriminasi terhadap perusahaan-perusahaan AS seperti Google, Apple, Facebook dan Amazon atau biasa dijuluki kelompok GAFA. Bahkan Pemerintah Inggris telah mengumumkan rencana pajak serupa. Per temuan kelompok G-7 di kota Chantilly, Prancis yang tenang itu pun didominasi oleh perundingan sengit untuk menemukan landasan bersama. Langkah Maju Langkah Parlemen Prancis tersebut menuai kemarahan Presiden Donald Trump dan AS yang langsung mem- balas denganmengeluarkan pengumu- man penyelidikan terhadap Prancis yang dapat memicu pengenaan tarif. Berbeda dengan Le Maire yang Bangsa-Bangsa (PBB), hal ini telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. “Ketika kita melihat apa yang terjadi di Yaman, sangat penting bagi Ameri- ka Serikat untuk mengambil sikap. Tetapi itu tidak berarti kita hanya meli- hat ke arah lain dalam menghadapi kekerasan dan pembantaian warga sipil. Kubu Demokrat veteran setuju, ancaman dari kelompok Huthi yang didukung pemerintah Iran adalah nyata,” ujar Ketua Komite Urusan Luar Negeri Perwakilan Eliot Engel di DPR. (afp/eld)

Bank Indonesia akan menempuh bauran kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong momentumpertumbuhan ekonomi RI. Surplus Transaksi Finansial Onny mengatakan, kinerja ner- aca pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II-2019 diperkirakan tetap terjaga, sehingga menopang stabilitas eksternal Indonesia. Perkembangan ini ditopang surplus transaksi modal dan finansial yang lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya. Aliran masuk modal asing dalam bentuk PMA dan investasi portofolio diprakirakan men- catat surplus cukup besar, didorong prospek perekonomian nasional yang baik dan daya tarik investasi aset keuangan domestik yang tinggi. Aliran masuk modal asing portofolio sampai Juni 2019 tercatat menembus US$ 9,7 miliar. Sedangkan defisit transaksi berjalan diprakirakan melebar, dipengaruhi kinerja ekspor barang dan jasa yang menurun. Selain itu, terkait faktor musiman peningkatan kebutuhan repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri. Namun demikian, perkembangan neraca perdagangan Indonesia positif pada Juni 2019, yang kembali men- catatkan surplus sebesar US$ 0,196 miliar. Pada bulan sebelumnya, neraca juga mencatatkan surplus sebesar US$ 0,22 miliar. Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2019 tercatat sebesar US$ 123,8 miliar. Ini setara dengan pembiayaan 7,1 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pem- bayaran utang luar negeri pemerintah, atau di atas standar kecukupan inter- nasional sekitar 3 bulan impor. “Ke depan, defisit transaksi berja- lan 2019 diprakirakan lebih rendah dari tahun 2018, yaitu dalam kisaran 2,5–3,0% produk domestik bruto (PDB). Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk dengan upaya mendorong peningkatan PMA,” imbuhnya. Rupiah akan Stabil BI menilai, nilai tukar rupiah men- guat sehingga mendukung stabilitas eksternal. Pada Juni 2019, nilai tukar rupiah menguat 1,04% secara point to point dibandingkan dengan level akhir di dalam LPS. “Sebentar lagi mungkin akan keluar peraturan pemerintah sebagai pelak- sanaan untuk memungut resolution fund. PRP (premi restrukturisasi perbankan) istilahnya, atau bahasa Inggrisnya resolution fund. Apabila terjadi kegagalan bank di Indonesia, terutama bank yang sistemik -- kita tahu too big to fail , tidak bisa ditutup -- dana itu yang akan kami pakai untuk menolong bank tersebut,” ujarnya. Preminya akan dibayar oleh per- bankan, yang selanjutnya digunakan untuk memberikan bantuan apabila Trump berusaha melakukan 22 penjualan terpisah untuk perawatan pendukung pesawat, amunisi den- gan panduan presisi, dan peralatan senjata lainnya ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania pada saat ketegangan meningkat di kawasan Timur Tengah. Para kritikusmengatakan, penjualan senjata akan memperburuk perang yang menghancurkan di Yaman, yang dipimpin Arab Saudi dengan dukun- gan Amerika Serikat saat bertempur melawan pemberontak Huthi – yang didukung Iran. Menurut Perserikatan mengenai pajak minimum yang akan disepakati secara internasional untuk kegiatan-kegiatan mereka. “Para menteri keuangan sepe- nuhnya mendukung solusi dua pilar yang diadopsi pada 2020. Para menteri sepakat bahwa tingkat minimum per- pajakan yang efektif akan berkontri- busi untukmemmastikan bahwa peru- sahaan membayar bagian pajak yang adil,” demikian bunyi pernyataan. Salah seorang pejabat Prancis menambahkan bahwa soal tarif pajak harus disetujui di masa depan. Sementara itu, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz mengungkapkan rasa senangnya dengan “kemajuan” yang telah dicapai dan, khususnya yang mengacu pada tingkat pajak minimum dalam pernyataan akhir. Kini yang bakal dibutuhkan adalah pembicaraa lebih lanjut dalamkonteks yang lebih luas terhadap kelompok G-20 mengenai kesepakatan interna- sional yang akan diawasi oleh Organ- isasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Scholz pun berharap, konsensus in- ternasional penuh dapat dicapai tahun

Oleh Happy Amanda Amalia  CHANTILLY – Para menteri keuangan (menkeu) dan gubernur bank sentral dari kelompok G-7 men- capai konsensus mengenai langkah-langkah menuju penerapan kesepakatan pajak untuk perusahaan- perusahaan digital. Namun rencana penerapan pajak digital tersebut memecah belah Amerika Serkat (AS) dengan sekutunya, Inggris dan Prancis.

Perekonomian AS diprakirakan tumbuh melambat, akibat ekspor turun terdampak ketegangan hubun- gan dagang, stimulus fiskal yang terbatas, ser ta keyakinan pelaku bahwa ekonominya belum kuat. Per tumbuhan ekonomi kawasan Eropa juga melambat, dipengaruhi oleh penurunan kinerja ekspor dan permasalahan struktural terkait aging population , yang berpengaruh pada permintaan domestik. Kinerja ekspor yang menurun serta permintaan domestik yang melambat juga terjadi di Tiongkok dan India. “Secara global, ketegangan hubun- gan dagang berdampak terhadap perlambatan ekspor sejumlah negara. Ekonomi yang melemah itu makin menekan harga komoditas, termasuk harga minyak,” imbuh Onny. Sejumlah bank sentral di negara maju dan negara berkembang mere- spons dinamika ekonomi yang kurang menguntungkan itu dengan kebijakan moneter yang lebih longgar, termasuk bank sentral AS yang diprediksi akan menurunkan suku bunga kebijakan moneter (Fed Funds Rate). Respons kebijakan tersebut mengurangi keti- dakpastian pasar keuangan global dan mendorong aliran masuk modal asing BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2019 relatif sama dengan pertumbuhan ekonomi triwulan sebelumnya. Kon- sumsi swasta tetap baik, didukung keyakinan konsumen yang tetap terjaga. Investasi bangunan juga tetap tumbuh stabil. Namun, ekspor Indonesia dipraki- rakan tumbuh negatif, dipengaruhi terbatasnya permintaan dunia dan tu- runnya harga komoditas akibat berlan- jutnya ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok. Meski demikian, ekspor baja naik pada Juni 2019. “Ekspor yang kontraksi itu men- dorong penurunan impor dan investasi nonbangunan tumbuh terbatas. Ke depan, upaya untuk mendorong per- mintaan domestik, termasuk investasi, perlu ditingkatkan untuk memitigasi dampak negatif perlambatan ekonomi dunia,” papar Onny. Secara keseluruhan, Bank Indo- nesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5,0-5,4%. ke negara berkembang. Ekonomi Triwulan II LPS juga akan mendorong pemba- hasan RUU Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) yang hingga saat ini terhenti. Premi Restrukturisasi Perbankan Halim mengatakan lebih lanjut, ada pula tantangan lain bagi LPS di tengah kondisi ekonomi sekarang, yakni menyediakan resources yang cukup apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terjadi kegagalan bank. Untuk itu, pihaknya menyiap- kan aturan terkait resolution fund dan menyiapkan resolution team yang kuat kegiatan pajak tanpa kehadiran fisik, khususnya kegiatan digital. “Ini adalah pertama kalinya para anggota G-7 setuju secara prinsip tentang ini,” ujar dia kepada wartawan. Usai pertemuan, Prancis mengelu- arkan pernyataan yang menyatakan bahwa kelompok G-7 telahmenyetujui solusi dua arah, yakni menegaskan prinsip dari perusahaan-perusahaan yang memperoleh pendapatan di luar wilayah hukum mereka, juga Oleh karena itu dalam rapat, kongres menyetujui tiga resolusi yang akan mencegah penjualan senjata kontro- versial yang diumumkan saat dalam keadaan darurat oleh Trump pada awal tahun ini. Resolusi yang bertujuanmenghalan- gi penjualan senjata tersebut telah disahkan oleh Senat AS, kemudian diajukan ke Gedung Putih di mana Tr ump diperkirakan mengeluar- kan veto ketiga. Resolusi itu dicapai dengan mayoritas 50 suara atau dari dua pertiga auara diperlukan untuk mengesampingkan veto Trump.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire – yang menjadi tuan rumah pertemuan menkeu G7 selama dua hari di Chantilly, di luar kota Paris – menyambut tercapainya konsen- sus luar biasa yang telah disepakati itu. Sedangkan Menkeu AS Steven Mnuchin bersikeras masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. LeMaire mengatakan, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral telah mencapai kesepakatan tentang WASHINGTON – Dewan Perwaki- lan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) sepakat untuk mencegah pen- jualan senjata bernilai US$ 8,1 miliar ke Arab Saudi dan sekutu lainnya. Langkah ini merupakan bentuk tegu- ran terhadap Presiden Donald Trump, yang kemungkinan mengarah pada veto presiden. Banyak dari anggota parlemen yang mengungkapkan kemarahan- nya kepada kerajaan Saudi atas ket- erlibatan peran pemerintah dalam kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi pada tahun lalu.

AFP / JIJI PRESS

 Sambungan dari hal 1

Kebijakan itumasih sedang digodok dan setelah rampung baru akan di- mintakan persetujuan dari DPR. Sejak 13 Oktober 2008, saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank adalah paling banyak sebesar Rp 2 miliar. Ketentuan itu hanya berlaku bagi penyimpanan individu, bukan badan hukum. Tapi, melihat kebutu- han riil, demikian Halim, LPS berniat memperluas penjaminan hingga badan hukum, khusus untuk UKM.

Kebakaran Studio Animasi Petugas memasuki areal gedung untuk mencari korban selamat usai berhasil memadamkan api yang membakar sebuah studio animasi di Kyoto, Jepang, Kamis (18/7/2019).Dua puluh empat orang diperkirakan tewas dalam peristiwa kebakaran yang diduga sengaja dilakukan oleh seorang pria yang melakukan penyerangan dengan menuangkan zat mirip bensin disekitar gedung dan mengatakan “mati” ketika dia membakar cairan itu.

Kredit Tumbuh 11,1% Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga, dengan kecukupan keter- sediaan likuiditas dan membaiknya risiko kredit. Ketahanan perbankan yang baik ditandai rasio kecukupan modal ( capital adequacy ratio /CAR) perbankan Mei 2019 yang tetap tinggi yakni 22,3%. Selain itu, rasio kredit bermasalah ( non-performing loan / NPL) tetap rendah, yakni 2,6% ( gross ) atau 1,2% ( net ). Likuiditas perbankan juga terjaga, antara lain tercermin pada rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 18,5% pada Mei 2019, meski menurun dari 20,2% pada April 2019. Fungsi intermediasi tetap memadai, dengan pertumbuhan kredit pada Mei 2019 tercatat 11,1% (yoy), stabil dibandingkan dengan pertum- buhan kredit April 2019. “Kinerja korporasi go public juga tetap baik, dengan kemampuan membayar yang terjaga,” paparnya. Untuk pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Mei 2019 sebesar 6,7%, meningkat dibandingkan per- tumbuhan pada April 2019 sebesar 6,6%. Efisiensi perbankan juga baik, tercermin pada rasio biaya opera- sional dan pendapatan operasional Mei 2019 yang tetap rendah, pada level 81,71%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus melakukan kebijakan makro- prudensial akomodatif untuk men- dorong peningkatan kredit, sejalan dengan siklus kredit yang berada di bawah level optimum. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan 2019 berkisar 10-12% (yoy) dan untuk DPK 8-10% (yoy). Kelancaran sistem pembayaran juga dinilai tetap terpelihara, baik dari sisi tunai maupun nontunai. Dari sisi pembayaran tunai, posisi uang yang diedarkan (UYD) tumbuh 1,4% (yoy) pada Juni 2019, tumbuh lebih rendah dari periode sebelumnya. Sistem pembayaran nontunai baik nilai besar (RTGS) maupun nilai kecil (SKNBI) juga berjalan lancar. Transaksi masyar- akat menggunakan ATM-Debit, kartu kredit, dan uang elektronik (UE) pada Mei 2019 tumbuh 22,6% (yoy), did- ominasi oleh instrumen ATM-Debit dengan pangsa 94,4% yang tumbuh 21,6% (yoy). Transaksi UE terus tumbuh secara signifikan mencapai 262,6% (yoy). Transaksi daring ( online ) via digital

banking membukukan per tumbu- han yang sedikit meningkat diban­ dingkan bulan lalu, mencapai 34,5% (yoy). Kinerja positif uang elektronik dan digital banking sejalan dengan menguatnya preferensi masyarakat dalam bertransaksi menggunakan platform teknologi finansial (tekfin), e-commerce , dan uang elektronik pada sektor transportasi. Ke depan, Bank Indonesia terus meningkatkan peran sistem pemba- yaran dalam mendukung pertumbu- han ekonomi. Bank Indonesia akan terus berkontribusi positif pada perce- patan transformasi ekonomi keuangan digital Indonesia. Hal itu dilakukan dengan mendorong perluasan pro- gramelektronifikasi, khususnya untuk penyaluran bantuan sosial (bansos), integrasi moda transportasi, dan tran- saksi pemda sebagai upaya peningka- tan efisiensi dan peningkatan kapasitas perekonomian. Selain itu, mendorong transformasi UMKM ke arah aplikasi platform pembayaran, keuangan, dan perdagangan digital. Dorong Pembelian Properti Pada kesempatan terpisah, kalan- gan pengusaha properti mengatakan, penurunan suku bunga perbankan dapat membangkitkan pasar properti, mengingat 75-80% pembelian properti menggunakan skema kredit pemili- kan rumah/apartemen (KPR/KPA). Pasar properti dalam empat tahun terakhir didera kelesuan, sehingga membutuhkan stimulus. Selain ada pemangkasan bunga kredit, pengem- bang juga menantikan sinkronisasi pemangkasan perizinan antara pemer- intah pusat dan daerah. “Hampir 80% buyer masih memakai KPR. Semakin rendah bunga akan semakin ringan cicilan,” kata Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi saat dihubungi oleh Investor Daily , Kamis (18/7). Secara terpisah, Kepala Ekonom BNI Ryan Kir yanto mengatakan, seperti sudah diekspektasikan, pada akhirnya, BI menurunkan suku bunga acuan BI7DRRR sebesar 25 basis points (bps) dari 6% ke 5,75% pada Kamis (18/7). Dasar pertimbangan penurunan suku bunga itu sangat rasional dan timing -nya tepat, karena ada perkiraan rendahnya inflasi, tensi ketidakpastian global yang menurun, serta stabilitas eksternal yang terken- dali. (imm/lm/en)

 Sambungan dari hal 1

RDG juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga Deposit Facility 25 bps menjadi 5,00%, dan suku bunga Lending Facility 25 bps menjadi 6,50%. “Penurunan ini telah mempertim- bangkan berbagai indikator makroek- onomi dalam negeri yang mem- baik. Kami terus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi ber- jalan ke batas yang aman. Keputusan penurunan suku bunga acuan akan diarahkan untuk mendorong momen- tum per tumbuhan ekonomi ser ta inflasi yang akan rendah tahun ini dan tahun depan,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers Rapat Dewan Gubernur di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/7). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menjelaskan lebih lanjut, penurunan suku bunga acuan sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional, di tengah berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global dan stabilitas eksternal yang terkendali. BI akan terus memperkuat koordinasi den- gan pemerintah dan otoritas terkait untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk penanaman modal asing (PMA). Modal ke Negara Berkembang BI menyatakan, strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk me- mastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang danmemperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif. Kebijakan makroprudensial tetap ako- modatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian. Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. BI jugamemaparkan perkembangan kondisi global. Ketegangan hubungan dagang yang berlanjut terus menekan volume perdagangan dunia dan mem- perlambat per tumbuhan ekonomi global.

Made with FlippingBook Online newsletter