ID190719

jumat 19 juli 2019

24

Investor Daily/GAGARIN

TANAH DATAR – PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Haji Miskin hingga Juni 2019 membukukan aset sebesar Rp 48 miliar. Angka tersebut membuat BPRS binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM tersebut menempati posisi ketiga dari tujuh BPRS yang ada di Sumatera Barat (Sumbar). Direktur Utama BPRS Haji Miskin Hendri Kamal mengatakan, BPRS Haji Miskin berdiri tahun 2006 dengan modal awal Rp 1 miliar dengan aset hanya sekitar Rp 5 miliar. Sejak PNMmemberikan modal pada 2008, kini aset perusahaan meningkat hampir 10 kali lipat. Adapun modal saat ini tercatat mencapai Rp 7 miliar. “Pada semester I-2019, aset kami mencapai Rp 48 miliar. Kami harapkan akhir tahun ini bisa menembus Rp 50 miliar atau naik dari akhir tahun 2018 sebesar Rp 47 miliar. Dengan perolehan itu kami menduduki per- ingkat ketiga dari sisi aset dari tujuh BPRS yang ada di Sumbar,” kata Hendri di Tanah Datar, Sumbar, Rabu (17/7). Sedangkan dari sisi laba sebelum pajak per Juni 2019 mencapai Rp 953 juta. Perseroan berharap laba bersih hingga akhir tahun naik menjadi Rp 1,2 miliar dari realisasi akhir 2018 sebesar Rp 1miliar. “Dari sisi laba, kami nomor satu di antara BPRS di Sumbar,” kata Hendri. Hendri mengungkapkan, BPRS Haji Miskin per Juni 2019 berhasil menyalurkan pem- biayaan Rp 42 miliar, atau naik dari Juni 2018 sebesar Rp 29 miliar. Sementara itu, target pembiayaan hingga akhir 2019 sebesar Rp 44 miliar dari realisasi 2018 sebesar Rp 35 miliar. “Kami menjadi pemimpin pasar jika dilihat dari jumlah pembiayaan dibandingkan BPRS lain d Sumbar,” kata Hendri. Adapun sektor yang paing banyak dibiayai adalah perdagangan grosir dengan kon- tribusi sekitar 27-30%. Sementara jasa, dan transportasi (bus pariwisata dan dump truck ) berkontribusi sekitar 12%. Ada juga untuk peternakan sebesar 4%, pertanian 4% serta sisanya untuk pegawai dan karyawan. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp 32 miliar. Dari jumlah tersebut masih didominasi dana mahal atau sebesar 60% deposito. Adapun total jumlah penabung saat ini tercatat sebanyak 18 ribu lebih nasa- bah. Mereka juga menerima penyimpanan dana musiman dari pedagang grosiran dan juga pebisnis yang terjun pada hewan qurban. Setelahmasa qurban selesai, dananya mereka simpan di BPRS Haji Miskin, untuk digunakan lagi di musim qurban berikutnya. Pada kesempatan itu, Dirut PNM Ventura Syariah Andi Estetiono mengatakan, dengan penyertaanmodal tersebut saat ini total saham PNM di BPRS Haji Miskin mencapai 51,95%. Hal ini membuat PNMbisa menjadi pengend- ali, sehingga kelangsungan hidup BPRS Haji Miskin semakin jelas dan terarah. Selain menyuntikan modal, lanjut dia, PNM melakukan pembinaan dan pelatihan kepada BPRS Haji Miskin. PNM juga melakukan sin- ergi terkait pembiayaan, sehingga sistem dan manajemen BPRS Haji Miskin semakin bagus. “PNM bukan hanya menempatkan modal tetapi juga menempatkan direksi dan kom- isaris. Kami juga aka terus support dalam bentuk pelatihan sistem IT ( information technology ) hingga edukasi lainnya,” ujar Andi. Dukungan yang juga terus disiapkan PNM ke BPRSHaji Miskin, yakni akses permodalan. Jika dibutuhkan, PNM bisa mengalokasikan dana khusus untuk mendukung akselerasi pembiayaan BPRS Haji Miskin. “Kami akan siapkan modal, tapi ya bergantung nanti ke- butuhannya berapa,” ucap dia. (ris)

Peresmian Booth Astra Financial Dari kiri ke kanan, Wakil Presiden Direktur PT Astra International Tbk Bapak Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank merangkap Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Riswinandi dan Direktur PT Astra International Tbk Suparno Djasmin, menekan tombol pada komputer tablet saat peresmian Booth Astra Financial dalam Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (18/7/2019).

baran positif ekonomi ke depannya, sehingga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tutur dia. Tren Suku Bunga Sementata itu, survei perbankan yang dirilis BI menyatakan, pada kuartal III-2019, rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh bank atas dana nasabah yang ditempatkan atau cost of fund dalam rupiah diperkirakan turun 10 basis poin (bps) dari kuartal sebelumnya 6,25% menjadi 6,15%. Sementara itu, biaya dana yang dioperasionalkan (ditempatkan) oleh perbankan untuk memperoleh pendapatan atau cost of loanable fund dalam rupiah diperkirakan turun 6 bps dari 9,57% menjadi 9,51%. Pada kuartal III-2019, rata-rata suku bunga kredit modal kerja juga diperkirakan turun 2 bps dari kuartal sebelumnya menjadi 11,49%. Kemudian, suku bunga kredit investasi dan kredit kon- sumsi diperkirakan meningkat masing-masing sebesar 8 bps dan 29 bps menjadi 11,68% dan 13,25%. Kemudian, untuk bunga kredit valas untuk kredit modal kerja juga diperkirakan menurun dari 6,43% menjadi 6,27% pada kuartal III-2019. Kredit investasi valas juga menun- jukkan penurunan bunga menjadi 6,32% dari 6,51%, sedangkan kredit konsumsi valas masih tidak beru- bah di kisaran 7,64%. Pada jenis kredit konsumsi, kenaikan suku bunga terjadi pada seluruh jenis kredit, dengan kenaikan terbesar pada kredit multiguna dan kartu kredit mas- ing-masing sebesar 37 bps menjadi 12,74% dan 24 bps menjadi 23,62% pada kuartal III-2019. Jika dirinci, kredit pemilikan rumah (KPR) diperkirakan masih naik 7 bps dari 11,36% menjadi 11,43%. Kredit tanpa agunan (KTA) diproyeksikan turun dari 20,01% menjadi 19,71% pada kuartal III-2019. hadiah langsung setiap harinya selama pameran,” kata Margono. Selanjutnya dari Asuransi Astra tersedia Gratis Gift Set untuk pembeli asuransi komprehensif Garda Oto kepada 150 pembeli tunai pertama. Lalu, dari Astra life juga memberikan special cash back program untuk pem- belian asuransi jiwa individu. Selama GIIAS 2019 ini, Astra Life juga turut menghadirkan perlindungan jiwa un- tuk kredit kendaraan khusus nasabah TAF dan ACC. D a r i B a n k P e r m a t a j u g a menghadirkan program menarik bagi pengunjung GIIAS Jakarta 2019, yaitu berupa cash back 10% setiap hari di seluruh SPBU dengan syarat dan ketentuan yang berlaku bagi pengunjung yang membuka rekening PermataTabungan Bebas dan/atau kartu kredit AstraWorld PermataCard. Selain menghadirkan berbagai pro- gram menarik, pada pameran GIIAS Jakarta 2019 Astra Financial akan memberikan nilai tambah kepada para pengunjung melalui hiburan atau permainan di setiap booth Astra Financial. (th)

Prabantarikso juga mengatakan, pada intinya jika BI menurunkan suku bunga acuan, ar tinya era kebijakan uang ketat sudah be- rakhir. Oleh karena itu, diharapkan likuiditas akan mengendur. “Tapi seberapa cepat pen- genduran likuiditas akan tercapai itu tergantung pada seberapa cepat dan seberapa besar BI menurunkan suku bunga acuannya. Yang pasti, ketika BI menurunkan suku bunga acuan maka bank akan mengikuti tren penurunan suku bunga dan dalam hal ini BTN tentunya akan juga mengikuti,” terang Mahelan. Dia mengungkapkan, potensi suku bunga deposito dapat ditur- unkan sesuai dengan turunnya bunga acuan BI, yakni 25 bps. Untuk cost of fund juga diharapkan akan menurun seiring dengan penyesuaian suku bunga bank. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk Hariyono Tjahjarijadi men- jelaskan, penurunan suku bunga acuan tidak berarti harus diikuti oleh penurunan suku bunga dana dan kredit. Transmisi ke suku bunga pasar perlu waktu dan ter- gantung pasar persaingan antar bank dalam memperebutkan dana masyarakat. “Diharapkan dengan turunnya suku bunga acuan menjadi salah satu komponen yang bisa men- ingkatkan kepercayaan pasar dan membuat bisnis bergairah kem- bali, sehingga membuat ekonomi tumbuh. Dengan bertumbuhnya ekonomi atau bisnis, maka diharap- kan kredit juga bisa tumbuh,” papar Hariyono. Menurut dia, semua masih perlu waktuuntuk penurunan sukubunga baik depositomaupun bunga kredit. Namun, yang diharapkan utamanya adalah ekonomi bisa tumbuh. “ Iya benar, dampak psikologisnya di- harapkan dapat memberikan gam- sudah bagus,” kata Gunawan. Dia berharap pembiayaankendaraan pada semester II 2019 membaik dengan adanya GIIAS 2019. Dia mem- perkirakanmasyarakat yangmenunda pembelian kendaraan pada semester awal akhirnya datang ke GIIAS karena adanya berbagai programdan promosi menarik, seperti yang ditawarkan Astra Financial. Gunawanmenjelaskan, dari TAFdan ACC menghadirkan program Bunga Spesial mulai dari 0% dan kesem- patan mendapatkan hadiah langsung untuk setiap SPK Kendaraan. Lalu, ada ribuan hadiah langsung tersedia bagi pembiayaan yang telah disetujui seperti iPhone XS, Apple Watch, dan ribuan hadiah menarik lainnya. Sedangkan dari pembiayaan sepeda motor, CEO FIFGROUP Margono Tanuwijaya menginformasikan, FIF- GROUP akan menghadirkan program berupa Bunga 0% dan DP mulai dari 20% serta hemat angsuran hingga Rp 3,5 juta. “Agar semakin meriah, kami juga mengadakan programLucky Dip, sehingga pengunjung akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan

modatif. Bentuknya bisa berbentuk penurunan GWM, penurunan suku bunga acuan, atau gabungan dari keduanya. Perr y juga optimistis sampai dengan akhir tahun ini pertum- buhan kredit perbankan masih sesuai dengan target awal, yakni 10-12% (yoy). Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memangkas target kredit menjadi 9-11% (yoy). “Kami yakini target 10-12% itu bisa tercapai, jangan dibandingkan dengan OJK, karena mungkin OJK tidakmemperkirakan langkah yang kami lakukan saat ini (menurunkan bunga acuan dan GWM). Kami perkirakan akhir tahun ini target kredit berada di atas titik tengah, perkiraan kami bisa lebih tinggi dari 11%,” imbuh Perry. Dihubungi terpisah, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, perseroan juga telah menurunkan suku bunga deposito pada awal bulan Juli. “Kami sudah turunkan bunga deposito 1 Juli, ahead of the curve. Bunga deposito kami turunkan 0,25%,” ucap Jahja ketika dihubungi Investor Daily . Selain itu, dia menjelaskan, untuk dana pihak ketiga (DPK) perseroan mayoritas adalah dana murah (CASA), sehingga efek kepada biaya dana ( cost of fund ) tidak besar, yakni ada prnurunan 0,08% setelah BI menurunkan bunga acuan. Di sisi lain, pihaknya menilai ada juga dampak ke suku bunga kredit nantinya. Namun, bunga kredit tidak akan langsung bisa diturunkan. Dia tidak dapat menye- butkan segmen kredit mana yang memiliki potensi diturunkan. “Mun- gkin 3-4 bulan lagi bisa turun bunga kredit. Nanti dianalisa dulu, tidak bisa tebak-tebak,” lanjut Jahja. Direktur Strategy, Compliance and Risk PT Bank Tabungan Neg- ara (Persero) Tbk (BTN) Mahelan

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps). Dengan penurunan bunga acuan dan pelonggaran giro wajib minimum (GWM) sebesar 50 bps pada bulan lalu, BI mengharapkan industri perbankan dapat lebih cepat melakukan transmisi penurunan suku bunga deposito dan bunga kredit.

tahun lalu BI menaikkan bunga acuan 175 bps. Hal tersebut juga tercermin dari efisiensi perbankan yang meningkat, margin bunga bersih ( net interest margin /NIM) yang mulai menurun. “NIM perb- ankan dulunya itu sekitar 5-6%, sekarang sudah di bawah 5%, ini menunjukkan meningkatnya efisi- ensi,” ucap Perry. Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menjelaskan, BI selalu berada di pasar, terlebih untuk melong- garkan likuiditas melalui term repo . Pihaknya agresif melakukan pelonggaran likuiditas dengan memperpanjang tenor term repo sampai 3 bulan. “Selain itu juga operasi swap yang digunakan bank asing diselen- ggarakan dengan jumlah yang cukup. Awal tahun ini BI juga berikan likuiditas yang cukup banyak di pasar, itu yang membuat meskipun bunga acuan naik 175 bps tapi bunga kredit justru turun,” terang Mirza. Dia menambahkan, ke depan BI akan memberikan pelonggaran kebijakan moneter yang lebih ako-

Gubernur BI Per r y Warjiyo mengatakan, sepanjang tahun lalu BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 bps, namun suku bunga kredit justru menurun. Adapun sejak Mei 2018 sampai dengan Juni 2019 suku bunga kredit perbankan turun 23 bps, sedangkan suku bunga deposito turun 15 bps sejak Mei 2018. “Biasanya kalau suku bunga BI turun, transmisinya ke suku bunga deposito juga turun dan bunga kredit juga akan turun. Apalagi sekarang ditambah likuiditas dari GWM yang turun akan menambah likuiditas Rp 26,3 triliun, kami harap bisa lebih cepat bank menurunkan bunga deposito dan kredit,” jelas Perry di Jakarta, Kamis (18/7). Menurut Perr y, ke depan pi- haknya berencana menambah ketersediaan likuiditas di pasar. Setelah menurunkan bunga acuan 25 bps, BI juga menyiapkan strategi operasi moneter untuk menambah likuiditas. Dengan demikian, pi- haknya berkeyakinan suku bunga kredit akan menurun. Perrymengungkapkan, stabilitas eksternal tetap dijaga meskipun

Retail Business Asuransi Astra menam- bahkan, program-programmenarik di- hadirkan untuk memberi nilai tambah kepada para pelanggan dan sekaligus mensukseskan GIIAS 2019. “Kami bersyukur sebagai sponsor utama pada GIIAS 2018 berjalan sukses. Untuk GIIAS 2019 yang dimulai di Surabaya, juga berjalan sukses. Sebagai sponsor utama pada tahun kedua ini, tentunya hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk menyukseskan GIIAS Jakarta 2019. Untuk itu kami menawarkan berbagai program yang tidak kalah menarik pada periode 18-28 Juli 2019,” kata Gunawan. Sebelumnya, Gunawan men- jelaskan, Astra Financial membidik pembiayaan kendaraan sebesar Rp 1 triliun pada GIIAS 2019. Target pem- biayaan tersebut sama dengan tahun lalu karena melihat kondisi pasar kendaraan yang masih lesu. Dia menjelaskan, target Rp 1 triliun berasal dari 5.000 aplikasi pengajuan kredit selama pameran berlangsung pada 18-28 Juli 2019. “Harapan kami ada peningkatan, tapi untuk stabil saja

“Jadi, masyarakat bisamenyicil. Saat memiliki mobil, produktivitas mereka meningkat, penghasilan ikut men- ingkat, dan itu tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar dia. Dia menambahkan, OJK juga aktif dalam mengeluarkan kebijakan agar masyarakat luas mampu membeli sepeda motor dan mobil. Dengan demikian, industri otomotif akan kuat, bahkan bisa ekspor. Pada kesempatan itu, Suparno Djasmin mengatakan, GIIAS 2019 ini merupakan yang kedua kalinya Astra Financial sebagai sponsor utama. Kali ini, Astra Financial akan menawarkan berbagai program menarik dan best value . “Ini sesuai komitmen untuk memajukan industri otomotif nasional, khususnya yang berkaitan dengan lay- anan keuangan yang secara sinergis sesuai kompetensi enam LJK dalam Astra Financial,” tutur Abong, sapaan akrab Suparno Djasmin. Program Menarik Gunawan Salim selaku Project Director GIIAS 2019 Astra Financial yang juga Chief Marketing Of ficer

Presiden Direktur TAF Agus Prayitno, CEO Asuransi Astra Rudy Chen, dan Presiden Direktur Astra Life Auddie Wiranata. Astra Financial merupakan sponsor utama GIIAS 2019 yang ber- langsung pada 18-28 Juli 2019. Wimboh menambahkan, pihaknya hadir di GIIAS 2019 karena ingin memberikan perhatian penuh kepada pengembangan industri otomotif. “Orang pasti bertanya-tanya kenapa Ketua OJK hadir di sini? Pertama, karena sejak kecil saya suka motor dan mobil. Makanya, kalau diundang ke auto show , saya mau. Alasan kedua, karena ini terkait pembiayaan. Tanpa Astra Financial, atau perusahaan pem- biayaan, masyarakat akan sangat sulit membeli mobil atau motor. Mereka harus menabung dulu, persoalannya, saat duit sudah terkumpul, harga kendaraan sudah naik,” tutur dia. Karena itulah, tambah Wimboh, perlu kehadiran lembaga jasa keuan- gan. Mereka perlu menciptakan pola-pola pembiayaan yang menarik, sehingga saat masyarakat ingin mem- beli sepeda motor atau mobil, tidak perlu menabung terlebih dulu.

JAKARTA – Ketua Dewan Komi- sioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta lembaga jasa keuangan (LJK) menciptakan pola-pola pembiayaan menarik bagi masyarakat, sehingga bisa memiliki kendaraan bermotor. “Saya ikut memberi dorongan agar pertumbuhan industri otomotif tinggi dan masyarakat bisa mendapatkan akses pembayaran, sehingga mem- perluas ekonomi kita,” tutur Wimboh saat peresmian booth Astra Financial di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (18/7). Pada kesempatan itu hadir Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto, Direktur PT Astra International Tbk yang merupakan Director in Charge Astra Financial Suparno Djasmin. Selain itu, hadir enam presiden direktur lembaga jasa keuangan (LJK) Astra Financial yaitu Presiden Direktur PermataBank Ridha DM Wirakusumah, Chief Exec- utive Officer (CEO) ACC Siswadi, CEO FIFGROUP Margono Tanuwijaya,

Made with FlippingBook Online newsletter