SP170904

Utama

Suara Pembaruan

2

Senin, 4 September 2017

PAN Dukung Deddy Mizwar?

P artai Amanat Nasional (PAN) dikabarkan akan mengalihkan dukungan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. PAN batal mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, karena Wali Kota Bogor Bima Arya, yang merupakan kader partai, menyatakan tidak akan ikut bertarung di Pilgub Jabar. “Bima Arya menyatakan untuk tetap memimpin Kota Bogor. Kami menghormati putusan dia. Karena itu, de-

ngan berat hati kami menga- lihkan dukungan,” kata sum- ber SP di Jakarta, Jumat (1/9) malam. Dikatakan, PAN akhirnya tidak akan mengusung

menyampaikan mau maju jika berpasangan dengan Bima. Nah, kalau itu disetujui, Ridwan Kamil dengan Bima jodoh, ya, kita langsung setu- jui. Tetapi, jika tidak jadi dengan Bima, ya, kecil kemungkinan untuk mengusung dia (Ridwan Kamil),” ujarnya. Menurut sumber itu, ada sejumlah nama yang tengah dipertimbangkan PAN untuk mengganti posisi Kang Emil sebagai cagub yang akan diu-

sung. Dari nama-nama itu, di- akuinya, nama Deddy Mizwar memang paling menonjol. Sejumlah elite partai juga se- tuju jika PAN yang akan diu- sung nanti. “Ada beberapa nama. Memang belum diputuskan. Namun, nama Deddy Mizwar memang yang paling menon- jol. Kader-kader partai di Jawa Barat juga ingin Deddy

Ridwan Kamil ka- rena pria yang ak- rab disapa Kang Emil itu mau maju

asalkan calon wakil guber- nur yang akan mendampingi- nya adalah Bima Arya. “Dulu, Ridwan Kamil kami undang ke rapat kerja nasional, dia

Mizwar yang diusung. Tetapi, sekali lagi, nama-nama itu ma- sih digodok,” ujarnya. [W-12] Pemerintah Dinilai Belum Prioritaskan Olahraga Kempora BelumMemiliki Roadmap Nasional

[ J AKARTA ] K e g a g a l a n Kontingen Indonesia di SEA Games 19-30 Agustus 2017 Kuala Lumpur, Malaysia memenuhi tar- get 55 medali emas dan hanya tercapai 38 emas menjadi tampar- an keras bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) beserta para pemangku kepen- tingan olahraga. Pembinaan olah- raga nasional pun dijadikan perta- nyaan. Prestasi Indonesia disebut ter- puruk bukan hanya karena target rendah yang tak tergapai. Pada SEA Games kali ini, perolehan medali emas kontingen Merah Putih adalah paling sedikit sepan- jang sejarah keikutsertaannya. Padahal jumlah kontingen kita terbanyak setelah tuan rumah dan Thailand. Pada kenyataannya, ki- ta kalah dari Vietnam yang berga- bung dalam SEA Games pada 1989 dan negeri kecil Singapura. Pengamat olahraga, Mahfudin Nigara menilai saat ini olahraga belum menjadi skala prioritas na- sional. Apalagi situasi keuangan negara saat ini membuat semua anggaran kementerian dipotong dan pemerintah lebih mempriori- taskan pembangunan infrastruk- tur. K e m e r o s o t a n p r e s t a s i Indonesia sejatinya terlihat sejak era reformasi bergulir. Pada 11 penyelenggaraan di 1977 sampai 1997, Indonesia mendominasi de- ngan sembilan kali juara umum. Namun setelah 1999, prestasi kita terpuruk. “Pemerintah, eksekutif dan le- gislatif harus mau saling peduli membela kepentingan dunia olah- raga. Anggaran Kempora harus dinaikkan dan tentunya juga harus dengan sistem pengawasan yang ekstra ketat agar anggaran itu ti- dak bocor, karena semua membu- tuhkan biaya dan ini menjadi in- vestasi olahraga,” ujarnya akhir pekan lalu. Pagu anggaran dalam APBN 2017 sebanyak Rp 3,14 triliun. Anggaran itu sudah mem- perhitungkan dana persiapan Asian Games 2018 sebanyak Rp 1,3 triliun. Secara terpisah pengamat o l a h r a g a I ndon e s i a , F r i t z Simanjuntak mengatakan, belum ada tekad memajukan olahraga dengan hati. “ Roadmap pembina-

dan swasta sebagai sumber utama pembiayaan olahraga. Diakui hampir di semua negara menggu- nakan cara tersebut. Kedua, dengan cara pengu- rangan pajak bagi sektor BUMN dan swasta yang bersedia menjadi donatur utama masing-masing ca- bang olahraga (cabor). Konsep seperti ini, dipakai di Australia. Akan tetapi, dua konsep pembia- yaan tersebut, tentu akan melibat- kan lintas kementerian. Terutama, a n t a r a Kemp o r a , d e n g a n K e m e n t e r i a n K e u a n g a n , Kemen t e r i an Indus t r i , dan BUMN, serta kementerian lain terkait yang terkait dengan sektor penerimaan negara. Konsep lain yang saat ini dite- rapkan di Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yakni dengan membentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang pusat penge- lolaannya, ada di Panitia Asian Games 2018 (Inasgoc). Khusus BLU Asian Games ini, memang mulai berjalan. Berdasarkan UU No.3 Tahun 2005 tentang SistemKeolahragaan Nasional (SKN) sebagai perwa- kilan pemerintah, Kempora mem- punyai tugas melakukan pembi- naan dan pengembangan olahraga meliputi olahraga, ketenagaan, pengorganisasian, pendanaan, metode, prasarana dan sarana, ser- ta penghargaan keolahragaan. Pembinaan dan pengembangan keolahragaan dilaksanakan melalui tahap pengenalan olahraga, peman- tauan, pemanduan, serta pengem- bangan bakat dan peningkatan prestasi. Pengelolaan sistem keo- lahragaan nasional merupakan tanggung jawab Menpora. KONI memiliki tugas pokok merencanakan, mengkoordinasi- kan dan melaksanakan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, ki- nerja wasit, pelatih dan manajer, guna mewujudkan prestasi keo- lahragaan nasional menuju presta- si internasional. Peran KOI yakni memberang- katkan atlet dan mengikutsertaan Indonesia pada kejuaraan interna- sional seperti Olympic Games, Asian Games, SEA Games, dan pekan olahraga internasional lain. [H-15]

an olahraga Indonesia yang dulu pernah diutarakan pihak Kempora tidak berjalan. Menurunnya pres- tasi olahraga Indonesia menjadi bukti bahwa pemerintah tidak bi- sa mengakomodasi mindset pres- tasi seorang atlet yang ingin mera- ih medali emas,” jelasnya. Ia mencontohkan adanya tunggakan gaji atlet dan pelatih tanpa kejelasan waktu oleh Kempora dan Satlak Prima. “Tapi anehnya, mereka tetap menuntut prestasi. Hal ini mengartikan Kempora tidak serius dan tidak punya kapasitas, apalagi pemerin- tah menargetkan Indonesia di Asian Games 2018 mengincar po- sisi 10 besar,” katanya. Roadmap olahraga diharapkan dapat menjadi acuan agar tercipta sumber daya atlet berprestasi di tingkat daerah, nasional dan inter- nasional. Sayangnya, pemerintah belum memilikinya. Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Ol ah r ag a , Kempo r a , Yun i Poerwanti, mengakui bahwa ro- admap baru akan disusun setelah evaluasi SEA Games. Menanggapi hasil buruk di SEAGames 2017, Menpora Imam Nahrawi akan mengambil lang- kah cepat. Selain akan mengeva- luasi total stake holder olahraga Indonesia, ia akan melakukan te- robosan untuk melakukan pembe- Ambil Langkah

nahan mulai dari pendanaan hing- ga pembinaan atlet. “Saya akan mengambil alih secara langsung proses pembina- an atlet dan mengevaluasi seluruh stakeholder , unit-unit terkait yang berhubungan dengan prestasi olahraga Indonesia, baik internal Kempora, KOI, Satlak Prima un- tuk bersama-sama fokus tugas masing-masing demi keberhasilan prestasi di Asian Games nanti, serta even-even selanjutnya,” kata Menpora. Beberapa langkah cepat atau terobosan baru yang akan dilaku- kan Menpora untuk melakukan pembenahan yakni, Pendanaan at- let tak hanya mengandalkan penda- naan hanya dari anggaran penda- patan dan belanja negara (APBN), dengan cara membentuk Lembaga Pendanaan Khusus Olahraga. “Pendanaan dari APBN harus menyesuaikan dengan kaidah hu- kum, kalau tidak hati-hati akan a d a k o m p l i k a s i h u k u m . Sedangkan pembiayaan olahraga butuh yang fleksibel, karena dina- mikanya cepat. Oleh karena itu kami akan membentuk Lembaga Dana Olahraga, yang melibatkan BUMN, pihak swasta, dan dona- si-donasi,” tambahnya. Langkah cepat selanjutnya yakni mewajibkan pembinaan at- let menggunakan fasilitas yang pernah digunakan untuk Pekan Olahraga Nasional. Menurut

Menpora, pelatnas setiap cabang harus terpusat dan tak boleh jalan sendiri-sendiri. “Untuk persiapan Asian Games 2018 nanti, saya buat tero- bosan baru, atlet Asian Games ki- ta camp-kan di luar negeri sepan- jang waktu yang ditentukan. Selain itu fasilitas di Palembang, Riau, Kalimatan Timur, dan Jawa Barat harus bisa digunakan. Hal ini dilakukan supaya memudah- kan kontrol atlet, seperti nutrisi, makanan, alat tanding, dan men- ciptakan lingkungan unggulan ba- gi atlet,” tegas Menpora. Menpora juga akan meminta stakeholder olahraga serius mengawal dengan detail seluruh proses yang dilakukan. Sesmenpora Gatot Dewa Broto menerangkan, ide menggu- nakan dana non-APBN ini sebe- tulnya gagasan lama. Tapi belum bisa direalisasikan. Mekanisme penggunaannya, akan kembali di- bahas dalam pekan ini. “Bapak Presiden meminta SEA Games akan dievaluasi. Mungkin dalam evaluasi tersebut, akan ada pem- bahasan tentang itu,” ujar dia. Ia menyampaikan, sebetulnya Kempora sejak 2013 lalu, sudah memegang dua konsep pembiya- an olahraga yang bersumber lain dari uang negara. Pertama dengan konsep public-private partners- hip . Ide ini menjadikan perusaha- an-perusahaan negara (BUMN)

> 8

Terkait halaman

Made with FlippingBook Online newsletter