SP170904

Suara Pembaruan

28

Senin, 4 September 2017

Polda Metro Proses Laporan terhadap Jonru Sejumlah Saksi Ahli Disiapkan

[JAKARTA] Penyidik D i r e k t o r a t R e s e r s e Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Senin (4/9) ini menjadwalkan pemerik- saan terhadap Muannas Alaidid yang juga pelapor kasus dugaan ujaran keben- cian melalui media sosial yang diduga dilakukan Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting. "Ya betul (penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Muannas)," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan, Senin. Dia berharap Muannas dapat hadir dan bisa dimin- tai keterangan terkait lapor- an yang dibuatnya. "Diharapkan seperti itu bisa hadir untuk dimintai keterangan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala B i d a n g H u b u n g a n Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Pr abowo Argo Yuwono menuturkan, pe- nyidik baru akan memerik- sa pelapor dan saksi-saksi terkait kasus ini. Pemeriksaan saksi ahli secara bertahap kasus se- perti ahli IT (informasi dan teknologi), pakar hukum pi- dana hingga ahli dari kejak- saan. Para ahli yang ber- konpeten pada bidangnya itu untuk menguatkan mak- sud dari perkataan dan pe- langgaran fakta atas undang undang yang ada. Setelah mendapatkan bukti dan saksi cukup lalu akan memanggil dan me- meriksa berbagai pihak lain terkait ujaran kebencian ( hate speech ) itu. Selanjut-

memastikan bahwa pihak- nya tetap optimal dalam pe- nanganan pengaduan sesuai kinerja prometer (profesio- nal, modern, terpercaya). Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muannas melaporkan pemilik akun media sosial bernama Jonru Ginting dengan nomor la- poran LP/4153/VIII/Dit Reskrimsus, tertanggal 31 Agustus 2017, terkait duga- an ujaran kebencian ( hate speech) m elalui media elek- tronik yang diatur dalam Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45 ayat (2) Undang- undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Menurut Muannas, pos- tingan akun media sosial Jonru Ginting itu sejak bu- lan Maret sampai dengan Agustus 2017, diduga pro-

vokatif dan menyampaikan kebencian sehingga dapat membahayakan keutuhan bangsa Indonesia. Sementara Jonru me- ngetahui adanya pihak yang melaporkan tulisan di med- sos itu. Terkait proses hu- kum tersebut beberapa pengacara siap mendam- pingi terlapor. " Alhamdulillah , sejum- lah pengacara papan atas Indonesia sudah hubungi saya dan menyatakan berse- dia mendampingi terkait pengaduan di polds metro. Saya tak akan berkomentar apa pun sehubungan de- ngan laporan tersebut. Insyaallah semuanya akan diwakili oleh pengacara sa- ya,” kata Jonru dalam status Fa c ebook - nya , Kami s Proses Hukum

(31/8).

Pennolakan Jonru terka- it dengan ujaran kebencian bukanlah hal yang baru. Pada akhir bulan Mei lalu, Jonru pernah diusir dari Ma ume r e , Ka bup a t e n Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat itu, Jonru yang ba- ru tiba dengan pesawat dite- ngarai akan menyebarkan ajaran kebencian sesama umat beragama di Pulau Pemana, Kecamatan Alok Timur. Kehadiran Jonru mengundang amarah seke- lompok warga Sikka dan nyaris menjadi korban ke- kerasan massa. Sebelum ke Maumere, Jonru juga pernah melaku- kan ak t i v i t as d i SoE, Kabupaten Timor Tengah Se l a t a n ( TTS ) , NTT. [BAM/G-5]

DOK SP

Jonru Ginting

nya, memeriksa terlapor. "Terlapor belum dipe- riksa, masih pemeriksaan pelapor ya. Nanti kita me- merlukan waktu dan ruang untuk memanggil terlapor (Jonru)," katanya. Dikatakan, kepolisian

Melanggar Pembatas Jalan

SP/HERI SOBA Kendaraan truk yang memuat bahan bangunan melanggar pembatas jalan di Jl Jampang, Kecamatan Kemang, Bogor, Jawa Barat, Senin (4/9). Akibatnya, sepanjang jalur tersebut hingga kawasan perumahan Telaga Kahuripan macet.

Polisi Kejar Penembak Suar yang Tewaskan Suporter

[BEKASI] Jajaran Polrestro Bekasi Kota masih membu- ru pelaku penembak suar ( flare ) yang menewaskan Catur Juliantono (32) di S t a d i o n P a t r i o t Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (2/9). Polisi memburu pelaku hingga ke luar wila- yah hukum Kota Bekasi. "Pelaku masih dalam pengejaran kami," ujar Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, Senin (4/9). Hingga saat ini, polisi telah memeriksa saksi di antaranya keluarga korban, pengurus PSSI hingga para

Jakmania, suporter Persija Jakarta. Se b e l umny a , p a d a Sabtu (2/9) malam polisi melakukan olah tempat ke- jadian perkara (TKP) di S t a d i o n P a t r i o t Candrabhaga, tempat ber- langsungnya pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Fiji. Kepolisian mendalami terkait penyebab kematian korban apakah karena le- dakan yang mengarah ke dirinya atau memang le- dakan yang berasal dari tempat duduknya. Hasil oleh tempat keja-

dian perkara (TKP), kepoli- sian mendapati pipa beru- kuran sepanjang 20 senti- meter dan berdiameter ke- cil. Benda tersebut merupa- kan pipa pelontar suar yang ditembakkan pelaku hingga mengenai kepala korban. Polisi juga menemukan pengaman rocket flare yang ditemukan di Tribun Timur. Pipa flare yang ditemu- kan di Tribun Selatan, me- nunjukkan kalau pelaku berada di Tribun Selatan yang ditempati suporter asal Jawa Tengah, Pasopati, pendukung setia Persis Solo. [160]

Made with FlippingBook Online newsletter