SP160831

Utama

Suara Pembaruan

2

Rabu, 31 Agustus 2016

Gatot Terancam Hukuman Seumur Hidup

Birokrat DPD Terbelah?

P erbedaan pandangan

mengenai lama masa ja- batan para pemimpin di

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) berbuntut panjang. Sampai hari ini, dua kubu yang berseberangan masih belum mendapatkan kata sepakat. Perbedaan malah semakin melebar ke para birokrat yang bekerja untuk DPD. Informasi yang diperoleh SP menyebutkan birokra- si di lembaga tersebut terbelah menyikapi dinamika in- ternal merebut posisi pimpinan. Ada yang mendukung unsur pimpinan tetapi ada juga yang berseberangan. “Sudah tidak kondusif situasi sekarang. Pegawai- pegawai di lembaga ini ikut dibawa-bawa. Sekretariat Jenderal (Setjen) pun terbawa-bawa,” kata sebuah sumber di Jakarta, Selasa (30/8). Pada Januari 2016, DPD heboh karena keributan internal yang nyaris berujung pada adu jotos. Pangkal persoalannya adalah ada kubu yang menginginkan masa jabatan pimpinan DPD diganti tiap 2,5 tahun se- perti yang disetujui dalam Rapat Paripurna DPD pada Januari 2016. Sementara kubu yang lain memperta- hankan jabatan pimpinan berlangsung lima tahun. Perbedaan pendapat itu berlanjut dengan perbedaan lainnya yakni sejak kapan berlakunya masa 2,5 tahun tersebut. Ada kubu yang mengemukakan dihitung sejak dilantik atau sejak menjabat Oktober 2014 lalu. Jika itu dilakukan maka masa kepemimpinan Irman Gusman dan kawan-kawan akan selesai pada akhir tahun ini. Namun, ada juga pihak yang mengatakan berlaku sejak keputusan paripurna Januari 2016. Artinya baru bisa diganti pertengahan 2018. Pertarungan pada titik terakhir ini masih terus terjadi karena belum ada ke- sepakatan. Untuk menyelesaikan soal tersebut, paripurna DPD lalu menyepakati untuk membentuk panitia khusus (Pansus) baru untuk memutuskan kapan masa berlaku 2,5 tahun tersebut. Saat ini, Pansus sedang bekerja. Di tengah Pansus bekerja, manuver, gerilya dan tarik-menarik terjadi. Di situlah birokrat yang ada di DPD diseret-seret. Setjen DPD pun disebut-sebut mendukung unsur pimpinan sebab jika pimpinan se- karang diganti maka mereka pun ikut digantikan. “Bahkan ada intimidasi dari pihak-pihak tertentu yang tidak mendukung kubu ini atau kubu itu bakal diganti. Para pegawai pun mencari bumper kepada anggota-anggota berdasarkan kubu yang didukung- nya,” ujar sumber tersebut. [R-14]

[JAKARTA] Ketua Umum Pe r s a t uan Ar t i s F i lm Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti kemungkinan di- jerat pasal berlapis setelah petugas kepolisian menemu- kan sejumlah barang bukti di rumah Gatot di kawasan Jakarta Selatan. Pasal 112 UU Narkotika mengatur pe- milik narkotika golongan sa- tu terancam hukuman 4-12 tahun. Bahkan bila terbukti menyimpan dan memiliki le- bih dari 5 gr narkotika, Gatot terancam hukuman 20 tahun hingga seumur hidup. Gatot yang dikenal seba- gai guru spiritual sejumlah artis ditangkap polisi di ka- mar 1100, Hotel Golden Tulip, Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (28/8). Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, setelah menang- kap tersangka di Mataram, Satgasus Merah Putih bersa- ma 20 orang anggota mela- kukan pengeledahan terha- dap rumah tersangka di jalan Jl Niaga Hijau X No 1 Pondok Pinang, Jaksel. Satgasus Merah Putih adalah tim gabungan dari anggota Mabes Polri, Satuan Reserse danKriminal PolresMataram serta Lombok Barat. Di rumah Gatot, Petugas menemukan barang bukti berupa 30 jarum suntik, sembilan buah bong dan tu- juh buah cangklong sebagai alat isap sabu-sabu, 39 buah korek, dan sebungkus psi- kotropika jenis sabu-sabu yang diperkirakan 10 gram. Se l a i n d i j e r a t UU Narkotika, Gatot juga dijerat dengan UU Darutat 12/1951 karena di rumahnya ditemu- kan tiga kotak amunisi, dua senjata api jenis Glock 26 dan Walther, sebuah sangkur dan holder, delapan butir amunisi, 500 butir amunisi 9 mm, tiga buah kotak amuni- si 9 mm, dan sekotak amuni- si Fiochini 32 auto. Gatot yang dikenal se- bagai guru spiritual artis itu juga dikenai UU 5/1990 Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto yang menye- butkan bahwa seluruhnya positif mengandung zat narkotika. “Hasil tes urine enam dari delapan yang diaman- kan bersama Gatot , telah dinyatakan positif,” kata Heri. Penangkapan terhadap Gatot menambah daftar panjang pesohor yang ter- jerat narkoba. [Ant/A-15]

tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya karena di ru- mahnya didapati seekor ha- rimau sumatera dan seekor burung elang jawanyang sudah diawetkan. “Untuk seluruh barang bukti terkait psikotropika di- serahkan penanganan ke Satuan Narkoba Polres Jaksel, untuk penyimpanan amunisi diserahkan penanganannya kepada Ditreskrim Umum Polda Metro Jaya, sedangkan untuk pidana perlindungan satwa diserahkan kepada Ditreskrim Khusus Polda Metro Jaya,” kata Boy. Saat ini, Gatot dan istri- nya, Dewi Amina, tengah diperiksa di Polres Mataram NTB. Selain istrinya, Dewi Aminah, Gatot bersama enam orang lain yang di- tangkap polisi di kamar 1100, Hotel Golden Tulip. Dari Gatot, yang kerap ber- penampilan alim itu, polisi mengamankan sejumlah ba- rang bukti yakni satu buah klip plastik berbentuk kris- tal putih diduga sabu, satu buah alat hisap sabu atau bong, satu buah pipet kaca, dua sedotan, satu korek gas untuk bakar bong, dua dom- pet, sejumlah uang, dan HP. Dari Dewi, polisi me- nyita barang bukti di antara- nya, satu buah klip plastik yang berbentuk putih didu- ga sabu-sabu, satu buah alat isap, dua pipet kaca, empat sedotan, lima korek gas, sa-

tu dompet, HP, satu strip obat, dan dua kondom. “Setelah menjalankan tes urine, hasilnya positif termasuk Reza,” kata Boy, Selasa (30/8). Namun, poli- si tidak bisa langsung me- netapkan pelantun lagu Keabadian itu sebagai ter- sangka karena tak ada ba- rang bukti bersama Reza. Seangkatan Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba Nasional, I Nyoman Adi Peri mengatakan, kasus yang me- nimpa Gatot harus dilihat se- cara detail dan komprehensif, apakah dia hanya merupakan pengguna atau pengedar. “Permasalahan yang menimpa Gatot harus diber- lakukan sesuai PP Nomor 25 Tahun 2011 tentang Penyalahgunaan Narkotika supaya dapat memutuskan dengan tepat sanksi apa yang layak dijatuhkan pada Gatot, apakah dia merupa- kan korban yang harus dire- habilitasi atau pelaku,” kata Nyoman, Rabu (31/8). Dia menjelaskan, kalau hanya pengguna, maka Gatot hanya bisa dijerat de- ngan Pasal 112 ayat 1, jika barang buktinya seberat 0,5 gram ke bawah. “Konsekuensinya dia tak bisa dipenjara, tapi harus di- rehabilitasi. Dia juga memi- liki hak untuk mendapatkan advokasi,” ujar Nyoman. Terkait pemberantasan narkoba yang dilakukan BNN, Nyoman mengung-

kapkan, dalam BNN ada li- ma deputi. “Ada deputi pem- berantasan, deputi pencegah- an, deputi rehabilitasi, deputi peran serta masyarakat, dan deputi kerja sama antarlem- baga. Mana yang lebih efek- tif, karena semuanya memi- liki program dan anggaran- nya, yang pasti semuanya harus saling mendukung,” katanya. Deputi pemberan- tasan untuk menghilangkan peredaran narkoba, pengedar, bandar, jaringan serta produ- sen. Sedangkan deputi pen- cegahan untuk mencegah masyarakat agar tidak meng- gunakan narkoba, deputi re- habilitasi diperuntukkan para pengguna narkoba agar tidak tergantung pada barang ha- ram tersebut. Nyoman memprediksi, Gatot sudah menjadi target penangkapan karena sebe- lumnya berembus kabar bahwa Ketua Umum Parfi itu erat dengan narkoba. “Hanya kita tidak tahu apa- kah ia termasuk kategori yang mana, pemakai, peng- edar, bandar atau yang ma- na,” tukasnya. Sosialisasi tentang ba- haya narkoba oleh BNN, diyakini Nyoman sudah se- ring dilakukan pada para pekerja seni. “Pastilah pe- kerja seni menjadi salah sa- tu sasaran sosialisasi baha- ya narkotika mengingat ra- nah pekerjaan dan pergaul- an me r eka , ” ka t anya . [FAR/161]

Daftar Artis Terjerat Narkoba Bertambah

K asus dugaan pe- nyalahgunaan nar- koba jenis sabu-sa- bu Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti masih menunggu hasil pengujian di laboratorium Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Tadi siang kita sudah bersama tim penyidik

pergi ke BPOM untuk mengecek barang bukti yang diduga sabu-sabu, apakah benar atau tidak,” kata Irfan Suryadiata, penasihat hukum enam dari delapan pelaku yang diduga terlibat kasus pe- nyalahgunaan narkoba bersama Gatot di Mataram, Selasa. Untuk hasil tes urine ke enam pelaku, sebelumnya telah disampaikan

Made with FlippingBook - Online catalogs