SP181017

Suara Pembaruan

Utama

2

Rabu, 17 Oktober 2018

Ma’ruf Amin Garap “Kandang” Lawan?

C alon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin dikabarkan bakal fokus berkampanye ke wilayah-wilayah suara Joko Widodo (Jokowi) yang hilang pada Pemilihan Presi- den (Pilpres) 2014. Daerah yang diutamakan mantan Ketua Umum Majelis Ul- ama Indonesia (MUI) adalah berkampanye di Jawa Barat dan Banten. “Terutama di daerah- daerah yang pada 2014 Jok- owi kalah karena isu politik identitas. Pak Kiai Ma’ruf akan maksimal menggarap

dukungan suara di sana,” kata sumber SP , di Jakarta, Selasa (17/10) malam. Sumber itu mengakui bahwa Ma’ruf Amin ditugaskan untuk meraup suara pemilih yang terpengaruh politik

tempelan. “Banyak orang berkampanye atas nama agama. Mereka mengatakan sebagai tokoh agama yang harus dipilih dan didukung karena mewakili agama.

Jabar Ridwan Kamil, Red). Mereka memang membuka dan memberikan peta keku- atan politik di sana. Jadi, kami akan masuk bersama mereka. Untuk Tasikmalaya, bisa melalui KH Maman Imanulhaq,” katanya. Sumber itu memprediksi bahwa politik identitas bakal tetap dimainkan pada Pilpres 2019. “Meski di atas kertas isu SARA tidak laku dan ada kesepakatan bahwa dua pasangan calon tidak akan menyentuh ranah itu, namun potensi itu tetap ada. Ini yang ingin kami redam,” ujarnya. [W-12]

Padahal, belum tentu menjalankan ajaran agama dengan be- nar,” ujarnya. Dikatakan pula,

identitas pada Pilpres 2014. Dikatakan, strategi ke- tokohan

Ma’ruf Amin

Ma’ruf akan dibantu oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat di Jabar dan Banten untuk mendulang suara bagi kemenangan Jok- owi. “Di Jabar, misalnya, ada Kang Dedi Mulyadi dan Kang Emil (Gubernur

dalam berkampanye akan menjadi nilai jual tersendiri. Timnya akan menge- depankan sosok ulama sungguhan, tidak seperti pihak-pihak yang meng- gunakan agama sebagai

Upacara Perdana ASN Pemprov Sulteng Bangkit dari Keterpurukan Akibat Bencana

di Posko Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Satgasgabpad) di Korem 132/Tadulako Palu, sampai Rabu, menyebutkan, korban meninggal yang sudah ditemukan 2.100 orang, dan seluruhnya sudah dimakamkan. Sementara korban hilang sebanyak 680 orang, dan tertimbun tanah 152 orang. Korban luka luka mencapai 4.612 orang masih dirawat di berba- gai rumah sakit di Palu. Sedangkan data rumah rusak sebanyak 68.451 unit rumah, serta jumlah warga yang mengungsi 78.994 orang. Sementara itu, berdasarkan informasi di Posko Bencana Kota Palu, yang berpusat di rumah wakil wali kota Palu, menyebutkan, data sementara total korban tewas 790 orang, hilang 2.670 orang, luka-luka 962 orang. Sedangkan jumlah pengungsi 25.741 orang. Dari jumlah korban di Kota Palu itu, terparah berada di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, dan Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat. Data Posko Bencana Kota Palu menyebutkan, korban hilang sementara 1.900 orang, sedangkan korbanmeninggal belumdisebutkan. Demikian di Perumnas Balaroa, disebutkan korban meningga 500 orang dan hilang 700 orang. Pemerintah Kota Palu saat ini sedang terkonsentrasi merealiasikan pembangunan rumah-rumah semen- tara untuk para pengungsi yang di- proyeksikan di daerah Duyu, Talise, dan wilayah Balaroa yang aman dari ancaman gempa bumi dan tsunami. Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kem- sos) Harry Hikmat mengatakan, kebutuhan makanan untuk peng- ungsi berkurang karena sebagian pengungsi keluar dari posko pengungsian. Mereka kembali ke rumah yang masih layak huni atau memilih membangun tenda dekat bangunan rumah yang kerusakannya tidak terlalu parah. Bahkan ada para ibu yang mulai mendirikan dapurmandiri. “Memang di dapur umum Kemsos, dilakukan upaya penyiapan para ibu agar kelak

bisa mandiri dan bangkit,” katanya. Saat ini Kemsos telahmendirikan 20 dapur umum yang tersebar di Palu, Donggala dan Sigi. Taruna Siaga Bencana (Tagana) memban- tu menyiapkan makanan di dapur umum ini. Saat ini dapur umum menyiapkan 35.000 bungkus nasi dari sebelumnya hampir 45.000 bungkus. Masyarakat yang mendirikan dapur mandiri bisameminta bantuan beras dari cadangan beras pemerin- tah melalui aparat desa setempat. Sedangkan penyediaan lauk pauk ada yang mulai swakelola. “ Pasar mulai ramai meski belum semua kios sembako di pasar-pasar tradisional tersebut buka. Masih ada sebagian kios Terkait korban likuefaksi, Harry menyebut, pendataan memang masih dilakukan dan tidak mudah. Tagana Kemsos karena panggilan sosialnya, kadang membantu warga atau keluarga korban yang masih ingin mencari. Namun, kondisi yang sulit dan faktor kesehatan selalu diingatkan kepada Tagana. Seperti harus me- makai sarung tangan, diingatkan suntik tetanus dan faktor keamanan lainnya. Sebab lanjutnya, kalau pun ditemukan kondisi jenazah sudah tidak utuh, baunya pun menyengat. “Saat ini pihak terkait masih melakukan proses verifikasi, kita belumbisa sebut angka pasti. Karena memang tidak mudah, butuh waktu. Apalagi manusia itu bergerak dan dinamis,” tandasnya. [159/J-11/R-15] yang tutup diduga karena pemiliknya menjadi korban bencana.

ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang Anak-anak bermain di sekitar tenda tempat tinggal terpadu bagi pengungsi terdampak gempa di Loli Saluran, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/10). Palang Merah Indonesia bekerja sama Bulan Sabit Merah Turki mendirikan 350 tenda tempat tinggal terpadu bagi korban terdampak gempa dan tsunami Palu-Donggala.

[PALU] Kondisi sosial ekonomi dan juga aktivitas pemerintahan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sul- teng) memasuki hari ke-19 bencana gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi, berangsur pulih. Telekomunikasi dan kelistrikan juga sudah normal. Suplai bahan bakar minyak (BBM) di sebagian besar SPBU terutama di Palu, sudah lancar. Toko-toko juga sudah sejak beberapa hari lalu sudah buka. Para aparatur sipil negara (ASN) yang luput dari bencana juga sudah bekerja kembali seperti biasa. Pada Rabu (17/10) pagi, ratusan ASN di lingkup Pemprov Sulteng mengikuti upacara bulanan di ha- laman Kantor Gubernur Sulteng dengan inspektur upacara Gubernur Sulteng Longki Djanggola. Longki mengapresiasi paraASN yang secara sadar melaksanakan kembali tugasnya sebagai aparatur negara, menegakkan disiplin sehing-

ga menjadi contoh bagi masyarakat. ”Walaupunupacarakali ini dadak- an dalam suasana keprihatinan dan duka cita yangbelumhilang, tapi saya harap kita jangan sampai menyerah dan terus dibayang-bayanginya. Marilah kita semua selaku aparatur untuk kembali merapatkan barisan seraya berangsur-angsur bangkit dari keterpurukan dan memulai recovery dan pekerjaan-pekerjaan pelayanan dasar secara normal seperti semula kepada masyarakat,” ujar Longki. Para pedagang juga sudah semakin banyak yang berjualan di pasar-pasar tradisional Kota Palu, Sigi, maupunDonggala. Pasar mulai ramai meski belum semua kios sembako di pasar-pasar tradisional tersebut buka. Masih ada sebagian kios yang tutup diduga karena pe- miliknya menjadi korban bencana. Di Pasar Inpres Masomba Palu, banyak kios yang berjualan sem- bako belum buka. “Para pemilik kios masih mengungsi ke berbagai

tempat,” kata Sabria (35), seorang pemilik ruko di kompleks Pasar Masomba, Palu. Pada Selasa (16/10), Gubernur Longki Djanggola mengunjungi titik terparah di Balaesang, Dong- gala. Didampingi para pimpinan organisasi perangkat daerah terkait, ia meninjau Kecamatan Kulawi. Daerah ini sempat terisolasi lebih dari seminggu pascabencana. Ribuan rumah hancur, tanah-tanah terbelah, dan jalanan terputus, sehingga akses ke wilayah Kulawi terputus total. Namun dalampeninjauan Selasa, wilayah Kulawi kini sudah bisa ditembus kendaraan roda empat. Gubernur Longki bertemu masya- rakat di berbagai titik pengungsian dan menyerahkan bantuan berbagai kebutuhan pokok kepada rakyatnya yang tertimpa bencana. Data Korban Sementara itu, data dari pusat penanggulangan korban bencana

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online