ID171130

kamis 30 november 2017

24

Investor Daily/DAVID

pung Manggis, selanjutnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Sim- panan, sebagaimana diubah dengan Undang-UndangNomor 7 Tahun 2009. Otoritas Jasa Keuangan juga mengimbau kepada nasabah BPR Lumbung Pitih Nagari Kampung Manggis untuk tetap tenang, karena dana masyarakat di perbankan ter- masuk BPR dijamin LPS sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Masyarakat yang berkepentingan dapat menghubungi Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Barat yang beralamat di Gedung Bank Indonesia Padang Lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman nomor 22, Padang, 25128. Sementara itu, OJK Provinsi Sumat- era Barat menyatakan perkembangan BPR di wilayah itu terus tumbuh, kendati dalambeberapa tahun terakhir ada lima bank yang ditutup. “Hingga September 2017 pertumbuhan BPR di Sumbar mencapai 5,1% dengan total aset sebesar Rp 1,8 triliun,” kata Deputi Direktur Pengawasan OJK Sumbar Bob Hasfian di Padang, Rabu (29/11) seperti dilansir Antara . Dia mengatakan, saat ini di Sumbar terdapat 97 BPR yang terdiri atas 90 bank konvensional dan tujuh lainnya masuk kategori syariah. “Perkem- bangan perbankan tersebut akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang ada pada suatu daerah, jika eko- nomi bagus tentu akan berdampak pada bank,” kata dia. (th) perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 2,09 triliun, menurun 13,28% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,41 triliun. Namun, pihaknya optimistis pertumbuhan kredit tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini. Sementara itu, Direktur Bank of India Indonesia Ferr y Koswara mengatakan, dari sisi likuiditas, saat ini perseroan mencatatkan loan to deposit ratio (LDR) berada pada posisi 70%. Menurut dia, jumlah dana masih lebih besar dibandingkan dengan penyaluran kredit. Untuk tahun 2018, pihaknya menar- getkan LDR perseroan bisa meningkat ke posisi 80%. Ferry menambahkan, terkait relaksasi dari regulator men- genai likuiditas dari LDR menjadi financing to funding ratio (FFR), pi- haknya mendukung aturan tersebut. Namun, sebelum diberlakukan re- laksasi tersebut, likuiditas perseroan masih cenderung longgar. Sedangkan dari sisi rasio kredit bermasalah ( non performing loan / NPL) gross sampai dengan kuartal ketiga tahun ini masih berada di posisi 4,95%. Rasio tersebut sudah membaik dibandingkan dengan posisi NPL gross akhir Desember tahun lalu yang men- capai 15,82%. “Kami targetkan NPL tahun depan bisa berada di bawah 4% dengan meningkatkan penyaluran kredit kami,” ungkap dia. (nid) Alexandra menambahkan, Bank Mandiri sudah memberikan ko- mitmen kredit ke Grup Pelindo I sebesar Rp 2 triliun. Bank Mandiri juga berkomitmen untuk memban- gun sektor kepelabuhanan sebagai dukungan pada percepatan pemban- gunan infrastruktur kelautan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Khusus untuk sektor kepelabuhanan, Bank Mandiri telah menyalurkan komitmen pembiayaan hingga Rp 7,6 triliun ke Pelindo I-IV hingga Oktober 2017 dengan realisasi pencairan sebesar Rp 2,0 triliun. Saat ini, sinergi antara Pelindo I dan Bank Mandiri juga telah direal- isasikan dalam pemanfaatan fitur host to host , auto collection , dan bill payment untuk penerimaan penggunaan jasa pelabuhan di wilayah kerja Pelindo I. “Pemanfaatan fitur tersebut diharap- kan dapat meningkatkan efisiensi dan optimalisasi penerimaan pendapatan Pelindo I, sehingga dapat lebih diman- faatkan untuk ekspansi perusahaan,” kata Alexandra. Sementara itu, Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indone- sia (Persero) Tbk (BNI) Anggoro

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner (KDK) Nomor KEP-213/D.03/2017 tanggal 29 November 2017 tentang Pen- cabutan Izin Usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lumbung Pitih Nagari Kampung Manggis, mencabut izin usaha BPR tersebut yang beralamat di Pusat Pertokoan Inpres Lantai 2 Blok C nomor 33, Pasar Padang Panjang Kota, Padang Panjang, terhitung sejak 29 November 2017. Pelaksana Tugas Kepala OJK Prov- insi Sumatera Barat Dar wisman menjelaskan, sebelum dilakukan pencabutan izin usaha, BPR terse- but telah masuk status Bank Dalam Pengawasan Khusus sejak 8 Mei 2017. Sesuai ketentuan yang berlaku, BPR tersebut diberikan kesempatan selama 180 hari atau sampai dengan 3 November 2017 untuk melakukan upaya penyehatan. “Penetapan status Bank Dalam Pengawasan Khusus dis- ebabkan BPR tersebut tidak mampu memperbaiki kinerja keuangan BPR, sehingga tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan sesuai keten- tuan yang berlaku,” terang dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Rabu (29/11). Upaya penyehatan yang dilakukan BPR sampai dengan batas waktu yang ditentukan, jelas dia, tidak dapat mem- perbaiki kondisi BPR untuk keluar dari status Bank Dalam Pengawasan Khusus yang harus memiliki rasio ke- wajiban penyediaan modal minimum (CAR) paling kurang sebesar 4%. Dengan pencabutan izin usaha BPR Lumbung Pitih Nagari Kam- JAKARTA – PT Bank of India Indonesia Tbk memproyeksikan tahun depan dapat membukukan laba sebesar Rp 80 miliar, setelah men- catatkan kerugian sebesar Rp 63,71 miliar sampai akhir September tahun ini. Untuk itu, perseroan mulai gencar menyalurkan kredit untuk mencapai target pertumbuhan laba. Direktur Kepatuhan Bank of India Indonesia Primasura PanduDwipanata mengungkapkan, sampai dengan Oktober tahun ini penyaluran kredit perseroan masih belum mengalami pertumbuhan signifikan. Hal tersebut disebabkan oleh masih rendahnya permintaan (demand) dari nasabah untuk mengambil kredit. Menurut dia, untuk kredit eksist- ing, perseroan menyalurkan kredit pada banyak sektor, namun masih banyak menyalurkan kredit untuk perdagangan atau ritel. Hingga saat ini, portofolio kredit perdagangan perseroan hampir mencapai 50%, dan tahun depan pihaknya juga tetap men- ingkatkan penyaluran kredit. “Tahun depan pertumbuhan kredit kami sekitar 10-15% dibandingkan dengan tahun ini, dengan mendorong sektor perdagangan kami harap porsinya bisa jadi 50-60%. Kemudian, untuk laba kami harap bisa lebih dari Rp 80 miliar tahun depan,” kata Primasura di Jakarta, Rabu (29/11). Hingga kuartal ketiga tahun ini, JAKARTA – Himpunan Bank Mi- lik Negara (Himbara) mendukung pengembangan bisnis PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I dengan menawarkan pinjaman tran- saksi untuk membantu pembiayaan belanja modal ( capex ). Selain kerja sama dengan Himbara, Pelindo I membentuk kesepakatan utama ( head of agreement ) dengan 11 BUMN lain dan satu bank swasta mencakup pengembangan pelabuhan, properti, jasa pemanduan, hingga layanan perbankan. Senior EVP Corporate Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Alexandra Askandar mengatakan, pihaknya menawarkan pinjaman tran- saksi khusus sebesar Rp 350 miliar ke Pelindo I. Pinjaman tersebut akan menjadi bagian dari kredit sindikasi yang akan disalurkan sejumlah bank BUMN. “Kami berharap dukungan ini dapat membantu Pelindo I dalam melaksanakan peran strategis memas- tikan konektivitas di wilayah Indonesia bagian barat,” ungkap Alexandra di sela acara penandatanganan surat penawaran pinjaman ke Pelindo I di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Rabu (29/11).

BNI Official Prestige Digital Banking Partner Asian Games Wakil Dirut BNI Herry Sidharta bersama Ketua Pelaksana Inasgoc Eric Thohir, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto foto bersama atlet dan mantan atlet yang sukses mengharumkan nama Indonesia saat peresmian BNI sebagai Official Prestige Digital Banking Partner ASIAN GAMES Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (29/11/2017). Salah satu lay- anan baru yang disiapkan BNI adalah Kartu Debit Combo Virtual Account. Selain itu, BNI secara khusus menerbitkan uang elektronik edisi Asian Games 2018, yaitu BNI TapCash Legend Limited Edition.

dengan bunga fixed 7,5%. Di sisi lain, Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi memproyeksikan pertumbuhan kredit perseroan tahun depan tumbuh sekitar 7-8% (yoy). Pihaknya akan fokus menggarap sektor mikro pada tahun depan untuk menggenjot penyaluran kredit. “Untuk meningkatkan kredit, perlu ada kemudahan di sektor riil dan perizinan terkait birokrasi. Kami harap tahun depan sektor mikro bisa membantu pertumbuhan kredit kami,” jelas Glen. Direktur Konsumer PT Bank Neg- ara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Anggoro Eko Cahyo juga berharap ada perbaikan di sektor properti, sehingga bisa mendongkrak permintaan kredit BNI tahun depan. Pihaknya mem- proyeksikan pertumbuhan kredit akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini, namun dia tidak menyebut berapa target pertumbuhannya. “ Kan tahun ini mulai membaik, tapi memang belum sekencang yang diharapkan, sedangkan tahun depan diharapkan lebih baik,” kata Anggoro. Sementara itu, CEO Citibank In- donesia Batara Sianturi mengun- gkapkan, terdapat perlambatan per- mintaan kredit tahun ini. Padahal, perseroan telah menyiapkan kredit untuk disalurkan. “Kalau permintaan berkurang untuk modal kerja, tidak ada permintaan untuk kredit. Kami lihat korporasi itu masih wait and see , kami harap tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini,” kata Batara. Perlambatan permintaan kredit ini khususnya terjadi pada bisnis sektor riil. Padahal, rata-rata tingkat likuiditas perbankan nasional terbilang cukup kuat saat ini. Hingga September tahun ini perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 40 triliun, atau hanya tumbuh 2,1% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Sementara itu, dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Pelindo I ber- encana menggarap bisnis properti. Di sektor layanan kesehatan, Pelindo I bekerja sama dengan PT Pertamina Bina Medika. BUMN yang berbasis di Medan itu juga bekerjasama dengan PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) dalam pengemban- gan kawasan pariwisata di Tanjung Pinggir Batam. Di sisi lain, untuk pemasaran lay- anan pandu di Selat Malaka, Pelindo I menggandeng PT Pelindo II (Persero) dan PT Djakarta Lloyd (Persero). Bambang mengatakan Pelindo I, Pelindo II, dan Djakarta Lloyd akan melayani kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka – Selat Singapura, dan kapal-kapal yangmenuju dan/atau dari pelabuhan-pelabuhan yang berada di wilayah kerja Pelindo I. Kerja sama lainnya yang Pelindo I dengan BUMN adalah penu- tupan asuransi aset dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), kerja sama program asuransi jiwa pegawai dengan PT Taspen (Persero). (nid)

kredit konsumsi sangat elastis, jika harga turun nasabah akan ambil. Berbeda dengan kredit modal kerja, jika penjualan tidak signifikan nasabah tidak akan menambah kreditnya. “Jadi seperti properti kami turunkan bunga nasabah banyak ambil, kredit akan tumbuh. Yang susah itu kredit modal kerja dan kredit investasi, karena sesuai kebutuhan, kalau KPR, mobil itu kan kebutuhan, pasti orang akan ambil,” terang dia. Sementara itu, Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Handayani mengatakan, pihaknya memproyeksikan pertum- buhan kredit tahun depan bisa naik dua digit dibandingkan dengan kredit tahun ini. Hal tersebut didukung oleh perkiraan pertumbuhan ekonomi dan permintaan kredit mulai meningkat pada tahun depan. “Kalau kredit BRI tahun depan kami proyeksikan bisa tumbuh double digit , karena pertum- buhan ekonomi juga diperkirakan akan membaik,” kata Handayani. Sedangkan untuk kredit konsumer pada 2018, dia memproyeksikan tum- buh sekitar 23-25% secara tahunan. Hal tersebut didorong oleh peningkatan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Dia mengaku, ke depan BRI lebih fokus menyalurkan KKB ke luar Pulau Jawa yang memiliki potensi cukup besar. Pasalnya banyak proyek infrastruktur di luar Jawa yang juga sudah selesai dibangun. Selain itu, untuk menggenjot pem- biayaan KPR, Handayani menjelaskan, pada ulang tahunBRI ke-122 perseroan baru meluncurkan suku bunga KPR promo yang lebih kompetitif di bawah 10% yang berlaku sampai kuartal per- tama tahun depan. Untuk satu tahun dengan bunga fixed 6,75%, kemudian untuk tenor dua tahun dengan bunga fixed 7,12%, serta tenor tiga tahun lainnya untuk support transaksi di Pelindo I. Untuk porsi pinjaman BRI ada PKS (perjanjian kerja sama) terp- isah, ini baru agreement ,” jelas dia. Saat ini beberapa bank banyak yang aktif melakukan supply chain , selain untuk meningkatkan institutional banking , menurut Handayani juga agar terjadi efisiensi transaksi untuk nasabah di perusahaan dan rangkaian transaksi di perusahaan. “Bagi bank juga meningkatkan share of wallet , selain itu relationship juga akan le- bih baik dan bisa bermanfaat bagi nasabah korporasi dan turunannya. Harapannya bisa mengoptimalkan pelayanan kepada nasabah korporasi supaya memanfaatkan seluruh produk kami,” papar Handayani. Pada kerja sama ini, dalam layanan perbakan Pelindo I menggandeng BNI dalam supply chain financing (SCF), kerjasama implementasi transaksi cashless dengan Bank Mandiri, BRI, dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Pelindo I juga bekerja sama dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) untuk mengembangkan Pelabuhan Kuala Enok, Pelabuhan Batu Ampar, Batam, dan Terminal Petikemas Pelintung.

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerima hasil rencana bisnis bank (RBB) tahun 2018 dari industri perbankan pada akhir November ini. Berkaitan itu, perbankan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 13% secara tahunan ( year on year /yoy) pada 2018. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan kredit 2018 oleh OJK yang sekitar 12%.

ini mudah-mudahan mendekati 10%. Kalau pakai kisaran, kami bisa bilang 8-11%, tapi sekarang sudah 8,18%, jadi kalau akhir tahun 9% bisa lebih,” jelas Heru. Sedangkan dari sisi likuiditas, saat ini industri perbankan sedang mengalamai likuiditas longgar, ban- yak dana yang akan disalurkan. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya juga optimistis tahun depan permintaan kredit akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini. Namun, dia memilih untuk konser vatif dalam membuat RBB, sehingga perseroan memproyeksikan kredit tumbuh sekitar 9-10%. “Kalau ekonomi bagus tahun depan, kami tumbuh 15%, 17%, 20% bisa, kar- ena uang ada, modal ada, kapasitas orang juga ada. Masalahnya adalah permintaan, makanya kami masih konservatif di 9-10% tahun depan,” papar Jahja. Menurut dia, selain infrastruktur, tahun depan kredit sektor konsumsi masih akan menjadi penopang per- tumbuhan kredit perseroan. Pasalnya, akan sebagai alat bayar, alat transaksi, dan identitas para pengguna jasa kepelabuhanan di lingkungan Pelindo I antara lain seperti penggunaan di Gerbang Masuk pelabuhan, transaksi di tenant yang ada di pelabuhan, pembelian tiket transportasi, dan alat identifikasi bagi pengguna truk. Sebelumnya, dalam rangka men- dukung bisnis kepelabuhanan, BNI membangun kerja sama dengan Pe l i ndo I da l am b i dang c a s h management bagi pengguna jasa kepelabuhanan. Cash Management Services BNI didesain secara custom- ized sesuai dengan kebutuhan Pelindo I dalam pengelolaan keuangan dan pembayaran secara terintegrasi seba- gai solusi bisnis yang terpadu. Saat ini market share BNI dalam penerimaan jasa kepelabuhanan mencapai 40%. Sindikasi Pinjaman Selain itu, Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Handayani mengatakan, kerja sama dengan Pelindo I meliputi sinergi untuk sindikasi pinjaman, kemudian untuk mendukung transaksi nontunai ( cashless ), serta value chain . “Kami kerja sama dengan beberapa bank

Kepa l a Ekseku t i f Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, tahun depan kredit sektor korporasi seperti infrastruk- tur masih menjadi penopang kredit perbankan. Selain itu kredit sektor konsumsi juga akan mendongkrak penyaluran kredit. “RBB sementara, mereka (perbankan) proyeksi 13%, lebih tinggi. Bank Indonesia (BI) proyeksi tahun depan tumbuh 10- 12%, kami juga sekitar itu,” kata Heru ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (28/11) malam. Berdasarkan data OJK, pertum- buhan kredit sampai dengan Oktober tahun ini sebesar 8,18%, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang hanya 7,86% (yoy). Heru mengungkapkan, pada sisa dua bulan terakhir tahun ini, pihaknya yakin per tumbuhan kredit akan meningkat. Bahkan, menurut dia, pertumbuhan kredit masih bisa men- capai dua digit karena realisasi kredit infrastruktur yang cukup besar. “Pada Oktober ini sudah 8,18%, pada September kan masih pesim- istis di angka 7,8%. Pada November Eko Cahyo mengatakan, untuk men- dukung bisnis Pelindo I, BNI juga memberikan dukungan pembiayaan. Kali ini, BNI mengalirkan kredit senilai Rp 731 miliar ke per usa- haan anak Pelindo I, yaitu PT Prima Multi Terminal. “Pembiayaan ini digunakan sebagai kredit investasi untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung. BNI juga dalam tahap pembicaraan akhir untuk menyalurkan kredit lainnya kepada Pelindo I,” kata Anggoro. Selain itu, kerja sama kartu uang elektronik (BNI TapCash) khusus Pelabuhan merupakan bentuk dukun- gan BNI terhadap program Bank Indonesia (BI) yang menggagas Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) dan Pelindo I dalam hal penggunaan uang elektronik. Penggunaan kartu uang elektronik ini diharapkanmampu mengurangi antrean saat pembayaran di gerbangmasuk ke pelabuhan. Kartu ini juga lebih efisien karena tidak perlu menyiapkan uang kembalian, dan seluruh transaksi dapat terekam dengan baik. BNI TapCash khusus Pelabuhan yang juga disepakati penggunaannya dalam acara yang sama, dapat digun-

Made with FlippingBook - Online catalogs