ID180420

jumat 20 april 2018 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/Joe Raedle/Getty Images/AFP

perusahaan-perusahaan menimbun baja, sebagai antisipasi bila harganya terus naik. Sementara perusahaan-perusahaan di wilayah Boston menyatakan bahwa perselisihan perdagangan sangat ber- isiko bagi bisnis mereka dan sekarang harga aluminium sudah naik. “Tarif-tarif ini sekarang membuat lapangan kerja menghilang dan pe- rusahaan-perusahaan manufaktur Amerika harus membayar mahal konsekuensinya,” kata satu pelaku usaha, seperti dilansir AFP . Salah seorang kontak The Fed Dal- las juga menyebutkan masalah perda- gangan ini terus-menerus membuat para produsen pertanian dan kalangan kreditor cemas. Sulitkan Bank Sentral Selain itu, bukan pertama kalinyaThe Fed mengingatkan tentang dampak ketidakpastian dari kebijakan perda- gangan terhadap perekonomian. Dalam pidato Rabu (18/4), Presiden The Fed New YorkWilliamDudley mengatakan bahwa perselisihan dagang itu juga mempersulit kerja bank sentral. “Seiring meningkatnya ketidak- pastian di seputar prospek ekonomi, pergeseran dalam kebijakan fiskal dan perdagangan ini bisa lebih menyulit- kan The Fed untuk menyeimbangkan tujuan ganda inflasi yang rendah dan penyerapan penuh lapangan kerja,” tutur Dudley. Laporan hasil survei The Fed ini terangkum dalam beige book – yang isinya kumpulan laporan dari semua pelaku bisnis di seluruh negeri – yang sengaja disiapkan untuk pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya pada 1-2 Mei 2018. The Fed menaikkan suku bunga acuan atau federal funds rate ( FFR) padaMaret 2018 dan diperkirakanme- naikkan lagi sebanyak lebih dari dua kali pada tahun ini. The Fed sudahme- naikkan FFR sebanyak tiga kali pada 2017 guna menjaga perekonomian tetap berada di jalur pertumbuhan berkelanjutan tanpa membiarkan in- flasi naik tajam. “Kekurangan pekerja terus melanda bisnis di lintas sektor, wilayah dan semua level keterampilan, sehingga menghalangi peningkatan lapangan kerja di beberapa wilayah,” bunyi laporan The Fed. Beberapa perusahaan – terutama di daerah-daerah yang kekurangan tenaga kerja paling parah – sudahmulai menai- kkan gaji dan tunjangan, serta menam- bah lembur, meningkatkan pelatihan, danbahkanberalihkeotomatisasi untuk menggantikan pekerja manusia. Salah satu perusahaan di wilayah The Fed Chicago juga melaporkan telah meningkatkan produksi di pabrik yang berlokasi di Tiongkok, karena mereka tidak dapat menemu- kan pekerja untuk pabrik-pabrik di AS. Kendati hasil sur vei itu menye- butkan upah dan harga terus naik, tapi kenaikannya moderat, sehingga memberikan indikasi bahwa The Fed untuk saat ini tidak perlumenyuarakan kekhawatiran tentang inflasi. (afp/ pya/leo) adalah kenaikan biaya layanan keseha- tan, sehingga mendorong konsumen untuk berinvestasi pada perlindungan yang lebih baik agar tidak jatuhmiskin karena masalah kesehatan. Selain itu, perusahaan-perusahaan asuransi memberi cara-cara baru untuk meng- gaet konsumenmemadukan teknologi ke dalam produk-produknya agar bisa lebih baik lagi mengelola kesehatan konsumen. “Lalu lebih dari dua juta warga India dan Tiongkok bakal ke luar negeri untuk berobat. Mereka akan menuju ke Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Thailand, danMalaysia untuk melakukan terapi dan menda- patkan layanan yang tidak tersedia atau tidak diperbolehkan di negara sendiri,” ungkap Gulati, saat menye- butkan prediksi ketiga lembaganya. Prediksi keempat adalah t eknologi rawat jalan akan menghasilkan penda- patan lebih dari setengah miliar dolar AS pada 2018. Maraknya teknologi rawat jalan akan menghasilkan laba dan kemitraan yang menjamin kepas- tian pasar. Teknologi ini mencakup pengawasan kesehatan secara robotik dan berbasis kecerdasan buatan, serta layanan-layanan terkait. Prediksi berikutnya adalah Tiong- kok akan memimpin pasar dengan inovasi strategis dan regulasi jalur cepat. Negara-negara utama seperti Singapura, Jepang, Australia, Korea Selatan, dan India menerbitkan regu- lasi yang akan mengurangi waktu dan biaya produk-produk terapi inovatif serta alat-alat kesehatan. Prediksi keenam, bakal ada 344 juta orang akan butuh bantuan kesehatan mental. Dulunya masuk wilayah terlarang, layanan kesehatan mental sekarang muncul sebagai peluang besar berikutnya untuk perusahaan- perusahaan farmasi dan teknologi karena pemerintah dan penyedia jasa makin meningkatkan edukasi, inte- grasi sosial, dan pemberdayaan pasien yangmenderita gangguanmental, dan juga para perawat mereka. (forbes/ b1/sn)

WASHINGTON – Perekonomian Amerika Serikat (AS) terus bertum- buh, namun kalangan pelaku bisnis dan petani semakin khawatir men- genai perselisihan dagang dengan Tiongkok, yang telah menyebabkan harga-harga melonjak. Demikian hasil survei The Federal Reserve (The Fed) yang dirilis pada Rabu (18/4) waktu setempat. Menurut The Fed, setelah pengu- muman tarif tinggi pada bulan lalu oleh Presiden AS Donald Trump, harga baja dan aluminium di seluruh negeri naik. Bahkan dalam beberapa kasus harganya naik hingga dua kali lipat. Selain itu, kalangan pelaku industri dan ritel di seluruh AS juga terus- terusan melaporkan kesulitan dalam hal mencari para pekerja terampil. Dalam beberapa kasus hal mengham- bat pertumbuhan usaha, padahal upah hanya naik sedikit sebagai bentuk responsnya. Sebanyak 12 distrik The Fed mel- aporkan laju pertumbuhan ekonomi beragam, yang berkisar mulai dari kenaikan tipis hingga moderat selama enam pekan terakhir, dengan prospek yang umumnya optimistis. Akan tetapi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur, pertanian dan transportasi khawatir tentang tarif, baik yang baru diberlaku- kan atau sedang diusulkan. Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan perdagangan meningkat, yang ditandai saling lontar ancaman pengenaan tarif antara AS dan Tiong- kok. Yang terbaru adalah ancaman pengenaan tarif oleh Tiongkok atas impor sorgum dari AS. Selain itu, Tiongkok pada Kamis, juga mengumumkan akan member- lakukan anti-dumping sementara terhadap produk karet sintetis yang diimpor dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan Singapura. Ke- menterian Perdagangan (Kemdag) Tiongkok menyatakan, dumping telah membuat kerusakan substansial ter- hadap industri domestik negaranya. Langkah anti-dumping itu diambil setelah asil penyelidikan awal oleh Kemdag Tiongkok menunjukkan bahwa negara-negara dimaksud mel- akukan dumping pada karet halo- isobutana-isoprena. Importir diminta untuk menem- patkan deposit di Cukai Tiongkok, mulai dari 26% hingga 66,5% dari biaya barang, untuk diterapkan terhadap tarif jika kementerian menemukan dumping dalam putusan akhir. AS dan Singapura adalah sumber asing utama Tiongkok untuk karet sintetis, dengan impor dari kedua negara masing-masing sebesar US$ 153 juta dan US$ 115 juta tahun lalu. Pertikaian dagang AS-Tiongkok diawali dengan keluhan-keluhan yang disampaikan AS mengenai pembatasan investasi, pencurian hak kekayaan intelektual, dan kelebihan produksi logam di pihak Tiongkok. The Fed Cleveland melaporkan harga baja naik hingga dua digit di beberapa daerah. Sementara itu, di seluruh negeri ada laporan bahwa NEW YORK – Industri jasa keseha- tan di kawasan Asia diprediksi tumbuh 11,1% pada 2018 atau termasuk yang paling pesat di dunia. Tren positif ini didorong oleh meningkatnya peng- gunaan teknologi, program-program akses kesehatan yang inovatif, dan layanan kesehatan di luar rumah sakit. Lembaga konsultan Frost and Sul- livan yang dilansir Forbes.com belum lama ini memperkirakan bahwa indus- tri layanan kesehatan Asia akanmenin- gkat menjadi US$ 517miliar pada 2018. Tantangan di bidang jasa kesehatan terkait akses dan keterjangkauan tarif menuntut solusi yang rumit dan inovatif, dan hanya bisa diwujudkan kalau semua pemangku kepentingan mempererat kolaborasi. Masalah-masalah yang butuh per- hatian termasuk inovasi kebijakan, dukungan untuk model bisnis yang baru, pembangunan teknologi yang fokus pada pasien, dan meningkatkan peran konsumen dalam bidang jasa kesehatan. Natasha Gulati, manajer industri kesehatan digital Frost and Sullivan’s Transformational Health Practice memaparkan prediksi- prediksi utama terkait industri jasa kesehatan pada 2018. Yang pertama adalah terjadinya kekurangan 3,4 juta dipan rumah sakit pada 2018. “Meskipun muncul desakan agar dilakukan layanan kesehatan alternatif, tetapi pembangunan infrastruktur dasar rumah sakit tetap menjadi inves- tasi penting untuk memenuhi lonjakan permintaan layanan kesehatan di ka- wasan ini. Organisasi KesehatanDunia (WHO) memperkirakan bahwa di Asia bakal terdapat lebih dari 11 juta pekerja bidang kesehatan pada 2030,” tutur dia. Kemudian, lebih dari dua juta orang Asia diprediksi membutuhkan asur- ansi kesehatan pribadi pada 2018. Dengan pengecualian untuk Australia, semua negara Asia akan mengalami peningkatan asuransi pribadi, termas- uk Jepang dan Singapura yang sudah memiliki cakupan sistem perlindun- gan universal. Faktor pendorongnya

Konpers Trump-Abe Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe berlalu usai konferensi pers di resor Mar-a-Lago resort, Rabu (18/4), di West Palm Beach, Florida, AS.

buh lebih dari 20%,” kata Maryono. Kenaikan simpanan BTN tersebut berada jauh di atas rata-rata pertum- buhan industri perbankan. Data OJK per Februari 2018 menun- jukkan, DPK industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,4% (yoy). Adapun, per tumbuhan terbesar simpanan BTN tersebut bersumber dari kenaikan tabungan yang tumbuh 43,35% (yoy) dari Rp 30,74 triliun pada akhir Maret 2017 menjadi Rp 44,06 triliun di posisi yang sama tahun ini. “Penghimpunan giro dan deposito juga menjadi penopang laju kenaikan DPK, dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 22,55% (yoy) menjadi Rp 51,14 triliun dan 16,87% (yoy) menjadi Rp 99,28 triliun per 31 Maret 2018,” imbuhnya. UUS BTN Tumbuh Positif Sejalan dengan kinerja positif BTN, Unit Usaha Syariah (UUS) perseroan juga mencatatkan penyaluran pem- biayaan yang positif. Hingga 31 Maret 2018, UUS BTN telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 18,8 triliun atau naik 26,94% (yoy) dari sebelumnya Rp 14,81 triliun. Kualitas non performing financings (NPF) juga masih terjaga di level 1,02% per Maret 2018. Di samping itu, DPK yang dihimpun UUS BTN meningkat 28,82% (yoy) dari Rp 14,53 triliun pada akhir Maret 2017 menjadi Rp 18,72 triliun di posisi yang sama tahun berikutnya. Per tumbuhan pembiayaan juga turut mengerek naik aset UUS BTN menjadi Rp 23,31 triliun per kuartal I-2018 atau naik 31,03% (yoy) dari Rp 17,79 triliun pada kuartal l-2017. Kin- erja penyaluran pembiayaan tersebut turut menyumbang laba bersih UUS BTN tumbuh 24,02% (yoy) dari Rp 93,79 miliar menjadi Rp 116,32 miliar pada akhir Maret 2018. Kesepakatan, yang memangkas produksi hingga 1,8 juta barel per hari (bph) telah mengurangi lebih dari 300 juta barel surplus minyak dan menurunkan cadangan minyak mentah tambahan menjadi hanya 50 juta barel. (afp/sn) san untukmemperluas perjanjian kerja sama yang diresmikan pada akhir 2016 oleh 24 produsen OPEC dan non-OPEC guna mengurangi produksi serta menaikkan harga. Para pejabat tinggi Saudi, termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Sal- man dan Menteri Energi Khaled al-Faleh, pun telah menyer ukan kerangka kerjasama jangka panjang di antara para produsen minyak. Bahkan gagasan ini mendapat dukungan kuat dari beberapa anggota OPEC, terutama Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait. Sekretaris Jenderal (Sekjen) OPEC Mohammed Barkindo pada Senin (16/4), ikut menyambut baik perjan- jian kerja sama itu sebagai sebuah sukses besar yang membantu men- gatasi siklus terburuk dalam sejarah minyak. Dia menggambarkan aliansi Saudi- Rusia sebagai babak baru dalam sejarah industri minyak. “Dalam beberapa bulan mendatang, produsen akan melihat untuk me- lembagakan kerangka kerja jangka panjang ini dengan partisipasi yang inklusif dan luas,” katanya. Tapi pakar minyak Kuwait Kamel al-Harami mengungkapkan bahwa perjanjian itu akan sulit mencapai ke- berhasilan jika hanya dilakukan OPEC sendiri. Harami mengatakan kepada AFP, bahwa pada dasarnya, perjanjian baru tersebut terlihat seperti aliansi Saudi-Rusia.

CMC Markets. OPEC Plus Rusia

Oleh Happy Amanda Amalia  LONDON – Harga minyak mentah dunia melon- jak ke level tertinggi dalam 3,5 tahun pada perda- gangan Kamis (19/4). Faktor pendukungnya ada- lah ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah serta naiknya permintaan di Amerika Serikat (AS).

serta bersinergi dengan stakeholders perumahan. Ia menjelaskan lebih lanjut, core business BTN sebagai bank pem- biayaan perumahan di Indonesia telah mengantarkan perseroan sebagai bank pemegang pangsa pasar terbesar kredit perumahan di dalam negeri. Berdasarkan data per Desember 2017, BTN masih memimpin pasar KPR di Tanah Air dengan pangsa pasar sebe- sar 37,3%. Sementara itu, berdasarkan data per Maret 2018, pada pasar KPR subsidi, BTN masih mendominasi dengan pangsa lebih dari 95%. “Sebagai integrator program pe- merintah dalam mengurusi rumah rakyat, kami tetap menjadi pemeran utama dalam Program Satu Juta Ru- mah yang diinisiasi oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut. Ini merupakan dukungan sekaligus komitmen perse- roan terhadap program pemerintah,” ucap Maryono. DPK Tumbuh 23,54% Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), BTN juga berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 23,54% (yoy) dari Rp 157,41 triliun pada kuar- tal I-2017 menjadi Rp 194,48 triliun pada kuartal I-2018. Kenaikan DPK tersebut kian menguatkan optimisme perseroan untukmencatatkan pertum- buhan kredit dan pembiayaan sesuai target pada akhir tahun ini. “Kami yakin perseroan mampu mencapai target pertumbuhan kredit dan pembiayaan tersebut, disumbang amunisi DPK yang terus mencatatkan kenaikan positif. Dana pihak ketiga BTN yang naik 23,54% tersebut cukup kuat untuk mengimbangi target pertumbuhan kredit. Kami meyakini kredit pada akhir tahun ini akan tum- Sementara itu, kalangan analis men- gatakan bahwa pemerintah Saudi ber- harap dapat membawa Rusia masuk ke dalam kelompok besar raksasa minyak mentah guna mempertahan- kan kestabilan pasar. Namun gagasan tersebut menyisakan pertanyaan soal peranan OPEC. Aliansi baru – yang dipelopori Ri- yadh dan Moskow – ini diperkirakan lebih besar dari kartel minyak OPEC yang beranggotakan 14 negara, yang telahmendominasi pasar energi global selama 60 tahun terakhir. Namun para ahli mengatakan, per- luasan kelompok dengan mencakup Rusia, membuat pengaruh OPEC dalam minyak global mulai memudar, jika tidak bisa dikatakan mati. Juru bicara Kremlin pada bulan lalu menyampaikan bahwa Rusia dan Saudi telah membahas berbagai pilihan mengenai kerja sama dalam pasar minyak global. Negara-negara anggota OPEC dan non-OPEC sendiri dijadwalkan berte- mu di Jeddah, Arab Saudi pada Jumat (20/4) guna menilai tingkat kepatuhan dalam pemangkasan produksi, sekali- gus mendiskusikan potensi kerja sama jangka panjang tersebut. Sementara itu, para produsen telah terdorong oleh keberhasilan kerja sama mereka yang lebih luas, se- hinggamembantumengembalikan ke- seimbangan di pasar minyak mentah. Hargaminyakmentah jugamengalami rebound mulai dari US$ 26 per barel hingga di atas US$ 70 per barel. Seperti dikabarkan, negara anggota OPEC paling penting, Arab Saudi, pada Januari telah melayangkan gaga-

BUMN tersebut. Penopangnya adalah penjualan hunian yang terus tumbuh karena permintaan yang masih tinggi. Selain itu, BTN terus mendukung kesuksesan ProgramSatu Juta Rumah yang akan meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan. Inovasi Digital Lebih lanjut Maryono menjelaskan, hingga 31 Maret 2018, BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 278.262 unit rumah dengan nilai kredit sebesar Rp 24,25 triliun. Realisasi pen- yaluran tersebut telah mencapai 37,1% dari total target dukungan BTN terh- adap Program Satu Juta Rumah yakni sebanyak 750.000 rumah pada 2018. Realisasi dukungan atas Program Satu Juta Rumah tersebut terdiri atas penyaluran KPR subsidi sebanyak 44.407 unit senilai Rp 5,36 triliun, KPR nonsubsidi sebanyak 12.811 unit senilai Rp 4,27 triliun, kredit kon- struksi untuk rumah subsidi sebanyak 131.801 unit senilai Rp 3,66 triliun, dan penyaluran kredit konstruksi untuk rumah nonsubsidi sebanyak 89.244 unit senilai Rp 10,96 triliun per akhir Maret 2018. “Ke depannya, kami terus berino- vasi menciptakan ekosistem digital pembiayaan perumahan yang berke- lanjutan untuk mendukung kesuk- sesan Program Satu Juta Rumah. BTN telah melakukan berbagai langkah sebagai wujud dukungan atas kesuk- sesan implementasi ProgramSatu Juta Rumah,” ujar Maryono. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran KPR tapi juga meningkatkan teknologi, mem- perkuat sumber pembiayaan, dan mendorong keterjangkauan. Selain itu, mendorong ketersediaan rumah Harga saham PetroChina yang list- ing di Bursa Hong Kong naik 5,7% dan CNOOC naik 4,4%. Sedangkan harga saham Woodside Petroleum naik 1% di Sydney dan Inpex juga naik 1%di Tokyo. “Penurunan inventori di AS menge- jutkan sehingga ini yang menyebab- kan harga naik, karena produksi di AS tidak naik. Selain itu, kenaikan permintaan dan kekhawatiran di sisi pasokan membuat sejumlah pialang mengabaikan pergerakan baru-baru ini,” ujar Michael McCarthy, analis dai kenaikan di pasar minyak global dan semakin jelas bahwa Saudi mengingin- kan harga minyak di level US$ 80 atau lebih. Penurunan cadangan mingguan di AS juga membuat harga naik,” tu- tur Lee Wild, analis dari Interactive Investor. Pasar saham di Asia menikmati gain pada Kamis karena harga saham- saham energi terdorong oleh laporan lonjakan harga minyak mentah dunia. Optimisme di kalangan investor juga bertambah setelah pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un hampir dapat dipastikan terjadi.

Kredit nonperumahan juga naik 10,17% (yoy) dari Rp 16,37 triliun menjadi Rp 18,03 triliun pada akhir Maret 2018. Pada segmen kredit perumahan, kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi menorehkan kenaikan terbesar atau tumbuh 32,96% (yoy) menjadi Rp 79,14 triliun per kuartal I-2018. Demikian pula, KPR nonsubsidi naik 12,24% (yoy) menjadi Rp 69,8 triliun, kredit konstruksi tumbuh 17,85% (yoy) menjadi Rp 27,03 triliun, dan kredit perumahan lainnya menjadi Rp 8,48 triliun pada akhir Maret 2018. Di segmen kredit nonperumahan, kredit komersial naik paling tinggi sebesar 15,47% (yoy) menjadi Rp 14,07 triliun per kuartal I-2018. Sedangkan kredit konsumer tercatat senilai Rp 3,96 triliun. NPL Turun Maryono mengatakan, kredit dan pembiayaan BTN juga terus menun- jukkan perbaikan kualitas. BTN men- catatkan rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) gross turun 56 basis poin (bps) dari 3,34% menjadi 2,78% pada kuartal I-2018. NPL nett BTN juga turun 57 bps (yoy) dari 2,35% pada Maret 2017 menjadi 1,78%. “Per tumbuhan kredit dan pem- biayaan BTN tersebut turut menun- jang kenaikan aset perseroan sebesar 20,73% (yoy) dari Rp 214,31 triliun pada kuartal I-2017 menjadi Rp 258,73 triliun pada kuartal sama tahun ini,” tambah Maryono. Mar yono memproyeksikan per- tumbuhan kredit hingga akhir tahun ini akan melaju sesuai target bank Lonjakan harga pada Kamis itu melanjutkan kenaikan pada sesi se- belumnya, yakni Rabu (18/4), yang didukung oleh penurunan stok di AS karena berarti menunjukkan kenaikan permintaan. Selain itu, ekspektasi yang ada adalah Rusia dan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau OPEC akan melanjutkan kesepa- katan pemangkasan produksi harian. Faktor pendukung kenaikan harga yang lain adalah laporan bahwa Arab Saudi selaku motor OPECmengingin- kan harga minyak mentah di atas US$ 80 per barel, seiring persiapan listing perusahaan minyak negara, Aramco. Harga minyak juga naik lantaran ket- egangan yangmelanda Timur Tengah. “Arab Saudi masih menyuarakan  Sambungan dari hal 1 Pada sesi perdagangan pagi Kamis waktu setempat, harga minyak men- tah dunia sempat menyentuh level tertinggi sejak November 2014, se- belum kemudian menurun. Harga minyakmentahBrent di Bursa London mencapai level US$ 74,44 per barel sedangkan hargaminyakmentahWest Texas Intermediate (WTI) di Bursa New York menyentuh level US$ 69,27 per barel.

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online