ID180420

JUMAT 20 april 2018

24

peraturan BI. Meskipun begitu, perb­ ankan yang akan memberikan KPR program tetap harus mematuhi kebi­ jakan BI dalam hal LTV. “Dari bank har us patuhi ketentuan LTV BI, sehingga pengembang yang punya program juga harus ikut mematuhi aturan BI,” lanjut dia. Dengan adanya relaksasi yang akan segera dikeluarkanuntukKPR tersebut, Linda menuturkan, dampaknya akan menjadi signifikan terhadap pertum­ buhanKPR. Kemudian, aturan tersebut akan menjadi prioritas untuk segera diterbitkan yang bisa meningkatkan konsumsi dua digit, bank sentral ingin mendorong penggerak KPR. “Akan signifikan dampaknya, LTV akan ditemani dengan aturan lain, terlihat aspekmakroprudensial bahwa kami dorong KPR tipe tertentu dengan pertimbangan suistainability rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL). Kebijakan ini targeted , untuk KPR dengan pangsa yang besar dan kriteria aman dari sisi NPL, aman dalammemberikan kredit,” papar dia.

rumusan pokok-pokok kebijakan BI. “Tapi masih harus diajukan ladi di Rapat Dewan Gubernur BI. Kajian su­ dah diselesaikan, ketentuan lebih ke­ pada pengaturan, sudah merumuskan pokok kebijakannya,” terang Linda. Dia menjelaskan, untuk properti pihaknya tetap menggunakan in­ strumen loan to value (LTV) tapi akan ada tambahan pengembangan instrumen untuk mendorong per­ tumbuhan kredit properti, khususnya KPR. Dia juga menambahkan, dalam aturan nanti, bank sentral tidak akan mengatur semua jenis KPR, melainkan ada syarat tertentu yang bisa di- cover . “Instrumennya untukmeningkatkan KPR, tapi tidak semua jenis KPR. Kami akan lihat mana KPR yang punya NPL cepat melonjak dan mana NPL yang tetap rendah, selain itu juga ada faktor lain seperti kemampuan debitur untuk menyediakan uang muka,” ungkap Linda. Terkait kredit programdari developer atau perbankan, Linda mengatakan pi­ haknya tidak memasukannya dalam

keuangan. Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Februari 2018 tercatat 8,4% (yoy), relatif sama dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya. “Sejalan dengan prakiraan sebelumnya, pertumbuhan kredit dan DPK akan lebih baik pada 2018, masing-masing dalam kisaran 10,0-12,0% (yoy) dan 9,0-11,0% (yoy),” terang Dody. Terjaganya stabilitas sistem keuan­ gan tercermin pada rasio kecukupan modal ( capital adequacy ratio/ CAR) perbankan yang cukup tinggi men­ capai 23,1% dan rasio likuiditas (AL/ DPK) sebesar 23,0% pada Februari 2018. Sementara itu, rasio kredit ber­ masalah ( non performing loan /NPL) relatif tidak berubah sebesar 2,9% (gross) atau 1,3% (net) pada Februari 2018. Di sisi lain, Linda menyebut, bank sentral sudah menyelesaikan kajian mengenai relaksasi uang muka ( down payment /DP) per umahan. Hasil dari kajian tersebut masih berupa

saat ini tercatat berada di bawah 10%. Di samping itu, untuk suku bunga kredit jangka pendek juga sudah single digit , terutama di bank-bank besar. Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyomengatakan, trans­ misi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial melalui jalur suku bunga juga terus berlangsung. Sejak awal periode pelonggaran kebi­ jakan moneter hingga Februari 2018, suku bunga deposito sudah menurun 203 bps, dan suku bunga kredit turun 155 bps. Sementara itu, data BI mencatat pertumbuhan kredit Februari 2018 tercatat sebesar 8,2% secara tahunan ( year on year /yoy), lebih tinggi diband­ ingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya 7,4% (yoy). Kemudian, pembiayaan ekonomi melalui pasar modal seperti penerbitan saham (IPO dan rights issue ), obligasi korporasi, dan medium term notes (MTN) terus mengalami peningkatan sebesar 14,3% (yoy) pada Februari 2018, sejalan dengan program pendalaman pasar

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan, transmisi penurunan suku bunga kredit masih berlangsung tahun ini. Sampai dengan Februari 2018, suku bunga kredit perbankan sudah turun sebesar 155 basis poin (bps) sejak BI menurunkan suku bunga acuan BI 7- Day Reverse Repo rate (7DRRR) pada awal 2016.

deposito itu penurunannya sudah cukup rendah di kisaran 5%, tapi bunga kredit masih double digit. Namun, untuk kredit pemilikan rumah (KPR) itu sudah berada di posisi 8-9%,” jelas Linda di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/4). Linda menambahkan, meskipun secara keseluruhan suku bunga kredit berada di posisi dua digit, selain KPR, suku bunga kredit modal kerja juga

Direktur Kebijakan Makropruden­ sial BI Linda Maulidina mengatakan, transmisi penurunan suku bunga deposito lebih cepat dibandingkan dengan penurunan suku bunga kredit perbankan. Secara rata-rata, suku bu­ nga kredit perbankanmasih di kisaran 11%, sedangkan suku bunga deposito berada di kisaran 5%. “Transmisi suku bunga kredit masih berlanjut tahun ini. Kalau suku bunga

Investor Daily/David Gita Roza

Melihat kondisi tersebut, pihaknya berupaya terus meningkatkan literasi keuangan syariah. Dia mengatakan, pada edukasi mengenai keuangan syariah, masyarakat diperkenalkan bahwa bukan hanya lembaga keuan­ gan yang memiliki konsep syariah tetapi juga industri ekonomi lain. “Misalnya ada sertifikasi halal, baik untuk makanan, obat-obatan, dan komestik,” kata dia. Menurut dia, upaya menggarap sektor tersebut di Indonesia cukup terlambat mengingat di sejumlah negara yang selama ini mayoritas umat muslimnya hanya sedikit justru sudah mampu menangkap peluang tersebut, di antaranya adalah Thailand, Jepang, dan Australia. Meski demikian, pi­ haknya optimistis jika potensi pasar syariah yang ada di dalamnegeri dapat dimaksimalkan dengan baik maka akan meningkatkan sektor tersebut secara signifikan. “Mengenai gerakan ekonomi Kegiatan ini bertujuan untukmenga­ jak seluruh stakeholders terutama nasabah untuk bersama mendukung pelestarian lingkungan. Sesuai dengan program yang diinisiasi pemerintah yakni green banking dan Suistainable Development Goals . Dalam kegiatan Hasanah Earth Day 2018 ini, BNI Syariah memberikan privilege berupa bibit pohon kepada 100 nasabah per­ tama yangmembuka rekening produk dana berakad mudharabah /bagi hasil. Hasanah Earth Day dilaksanakan pada periode tanggal 19, 20, dan 23 April 2018 di 68 kantor cabang BNI Syariah seluruh Indonesia. Selain pemberian bibit, BNI Syariah menga­ jak generasi muda untuk ambil bagian dalam Hasanah Vlog Competition , yakni vlog berisi tayangan ajakan menjaga lingkungan yang diupload di sosial media. Selain itu, bagi rekan- rekan media juga dapat mengikuti Hasanah Photography Competition yakni lomba foto untukmengabadikan momen setiap kegiatan menjaga lingkungan. (th) BNI Syariah, sesuai dengan maqoshid syaria h/tujuan syariah yakni menjaga harta/ hifdz maal. “ Mudah-mudahan sinergi BNI Syariah dan Dompet Dhuafa terus berjalan baik, sehingga memberikan kebaikan/Hasanah bagi masyarakat,” kata dia. Sejalan dengan komitmen seba­ gai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah tidak hanya berorientasi keuntungan semata, melainkan juga memberikan kebermanfaatan bagi mitranya melalui program-program sosial dakwah, ekonomi, kesehatan dan lingkungan, pendidikan. Per Desember 2017, BNI Syariah telah menyalurkan dana zakat sebesar Rp 15,51 miliar. Peringati Hari Bumi Sementara itu, bertempat di kantor cabang BNI Syariah seluruh Indone­ sia, perseroan menyelenggarakan programHasanah EarthDay. Program ini dilaksanakan dalam rangka mem­ peringati Hari Bumi Internasional pada 22 April.

SOLO – Bank Indonesia (BI) menyatakan tingkat literasi keuangan syariah di dalam negeri masih rendah, sehingga harus terus ditingkatkan. “Bahkan, masih rendahnya tingkat literasi keuangan ini menjadi penye­ bab utama tersendatnya pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Departemen Eko­ nomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Anwar Bashori di Solo, Kamis (19/4). Dia mengatakan, saat ini tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih di bawah 10%. Menurut dia, rendahnya tingkat literasi keuan­ gan syariah tersebut karena wacana dan konsep ekonomi syariah belum ditanamkan sejak dini di kalangan masyarakat. “Pengetahuan ekonomi syariah barumulai diajarkan setelah di perguruan tinggi. Itupun kebanyakan hanya bagi mereka yang mengambil jurusan ekonomi syariah,” kata dia seperti dilansir Antara . JAKARTA – PT Bank BNI Syariah bersama Dompet Dhuafa dan Yay­ asan Hasanah Titik (YHT) bekerja sama dalam program pemberdayaan nelayan kerang hijau Mustahik Move to Muzakki. Ini merupakan program pemberdayaan di wilayah pesisir daerah Banten sejak tahun 2017 dengan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain pem­ buatan bagan area tambak, pem­ bangunan r umah kupas kerang, pengurusan izin usaha, pendampingan kelompok dan usaha mitra, ser ta penguatan kelembagaan, dan usaha bersama lembaga lokal. Adapun nilai penyaluran zakat BNI Syariah sebesar Rp 660 juta. KecamatanKasemen, Serang, dipilih karena memiliki potensi sumber daya alam dan akses yang dekat dengan pusat kota sehingga memudahkan untuk jalur distribusi untuk pemas­ aran hasil usaha. Selain itu, lokasi program di pesisir utara Pulau Jawa mempunyai potensi untuk pengem­ bangan bubidaya kerang hijau. Selain sebagai program penyaluran zakat, Mustahik Move to Muzakki bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dengan memben­ tuk kemandirian ekonomi melalui capacity building dan pengelolaan keorganisasian. D i r e k t u r U t ama PT Ka r y a Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa Jodi Iswanto menuturkan, tujuan pem­ berdayaan nelayan kerang hijau ada­ lah untuk meningkatkan pendapatan mustahik sasaran program dengan indikator 80% komunitas dan sasaran pendapatannya meningkat 20%. “Pro­ gram pemberdayaan nelayan kerang hijau juga membantu peran pemerin­ tah dalam mengenalkan sumber daya laut yang dapat diolah dan dijadikan sumber makanan sehat yang terjamin kualitasnya,” terang dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Kamis (19/4). Sementara itu, Ketua YHT BNI Syariah Andrianto Daru Kurniawan menjelaskan, ekonomi menjadi salah satu fokus bidang program sosial

Rupiah Melemah Papan pergerakan mata uang di salah satu bank, Jakarta, kemarin. Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Kamis (19/4). Rupiah ditutup melemah 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.785 per dolar AS, setelah dibuka dengan apresiasi tipis 1 poin atau 0,01% di posisi Rp13.775 per dolar AS.

ini mencapai Rp 339,05 triliun. Nilai tersebut meningkat 18,10% diband­ ingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Strategi kedua, kata dia, hal yang perlu dilakukan yakni meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Caranya dengan memberikan edukasi yang lebih besar dampaknya kepada masyarakat. “Selain itu, mengem­ bangkanprodukkeuangan syariahyang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan layanan syariah,” kataWimboh. Sedangkan strategi ketiga adalah dengan meningkatkan kontribusi perbankan syariah terhadap ekonomi nasional melalui kerja sama dengan lembaga syariah di Indonesia. Salah satunya bisa dengan berkolaborasi dengan perusahaan financial tech- nology ( fintech ). “Bank syariah bisa kolaborasi dengan fintech dan selain itu kami juga ingin meningkatkan model pembiayaan syariah dengan sis­ tem klaster,” ujar Wimboh. (th/nid) juga menerbitkan Kartu Tani dan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Karawang maupun di wilayah-wilayah lain di Jawa Barat. Secara nasional, penyaluran KUR ke sektor pertanian Bank Mandiri Rp 3,97 triliun dan khusus di wilayah Jawa Barat, Bank Mandiri sudah menyalurkan KUR ke sektor pertanian sebesar Rp 45,85 miliar sejak Septem­ ber 2015 hingga Maret 2018. KUR yang diberikan kepada petani akan digunakan untuk membeli benih, saprotan dan biaya hidup dimana sap­ rotan dapat dibeli di kios pupuk resmi yang telahmenjadi agen BankMandiri denganmenggunakanKartuTani. (ris)

syariah, pihaknya menyiapkan tiga strategi. Pertama, penguatan kelem­ bagaan industri perbankan syariah di dalam negeri. “Strategi ini terdiri atas penguatan permodalan, penanganan aset bermas­ alah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, bank syariah perlu meningkatkan teknologi informasi, serta kami dorong untuk melakukan merger dan akuisisi,” jelas Wimboh di Jakarta, baru-baru ini. Menurut dia, dengan menambah modal, perbankan syariah dapat memberikan pembiayaan lebih besar bagi nasabah karena tidak terkendala likuiditas. Meski demikian, Wimboh mencatat kondisi likuiditas perbankan syariah terjaga baik, dengan rasio kecukupan modal ( capital adequacy ratio /CAR) per Februari berada di posisi 18,62%. Di samping itu, berdasarkan data OJK, dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan syariah per Februari tahun terdapat 86 agen penyalur beras. Untuk permodalan, selain mem­ peroleh dari pemegang saham, Bank Mandiri tengah memproses kredit kepada Mitra Desa Bersama Tem­ puran untuk pembelian gabah dengan pengajuan limit Rp 1 miliar. “Melalui skema ini, petani akan mendapatkan harga jual gabah yang lebih tinggi dan keuntungan perusahaan juga akan kembali dalambentuk deviden kepada petani yang menjual gabah ke Mitra Desa sehingga dapat mendorong pen­ ingkatan perekonomian para petani,” kata Sulaiman dalam keterangan ter­ tulisnya yang diterima Investor Daily . Bank Mandiri, lanjut Sulaiman,

Perbankan Syariah Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuan­ gan (OJK) memproyeksikan pertum­ buhuan penyaluran pembiayaan indus­ tri perbankan syariah tahun ini sebesar 16% secara tahunan ( year on year /yoy), karena memiliki potensi yang masih besar. Sampai dengan Februari 2018, pembiayaan yang telah disalurkan bank syariahmencapai Rp 289,99 triliun atau tumbuh 14,76% (yoy). Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, sete­ lah melewati tahun konsolidasi aset bermasalah, perbankan syariah yang terdiri atas 13 bank umum syariah (BUS), 21 unit usaha syariah (UUS), dan 167 bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS) menunjukkan kondisi positif. Per Februari, aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp 429,36 triliun, tumbuh 20,65% (yoy). Wimboh memaparkan, untuk men­ ingkatkan pertumbuhan pembiay­ aan dan kinerja industri perbankan intah untuk menyetabilkan harga jual gabah petani. Prosesnya, gabah petani akan diserap oleh badan usaha binaan Pupuk Indonesia, yaitu PTMitra Desa Bersama Tempuran yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah, BUMdes dan gapoktan. Pada program ini, gabah petani dibeli oleh Mitra Desa Bersama Tempuran, kemudian diproses men­ jadi beras di pengolahan gabah ( rice milling unit ) milik anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Indonesia Pangan, nantinya akan didistribusikan penjualannya melalui 7.489 agen-agen laku pandai Bank Mandiri yang terse­ bar di Jawa Barat dimana sejauh ini

syariah di Indonesia sendiri seben­ arnya sudah ada sejak zaman prake­ merdekaan, seperti misalnya pada zaman dahulu ada Serikat Dagang Islam dan Muhammadiyah,” kata dia. Bahkan, BI optimistis jika potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, maka Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah terbesar di dunia. Sementara itu, Kepala Kantor Per­ wakilan Bank Indonesia Surakarta Bandoe Widiarto mengatakan, untuk meningkatkan literasi keuangan syariah tersebut berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya melakukan edukasi kepada sejumlah lembaga pendidikan formal dan pendampingan ekonomi kepada pesantren melalui produk yang dihasilkan. “Kami ke sekolah-sekolah untuk melaksan­ akan kegiatan terkait pengemban­ gan syariah kepada generasi muda, konkretnya kami melakukan pen­ dampingan kepada mereka,” kata dia. JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersama PT Pupuk In­ donesia (Persero) menyerap 4.000 ton gabah petani di Karawang, Jawa Barat. Gabah tersebut hasil dari areal sawah seluas 143 hektare (ha) yang dikelola 475 petani. Dari jumlah tersebut, sebanyak 215 petani telah menerima fasilitas KUR Bank Mandiri dengan rata-rata nilai masing-masing petani sebesar Rp 12,8 juta per ha. Wakil Direktur Utama BankMandiri Sulaiman A Arianto usai melakukan panen raya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/4) mengatakan, sinergi ini merupakan bagian dari program Serap Gabah yang dilakukan pemer­

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online