SP171011

Suara Pembaruan

28

Rabu, 11 Oktober 2017

Jokowi: Pelajar Harus Katakan Tidak untuk Narkoba

[JAKARTA] Presiden Joko Widodo menyapa ribuan pelajar sekolah dasar (SD), sekolah me- nengah pertama (SMP), dan seko- lah menengah atas (SMA) DKI Jakarta, dalam perhelatan bertajuk Bela Negara Tanpa Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan Menuju Kejayaan Indonesia , di kawasan Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/10). Jokowi mengatakan, para pela- jar sebagai generasi penerus bangsa harus berani mengatakan tidak pa- da narkoba. "Anak-anak harus ha- ti-hati dengan namanya narkoba. Kita harus berani bilang apa? 'Tidak untuk Narkoba!'," ujarnya, disambut sorak-sorai para pelajar. Dikatakan, para pelajar harus berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal dan menawarkan sesuatu, semisal permen atau mi- numan. "Anak-anak harus langsung menolaknya. Hati-hati, apalagi sama orang yang tidak dikenal.

Harus berani menolak, dan mela- porkan kepada guru, melaporkan kepada satpam, melaporkan kepa- da orangtua. Anak-anak harus ingat itu," tambahnya. Ia pun mengingatkan, tugas anak-anak adalah belajar dan ja- ngan lupa untuk beribadah serta berolahraga. "Setiap hari belajar berapa jam? 2 jam? Masa hanya 2 jam. Selain belajar, anak-anak juga ha- rus rajin beribadah, rajin sembah- yang. Supaya anak-anak sehat ha- rus rajin olahraga setuju tidak?" katanya, disambut pernyataan se- tuju dari para pelajar. Jokowi kemudian bertanya ke- pada para pelajar apa cita-cita me- reka. "Siapa yang mau jadi dokter, ada yang ingin jadi youtuber , ingin jadi vloger , ingin jadi menteri, ingin jadi presiden. Tunjuk jari yang ingin jadi presiden," katanya. Jokowi kemudian meminta sa- tu anak yang tunjuk jari untuk maju ke atas panggung. Siswa yang beruntung itu, bernama

ta Jokowi.

sekolah. Kita tidak ingin nantinya muncul generasi yang tumbuh de- ngan kekerasan, generasi yang suka mengintimidasi, generasi yang berperilaku kasar. Kita ingin anak-anak semuanya memiliki ka- rakter-karakter yang sopan, ka- rakter yang santun, karakter yang beradab," lanjutnya. Jokowi menyampaikan, agar anak-anak harus saling menghar- gai satu sama lainnya, kendati berbeda suku dan agama. Pelajar Indonesia juga harus menjadi ge- nerasi yang kuat dan tangguh da- lam menghadapi tantangan bang- sa ke depan. "Anak-anak harus menjadi ge- nerasi yang kuat, generasi yang tangguh, yang akan membawa bangsa dan negara ini menjadi bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia," tegasnya. Selain membagi-bagikan se- jumlah sepeda, Jokowi juga mem- berikan buku, termasuk berswafoto bersama para pelajar. [BAM/W-11]

Jokowi mengingatkan, apa yang disampaikan Rian merupakan narkotika yang sangat berbahaya bagi manusia. "Ingat itu semua sa- ngat berbahaya dan harus dihin- dari. Anak-anak harus mengerti mana yang bahaya, mana yang sa- ngat berbahaya. Baik ganja, sa- bu-sabu, kokain, heroin semuanya berbahaya. Masa depan Indonesia ada di pundak anak-anak. Siapkan diri kalian untuk nantinya bisa me- menangkan kompetisi global, kom- petisi dengan anak-anak negara la- in," jelas Jokowi. Ia menekankan, agar anak- anak pelajar menghindari tindak kekerasan atau bullying baik inti- midasi fisik maupun emosional. "Ingat kekerasan dalam ben- tuk apa pun akan memberikan pe- ngaruh buruk terhadap rekan-re- kan kita. Setop bullying , jangan sekali-sekali dilakukan di ling- kungan sekolah maupun di luar Intimidasi

DOK SP

Joko Widodo

Rian, pelajar SMA Angkasa 2, Jakarta Pusat. Selanjutnya, presiden memin- ta Rian untuk menyebutkan je- nis-jenis narkoba yang harus di- hindari. Sejurus kemudian, Rian menjawab, "Ganja, sabu-sabu, heroin, dan kokain." Turun dari panggung, Rian pun meneteng se- buah sepeda sambil tersenyum. " Ya , ambil sepedanya itu," ka-

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker