ID160420

RABU 20 APRIL 2016

24

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Best Foreign Exchange Bank in Indonesia 2010 - 2015 (1) Best Foreign Exchange Bank for Corporate & FI 2011 - 2015 (2) Best In Treasury andWorking Capital – SMEs 2015 (3) Best For FX Research & Market Coverage 2012 & 2015 (4)

(1) FinanceAsia (2)  Alpha South East Asia

Kerja Sama BNI-Kemendes

(3)  The Asset (4) AsiaMoney

Wakil Dirut BNI Suprajarto (kiri)

berbincang dengan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi (tengah) dan Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan Adi Sulistyowati (kanan) usai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Selasa (19/4). Melalui kerja sama itu, BNI menyiapkan layanan perbankan untuk menyalurkan APBN dan penyaluran dana bantuan pemerintah ke pedesaan serta memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat desa.

Terdepan, Tepercaya. Tumbuh bersama Anda

USD Index menurun sebesar -0.17% ke level 94.37 akibat sentimen negatif investor terhadap outlook ekonomi US, walaupun Eric Rosen- gren, CEO Federal Reserve Bank of Boston menyatakan optimisme terhadap outlook pertum-

Kurs Tengah Rupiah

19 April 2016 USD................. 13.147 SGD................... 9.777 EUR................. 14.900 HKD.............. 1.695.17 GBP................. 18.827 CNY.............. 2.031,86 JPY................... 120.30 THB.................. 376,56 AUD................. 10.218 MYR............. 3.379,39

buhan lapangan kerja dan pergerakan tingkat inflasi US. Pada sesi per- dagangan Eropa, EUR mendapatkan sentimen positif setelah dirilisnya data EU ZEW Survey Expectation yang lebih baik dari periode sebelumnya sebesar +10.5. Pada perdagangan kemarin, USD/IDR dibuka pada level 13.140-13.150, diperdagangkan pada range 13.135-13.158, dan IDR ditutup pada level 13.145-13.150. Dari pasar saham, mayoritas indeks di pasar Asia ditutup menguat antara lain IHSG pada level 4.881,93 (+0,34%), Nikkei pada level 16.874,44 (+3,68%), Hang Seng pada level 21.436,21 (+1,30%), dan Strait Times pada level 2.951,81 (+1,17%). Adapun data dan agenda ekonomi global yang diperkirakan mempengaruhi perdagangan pada sesi hari ini di antaranya GBPAverage Earnings Index, GBP Claimant Count Change, dan GBP Unemployment Rate. Catatan: Hasil analisis pasar ini dibuat oleh Bank Mandiri, yang merupakan prediksi pada situasi pasar terkini dan disa- jikan berdasarkan data serta sumber yang dapat dipercaya. Bank Mandiri tidak menjamin keakuratan dan kesempurnaan data, serta tidak menganjurkan untuk membeli atau menjual mata uang dan surat berharga tertentu. Sumber Reuters

dengan tenor 3-12 bulan, bunga 15-29% per annum , dan melalui proses assessment yang cukup ket- at. “Sumber pendanaan kami saat ini dari investor, saat ini ada sekitar 1.500 investor kami di Singapura dan saat ini mulai kami jajaki juga di Indonesia,” terang dia. Berdasarkan laporan yang dib- uat Modalku dan Lembaga Kon- sultan Oliver Wyman, industri fintech terutama market lender dinilai dapat mengisi kekosongan dana sebesar US$ 54 miliar bagi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dan mendorong per- tumbuhan ekonomi Indonesia sebesar US$ 130 miliar. “Bank sebagai institusi keuangan konvensional memiliki kebiasaan dalam beroperasi, yang mungkin saja sebenarnya sudah kedaluwar- sa dan kehadiran fintech memberi- kan tantangan bagi masing-masing institusi keuangan untuk mampu memperbaiki peran masing-mas- ing. Fintech akan punya peran strategis jika mampu berkolaborasi dengan bank,” terang Ketua Oliver Wyman Jason Ekberg.

Wijaya menilai, perlu ada regu- lasi bagi industri fintech untuk menghindari terjadinya fraud yang juga berakibat negatif terhadap pertumbuhan industri fintech di Tanah Air. “Peran kami adalah in- gin membangun market place yang sehat, tapi regulasi yang dibuat harus seimbang sehingga dapat menumbuhkan industri keuangan yang sehat,” terang dia. Reynold menjelaskan, Modalku merupakan perusahaan fintech yang memiliki misi mendukung pertumbuhan bisnis UKM melalui layanan peer to peer lending bagi pengusaha UKM, pemerintah, dan pinjaman. Menurut dia, Modalku sudah bekerja sama dengan Bank Sinarmas sebagai escrow agent dan tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan bank lainnya baik sebagai escrow agent maupun kerja sama pendanaan. Chief Operating Officer Modal- ku Iwan Kurniawan menuturkan, sejak berdiri mulai awal tahun ini, Modalku sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 34,1 mil- iar. Adapun pembiayaan diberikan

(19/4). Untuk itu, menurut dia, dalam regulasi yang akan disusun OJK antara lain akan fokus pada stan- dar-standar yang perlu dipenuhi fin- tech dalam berkolaborasi dengan bank maupun lembaga keuangan lainnya yang ada saat ini. “Kemu- dian pada fintech company karena masih dalam tahap pertumbuhan, kami akan dorong tumbuh dan kembangnya. Kami ingin kalau mereka di bidang pembiayaan, mereka menjadi mainstream pem- biayaan, jadi tidak dianggap shadow banking dan di luar pengawasan se- hingga yang dirugikan konsumen, tapi kami awasi dan kami yang keluarkan perizinannya,” terang Muliaman. Untuk menyisihkan regulasi tersebut, pihaknya pun menurut Muliaman akan berdiskusi dengan beberapa otoritas negara lain sep- erti Singapura, Tiongkok, Australia dan negara-negara peer Indonesia di Asean. Adapun regulasi terkait fintech tersebut dapat rampung tahun ini. Co-Founder Modalku Reynold

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mempersiapkan regulasi bagi perusahaan teknologi yang melayani jasa keuangan atau financial technology (fintech), dan ditargetkan rampung tahun ini. Fokus pengaturan OJK antara lain terkait standar yang harus dipenuhi ketika bekerja sama dengan perbankan.

si dan terbukanya akses keuangan kepada masyarakat. “Kami ingin fintech tumbuh da- lam koridor itu (melalui kerja sama dengan lembaga keuangan). Saat ini, banyak bank kecil di daerah yang masih perlu membangun TI (teknologi informasi) untuk tum- buh tapi membutuhkan waktu yang lama, sehingga perlu kerja sama dengan fintech agar mereka lebih cepat membuka akses keuangan,” ujar Muliaman di Jakarta, Selasa

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menuturkan, munculnya perusahaan-perusa- haan fintech sebenarnya bukan menjadi ancaman bagi industri keuangan yang sudah ada, mel- ainkan perlu disinergikan dengan perbankan maupun industri keuan- gan lain yang sudah ada saat ini. Kolaborasi antara fintech dengan perbankan dan industri keuangan lain, menurut Muliaman, menjadi penting untuk mempercepat inklu-

JAKARTA – Rapat umumpemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bank Panin Syariah Tbk menyetujui rencana penambahan modal perseroan melalui penerbitan saham baru, dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 1 triliun. RUPSLB juga menyetujui rencana perubahan nama perseroan menjadi PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk, sejalan dengan disetu- juinya Dubai Islamic Bank sebagai pemegang saham perseroan. Direktur Utama Bank Panin Syariah Deny Hendrawati menuturkan, tahun ini perseroan berencana menambah permodalan melalui rights issue dengan menerbitkan sebanyak 10 miliar saham baru, harga Rp 100 per lembar saham atau setara Rp 1 triliun. Penerbitan saham baru tersebut akan meningkatkan modal perseroan dari posisi akhir tahun lalu Rp 1,15 triliun menjadi di atas Rp 2 triliun. “Kami sudah dapat komitmen pemegang saham baik Bank Panin maupun Dubai Islamic Bank (DIB) untuk menyerap rights issue tersebut, tapi soal berapa mereka akan serap itu sepenuhnya wewenang pemegang saham,” ujar Deny di Jakarta, Selasa (19/4). Rencana penambahan modal tersebut, menur ut Deny, mer upakan cerminan komitmen DIB untuk ikut memperbesar Bank Panin Syariah. Adapun RUPSLB juga menyetujui rencana perubahan nama Bank Panin Syariah menjadi Bank Panin Dubai Syariah. Menurut dia, berdasarkan putusan RUPSLB, CEO Dubai Islamic Bank Adnan Chilwan menempati jajaran komisaris per- seroan. “Kami baru saja rapat pertama kali dengan DIB. Masuknya mereka tidak serta merta membuat kami menambah bisnis baru, se- jauh ini DIB masih melihat bagaimana SDM dan struktur organisasi kami,” terang dia. Tahun lalu, Bank Panin Syariah mencat- atkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,56% (yoy) menjadi Rp 5,62 triliun dan penghimpunan DPK sebesar Rp 5,93 triliun atau tumbuh 16,73% (yoy). Sedangkan laba bersih perseroan turun dari Rp 70,94 miliar menjadi Rp 53,58 miliar. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Panin Tbk Herwidayatmo menjelaskan, Bank Panin berkomitmen untuk menyerap rights issue Bank Panin Syariah dan mem- pertahankan porsi sahamnya. “Kami akan pertahankan porsi saham kami, karena itu kami akan ikut menyerap saham baru Bank Panin Syariah,” terang Herwidayatmo. Berdasarkan laporan keuangan Bank Panin Syariah tahun lalu, Bank Panin memegang porsi kepemilikan sahamsebesar 51,86%, DIB 39,5%, sisanya 8,64% dimiliki oleh pemegang saham publik. (nti)

Investor Daily/ist

Untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, BTPN juga terus mel- akukan inovasi. Salah satu inovasi adalah meluncurkan BTPN Wow! pada 30 Maret 2015. BTPN Wow! merupakan brand BTPN untuk programLayanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang diga- gas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Layanan BTPN Wow! sangat praktis dan terjangkau dengan memanfaatkan teknologi tele- pon genggam dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan BTPN, untuk menjangkau mas- yarakat di pelosok. Hingga akhir Maret 2016, jumlah Agen BTPN Wow! mencapai sekitar 30 ribu agen, dengan jumlah nasabah lebih dari 410 ribu nasabah. BTPN Wow! telah bekerja sama dengan Telkomsel untuk mengem- bangkan layanan keuangan ter- hubung. Layanan TCASH dan BTPN Wow! merupakan layanan keuangan terhubung pertama di Indonesia yang menghubungkan layanan mobile money TCASH serta rekening tabungan BTPN Wow!. Ke depan, BTPNmelakukan ino- vasi serta terobosan untuk memu- dahkan masyarakat memanfaatkan layanan dan jasa perbankan. Se- lama kurun waktu Januari-Maret 2016, BTPN telah menanamkan investasi baru berkisar Rp 80 miliar untuk pengembangan infrastruk- tur, jaringan, dan teknologi. Angka tersebut meningkat 400% lebih dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dalam melayani segmen mas- yarakat berpendapatan rendah,

JAKARTA – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan kredit Rp 59,3 triliun pada triwulan I-2016, tumbuh 11% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 53,4 triliun. BTPN fokus dan konsisten melayani mas- yarakat berpenghasilan rendah; pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); dan masyar- akat prasejahtera produktif ( mass market ). “Membukukan per tumbuhan kredit 11% pada awal tahun ada- lah pencapaian yang patut kami syukuri, karena umumnya kredit tidak tumbuh agresif pada triwulan I. Bercermin dari data ini, kami berharap kredit akan tumbuh lebih baik lagi pada triwulan-triwulan berikutnya,” kata Direktur Utama BTPN Jerry Ng dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Selasa (19/4). Per tumbuhan kredit BTPN dimotori oleh penyaluran dana ke segmen UMKM dan masyarakat prasejahtera produktif. Kredit ke pelaku UMKM tumbuh 15% menjadi Rp 15,8 triliun. Sedangkan pembiayaan ke segmen prase- jahtera produktif yang disalurkan melalui BTPN Syariah meningkat 47% menjadi Rp 3,9 triliun. Kenaikan penyaluran kredit tersebut tetap diimbangi dengan asas kehati-hatian yang tercermin dari tingkat rasio kredit bermasa- lah ( non performing loan /NPL) sebesar 0,7%. “Pertumbuhan kredit sebesar 11% dengan NPL terjaga di level 0,7% menunjukkan kami masih ekspansif, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-ha- tian,” ungkap Jerry.

BRI Beri Fasilitas Kredit Direktur Bank BRI Mohammad Irfan (kiri), Direktur Utama PNM Parman Natamadja (kedua kiri), Menteri BUMN Rini Soe- marno (tengah), Pemilik Pondok Wirausaha Dewin Assalam Slamet Wuryadi, dan Asisten Daerah Dana Budiman berbincang usai melakukan penandatanganan fasilitas kredit di Sukabumi, kemarin. Penandatanganan tersebut terkait kerja sama pemberian fasilitas kredit modal kerja senilai Rp 500.000.000.000 kepada kelompok peternak puyuh di wilayah Sukabumi.

year on year (yoy) dari Rp 76,6 tril- iun menjadi Rp 83,6 triliun. Adapun rasio kecukupan modal ( capital adequacy ratio /CAR) sebesar 24,9%. Dengan berbagai pencapaian tersebut, hingga akhir Maret 2016, BTPNmencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 429 mil- iar, lebih rendah 11% dari periode tahun lalu sebesar Rp 481 miliar. “Jika tidak memperhitungkan investasi baru, laba kami sejatinya tumbuh positif. Kami optimistis, ke depan BTPN akan lebih baik lagi,” jelas Jerry. (th)

pertumbuhan kredit. Per 31 Maret 2016, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 61,7 triliun, tumbuh 14% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 54,4 triliun. Tingkat rasio kredit terhadap simpanan ( loan to deposit ratio /LDR) men- capai 96%. Apabila memperhitung- kan pendanaan dari obligasi dan pinjaman bilateral ( loan to funding ratio /LFR), rasio likuiditas BTPN berada di 88%. Pertumbuhan yang moderat di sisi kredit, mendorong peningka- tan aset BTPN sebesar 9% secara

BTPN juga meyakini keterlibatan langsung adalah kunci pertum- buhan. Melalui Program Daya, sebuah program pelatihan dan pen- dampingan yang diberikan secara berkelanjutan dan terukur, BTPN berupaya meningkatkan kapasitas nasabah. Hingga akhir Maret 2016, BTPN telah menyelenggarakan 44.989 aktivitas Daya. Sedangkan jumlah peser ta Program Daya mencapai 381.258 nasabah. Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi, BTPNmenyeimbang- kan kecukupan likuiditas dan laju

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online