ID180714

sabtu/minggu 14-15 juli 2018 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/ AFP PHOTO / Brendan Smialowski

Oleh Leonard AL Cahyoputra AYLESBURY – Presiden Amerika Serikat (AS) Do­ nald Trump pada Jumat (13/7) menepis kritikan pe­ dasnya atas rencana keluar Inggris dari Uni Eropa (UE). Dalam pertemuan dan konferensi pers dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May, Trump justru menyanjung kepemimpinannya dan menegas­ kan bahwa hubungan kedua negara terus menguat.

Trump. Pemerintah Inggris menerbitkan cetak biru pada Kamis (12/7), yang menyerukan hubungan perdagangan dekat dengan UE setelah Inggris keluar pada Maret mendatang. “Kes- epakatan yang dia kejar adalah kes- epakatan yang jauh berbeda dari yang orang-orang pilih dalam referendum UE 2016,” kata Trump. May menegaskan rencananya akan melindungi perdagangan dengan UE sementara memberi Inggris kebeba- san untukmelakukan transaksi sendiri dengan negara lain seperti AS. Tetapi Trump mengatakan jika Inggris mel- akukan kesepakatan seperti itu, AS akan berurusan dengan UE daripada berurusan dengan Inggris, jadi mung- kin akan membunuh kesepakatan itu. Tr ump, yang mer upakan pen- dukung Brexit, mengatakan kepada The Sun bahwa dia telahmenyarankan May tentang strateginya untuk menin- ggalkan Uni Eropa tetapi diabaikan. “Dia ingin menempuh rute yang berbeda. Saya benar-benar akan men- gatakan bahwa dia mungkin pergi ke arah yang berlawanan. Dan itu bagus. Dia harus merundingkan cara terbaik yang dia tahu. Tapi itu terlalu buruk dengan apa yang sedang terjadi,” ujar dia. Komentarnya mencerminkan ban- yak kekhawatiran euroskeptis di Partai Konservatif, berisiko memicu pemberontakan yang dipicu oleh pengunduran diri Johnson dan Men- teri Brexit David Davis atas rencana minggu ini. Politisi Inggris menyerang Trump atas intervensinya, dengan satu men- teri bertanya, “Di mana sopan santun Anda, Tuan Presiden?”. Sedangkan Partai Buruh yang sekarang oposisi menyebutnya sangat kasar. Anthony Gardner, duta besar AS untuk UE di era presiden Barack Obama mengatakan, serangan Trump benar-benar tidak dapat diterima dan

Adapun di timnas Kroasia, gelan- dang Barcelona, Ivan Rakitic, ada di urutan pertama dengan valuasi 50 juta euro. Siklus 20 Tahun Dalam Piala Dunia 2018, Prancis meraih tiket final setelah menang tipis 1-0 atas Belgia, Rabu (11/7). Sedangkan Kroasia berhak malaju ke final seusai membungkam Inggris 2-1, Kamis (12/7). Pertarungan Prancis kontra Kroa- sia pun menimbulkan per tanyaan mengenai munculnya siklus juara baru dalam setiap 20 tahun penye- lenggaraan Piala Dunia? Apakah Piala Dunia 2018 di Rusia ini akan jadi milik Kroasia? Kroasia adalah negeri dengan pop- ulasi terkecil yang ikut bertarung di Piala Dunia 2018 dan sampai partai puncak. Populasi Kroasia cuma seki- tar 4,1 juta jiwa. Seperti dilansir uefa , Kroasia belum pernah juara. Prestasi terbaik mereka adalah menembus semifinal Piala Dunia 1998. Berbeda dengan Prancis yang pernah menjadi yang terbaik di dunia saat berlaku sebagai tuan rumah pada 1998, tatkala kedua tim bentrok di semifinal. Siklus 20 tahun juara baru Piala Dunia sendiri dimulai 1958. Ketika itu, Brasil menyabet juara untuk kali pertama, setelah di final mengalahkan tuan rumah Swedia 5-2. Brasil ketika itu, mematahkan dominasi Uruguay, Italia, dan Jerman Barat, yang sebelum bergantian menjadi juara sejak 1930, saat Piala Dunia pertama kali digelar. Dua puluh tahun berselang, juara baru kembali muncul dalam Piala Dunia 1978. Kali ini, Argentina yang muncul ke permukaan. Ketika itu di fi- nal mereka mengalahkan Belanda 3-1. Siklus 20 tahun kembali menun- jukkan kesahihannya saat Prancis memenangi trofi Piala Dunia pada 1998. Menariknya, ketika itu, di semi- final mereka mengalahkan Kroasia. “Kami pantas berada di final. Tapi, kami tidak mau berhenti. Masih ada laga final lawan Prancis, kami siap mengeluarkan segalanya,” ujar kapten Kroasia, Luka Modric, terkait mimpi mereka menjuarai Piala Dunia 2018, seperti dikutip BBC . Sepanjang Piala Dunia 2018, Kroasia memang tampil konsisten, tanpa ter- kalahkan. Dalam dua laga menjelang final, mereka har us mati-matian hingga menggelar adu penalti mela- Namun kunjungan kenegaraan pertama Trump ke Inggris ini tel- anjur dibayangi kritik pedas atas rencana May untuk menarik Inggris dari keanggotaan UE pada Maret 2019. Rencana tersebut sudahmemicu pengunduran diri sejumlah menteri di kabinet May dan berpotensi memicu pergolakan di Partai Konser vatif, terutama kubu yang menentang UE. “Apa pun yang Anda lakukan tidak masalah bagi kami. Hanya pastikan saja kita tetap bisa berdagang karena itu lah yang utama,” ujar Trump ke- pada May. Sebelumnya kedua pemimpin ber- temu di tempat peristirahatan resmi May di Chequers. Sementara puluhan ribu orang di London memprotes ke- datangan Trump. Pada konferensi pers bersama di ru- mah bergaya abad 16 tersebut, Trump berkali-kali menyanjung kepemimpi- nan May. Ia menyebutnya sebagai perempuan yang luar biasa. Trump mengatakan, Brexit adalah persoalan yang sangat berat. Keduanya ber temu setelah ter- bitnya wawancara Trump dengan tabloid The Sun . Dalam wawancara itu, Trumpmenilai rencanaMay untuk membina hubungan erat dengan UE di masa depan bakal memupuh harapan terciptanya kesepakatan perdagangan Inggris-AS. Padahal, kata Trump, bukan itu yang diinginkan para pemilih Inggris dalam referendum Brexit. Trump bahkanmengaku sudahmenyarankan May untuk mengambil jalan yang lain. Trump menambahkan bahwa Boris Johnson, yang mundur sebagai menteri luar negeri gara-gara rencana tersebut, bisa menjadi PMyang hebat. Tapi pada Jumat, Trump mengelak bahwa sasaran kritiknya adalah May. Ia mengatakan ada unsur berita bo- hong dalam laporan The Sun . Padahal, tabloid tersebut merilis rekaman audio yang mengonfirmasikan kata-kata  Sambungan dari hal 1

PM Inggris Sambut Donald Trump PM Inggris Theresa May (kiri) menyambut kedatangan Presiden AS Donald Trump di tangga masuk kediaman peristirahatannya di Chequers, dekat kota Ellesborough, London barat laut, Jumat (13/7). Ini merupakan kunjungan resmi perdana Trump ke Inggris.

mengangkat trofi juara dunia untuk kali pertama. Setelah 20 tahun, kesempatan mengulangi kisah sukses ini kembali di depan mata setelah Antoine Griez- mann dan kawan-kawanmelaju ke final Piala Dunia 2018. Seperti 1998, perjalanan timnas Prancis tahun ini terbilang mulus. Sempat bermain imbang sekali di ba- bak penyisihan grup, Les Bleus tampil meyakinkan di fase knock out . Timnas Argentina menjadi tumbal pertama Prancis di sistemgugur terse- but. Pada babak 16 besar, Les Bleus membungkam Albiceleste dengan skor 4-3. Selanjutnya, Timnas Prancis, memulangkan Uruguay kemenangan 2-0 sebelumakhirnya bertemu Timnas Belgia. “Masih ada satu langkah lagi. Saya merasa senang, tapi ini tidak seperti Piala Eropa. Kami punya kesempatan menjuarai final Piala Eropa, tapi kami melewatkan hal indah tersebut. Pemain Prancis tidak boleh mem- biarkan yang ini lewat. Anda harus fokus ke final. Kami ada di sana pada 2016. Kami nyaris menjadi juara, tapi malah gagal,” kata Pogba, dikutip dari L’Equipe . Piala Eropa 2016 memberikan kenangan buruk bagi timnas Prancis. Tampil mulus sejak babak penyisihan, Les Bleus kalah 0-1 dari timnas Portu- gal di babak final. Gol tunggal Eder dalam babak perpanjangan waktu, mengubur mimpi Prancis menguasai Eropa. “Partai final Piala Dunia 2018 harus dimenangi karena kami be- lum melakukannya saat kami kalah dua tahun lalu,” ujar pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps. Ini merupakan kali kedua Prancis melaju ke final setelah Piala Dunia 2006. Saat itu, Prancis yang juga diung- gulkan akhirnya gagal mengangkat trofi. Diwarnai insiden kartu merah yang menimpa Zinedine Zidane usai menanduk Marco Materazzi, Prancis kalah adu penalti 3-5 dari Italia. Sebel- umnya, kedua timbermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit. “Kami tidak bisa mencium aroma trofi, hanya parfum. Kami harus tetap membumi. Final pasti akan sangat sulit,” tutur Antoine Griezmann, pe- main Atletico Madrid. Griezmann, motor serangan Les Bleus, sudah berulang kali mengalami kegagalan di final, baik saat bersama klubnya Atletico Madrid maupun tim- nas. Bahkan, Griezmann ikut ambil saat Timnas Prancis kalah di final Piala Eropa 2016. masalah itu dengan Putin. Trump kemudian akan minum teh dengan Ratu Elizabeth II di Kastil Windsor pada Jumat, sebelum meng- habiskan akhir pekan di Skotlandia pada kunjungan pribadi yang kemung- kinan akan bermain golf di salah satu lapangan golf milik raja, di mana lebih banyak demonstran menunggunya. Dia tidak akan menghadiri acara- acara penting di London, di mana demonstrasi besar direncanakan, tetapi akan mendengar para pengun- juk rasa di luar kediaman duta besar tempat dia dan istrinya tinggal pada Kamis. Melania Trump mengunjungi ve­ teran pada Jumat di London’s Royal Hospital Chelsea di mana dia juga bertemu dengan anak-anak sekolah setempat, ditemani oleh suami May, Philip. (afp)

untuk protes massal terhadap Trump. Dimulai dengan terbangnya balon besar presiden yang digambarkan sebagai bayi yang menangis di luar Gedung Parlemen. “Saya pikir itu lucu. Ini represen- tasi akurat dari politiknya yang begitu tidak dewasa. Dia tidak pernah masuk ke dalam diskusi orang dewasa,” kata Paul Fonseca. Trump dan May menyaksikan tay- angan pasukan khusus militer pada Jumat sebelum pembicaraan resmi mereka yang akan mencakup Rusia, menjelang pertemuan puncak di Fin- landia pada Senin (16/7) antara Trump dan Presiden Vladimir Putin. Pemerintah Putin dituduh oleh May melepaskan agen saraf memati- kan di kota Salisbury, Inggris. Rusia membantah tuduhan itu, tetapi May menekan Trump untuk mengangkat

bicaraan, Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa hubungannya sangat-sangat kuat. “Kami benar-benar memiliki hubungan yang sangat baik,” ucap dia pada Jumat (13/7). Trump mengatakan bahwa pada jamuan makan malam di Blenheim Palace malam sebelum dia dan May berbicara selama hampir 90 menit dan mungkin tidak pernah mengembang- kan hubungan yang lebih baik. May tersenyum dan mengatakan ada banyak hal untuk dibicarakan, ter- masuk hubungan khusus, yang hebat, antara Inggris dan AS. Dia mengata- kan mereka akan membahas peluang nyata pada kesepakatan perdagangan AS, serta masalah luar negeri, perta- hanan dan keamanan di mana kedua negara bekerja sama sangat erat. Di London, demonstran melakukan

belum pernah terjadi sebelumnya di tengah-tengah kunjungan petinggi negara. Menteri Muda Luar Negeri Ing- gris Alan Duncan berusaha menolak berkomentar. Ia mengatakan kepada BBC bahwa Trump adalah seorang kontroversial dan seperti itu gayanya. “Saya tidak berpikir kita melihatnya itu kasar,” ujar dia. Tetap Menghormati Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders kemudian berusahameredam keadaan. Ia mengatakan Trump ber- terima kasih atas sambutan luar biasa yang diterimanya di Inggris. “Presiden sangat menyukai dan menghormati Perdana Menteri May,” kata dia. Namun saat tiba di Inggris, Trump langsung berubah. Saat duduk ber- sama tuan rumahnya pada awal pem-

dilakukan mereka dalam lima kali pertemuan dengan Les Bleus . Kroasia juga memiliki Modric, kapten sekaligus pemimpin Kroasia dalam Piala Dunia 2018. Pengalaman Modric bersama Real Madrid turut membantunya menjadi pemimpin tim di Kroasia. Selain Modric, Kroasia memiliki beberapa pemain lain yang bermain di klub besar, seperti Ivan Rakitic (Barce- lona), Ivan Perisic (InterMilan), Mario Mandzukic (Juventus), ataupun Dejan Lovren (Liverpool). Kroasia memiliki pengalaman dan kepercayaan diri tinggi. Pasalnya, para pemain utama Kroasia mayoritas pilar utama di klubnya masing-masing. Kebangkitan Les Bleus Di sisi lain, Piala Dunia 1998menjadi era kebangkitan sepak bola Prancis. Tidak hanya sukses sebagai tuan ru- mah, saat itu Les Bleus juga untuk kali pertama sukses menjadi juara dunia. Di depan publik sendiri, tim Ayam Jantan tampil memukau sejak babak penyisihan grup. Menyapu bersih se- luruh laga Grup C, laju timnas Prancis tidak terbendung di fase knock out . Paraguay, Italia, dan Kroasia menjadi tumbal perjalanan Les Bleus menuju babak final. Dalam laga terakhir, Prancis berh- adapan dengan timnas Brasil. Zinedine Zidane tampil luar biasa dalam duel yang berlangsung di Stade de France tersebut. Dua gol berhasil dilesakkan- nya ke gawang Tim Samba. Satu gol lainnya ditorehkan Emmanuel Petit. Tim Prancis menang 3-0 dan berhak

Piala Dunia. Generasi emas yang dipimpin Mod- ric itu sudah melampaui catatan para seniornya. Pada Piala Dunia 1998, Davor Suker (sekarang Presiden Federasi Sepak Bola Kroasia) dan kawan-kawan yang menjalani debut di Piala Dunia berhasil menempati peringkat ketiga. Saat ini, Dalic bertugas membim­ bing anak asuhnya untuk menjaga performa Kroasia yang sudah memi- liki modal. Pertama, kolektivitas dan motivasi. Dalic telah melakukan sesu- atu yang sangat luar biasa. Atmosfer di dalam maupun luar lapangan tim Kroasia sangat baik, seperti yang banyak dikatakan para pemainnya. Mereka bersatu layaknya sebuah keluarga yang hangat. Para pemain berjuangmati-matian di lapangan. Ter- bukti, Kroasia melalui tiga kali babak tambahan waktu sebelum akhirnya melaju ke partai puncak. Kroasia pun didukung dengan modal karakter dan mental baja. Kroasia menjalani laga-laga berat se- jak lolos dari fase grup. Mereka selalu tertinggal dari lawan-lawan yang dih- adapi. Kroasia harus melalui dua kali drama adu penalti dan sekali hingga waktu tambahan berakhir. Semuanya berhasil dilalui Vatreni dengan susah payah. Butuh karakter kuat dan men- tal baja untuk menyamakan skor dan membalikkan keadaan. Sang kapten, Modric, mengatakan, Kroasia menun- jukkan karakter yang sesungguhnya. Kini, tantangan selanjutnya ada di de- panmata. Kroasia harus mengalahkan Prancis, sesuatu yang belum pernah

lawan. Permainan keduanya taktis, lugas, dan tanpa kompromi. Apabila keduanya tidak fit , Kroasia masih mempunyai duet tangguh lainnya di lini pertahanan, Vedran Corluka, dan Duje Caleta Car. “Saya mengatakan, tidak bisa meng­ ajarkan pemain-pemain ini bermain sepak bola. Mereka sudah memain- kannya dengan fantastis. Saya hanya bertanggung jawab untuk hal yang lain,” ujar pelatih Kroasia, Zlatko Dalic. Menurut Dalic, laga final melawan Prancis di Stadion Luzhniki, Moskow adalah kesempatan langka untukmen- jadi juara Piala Dunia 2018. Sebab, dalam perjalanannya, pada 1998, PrancismenyungkurkanKroasia di semifinal. Ketika itu, Kroasia yang diperkuat generasi emas layaknya Zvonimir Boban, Slaven Bilic, Robert Jarni, Robert Prosinecki, serta Davor Suker, ditekuk 1-2 lewat dua gol dari bek Prancis, Lilian Thuram. Prancis berjaya, salah satunya karena berlaku sebagai tuan rumah. Dalic menyata- kan, Kroasia hanya perlu tetap fokus dan bersiap maksimal untuk laga puncak itu. Di Ambang Sejarah Kini, Kroasia di ambang sejarah bagi negara mereka. Para pemain Kroasia inginmerasakan indahnyameraih trofi

wan Denmark dan tuan rumah Rusia di 16 besar dan perempat final. Namun, di fase grup, Modric dan kawan-kawan begitu digdaya meng- hantam lawan-lawannya. Mereka membekap Nigeria 2-0, Argentina 3-0, dan Islandia 2-1. Gol-gol mereka juga lahir dari pemain-pemain yang berbeda. Mario Mandzukic, Ivan Perisic, Ivan Rakitic, Andrej Kramaric, termasuk Modric bergantian menyumbang gol demi gol untuk kejayaan Vatreni. Hal itu bisa menjadi bukti, bahwa Kroasia punya kelektivitas permainan dan individu berbahaya yang merata. Satu hal yang jarang dimiliki tim-tim lainnya. Modric, sebagai ‘jenderal lapangan tengah’, begitu aktif mengatur irama permainan Kroasia, sekaligus men- galirkan bola, menjamin serangan-se- rangan Vatreni tetap menggeliat. Tapi, tentu, dia tak sendiri. Di sisi kanan dan kiri, ada duo Ivan (Perisic dan Rakitic), serta Ante Rebic atau Mateo Kovacic yang tak kalah menggeliatnya. Mereka inilah yang membuat dua penyerang Mario Mandzukic dan Andrej Kramaric jadi lebih berbahaya. Sementara di lini pertahanan, duet Damagoj Vida dan Dejan Lovren men- jadi palang-pintu yang sulit ditembus

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online