ID170906

RABU 6 SEPTEMBER 2017

24

Investor Daily/ANTARA FOTO/HO/Bagas/Spt/Ama/17

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mem- proyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada akhir tahun ini tumbuh 12,5%. Sebab, bank umumnya lebih gencar menyalurkan kredit men- jelang akhir tahun dibandingkan bulan-bulan se- belumnya.

suku bunga acuan Bank Indone- sia (BI) 7-Days Reserve Repo Rate (7DRRR) menjadi 4,50% juga turut membuat suku bunga pasar uang antarbank (PUAB) satu malam ( overnight ). Dengan adanya penur- unan suku bunga acuan BI tersebut, suku bunga deposito bank akan mengikuti. "Kami tidak bisa katakan kapan penurunannya, kami tunggu sampai jatuh tempo. Kalau suku bunga dana turun, itu kan otomatis suku bunga kredit juga turun, memang perlu waktu tertentu," terang Heru. Penurunan suku bunga kredit perbankan tidak serta merta dapat disamakan waktunya. Pasalnya lend- ing dan funding tiap bank bervariasi dan masih membutuhkan transmisi untuk menyesuaikan. Secara terpisah, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Suprajarto mengatakan, pihaknya juga akan menurunkan suku bunga kredit seiring dengan penurunan suku bunga acuan BI 7-DRRR. Pihaknya masih menghi- tung penurunan suku bunga kredit perseroan. "Pasti ada penurunan, kan BI menurunkan jadi 4,5%, tapi bungkin 1-2 bulan ke depan. Kami masih hitung-hitung, kan ada komersial, UKM, dan lainnya masih dihitung," papar dia. Direktur BRI Sis Apik Wijayanto menambahkan, perseroan harus menghitung cost of fund untuk menurunkan suku bunga kredit. Menurut dia, cost of fund saat ini merupakan nilai 1-2 bulan yang lalu, sehingga efek penurunan suku bunga kredit diperkirakan 1-3 bulan ke depan. "Potensi turunnya sekitar 0,25% suku bunga kredit BRI, ter- utama di UKM, mikro, dan ritel," tambah dia.

Kepala Eksekutif Pengawas Per- bankan OJK Heru Kristiyana me- ngatakan, hingga Juli tahun ini per- tumbuhan kredit perbankan sebesar 8,2% secara tahunan atau year on year (yoy). Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan kredit pada Desember 2016 ( year to date /ytd) yang tumbuh 7,74%. Dia menjelaskan, target awal OJK untuk penyaluran kredit perbankan sekitar 9-13%, kemudian diturunkan karena pada pertengahan tahun ini beberapa bank merevisi target kred- itnya dari 12% menjadi 11,7%. Namun, pihaknya menilai penyaluran kredit akan kembali meningkat menjelang akhir tahun. "Bankmerevisi target kredit bukan berarti tidak mau menggenjot kredit, tapi dilihat dari realisasi dan year to date yang masih kecil. Kami bertemu dengan para CEO bank, mereka masih optimistis akan mencapai target, kami rasa 12% sampai 12,5% itu masih mungkin terjadi, memang harus optimistis," jelas Heru di Jakarta, Selasa (5/9). Menurut Heru, walaupun perb- ankan merevisi turun target kred- itnya tahun ini, OJK menilai supply bank untuk menyalurkan kredit masih kuat. Perbankan juga men- dukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2%. Oleh karena itu, perbankan optimistis mencapai target kredit tahun ini. Sementara itu, Lanjut Heru, untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) per Juli tahun ini tumbuh 9,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2016 yang sebesar 5,93%. Berdasarkan data statistik perbankan Indonesia yang dirilis OJK, per Juni 2017, DPK bank umum tercatat sebesar Rp 5.045 triliun, men- ingkat 10,29% (yoy). Heru menjelaskan, penurunan

Manulife Peduli Kualitas Top Agent of The Year Manulife Sie Keristina (tengah) memberi penjelasan soal klaim kepada nasabah di Jakarta, Senin (4/9). Saat ini jumlah agen yang memiliki lisensi di Man- ulife mencapai 7.000 agen, dan dari jumlah tersebut komposisi agen di luar pulau Jawa ada 22 persen sisanya 78 persen di Jawa. Diharapkan hingga akhir 2018 jumlah agen yang berlisensi akan jauh bertambah seiring tumbuhnya bisnis Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

JAKARTA – Memperingati hari pelanggan nasional, jajaran direksi dan dewan pengawas BPJS Kete- nagakerjaan (BPJSTK) turun serta melayani langsung peser ta di be- berapa kantor cabang di Indonesia. Semangat Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) yang jatuh pada 1 Septem- ber 2017, sejalan dengan semangat pelayanan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta. Selama tiga hari, mulai (4-6 September 2017) Jajaran direksi akan melakukan pelayanan lang- sung kepada peser ta di beberapa kantor cabang. Beberapa kantor yang dikunjungi antara lain Kantor Cabang Tangerang BSD dan Man- JAKARTA – Citi Indonesia men- argetkan jumlah nasabah Citigold, layanan wealth management Citi Indonesia, tumbuh dua digit pada 2020. Saat ini, nasabah Citigold sudah mencapai 10 ribu orang. Chief Executive Officer Citi Indonesia Batara Sianturi menjelaskan, selain pertumbuhan jumlah nasabah, perusa- haan berupaya untuk menumbuhkan dana kelolaan nasabah Citigold dua digit pada periode tersebut. Dana minimal yang harus dimiliki untuk menjadi nasabah Citigold adalah Rp 1 miliar. “Berdasarkan kurs dolar AS saat ini, dana sebesar Rp 1miliar itu ke- cil. Namun itu tahap pertama, nasabah bisamenambah ke depannya,” kata dia di Jakarta, Selasa (5/9). Batara optimistis pihaknya dapat mencapai target tersebut. Pasalnya, Citi Indonesia sudah merancang Citigold sesuai dengan keperluan nasabah. Melalui kampanye Citigold On Your Terms, Citi Indonesia men- awarkan layanan wealth management

program BPJS Ketenagakerjaan, untuk segera mendaftar agar tidak merugikan pekerja dan terhindar dari konsekuensi hukum yang ada. Sejalan dengan hal itu, Evi Afiatin menambahkan, dengan dilakukan- nya penarikan JHT oleh peserta se- belum memasuki usia pensiun akan mengakibatkan pekerja tersebut tidak memiliki perlindungan dan jaminan sosial pada saat pensiun kelak, yang justru sangat diperlukannya. Di samping itu, peserta akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan manfaat hasil pengembangan investasi dana JHT yang sampai dengan saat ini besarnya kurang lebih 2% di atas rata- rata bunga deposito. (ris) Dengan tren ini, pihaknya men- ingkatkan keamanan kar tu debit Citigold dengan teknologi chip dan Mastercard 3D secure code untuk transaksi online . Terdapat pula layanan kartu debit tambahan untuk nasabah rekening gabungan dalam mata uang pilihan untuk anggota keluarga yang berada di luar negeri. (gtr) yang sudah terproteksi pembiayaan kesehatannya, sehingga terjadi penur- unan jumlah nasabah yang melakukan pengeluaran di area ini,” jelas dia. Hasil studi juga menunjukkan, nasa- bah sudah semakin global, karena ke- butuhan telah bergeser untukmenjadi semakin terkoneksi dengan jaringan global ( borderless ) dan real-time. ”Terjadi peningkatan transaksi di luar negeri secara signifikan, mis- alnya jumlah nasabah Citigold yang menggunakan Uber dan Hotels.com di luar negeri meningkat empat kali dan dua kali, juga terjadi peningkatan frekuensi belanja di Amazon sebesar 39%,” papar dia.

kualitas layanan yang ada di beberapa kantor cabang kami, termasuk kami yang akan melayani peserta yang ada," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Selasa (5/9). Secara terpisah, Ilyas Lubis juga berharap agar para peser ta bisa lebih bijak dalam mempersiapkan masa tua mereka. Salah satunya de- ngan mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) hanya pada saat mereka memasuki usia pensiun, dan tidak diambil untuk kepentingan kon- sumtif pada saat berhenti bekerja. Ilyas juga mengimbau kepada peng- usaha yang belum mendaftarkan perusahaan dan pekerjanya pada teknologi touch ID dan soft token untuk mengakses aplikasi mobile banking . Citi Indonesia juga memiliki in- ternet banking yang memberikan kemudahanmemantau performa dana investasi kapan pun dan di mana pun, termasuk juga fitur e-mutual funds un- tuk transaksi top up , sell , dan switching reksa dana. Keseluruhan fitur ini akan membantu nasabah Citigold untuk dapat lebih menikmati hidup. Head of Retail Banking Citi lndone- sia Harsya Prasetyo menambahkan, tren laju konsumsi nasabah Citigold tumbuh lebih cepat dibandingkan proyeksi umum. Dia mengungkapkan, pada 2017, terjadi pengeluaran untuk edukasi lima kali besar dan leisure empat kali lebih besar. Khusus untuk kesehatan, jumlah nasabah yang melakukan transaksi di sektor kesehatan, turun sebesar 22% dibandingkan tahun 2015 karena adanya peningkatan jumlah nasabah yangmemiliki produk asuransi sebesar 56%. “Artinya, semakin banyak nasabah

ado oleh Direktur Keuangan Evi Afiatin, Kantor Cabang Surakarta oleh Direktur Perencanaan Strate- gis dan TI Sumarjono, Kantor Ca- bang Malang oleh Anggota Dewan Pengawas Syafri Adnan Baharuddin, Kantor Cabang Bali Denpasar oleh Direktur Pengembangan Investasi Amran Nasution, dan Kantor Cabang Sorong oleh Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga E Ilyas Lubis. “Semangat Hari Pelanggan Na- sional sejalan dengan semangat kami untuk berupaya memberikan layanan terbaik kepada peser ta. Kami dari jajaran direksi dan dewan pengawas akan meninjau langsung Head of Consumer Banking Citi lndonesia Bea Tan menambahkan, melalui hasil studi tersebut bsia dilihat orientasi nasabah Citigold yang tidak hanya sekadar menabung, namun ber- orientasi pada pertumbuhan aset. Peng- gabungan tren ini didukung dengan kemudahan penggunaan aplikasi digital perbankan Citi Mobile seperti melalui digital dan solusi finansial yang disesuaikan dengan aspirasi nasabah. “Program ini diperuntukkan untuk menjawab berbagai perubahan perilaku nasabah Citigold yang se- makin global dan digital,” papar dia. Hasil studi terbaru Citi Indonesia terhadap tren dan preferensi nasabah di segmen af fluent menunjukkan, terjadinya peningkatan penggunaan layanan digital oleh nasabah Citigold yangmemiliki produk investasi diband- ingkan tahun 2015. Pertumbuhan layanan digital tersebut dipicu oleh nasabah yangmemiliki tujuan investasi yang berorientasi pada pertumbuhan dan berusia lebih dari 45 tahun.

Investor Daily/ist

Kerja sama Damri - Mandiri DPLK Dari kiri ke kanan, Direktur Keuangan Perum Damri Dr H Sri Purwanto, Dirut Mandiri DPLK Syah Amondaris, Plt. Dirut Perum Damri Sarmadi Usman, serta Direktur Bisnis dan Marketing Mandiri DPLk Uke Giri Utama usai penandatanganan per- janjian kerja sama di Jakarta, Selasa (5/9). Bank Mandiri melalui Mandiri DPLK akan mengelola dana pesangon sekitar 3.750 karyawan Perum DAMRI melalui Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) guna meningkatkan nilai tambah yang dapat diberikan kepada para pensiunan. Hingga akhir Agustus 2017, Mandiri DPLK mengelola dana pensiun sebanyak 207 perusahaan dengan total Asset Under Management (AUM) sebesar ± Rp 8 Triliun.

I ndustri asuransi merupakan bisnis anomali. Saat ekonomi lesu dan banyak bidang usaha tergerus dan anjlok, ternyata industri asuransi malah tumbuh. Hal itu juga terjadi di Indonesia, saat krisis, hanya industri asuransilah yang bertahan. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim pun mengakui hal itu. Menurut dia, asuransi jiwa tetap tumbuh dalam kondisi apapun. “Buktinya, dalam kondisi ekonomi terjelek tahun 2015, asuransi jiwa masih bisa tumbuh 10%," ujar Hendrisman di Jakarta, baru-baru ini. Bahkan, tahun ini, meskipun pereko- nomian global masih lesu, industri asuransi jiwa dapat tumbuh. AAJI memperkirakan, pertumbuhannya sekitar 10-30%. Tahun 2016, AAJI mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa melonjak 57,4%mencapai Rp 208,92 triliun dibandingkan 2015 yang senilai Rp 132,74 triliun. Padahal, saat itu terjadi per- lambatan ekonomi global maupun domestik. Dalam beberapa tahun ke depan, pertum- buhan diperkirakan akan berlanjut, apalagi penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah. Berdasarkan data AAJI, penetrasi asuransi di Indonesia pada triwulan I-2017 hanya 2,7% dari

keluarga kita. Mereka membeli asuransi ke kita, tentu musti kita bantu, nasabah harus diprioritaskan,” kata Stella yang banyakmeraih prestasi sebagai agen Manulife terbaik sejak bergabung pada 2007. Stella mengisahkan, sebelum bergabung menjadi agen Manulife, dia memang memiliki sejumlah polis asuransi. Tetapi belum berniat terjun menjadi agen. Namun, suatu ketika ia bertemu Tjhai Chui Mie, agen asuransi Manulife. Saat ini Tjhai menjabat Wali Kota Singkawang, wali kota perempuan pertama di Singkawang. Ketika itu, Stella tertarik karena janji fasilitas-fasilitas dan jabatan tertentu yang bisa diperoleh jika menjadi agen yang sukses. Termasuk bonus-bonus tabungan pensiun yang besar sesuai jenjang waktu pengabdian. Semua janji itu sudah terealisasi. Stella menambahkan, kunci keberhasilan seorang agen adalah tekun, harus maksimal, dan tetap konsisten. Hasilnya luar biasa. Selain penghasilan yang besar, tiap tahun Stella bisa jalan-jalan ke luar negeri dan menginap di hotel bintang lima. Dia sudah keliling dunia seperti ke Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan sejumlah negara. (thomas harefa)

atas penghasilan sebelumnya di perusahaan properti. Bahkan, kata Keristina, angkanya lebih dari 10 kali lipat. Padahal, beban kerja lebih berat ketika di perusahaan semula. Dia mengisahkan, awal mula terjun menjadi agen karena diajak teman. Ketika itu, Keristina sedang sibuk beralih dari karyawan keuangan menjadi marketing di perusahaan properti. Dia memilih menekuni profesi barunya sebagai agen, karena ingin dekat dengan anak dan memiliki banyak waktu luang. Hal senada diungkapkan Stella Elsya, ang- gota Manulife Titanium Club di Singkawang, Kalimantan Barat. Menurut dia, profesi agen asuransi itu istimewa. “Ini pekerjaan mulia. Ada beberapa nasabah yang divonis menderita penyakit kritis, serangan jantung pertama, kanker, ataupun baru terdiagnosa kanker, mereka sudah bisa mendapatkan uang klaim. Itu bisa membantu meringankan beban mereka, saya sungguh berkesan saat bisa membantu klien saya seperti itu,” papar Stella. Dia mengakui, ada tanggung jawab besar saat menjadi agen, yakni melayani sepenuhnya nasabah. Bahkan, harus siap 24 jam, ketika nasabah menghadapi risiko. “Mereka menjadi

dunia karena menderita kanker dan penyakit kritis lain. Apalagi sekarang ini biaya rumah sakit cenderung semakin mahal. “Keluarga yang ditinggalkan tentu terbantu dengan uang hasil klaim mereka. Uang itu bisa digunakan untuk kebutuhan hidup keluarga itu selanjut- nya,” ujar dia. Menurut salah satu agen terbaik Manulife ini, profesi agen asuransi memang belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Menjadi agen asuransi masih menjadi pilihan terakhir. Biasanya, seseorang terjun menjadi agen kalau dia sedangmenganggur, atau untuk mengisi waktu luang saat sedang melamar pekerjaan di tempat lain. “Padahal, menjadi agen asuransi prospek menarik. Kalau kerja di perusahaan, setelah lulus kuliah, paling rata-rata terima gaji UMR. Padahal, uang sekolah dan kuliah sudah ma- hal. Kalau jadi agen, kita yang menentukan penghasilan, bukan company,” ujar Keristina yang tahun ini dinobatkan sebagai Top Agent of The Year Manulife. Mantan kar yawan sebuah perusahaan properti ini mengakui, sejak menjadi agen Manulife pada 2003, penghasilan dia jauh di

produk domestik bruto, lebih rendah diband- ingkan Singapura, Malaysia, atau Thailand yang sudah di atas 5%. Rendahnya penetrasi itu merupakan potensi dan kesempatan besar untuk digarap indus- tri asuransi. Oleh karena itu, Hendrisman meyakini industri asuransi tetap tumbuh. Prospek besar ini semestinya ditangkap para pencari kerja untuk terjun ke dunia asuransi, salah satunya menjadi agen. Profesi Mulia Namun, saat ini profesi menjadi agen asur- ansi belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Profesi ini pun kerap dipandang sebelah mata bagi banyak orang. Padahal, agen asuransi merupakan profesi mulia yang berguna bagi banyak orang. Hal itu diakui Senior Financial Planner Man- ulife Indonesia Sie Keristina. “Ini profesi mulia, karena kita bisa membantu orang yang kesusa- han ketika mereka mendapat risiko,” ujar dia. Keristina mengisahkan, dia beberapa kali membantu nasabahnya yang kedukaan. Beberapa kliennya meninggal dunia karena kecelakaan dan sakit. Ada juga yangmeninggal

Made with FlippingBook HTML5