ID161010

SENIN 10 OKTOber 2016

3 international Business

4

Investor Daily/AFP PHOTO/THOMAS KIENZLE

Oleh Iwan Subarkah

LONDON – Para pemimpin bisnis di Inggris pada Sabtu (8/10) waktu setempat mendesak pemerintah menghindarkan pisah total dari Uni Eropa (UE) atau hard Brexit . Ketidakpastian mengenai persyaratan Brexit saja, kata mereka, sudah berdampak terha- dap keputusan-keputusan investasi.

ditandatangani oleh pimpinan aso- siasi pemanufaktur Inggris atau EEF, Kamar Dagang Internasional Inggris, dan badan industri teknologi techUK. Para pemimpin bisnis ini mewanti- wanti situasi yang mana Inggris men- inggalkan pasar tunggal UE tanpa memiliki kesepakatan perdagangan baru. Yang berar ti Inggris akan berdagang dengan seluruh dunia berdasarkan aturan-aturan Organ- isasi Perdagangan Dunia atau WTO. “Jatuh ke dalam aturan-aturan WTO dalam waktu hanya 29 bulan dari sekarang, yang merupakan jang- ka waktu prospektif, berarti hingga 90% barang berpotensi dikenai tarif,” tutur Fairbairn. Jika sebagian dari opsi-opsi yang sangat negatif seper ti itu dinafi- kan, lanjut dia, para investor dapat teryakinkan bahwa Inggris masih menjadi tempat yang sangat bagus untuk investasi. Para pemimpin bisnis Inggris Meski membuka perekonomiannya dan mencapai lonjakan perdagangan dengan Tiongkok, Sub-Sahara Af- rika justru merupakan satu-satunya kawasan di dunia yang mana jumlah orang hidup dalam kemiskinan eks- trem naik sejak 1990. “Bertambahnya jumlah orang mis- kin di Sub-Sahara Afrika sama sekali bukan pengecualian,” kata Bank Du- nia dalam laporan terbarunya. Nigeria saat ini mengalami resesi karena terdampak jatuhnya harga minyak mentah dunia. Afrika Selatan mengalami stagnasi pertumbuhan, tapi Pantai Gading mencatat lonjakan ekonomi dengan proyeksi pertumbu- han 8% tahun ini. Kondisi di Afrika sangat bervariasi bergantung pada negaranya. Iklim, situasi keamanan, dan instabilitas politik juga bisa mempengaruhi prospek ekonomi. Lembaga-lembaga swadaya in- ternasional menyatakan, proyeksi umum mengenai Afrika sebenarnya mencerminkan kegagalan perda- gangan bebas, yang bergulir oleh rencana-rencana penyesuaian struk- tural sepanjang 1980-an dan 1990-an serta oleh Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO. “Kinerja Afrika sangat baik dalam beberapa tahun sebelumnya karena kenaikan harga minyak dan bahan mentah lainnya. Tapi, kejatuhan

Hasil referendum di Inggris yang keluar pada 24 Juni 2016 memu- tuskan negara ini akan keluar dari keanggotaan Uni Eropa (UE). Proses negosiasi yang diperkirakan mema- kan waktu setidaknya dua tahun, seperti diisyaratkan PerdanaMenteri (PM) Theresa May, kemungkinan baru dimulai pada Maret tahun depan. Nilai tukar pound turun tajam lagi pekan lalu karena kekhawatiran atas apa yang disebut hard Brexit. Istilah ini mengacu pada Inggris keluar dari pasar tunggal atau zona bebas tarif Eropa dan menutup pergerakan bebas orang ke negaranya. “Yang kami inginkan adalah opsi- opsi paling buruk dikesampingkan,” ujar Carolyn Fairbairn, direktur jenderal CBI, kelompok lobi bisnis terbesar Inggris, kepada radio BBC . Ia juga menyampaikan hal tersebut dalam surat terbuka kepada pemer- intah. Desakan atas nama CBI juga WASHINGTON – Para pemimpin ekonomi dunia pekan lalu memb- ela globalisasi sambil menegaskan bahwa proteksionisme akan melukai perekonomian dunia. Pandangan ini mencuat dalam pertemuan tahunan Bank Dunia-Dana Moneter Interna- sional (IMF) di Washington, Amerika Serikat (AS). Namun pandangan tersebut sep- erti menafikan nasib Afrika, yang semakin terbenamke dalamkemiski- nan kendati sudah bertahun-tahun mengalami perdagangan bebas. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kawasanSub-SaharaAfrika terjunbebas tahun ini, yakni hanya 1,4% dibandingkan3,4%pada 2015. Proyeksi tersebutmenunjukkan angka terendah dalam seperempat abad. Laju pertumbuhan ekonomi han- ya 1,4% berarti akan lebih lambat dibandingkan pertumbuhan popu- lasi di kawasan tersebut. Akibatnya, kemiskinan bisa lebih buruk, sedan- gkan lebih dari separuh dari 766 juta penduduknya hidup dengan uang kurang dari US$ 1,90 per hari. “Saya sangat prihatin dengan perekonomian negara-negara di Sub-Sahara Afrika,” ujar Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. Afrika menunjukkan kegagalan- kegagalan globalisasi, yang terus dib- ela para pemimpin dunia, termasuk dalam pertemuan tahunan tersebut.

Kejuaraan Labu Raksasa Mathias Willemijns dari Belgia berpose dengan labu atlantik raksasanya di depan Kastil Baroque sebelum acara penimbangan di Giant Pumpkin European Championship di Ludwigs- burg, Jerman, Minggu (9/10).

dalam surat terbuka tersebut me- minta akses tanpa hambatan ke pasar tunggal Eropa dipertahankan,

Washington, AS, Sabtu, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengatakan, Brexit menggelayuti pros- pek jangka menengah pertumbuhan ekonomi zona euro. “Banyak orang menekankan bahwa dampak-dampak jangka pendek dari hasil referendum Inggris tidak seburuk yang dibayangkan. Tapi kalau berpikir tidak akan ada konsekuensinya sama sekali juga tidak mungkin. Yang je- las ketidakpastian politik seperti ini menggelayuti prospek pertumbuhan,” tutur Draghi. Konsekuensi-konsekuensi yang akan muncul, tambah dia, akan bergantung pada seberapa lama waktu yang dibu- tuhkan untuk merampungkan proses keluarnya Inggris dari UE. (afp)

penjelasan mengenai strategi Brexit. Ia mengindikasikan akan mempri- oritaskan pemangkasan imigrasi di atas akses terhadap pasar tunggal. Isu imigrasi adalah kunci dalam kampanye referendum. “Pemerintah harus menetapkan rencana yang jelas mengenai konsultasi dengan perusahaan di seluruh sektor dan ukuran demi meningkatkan keper- cayaan bahwa keputusan-keputusan kompleks seperti ini diambil berdasar- kan pemahaman yang mendalam men- genai implikasi-implikasinya terhadap ekonomi,” bunyi dari akhir surat ter- buka tersebut. Sementara itu, berbicara di akhir per temuan tahunan Bank Dunia- Dana Moneter Internasional (IMF) di

khususnya untuk jasa-jasa finansial. Mereka juga meminta kesepakatan transisional agar ada kepastian bisnis sampai kesepakatan baru dengan UE disepakati. Surat terbuka ini mengemuka sete- lah pekan penuh gejolak bagi pasar finansial terkait ketidakpastian Brexit. Kekhawatiran memuncak pekan lalu dengan terjadinya flash crash nilai tukar mata uang pound, hingga sempat me- nyentuh level terendah dalam 31 tahun terhadap dolar AS. Menteri Keuangan (Menkeu) Ing- gris Philip Hammond menepis kekha- watiran terhadap flash crash . Ia men- yalahkan faktor-faktor teknis di pasar keuangan sebagai pemicunya. PM May belum banyak memberi

tuk proyek-proyek pembangunan. AS juga merupakan pemegang saham terbesar di Bank Dunia. “Kami mengakui tantangan-tantan- gan yangdihadapi perekonomianglob- al juga ikut menguatkan tuntutan dari negara anggota sehingga menekan ketersediaan modal di Bank Dunia,” kata Lew dalam pernyataan terpisah. Namun, lanjut Lew, Bank Dunia bisa memenuhi tantangan-tantangan seperti itu dengan disiplin lebih be- sar dan selektif guna menjaga level penyaluran kredit yang lebih berkes- inambungan. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim pekan lalu mengakui sumber daya di lembaganya tersedot oleh misi-misi baru yang dipercayakan kepadanya, terutamamenyangkut pe- rubahan iklim dan krisis pengungsi. “Sulit membayangkan bagaimana kami akanmemenuhi semua tuntutan tersebut tanpa ada kenaikan modal,” ujar Kim. (afp/sn) “Harus ada jalan tengah, khu- susnya untuk membiarkan industri- industri barumenjadi besar dan sang- gup menghadapi kompetisi asing. Tapi yang harus menjadi prioritas adalah memperkuat perdagangan, khususnya di antara negara-negara Afrika. Terkadang lebih murah mengekspor produk keluar Afrika dibandingkan ke negara tetangga,” tutur Diop. (afp/sn) harga dan perdagangan bebas me- nenggelamkan negara-negara ini karena tidakmampumendiversifikasi perekonomian,” ujar Antonio Gam- bini dari National Center for Develop- ment Cooperation, kepada AFP . Bertolak belakang dengan pan- dangan umum, proteksionisme bisa membantu negara-negara Afrika mengangkat perekonomiannya dan berlindung dari kompetisi asing. “Jika dunia ingin melihat pertum- buhan global yang lebih inklusif, harus ada urang bagi proteksi. Ini tidak sesederhana pikiran bahwa perdagangan bebas ber tambah, kemiskinan berkurang,” ujar Max Lawson dari Oxfam GB. Beberapa negara di Asia, seperti Vietnam, Korea Selatan, dan Taiwan, bisa membangun ekspansi ekonom- inya berlandaskan ekspor yang kuat dan pembatasan besar-besaran terhadap impor demi memproteksi pasar domestik. Di benuaAfrika, Ethiopia diprediksi- kan mencatat pertumbuhan ekonomi 6,5% tahun ini dengan memagari sek- tor telekomunikasi serta finansialnya. Tapi Makhtar Diop, wakil presiden BankDunia untuk Afrika, masih tidak percaya dengan kebijakan-kebijakan perdagangan melihat ke dalam. “Pada masa krisis, proteksion- isme muncul karena anggapan itu merupakan jawaban tapi semua bukti menunjukkan perdagangan in- ternasional lah yang menggerakkan pembangunan,” ujar dia kepada AFP . Mantan menteri keuangan Sen- egal ini menambahkan, kemiskinan akut di Afrika disebabkan buruknya kebijakan-kebijakan redistribusi pen- dapatan, terutama manakala harga minyak di atas US$ 100 per barel. Sekali dijalankan, lanjut dia, hambat- an-hambatan proteksionis akan sulit dicabut karena didukung oleh kelom- pok-kelompok kepentingan yang ingin melindungi kepentingannya.

20161007-RA-FA-ori 013 160 x 270 mmFC.pdf 1 10/7/16 10:03 AM

AFP PHOTO / STRINGER

C

M

Y

CM

MY

CY

Pelat Dubai Nomor 5 Pengusaha yang memiliki pusat bisnis di Dubai Balwinder Sahani (tengah) terlihat dalam sebuah acara lelang di Dubai Uni Emirat Arab, Sabtu (8/10) lalu.Pengusaha asal India tersebut telah membayar sebesar 33 juta dirham atau setara dengan 9 juta US dolar untuk sebuat pelat berlisensi Dubai dengan nomor 5.

CMY

K

AS yang merupakan pemegang saham terbesar IMF mengharapkan kreditor krisis global tersebut ber- buat lebih banyak untuk mendesak negara seperti Jerman. Yakni untuk membelanjakan surplus anggaran- nya guna merangsang pertumbuhan ekonomi global. “Saya mendesak IMF untuk lebih vokal menekan negara-negara dengan kelebihan kapasitas untuk menjalan- kan langkah-langkah fiskal yang bisa melancarkan kelebihan produksi sam- bil menjaga permintaan,” kata Lew. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, pada pertemuan tahunan tersebut, sudah secara terbuka me- minta Jerman untuk meningkatkan belanja anggarannya. Namun AS juga meminta Bank Dunia bekerja lebih baik menangani ketegangan di antara negara ang- gota, yang semakin bersuara agar bank pembangunan ini lebih banyak mengeluarkan sumber dayanya un-

WASHINGTON – Amerika Seri- kat (AS) pada Sabtu (8/10) waktu setempat meminta Dana Moneter Internasional (IMF) untuk berbicara lantang mengenai urusan-urusan kru- sial ekonomi global, seperti masalah nilai tukar mata uang. IMF diminta vokal sekalipun itu akan membuatnya tidak disukai. “IMF harus mengintensifkan anali- sis dan lebih vokal mengenai isu-isu utama yang berdampak terhadap per tumbuhan maupun stabilitas sistem ekonomi global, seperti nilai tukar mata uang, ketimpangan neraca transaksi berjalan, dan kelesuan per- mintaan,” tutur Menteri Keuangan (Menkeu) AS Jacob Lew, dalam per­ nyataan di akhir pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Washington, AS. Terkadang,tambahdia,halsepertiitu akanmembuat IMF tidakdisukai. Tapi, kevokalan atas nama mandat intinya bisa jadi membuat IMF lembaga yang lebih efektif dalam jangka panjang.

Made with FlippingBook flipbook maker