ID170707

JUMAT 7 JULI 2017

24

ANTARA FOTO/HO/Eko/pras/17.

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk siap mendirikan kantor cabang penuh bernama Bank Mandiri Berhad, di Malaysia, dan beroperasi pada akhir 2017. Bank Mandiri menyiapkan modal sebesar RM 300 juta dengan injeksi awal senilai RM 50 juta.

16,73% (yoy) atau sebesar Rp 4,8 triliun. "Pada semester II-2017 kami targetkan bisa mencapai Rp 5,1 tri- liun," ujar dia. Sebelumnya, untuk mendukung pembiayaan komersial, BNI Syariah menyalurkan pembiayaan modal kerja sebesar Rp 200 miliar untuk pengerjaam proyek-proyek milik PT Brantas Abipraya. "Pembiayaan yang dikucurkan akan disalurkan untuk pengerjaan proyek pengairan, bendungan atauwaduk, pembangunan gedung, pembangunan jalan tol dan pembangunan jembatan," kata dia. Sementara itu, Brantas Abipraya merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang berdiri tahun 1980. Perusahaan ini berorientasi laba hasil pemekaran proyek Brantas. "Kami berharap penandatanganan akad pem- biayaan musyarakah ini menjadi awal sinergi yang menguntungkan kedua belah pihak," ungkap dia. (gtr) perlu hadir di Malaysia. "Sebagai bank berlisensi QAB, kami akan beroperasi di Kuala Lumpur untuk mendukung kegiatan bisnis," kata Kartika. Untuk membuka cabang penuh di Malaysia, Bank Mandiri menyiapkan modal sebesar RM 300 juta. "Kami sudah memulainya dengan injeksi modal sebesar RM 50 juta. Jumlah ini terus ditambah secara bertahap," kata Kartika. Jaringan Luar Negeri Sebagai perwujudan komitmen Bank Mandiri untuk menjadi Asean prominent bank , maka Bank Mandiri berencana meningkatkan jaringan luar negerinya. Bank Mandiri telah memiliki tujuh kantor luar negeri yang terdiri atas lima cabang di Cayman Islands, Dilli Timor Leste, Hong Kong, Shanghai, dan Singapura. Selain itu, perseroan memiliki dua anak per- usahaan yaitu Bank Mandiri Europe Limited di London dan Mandiri Inter- national Remittance di Malaysia. BankMandiri juga sedangmenjajaki perluasan jaringan di beberapa negara Asean yaitu Malaysia, Myanmar, dan Filipina. Di Malaysia, Bank Mandiri telah memiliki presence sejak tahun 2009 berupa Mandiri International Remittance (MIR) yang bergerak di jasa pengiriman uang. Saat ini MIR te- lah memiliki 13 outlet yang tersebar di beberapa lokasi dan melayani pekerja migran Indonesia, serta beberapa perusahaan di Malaysia. Bank Mandiri telah ditunjuk oleh OJK sebagai kandidat QAB dari In- donesia untuk Malaysia pada 22 Mei 2017. Pada tahap awal, Bank Mandiri mengoperasikan dua cabang yang melayani bisnis wholesales maupun retail banking . Hubungan dagang antara Indonesia dan Malaysia pada

JAKARTA – PT Bank BNI Syariah membukukan total pembiayaan hingga Juni 2017 sebesar Rp 22,55 tri- liun, meningkat 18,84% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Direktur BNI Syariah Dhias Wid- hiyati menjelaskan, per tumbuhan pembiayaan tersebut melampaui target yang dicanangkan sebesar Rp 21,97 triliun. "Dibandingkan dengan periode akhir Desember 2016 juga meningkat 10,06%," kata Dhias kepada Investor Daily , Kamis (6/7). Dari total pembiayaan yang disa- lurkan, pembiayaan komersial tum- buh signifikan, yakni 34,46% secara year on year (yoy) atau mencapai Rp 4,36 triliun. Kontributor dari segmen komersial tersebut adalah pembiayaan konstruksi, infrastruktur, dan industri pengolahan. Selanjutnya, pembiayaan dari bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) juga meningkat signifikan sebesar Menurut Ketua Dewan Komisio­ ner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Bank Mandiri merupakan bank pertama yang men­ dapat lisensi Qualified Asean Bank (QAB). Dengan lisensi tersebut, bank milik pemerintah ini akan diperlaku­ kan setara dengan bank-bank lokal yang beroperasi di Malaysia. "Kami sangat menghargai otoritas perbankan Malaysia yang men- dukung kehadiran bank dari In- donesia ini. Indonesia pun telah memperlakukan bank-bank Malaysia seperti milik sendiri. Ini merupakan langkah maju yang dapat mem- perkuat hubungan Indonesia dan Malaysia," kata Muliaman dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Kamis (6/7). Rencana pendirian Bank Mandiri Berhad disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Kuala Lumpur pada 6 Juli 2017. Pengumuman tersebut disampaikan dengan didampingi oleh Muliaman D Hadad dan Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM) Dato’ Muhammad Ibrahim. Pembukaan layanan tersebut, lan- jut Muliaman, merupakan layanan perbankan penuh pertama bagi Bank Mandiri di luar wilayah Indonesia. Bank Mandiri juga menjadi bank pertama yang mendapat lisensi QAB. "Kami mengapresiasi langkah ini, karena memperlihatkan baiknya hubungan kerja sama kedua negara sekaligus prospek Asean untuk lebih maju," ujar Muliaman. Kartika Wirjoatmodjo mengemu­ kakan, kegiatan bisnis Indonesia telah tersebar di seluruh negara-negara anggota Asean. Perkembangan positif ini, menurut Kartika, sebagai salah satu yang mendorong Bank Mandiri

Bank Mandiri Berhad Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri) bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad (tengah) dan Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo (kedua kanan), menunjukkan sertifikat pendirian Bank Mandiri Berhad yang diterima dari Gubernur Bank Negara Malaysia Dato’ Muhammad Ibrahim (kiri), disaksikan Deputi Gubernur Bank Negara Malaysia Shaik Abdul Rasheed bin Abdul Ghaffour (kanan), di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (6/7). Bank Mandiri mendirikan Bank Mandiri Berhad setelah mendapat lisensi Qualified ASEAN Bank (QAB) dengan kantoryang akan mulai beroperasi pada akhir 2017 dan dengan lisensi tersebut, Mandiri akan diperlakukan setara dengan bank-bank lokal yang beroperasi di Malaysia.

Di sisi lain, Ketua Dewan Komi- sioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menjelaskan, per tumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Mei 2017 mencapai 11,18%. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit di posisi yang sama sebesar 8,71%. "Kondisi likuiditas saat ini sangat baik, ditopang pula oleh rasio kecukupan modal ( capital adequacy ratio /CAR) yang memadai," kata dia. Kepala Eksekutif Pengawas Perb- ankan OJK Nelson Tampubolon menambahkan, kekhawatiran akan ketatnya likuiditas bisa terjadi ap- abila terjadi kenaikan Federal Fund Rates (FFR) sebanyak satu hingga dua kali. Pasalnya, hal tersebut bisa memacu capital outflow . "Tetapi saat ini, likuiditas sangat besar. Dana yang dikelola BI dalambentuk operasi mon- eter juga cukup besar sekitar Rp 300 triliun. LDR juga stabil di angka 89%," kata dia. (gtr) mempekerjakan sekitar 39.000 kary- awan dengan 2.601 kantor cabang dan tujuh kantor cabang/perwakilan/ perusahaan anak di luar negeri. Lay- anan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 17.694 ATM, dan 60.740 ATM yang tersambung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, 239.312 electronic data capture (EDC) serta jaringan elektronik yang meliputi layananMandiri Online, SMS banking , dan call center . (c02) sebagai kondisi ketika setiap ang- gota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai kebutuhan dan kemampuan. Akses masyarakat Indonesia ter- hadap layanan keuangan masih relatif rendah. Survei BankDunia tahun 2014 menunjukkan, baru sekitar 37% pendu- duk Indonesia yangmemiliki rekening bank, 27% memiliki simpanan formal, dan 13% memiliki pinjaman formal. Sur vei Otoritas Jasa Keuangan pada 2016 juga menunjukkan hanya 28,9% penduduk dewasa memahami produk-produk perbankan. Untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, yang menargetkan 75% pop- ulasi dewasa dapat mengakses layanan keuangan formal pada 2019. (th)

bersaing dengan bank besar dalam meraih simpanan, pihaknya berupaya meningkatkan layanan, salah satunya dengan mengembangkan digital banking . "Dengan digital banking , kami bisa menjangkau nasabah di luar cabang. Sebagai contoh layanan deposito on- line , jadi masyarakat tidak perlu lagi menerima bilyet deposito," jelas dia. Berdasarkan data LPS, rata-rata suku bunga deposito bank acuan pada akhir Mei 2017 mencapai 5,91%, turun 5 basis poin (bps) dari posisi bulan sebelumnya. Hal serupa terjadi pada rata-rata suku bunga minimum yang turun 3 bps ke 5,01%. Sedangkan suku bunga maksimum tercatat mengalami penurunan terbe- sar, yaitu sebanyak 7 bps menjadi 6,8%. Sementara itu, suku bunga maksimum simpanan valas dari bank benchmark naik 3 bps pada Mei setelah terjadi peningkatan sebesar 1 bps pada bulan sebelumnya. pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), AXA-Mandiri Financial Ser vices (asuransi jiwa), Mandiri InHealth (Asuransi Kese- hatan), Bank Mandiri Taspen Pos/ Mantap (UMKM), Mandiri Interna- tional Remittance (transaksi remi­ tansi), Mandiri Europe ( treasur y dan financial institution ), Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan), dan Mandiri AXA General Insurance (asuransi umum). Hingga Maret 2017, Bank Mandiri peningkatan perlindungan kepada masyarakat terhadap beragam praktik yang dinilai tidak adil dalam rangka mewujudkan sistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Sementara itu, Kepala Departe- men Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Agus Sugi- arto mengatakan, pencapaian target inklusi keuangan harus dibarengi dengan upaya peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat. "Literasi dan inklusi keuangan ibarat dua sisi mata uang. Kalau hanya inklusi akan menuai masalah customer protection (perlindungan nasabah)," kata Agus di Jakarta, baru-baru ini. Agus menjelaskan, upaya pening­ katan literasi keuangan tersebut perlu melibatkan peran lembaga jasa keuangan yang bersinergi dengan lem- baga-lembaga sosial dan organisasi nonpemerintah. Perlu pula diciptakan ekosistem menyeluruh serta sub- sistemnya yang saling dukung. Keuangan inklusif didefinisikan

hadap pertumbuhan kredit, sehingga mereka mempersiapkan dana lebih dulu dengan menaikkan suku bunga," terang dia. Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menambahkan, likuiditas perbankan saat ini tidakmenjadi persoalan utama. Rasio kredit terhadap simpanan ( loan to deposit ratio /LDR) sudah turun di bawah 89%. "Hal ini terbantu dengan adanya dana amnesti pajak," kata dia. Me s k i demi k i an , l i ku i d i t a s perbankan yang tidak merata mengakibatkan bank-bank kecil tidak bisa bersaing dengan bank-bank besar untuk mendapatkan likuiditas. Oleh karena itu, cara yang ditempuh supaya bisa bersaing adalah dengan menaikkan suku bunga simpanan. "Suku bunga simpanan special rate untuk BUKU I memang meningkat sejak awal tahun," ujar dia. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Ina Perdana Tbk Edy Kun- tardjo mengungkapkan, untuk bisa keuangan yang ada di masyarakat. OJK juga diharapkan dapat meningkatkan sinerginya dengan berbagai lembaga seperti Bank Indonesia, sehingga mengoptimalkan fungsi kontrol yang dimilikinya. Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan mengatakan, anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2017-2022 harus bisa meningkatkan pemahaman literasi keuangan, sehingga semakin banyak warga yang benar-benar memahami dunia finansial. "Survei menunjukkan, mayoritas atau lebih dari 50% penduduk Indonesia belum memiliki keterampilan dalam meng- gunakan produk dan jasa keuangan," kata dia. Heri yang merupaka politisi Partai Gerindra tersebut juga memaparkan, anggota Dewan Komisioner OJK yang baru terpilih merupakan sosok yang dinilai mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hal tersebut, lanjutnya juga bisa membuat semakin dekat. "Ini juga menjadi bukti semangat perwujudan sejati Asean," kata dia. Bank Mandiri adalah bank terbesar di Indonesia yang memberikan pelay- anan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha corporate , commercial , micro and business , consumer banking , serta treasury . Bank Mandiri pada saat ini memi- liki anak-anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu, Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan

JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat rata-rata suku bunga deposito bank mulai men- urun pada Mei 2017. Meski demikian, LPS menilai masih ada sejumlah bank yang menaikkan bunga deposito, ter- utama kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) I dan II. Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menjelaskan, sam- pai saat ini belum terjadi perebutan dana di antara bank untuk memenuhi likuiditas. Bank-bank besar masih mematok suku bunga simpanan di level sebelumnya. "Namun, untuk bank-bank kecil mulai menaikkan suku bunga deposito," kata Halim di Jakarta, belum lama ini. Menurut Halim, penyebab bank kecil menaikkan suku bunga deposito karena ingin memacu kredit lebih tinggi. Oleh karena itu, bank-bank kecil memerlukan dana lebih banyak lagi dengan menaikkan suku bunga. "Bank kecil lebih optimistis ter- JAKARTA – Anggota Dewan Kom- isioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode tahun 2017-2022 yang telah disetujui dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 6 Juli 2017, diharapkan dapat mengemban tugas antara lain untuk mengatasi penipuan investasi di berbagai daerah. "Jangan sampai ada penipuan oleh lembaga jasa keuangan, baik pe- nipuan investasi bodong, hingga peng- gandaan uang," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Jakarta, Kamis (6/7) seperti dilansir Antara . Untuk itu, ujar dia, sudah seharus­ nya OJK dapat memastikan tidak adanya penyimpangan dan penya- lahgunaan yang dilakukan oleh berba- gai lembaga jasa keuangan di Tanah Air. Politikus PAN itu juga mengingin­ kanOJK bisamemberikan sanksi yang tegas kepada lembaga keuangan yang melanggar regulasi, sehingga dapat meminimalkan berbagai praktik ilegal dari berbagai lembaga pembiayaan triwulan pertama 2017 secara tahunan meningkat 33,08% dari US$ 3,32 miliar pada triwulan I-2016 menjadi US$ 4,42 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan volume ekspor dan impor yang signifikan. Ekspor Indone- sia pada triwulan I-2017 mencapai US$ 2,14 miliar. Sementara itu, Gubernur Bank Negara Malaysia Dato’ Muhammad Ibrahim mengemukakan, berope­ rasinya Bank Mandiri di Malaysia menunjukkan hubungan kedua negara

Investor Daily/David Gita Roza

Pertumbuhan Positif Asuransi Umum Pengunjung berada di kantor asosiasi asuransi umum di Jakarta, beberapa waktu lalu. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memprediksi industri asuransi umum di Indonesia pada tahun ini bisa mencatatkan pertumbuhan yang positif. Salah satu penopang utamanya adalah pertumbuhan makroekonomi. Fitch menilai, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang bisa mencapai 5,3%, dapat meningkatkan per- tumbuhan premi asuransi di tahun ini.

Made with FlippingBook HTML5