SP170222

Metropolitan

Suara Pembaruan

27

Rabu, 22 Februari 2017

Air Masih Rendam Permukiman Bekasi Pemkot Segera Perbaiki Tanggul Kali Cakung

Polisi Gadungan Peras Pacar Kepolisian Sektor Bogor Tengah mengamankan seo- rang pria berinisal ST (37) lantaran melakukan penipuan dan pemerasan dengan mengaku sebagai anggota kepolisian di Kota Bogor. Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaiffudin Gayo mengatakan, pria bertubuh ceking itu diringkus setelah dilaporkan kekasihnya, RPN (24) yang merasa ditipu dan diperas pelaku. "Mereka awalnya berkenalan sejak Desember 2015. Pelaku mengaku se- bagai anggota polisi ber- pangkat Inspektur Dua (Ipda) kepada korban," kata Gayo, Rabu (22/2). Perkenalan mereka ak- hirnya berujung dengan pacaran. Selama masa ber- pacaran, pelaku kerap me- minta untuk dikirimkan foto setengah telanjang kepada korban dengan alasan kan- gen. "Setelah pelaku mendapatkan foto korban, pada 28 Januari 2017 pe- laku minta uang kepada korban sambil mengancam akan menyebarkan foto kor- ban jika tidak memberi uang," jelasnya. Polisi mengamankan barang bukti berupa selip setoran uang, atribut Polri, kaos Turn Back Crime, satu pucuk senjata korek api mainan, dua unit handphone dan uang tunai Rp 3 juta. Korban menderita kerugian Rp 12 juta. [VEN/Y-4] Berenang di Kali, Remaja Hanyut Alfa Rizki Ramadani (15) dilaporkan hanyut saat berenang di kali, Selasa (21/2) siang. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi bersama kepolisian. Menurut Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, saat itu korban se- dang berenang di kali ber- sama rekannya di bawah Jembatan Kavling PGRI RT Medansatria, Kota Bekasi, sekitar pukul 10.00 WIB. Korban bersama rekan- nya, Ilham (15) serta Muhammad Dadi (13), ber- enang di pinggir kali. Tiba- tiba, korban hanyut terbawa arus yang saat itu debit air kali sedang meningkat. Petugas gabungan masih mencari tubuh korban. Menurut Erna, korban ting- gal bersama kedua orangtu- anya, di Kampung Kaliabang Ilir RT 1 RW 7 Kelurahan Pejuang. Remaja hanyut ini, menambah daftar korban tenggelam di Kota Bekasi. Sebelumnya, Hengky (15) dilaporkan tenggelam di polder perumahan Dosen IKIP, Jatiasih, Kota Bekasi, Senin (20/2) siang. Tubuh korban belum ditemukan hingga saat ini. [160] 6 RW 21, Kelurahan Pejuang, Kecamatan

[BEKASI] Banjir masih merendam sejumlah per- mukiman warga di Kota Bekasi, Rabu (22/2) pagi. Kondisi terparah masih dia- lami Perumahan Nasio Indah, Jatiasih. Ketinggian air sekitar 40 cm. Sudah empat hari, sejak Minggu (19/2), perumahan itu ter- endam banjir. Lokasi peru- mahan warga yang berada di daerah cekungan dan di dataran rendah itu, membu- at air tetap mengendap dan lama surutnya. Permukiman lainnya, Perumahan Pondok Hijau Pe rma i (PHP) Bekas i Timur yang kemarin ter- endam banjir, kini air sudah surut. Berdasarkan pantau- an SP , genangan air hanya sekitar 10 cm. "Setelah air surut, ken- dala yang dihadapi warga adalah membersihkan sisa lumpur di dalam rumah. Warga swadaya member- sihkan rumah," ujar Ketua RT 5 RW 3 Perumahan Pondok Hijau Permai Toto. Selain itu, kata Toto, sa- luran air di perumahan me- reka tertutup lumpur dan rata dengan jalan raya. "Kendala lainnya, member- sihkan saluran air yang su- dah tertimbun lumpur di- perlukan alat berat untuk mengeruk lumpur dari sa- luran air. Kami berharap, pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup menge- rahkan alat berat untuk me- ngeruk lumpur," imbuhnya. S eme n t a r a i t u d i Kompleks Dosen IKIP, Jatiasih, genangan air ha- nya terdapat di jalan masuk [DEPOK] Komisi V DPR meminta agar Terminal Jatijajar di Kota Depok, Jawa Barat jangan sampai mangkrak. Terminal Tipe A ini akan segera dialihkan dari Pemkot Depok kepada Pemerintah Pusat. Wakil Ketua Komisi V DPR Sigit Sosiantomo me- nuturkan, banyak terminal Tipe A yang juga mangrak. Depok yang berjarak sa- ngat dekat dengan Jakarta diharapkan tidak menga- lami hal serupa. "Oleh karena itu, kami berharap proses-proses ad- ministrasi pengalihan dari Pemkot Depok ke pusat, bisa segera diselesaikan,” ujar Sigit di Depok, Jawa Barat, Selasa (21/2). Diungkapkan, dirinya bersama Komisi V DPR akan mencari cara bagaima- na terminal ini bisa diakses,

tempat.

Pada Selasa siang, Pemkot Bekasi mengirim ratusan karung berisi pasir untuk menutup tanggul je- bol, Selasa (21/2) petang. Tanggul sementara ini diha- rapkan dapat menahan alir- an deras Kali Cakung di Perumahan Harapan Baru II, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. P e t u g a s B a d a n Penanggulangan Bencana Dae r ah (BPBD) Ko t a Bekasi, bahu membahu bersama warga sekitar dan dibantu kepolisian dan TNI setempat menutup tanggul jebol sepanjang tiga meter dengan karung berisi pasir dan ditopang potongan bambu dan kayu. "Terdata, ada 10 RW yang terdampak banjir aki- bat tanggul jebol," ujar ang- gota Bhabinkamtibmas Polsek Bekasi Kota Aipda Kuzairi. [160]

FOTO-FOTO: SP/MIKAEL NIMAN

Banjir masih merendam Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi, Rabu (22/2).

perumahan sekitar 10 cm. "Sudah surut, hanya di ja- lan pintu masuk perumahan yang masih ada genangan semata kaki. Warga sudah bersih-bersih rumah sejak semalam, saat listrik PLN sudah menyala lagi," ujar Dian, warga Perumahan IKIP Blok II RT 5 RW 2. Se l a i n i t u , Komp l eks Masnaga Bintara Jaya yang kemarin terendam banjir dan masuk ke rumah warga, kini sudah surut. S e m e n t a r a i t u , Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan pe- ngecekan ke lokasi tanggul j e b o l d i P e r uma h a n Harapan Baru 2, Kelurahan Ko t aba r u , Kec ama t an Bekasi Barat, Rabu (22/2). "Kami akan mengecek hari ini, kalau memungkin- kan, air sudah surut, kami akan bangun konstruksi Perbaiki Tanggul bisa ditembus dan kemudi- an bisa membantu operasio- nal terminal tipe A ini. Sebagaimana diketahui, bahwa UU mengamanatkan terminal tipeAdialihkan pe- ngelolaannya ke pusat. Lebih lanjut Sigit me- ngatakan, karena ini ama- nat UU, maka, mau tidak mau semua pihak harus si- ap menerima limpahan aset yang belum selesai dari Pemkot Depok. " Ta d i n y a P emk o t Depok ingin menyelesai- kan sendiri, tetapi karena ada amanat UU Pemda yang mengamanatkan ter- minal tipe A untuk dikelola Pusat, maka kita pun harus siap mengelolanya. Nah, koordinasi ini yang perlu, saya kira akan segera kita mulai. Ini awal dari kita berkoordinasi lebih baik dan lebih cepat lagi," kata

tanggul secepatnya," ujar Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum d a n Pe n a t a a n Ru a ng (PUPR) Kota Bekasi Dicky Irawan, Rabu (22/2). Dia mengatakan, ang- garan untuk pembangunan konstruksi tanggul tanggul sudah disediakan dalam da- na pengendalian banjir. "Hari ini juga, kalau memungkinkan kami akan bangun konstruksi tanggul. Tidak menunggu tahun de- pan, karena sudah diang- garkan dalam dana pe- ngendalian banjir," ung- kapnya. Saat ini, kondisi air Kali Cakung di perumahan itu sudah surut. Debit air tidak lagi deras seperti hari ke- marin. Air kali tidak lagi meluap melalui tanggul je- bol di RT 4 RW 3, yang Selasa (21/2) kemarin jebol sepanjang tiga meter. Warga sekitar bersama Sigit yang juga Ketua Tim Ku n j u n g a n S p e s i f i k Komisi V DPR. Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengata- kan, Pemerintah Kota Depok akan segera menye- lesaikan administrasi pe- limpahan Terminal Jatijajar kepada Pemerintah Pusat. "Kami akan segera menye- lesaikan administrasi pe- limpahan Terminal Jatijajar kepada pusat. Target kami Maret ini sudah bisa kami selesaikan proses pelim- pahannya, karena memang sesuai dengan amanat UU, ini harus kami serahkan kepada pusat sesegera mungkin," papar Pradi. Kaitan kendala di la- pangan, wakil wali kota menjelaskan bahwa masih ada sekitar 4,5 kilometer lagi lahan yang belum di- bebaskan. [RIA/W-11]

relawan membuat tanggul sementara berupa tumpuk- an karung berisi pasir. "Hari ini, ketinggian air di Kali Cakung sudah surut tapi genangan air perumah- an belum surut, ada yang masih 20 cm di perumah- an," ujar Nadira, warga se-

Tanggul jebol sepanjang tiga meter di Perumahan Harapan Baru II, Bekasi Barat, membuat permukiman warga terendam hingga satu meter, Selasa (21/2).

DPR Minta Terminal Jatijajar Segera Dilimpahkan ke Pemerintah Pusat

Polisi Terus Dalami Kasus Pandawa Group

[JAKARTA] Penyidik Polda Metro Jaya hingga Rabu (22/2) masih menda- lami kasus investasi bo- dong Koperasi Pandawa Group bernilai sekitar Rp 3 triliun. Investasi ii disi- nyalir bermodus pencucian uang yang merugikan ra- tusan nasabah. Dari hasil penyidikan kasus tersebut, polisi telah menangkap empat tersang- ka, seorang di antaranya bernama Salman Nuryanto MM sebagai CEO atau bos Pandawa Grup yang di- ringkus pada sebuah lokasi di Mauk Tangerang, Senin (20/2). Polisi juga membe- kuk tiga pimpinan kopera- s i t e r s e b u t , y a i t u Madamine sebagai leader KSP Pandawa, Taryo dan Subardi masing-masing Direktur Administrasi dan Umum.

“Kami sudah menyita sejumlah barang bukti be- rupa aset koperasi antara lain, beberapa mobil dan 40-an sertifikaat tanah dan bangunan di berbagai ko- ta,” ujar Kapolda Metro Irjen Pol M Iriawan, Selasa (21/2). Ia menambahkan,, bos Pandawa Nuryanto dan ke- tiga tersangka kasus sama lainnya sampai Rabu ini masih diperiksa intensif untuk mengkorek sampai sejauh mana modus keja- hatan itu. Pemeriksaan di- p imp i n Komb e s Po l Wahyu Hadiningrat. Menurut Kapolda, pe- meriksaan pelaku dan para saksi yang berjumlah pu- luhan kemungkinan akan terus berkembang. Warga yang merasa dirugikan se- bagai nasabah diharapkan melaporkan kerugian. [G-5]

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online