SP170222

Suara Pembaruan

28

Rabu, 22 Februari 2017

Djarot: Banjir Jakarta Telah Surut Dipastikan 5 Tahun Lagi DKI Bebas Banjir

[ J AKA RTA ] Wa k i l Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat me- negaskan, banjir di puluhan titik yang tersebar di selu- ruh wilayah DKI Jakarta, telah mulai surut. Bahkan ada beberapa lokasi yang telah kering dari genangan air. Terutama banjir yang melanda di Kelurahan C i p i n a n g M e l a y u , Kecamatan Makassar dan Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Dengan surutnya banjir, warga pun sudah mulai me- ninggalkan tempat peng- ungsian untuk kembali ke rumah masing-masing. “Sudah surut. Jadi sebagian besar sudah mulai surut kembali,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (22/2) siang. Untuk mengecek kondi- si pengungsi yang terkena dampak banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Djarot mengungkapkan istrinya, Happy Farida bersama Veronica Tan, istri dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ah o k ) me n g u n j u n g i M a s j i d U n i v e r s i t a s Borobudur yang menjadi tempat pengungsian warga Cipinang Melayu. “Hari ini, Bu Vero dan isteri saya mengunjungi titik pengungsian yang masih ada di Universitas Borobudur. Tadi pagi dia pamit untuk mengecek pengungsi di sa- na,” ujarnya. K e p a l a B a d a n Penanggulangan Bencana Dae r ah (BPBD) DKI , Husen Murad membenar- kan hal itu. Dari 54 titik da- erah yang terdampak banjir dan genangan, hampir se- muanya sudah mulai surut dan kering. “Sudah surut,” katanya melalui pesan pen- dek. Salah satu genangan yang sudah surut, terdapat di permukiman warga Jalan Borobudur Raya, RW 07, Ke l u r a h a n J e l amb a r, Jakarta Barat. Pengoperasi- an pompa portabel, mem- percepat penyedotan air da- ri permukiman ke Kali Grogol. Lurah Jelambar, Ambari mengatakan, curah hujan yang tinggi pada Selasa (21/2) kemarin membuat permukiman di RW 07 terendam hingga 30 sentimeter. Pengerahan pe-

kedangkalan sungai, tata guna lahan yang tidak sesu- ai, kerusakan hutan dan la- innya. Hu j an pada 20 - 21 Februari 2017 curah hujan paling tinggi tercatat 200 mi- l ime t e r (mm) / ha r i d i Pulogadung dan 180 mm/hari yang tercatat di Stasiun Meteorologi Kemayoran. Umumnya terjadi hujan se- dang hingga sangat lebat me- rata di seluruh Jabodetabek. Sementara banjir pada tahun yang lain curah hujan bisa mencapai 340 mm/hari. Acuan kategorisasi hu- jan menurut BMKG, ringan 0,5-20 mm/hari, sedang 20- 50 mm/hari, lebat 50-100 mm/hari, sangat lebat 100- 150 mm/hari dan ekstrem lebih dari 150 mm/hari. [Ant/LEN/R-15]

SP/RUHT SEMIONO Sejumlah pengendara berjuang melewati banjir di Jl Ciledug Raya di Petukangan, Jakarta Selatan, Selasa (21/2).

LENNY TAMBUN Wagub DKI, Djarot Saiful Hidayat meninjau Pintu Air Karet, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).

Informasi terakhir ditulis pada Selasa (21/2) petang. Pada Rabu (22/2) hingga pukul 11.00, tidak ada in- formasi terbaru. Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi

dan Geofisika (BMKG) Yunus S Swarinoto menga- takan tidak setiap hujan le- bat mengakibatkan banjir. Tapi hujan hanya sebagai s a l ah s a t u penyebab . Penyebab lainnya adalah kejenuhan tanah, drainase,

tugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan satu unit pompa porta- bel dilakukan hingga pukul 23.00 WIB. Djarot optimistis pada siklus lima tahunan berikut- nya, pada 2022, Jakarta su- dah bisa terbebas dari ban- jir. “Bisa, Jakarta bisa bebas banjir,” kata Djarot seusai meninjau Pintu Air Karet, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/2). Hal itu bisa terjadi, lan- jutnya, asalkan Pemprov DKI bersama Pemerintah Pusat tetap konsisten mela- kukan normalisasi sungai yang ada di Jakarta. Seperti n o r m a l i s a s i s u n g a i Ciliwung, Sungai Cisadane, Kali Krukut, Kali Malang, dan Kali Sunter. “Kalau kita konsisten melakukan normalisasi su- ngai pasti bisa. Sekarang saja, meski normalisasi be- lum sepenuhnya selesai, ti- tik banjir di Ibu Kota sudah berkurang banyak kok,” ujarnya. Pelaksanaan normalisa- si sungai ini, lanjutnya, ti- dak bisa dilakukan tanpa ada kerja sama dari warga Jakarta yang tinggal di ban- taran sungai yang akan di- normalisasi. Mereka harus sukarela mau direlokasi ke rumah susun (rusun) atau d i b e l i l a h a nny a o l e h Pemprov DKI untuk proyek pelebaran sungai tersebut. “Ka r e n a t u g a s n y a Pemprov DKI adalah mem- bebaskan lahan dalam pe- ngerjaan program normali- sasi sungai ini. Selama la- han di bantaran sungai tidak dibebaskan dari bangun- Bebas Banjir

an-bangunan yang ada di atasnya, maka normalisasi sungai tidak bisa terlaksa- na,” terangnya. Karena itu, ia mengim- bau warga yang masih ting- gal di bantaran sungai, mau sukarela pindah ke tempat hunian yang telah disedia- kan. Dan kalau memiliki sertifikat tanah, maka war- ga rela menjual tanah terse- but kepada Pemprov DKI. Di tempat terpisah, ca- lon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan memikirkan solusi banjir di Jakarta saat me- ngunjungi kawasan banjir d i J a l a n B i n awa r g a , Ke l u r a h a n Rawa j a t i , Ke c ama t an Panco r an , Jakarta Selatan, Selasa. "Akan kami pikirkan caranya karena ini rutin ter- jadi," kata Anies. Kepada Anies, warga Rawajati mengeluhkan ban- jir luapan Sungai Ciliwung yang terjadi rutin setiap ta- hun di permukiman mereka. Banjir besar terjadi dalam siklus lima tahunan. Di tempat terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengeluhkan su- sahnya memperoleh infor- masi terkait banjir di Jakarta. Ia menujukan ke- l uhan t e r s ebu t Badan Penanggulangan Bencana Da e r ah (BPBD) DKI Jakarta. Pihak BPBD mem- balas lewat Twitter yang mengatakan bawah infor- masi telah diberikan lewat Twitter . Situs BPBD DKI, juga t i dak banyak upda t e . Informasi Sulit

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online