SP200711-P

Harian Umum

MEMIHAK KEBENARAN

Sabtu-Minggu, 11-12 Juli 2020

Gereja Mulai Peribadatan

Bukopin Dorong Pemulihan UMKM Dirut Bank Bukopin Rivan Purwantono akan mendorong

Mayoritas gereja di Jabodetabek memulai peribadatan secara fisik pada akhir pekan ini dengan protokol kesehatan. Jakarta > 17

72.347 13.739

33.529

3.469

8.825

671

Bukopin membantu pemulihan UMKM.

12.423.878

7.246.379

558.153

> 7 Ekonomi & Keuangan

DATA WORLDOMETERS DAN COVID19.GO.ID SAMPAI JUMAT (3/7) PUKUL 20.30 WIB

Selamatkan Ekonomi, Protokol Kesehatan Wajib Ditegakkan

[JAKARTA] Pelonggaran sejumlah aktivitas masyarakat dalam rangka menuju masa kenormal- an baru ( new normal ) ternyata belum diikuti dengan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan pro- tokol kesehatan. Setiap hari dengan mudah dijum- pai warga yang beraktivitas di luar rumah menga- baikan protokol kesehatan, seperti tidak menggu- nakan masker dan mengabaikan menjaga jarak fisik. Dari pengamatan SP di wilayah Jakarta Utara, misalnya, terlihat ibu-ibu rumah tangga berceng- kerama di gang-gang permukiman padat penduduk, tanpa mengindahkan jaga jarak fisik dan tanpa masker. “Kita mah tidak terlalu percaya sama (virus) corona . Itu penyakitnya orang kaya yang sering ja- lan-jalan ke luar negeri. Kalau kayak kita buat makan hari ini aja masih mikir nyari duitnya bagaimana,” ujar Septi (48), ibu rumah tangga, yang dijumpai di JalanMawar tidak jauh dari Pasar Lontar, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (10/7). Pemandangan serupa tampak di salah satu masjid di Koja. Jemaah yang menunaikan salat Jumat tampak tidak memperhatikan jarak fisik saat menjalankan salat. Bahkan mereka juga ber- gerombol saat keluar masjid, dan banyak di antara mereka tidak memakai masker. Demikian pula di Pelabuhan Tanjung Priok dan Terminal Bus Priok, banyak warga yang berlalu lalang tanpa menggunakan masker. Sebuah warung tegal (warteg) di Jalan Bugis, Tanjung Priok, juga ramai dipadati warga seusai salat maupun karyawan di sekitarnya. “Memang pasti penuh kalau jam makan siang. Enggak mungkin lah kita isi hanya 50%, yang ada nanti mereka yang mau makan di sini kabur ke warung lain,” kata Sunarto, pemilik warteg di situ. Warga Masih Menyepelekan Ancaman Covid-19

FOTO-FOTO:ISTIMEWA

Danang Girindrawardana

Anggawira

[JAKARTA] Semua pihak diminta kesadarannya untuk secara disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebab, ini satu-satunya cara efektif memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hanya dengan menegakkan protokol kesehatan, perekonomian nasional bisa diselamatkan dari keterpurukan akibat dampak Covid-19.

SP/JOANITO DE SAOJOAO Aparat TNI berpatroli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, untuk menegakkan penerapan protokol kesehatan oleh pedagang dan pembeli, guna mencegah penyebaran Covid-19.

Sejumlah aktivitas eko- nomi yang mulai dibuka sejak awal Juni lalu, diha- rapkan tidak kembali dihen- tikan, mes-

hatan masyarakat. Hal ini mengingat selama masa pembatasan sosial berskala besar selama hampir tiga bulan, telah mengaki- b a t k a n pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor informal tergerus hingga 80%. Demikian rangkuman p a n d a n g a n D i r e k t u r EksekutifAsosiasiPengusaha

Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana, Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)Anggawira, ekonom Universitas Surakarta Agus Trihatmoko, serta ekonom Indef Rusli Abdullah, di Jakarta, Jumat (10/7). Danang mengatakan pembukaan sejumlah akti- vitas ekonomi sudah seha- rusnya diikuti penegakan

protokol kesehatan dan sanksi yang tegas. Sebab, saat ini ekonomi sama pen- tingnya dengan kesehatan dan harus bisa berjalan berdampingan. “Tidak ada negara sejah- tera tanpa keseimbangan antara hidup sehat dengan ekonomi yang kuat, maka kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi pub- lik adalah dua hal yang harus

paralel dijalankan bersama, terutama akibat dampak pandemi saat ini,” ujar Danang. Hal senada disampaikan Anggawira. Menurutnya, kedisiplinan terhadap pro- tokol kesehatan menjadi kunci yang tidak bisa di- tawar lagi bila ingin eko- nomi Indonesia kembali bergeliat. Penegakan di- siplin ini harus melibatkan

Polri dan TNI.

Apabila upaya pence- gahan penyebaran Covid-19 tidak serius dilakukan melalui penegakan protokol kesehatan, Anggawira khawatir ekonomi Indonesia akan semakin lama pulih. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) juga bisa membesar. bersambung ke hal > 6

kipun tren penambah- an ka sus baru terkonfir-

masi positif Covid-19 justru meningkat. Sebab, saat ini menyelamatkan perekono- mian sama pentingnya de- ngan menyelamatkan kese-

> 6

bersambung ke halaman

Pelayanan Kesehatan di Pedalaman Papua Mencegah Anak-anak Papua “Stunting”

masyarakat membawa sendiri dari kebun mereka, kami menyediakan beras dan telur. Nanti di klinik dimasak bersama-sama. Kadang-kadang kami juga menyiapkan ikan,” ungkap Kristiono, pria asal Blitar, Jatim, yang merupakan lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH) tahun 2017 ini. Pencegahan stunting juga dilakukan tim medis d i Kl i n i k S i l o am d i Mamit, Distrik Kembu, Kabupa t en To l i ka r a , Papua. “Sejak Oktober tahun lalu, kami sudah mulai program pencegah- an stunting dengan pem- berian asupan gizi kepa- da anak di bawah 2 tahun,” ungkap dokter Sri Haryati, yang memimpin klinik tersebut. Dia menjelaskan, untuk mendukung pemberian gizi, sejak awal tahun ini, sudah mulai memelihara ayam dan ikan untuk di- konsumsi anak-anak. “Kami juga memperbaiki fasilitas sanitasi umum,” ujar wa- nita asal Klaten, Jateng, yang akrab disapa Atik. Penyuluhan kepada masyarakat menjadi bagi- an dari upaya preventif yang dilakukan tenaga

kesehatan di Mamit. “Di samping tentu imunisasi vitaminAdan juga imuni- sasi HIV untuk anak-anak dan orang tua,” ungkapnya. Upaya pencegahan stunting juga dilakukan Klinik Siloam di Nalca, Kabupaten Yahukimo, Papua. Seperti dituturkan Imanuel Suntoro, di wila- yah Nalca ada sedikitnya 30 ibu hamil dan masih banyak bayi. Oleh karena- nya, klinik setempat mem- bantu asupan makanan

bergizi untuk mencegah stunting. Program pemberian makanan bergizi di Nalca dilakukan tiga kali per minggu. Untuk memenuhi kebutuhan makanan bergi- zi, kini mereka mengusa- hakan ternak ayam dan tambak lele. “Dengan ternak ayam, kami bisa memenuhi kebutuhan telur untuk gizi anak-anak,” katanya.

bersambung ke hal > 6

SP/ADITYA LAKSMANA YUDHA Kristiono, tenaga medis di Klinik Siloam Daboto, Kabupaten Intan Jaya, Papua, mengobati anak di pedalaman yang terluka.

P ersoalan kesehatan yang masih dihadapi warga Papua, khu- susnya di pedalaman adalah asupan gizi yang masih kurang. Hal itu akibat warga di pedalaman ter- tinggal secara ekonomi dibanding wilayah lain, serta minimnya pengeta- huan mengenai pentingnya gizi bagi kesehatan. Apalagi, masalah gizi erat kaitannya dengan an- caman stunting atau kon- disi kegagalan atau terham-

batnya pertumbuhan fisik dan otak anak yang dipicu oleh asupan gizi sejak dalamkandungan.Ancaman stunting kini juga menjadi program pemerintahan Presiden Joko Widodo di bidang kesehatan. Persoalan gizi itulah yang menjadi fokus perha- tian tenaga-tenaga medis di pedalaman Papua saat ini. “Pencegahan stunting juga menjadi program kami di sini, dan ini sesuai dengan program pemerin-

tah,” jelas Kristiono, tena- ga medis di Klinik Siloam di Daboto, yang terletak di wilayah pegunungan di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Krsitionomengungkap- kan, program pemberian makanan bergizi di Daboto dilakukan tiga kali per minggu. Menu yang disi- apkan untuk anak-anak umumnya kacang-kacang- an sebagai sumber protein, nasi, dan telur. “Untuk sayur-sayuran

 Redaksi: 2995 7500 • Sirkulasi: 2995 7555 - 2995 7500 ext 3206 • Iklan: 2995 7500 ext: 1469, 3409 • Tahun XXXIV 11.306 • 20 Halaman • Rp 4.000 • Langganan Rp 75.000 • beritasatu.com • suarapembaruan.com

Made with FlippingBook Publishing Software