SP200711-P

Sabtu-Minggu, 11-12 Juli 2020

20

Suara Pembaruan

Polisi Telusuri Ratusan Korban Pelecehan Pria Tua Asal Prancis [JAKARTA] Polda Metro Jaya masih mengi-

dentifikasi identitas ratusan korban anak perempuan yang menjadi korban eksploitasi atau pelecehan seksual tersangka Francois Abello Camille alias FAC alias Frans alias Mister (65).

"Iya (masih identifikasi). Kalau mencari orang dewasa yang sudah punya e-KTP, cu- kup kita cek muka saja sudah bisa tahu siapa namanya. Ini anak kecil kan belum punya KTP, itu yang menjadi masa- lah. Makanya pelan-pelan kita masih identifikasi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Jumat (10/7). Dikatakan Yusri, penyidik saat ini baru mengidentifikasi 17 korban. Belum diketahui apakah ada korban baru atau tidak. "Baru 17 korban. Kalau bertambah kita belum tahu, tetapi (video) yang ada di lap- topnya segitu. Iya (305 anak perempuan)," ungkapnya. Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap tersangka Mister (65), lantaran diduga mengeksploitasi dan melaku- kan kekerasan seksual terha- dap anak di bawah umur, di sejumlah hotel, di bilangan Jakarta Barat. Tidak tanggung -tanggung, pria tua asal nega- ra Prancis itu diduga meleceh- kan setidaknya 305 anak de- ngan modus hendak dijadikan foto model. Kronologis pengungkapan bermula ketika Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mendapatkan informasi terka- it dugaan tindak kejahatan eksploitasi atau pelecehan seksual terhadap anak perem- puan. Kemudian dilakukan pe- nyelidikan dan mendatangi lokasi di hotel PP, Jalan Ma ngg a Be s a r, s e k i t a r Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat. Pada salah satu kamar di hotel itu penyidik mendapati [JAKARTA] Polda Metro Jaya mengungkap kronologi penangkapan tersangka AKM, anak Wak i l Wa l i Ko t a Tangerang Sachrudin, terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Dia membeli barang haram itu se- cara patungan bersama tiga tersangka lain berinisial D, S, dan M. "Mereka patungan bersa- ma-sama termasuk AKM di sini. Jadi sama-sama membeli mereka. AKM itu Rp 800.000, mereka bertiga Rp 700.000, patungan membeli seharga Rp 1,5 juta, sebesar 0,5 gram," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Jumat (10/7). Dikatakan Yusri, pengung- kapan kasus bermula ketika Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mendapat- kan informasi terkait kasus dugaan penyalahgunaan nar- ko t i ka , d i dae r ah Ko t a Tangerang. Kemudian, penyi- dik melakukan penyelidikan dan menangkap tiga orang be- rinisial D, S, dan M, Sabtu

tersangka dalam kondisi sete- ngah telanjang bersama dua anak perempuan dengan kon- disi telanjang dan setengah te- lanjang. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti berupa 21 pakai- an atau kostum yang dipakai korban untuk pemotretan, lap- top, enam memory card , enam kamera, dua flash kamera, sa- tu mikrofon, satu lighting , dua card reader , dua DVR, dua alat bantu seks atau vibrator, satu pelumas, 20 kondom, sa- tu kimono, paspor tersangka, dan kertas tagihan hotel, diba- wa ke Polda Metro Jaya. Korbannya kebanyakan anak jalanan yang didandani, kemudian dipotret dan dile- cehkan. Modus operandi tersangka biasanya berjalan-jalan men- cari kerumunan anak-anak pe- rempuan, kemudian didekati, ditawarkan dan dibujuk untuk menjadi foto model. Ketika ada anak perempuan yang mau, maka korban dibawa ke kamar hotel yang sudah “disu- lap” menjadi mirip studio. Dalam menjalankan aksinya, tersangka menyiapkan kamera tersembunyi untuk merekam perbuatannya. Anak yang di- setubuhi dikasih imbalan uang Rp 250.000 sampai Rp 1 juta. Kapo l da Me t r o J aya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana mengatakan, tersang- ka yang berkewarganegaraan Prancis kerap memukuli anak di bawah umur yang menolak berhubungan badan dengan tersangka. “Bagi anak yang tidak mau disetubuhi, di sinilah unsur ke- kerasan juga ada, anak itu di- tempeleng bahkan ditendang,” kata Nana di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (9/7). Nana mengatakan korban- nya berusia antara 10 hingga 17 tahun. [BAM/W-11]

SP/Joanito De Saojoao Kapolda Metro Jaya Nana Sujana (kiri) bersama Mentri Sosial Juliari Batubara (kanan), saat menggelar konfrensi pers Pengungkapan Kasus Eksploitasi secara Ekonomi dan atau Seksual terhadap anak dibawah umur (Child Sex Groomer) yang dilakukan oleh warga asing di Halaman Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Dalam pengungkapan tersebut diamankan barang bukti berupa kamera dan hasil video rekaman yang di dapat dari korban di duga sebanyak 305 orang.

Kemsos Siap Rehabilitasi 305 Anak Korban Eksploitasi

[JAKARTA] Kementerian Sosial (Kemsos) siap merehabilitasi sosial terhadap 305 anak korban eksploitasi ekonomi dan seksual yang dilakukan warga negara Prancis bernama Francois Abello Camille alias FAC alias Frans alias Mister (65). "Kemsos siap menampung korban apabila diperlukan untuk direhabili- tasi sosial di beberapa balai yang ada di sekitar Jakarta," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam kete- rangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (10/7). Tentunya jika diberikan mandat untuk melakukan rehabilitasi, kata

Juliari, Kemsos siap dengan segala sumber daya yang ada, untuk mendu- kung selama proses hukum berlang- sung serta pemulihan psikososial para korban yang berjumlah 305 anak. Mensos Juliari sangat prihatin de- ngan kasus tersebut. Menurut politisi PDI-P itu, memang harus ada suatu upaya yang lebih serius dan sinergis antara semua pihak yang terkait, baik d a r i K e p o l i s i a n , K e m s o s , Keme n t e r i a n P emb e r d a y a a n Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan masyarakat dalam upaya -upaya pencegahan. Ia juga berharap agar proses hu-

kum berjalan dan tersangka menda- patkan hukuman yang setimpal atas kejahatan yang dilakukan terhadap anak. Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat menyampaikan upaya pence- gahan tetap dilakukan dan tidak per- nah putus. Kemsos telah melibatkan berbagai pihak termasuk kampanye nasional untuk perlindungan anak. Namun, untuk kasus atau wilayah tertentu, memang masih perlu ting- katkan. Harry menambahkan, keterlibatan LPAI, Komnas Anak, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)

secara intensif terus dilakukan, se- hingga dapat berperan melakukan upaya menyosialisasikan pentingnya tanggung jawab dan perlindungan keluarga terhadap anak-anak di ling- kungan sekitarnya. Hal itu karena ri- siko anak dalam lingkungan terdekat dari hari ke hari semakin meningkat, katanya. “Kami telah memberikan tugas kepada pekerja sosial agar sosialisasi ke sekolah-sekolah. Telepon pelayan- an sosial anak (TePSA) 1500771 de- ngan Nomor WA 081238888002 bisa dihubungi kalau ada kasus anak yang terjadi," tambah dia. [Ant/W-11]

Anak Wakil Wali Kota Tangerang Patungan Beli Sabu-sabu

"Sekarang berempat sudah dilakukan pemeriksaan, sudah ditahan di Polda Metro Jaya. Kemarin tim pengacara sudah mengajukan rehabilitasi. Sementara sekarang surat ma- sih dilayangkan ke BNNP. Kita masih menunggu dari BNNP apakah empat orang ini layak sesuai dengan pengaju- an asesmen layak atau tidak. Kita tunggu saja dari BNNP, kalau memang layak akan kita lakukan asesmen. Namun, se- karang keempatnya masih di- tahan di Ditnarkoba Polda Metro Jaya," katanya. Menurut Yusri, penyidik saat ini masih memburu pe- nyuplai sabu-sabu kepada pa- ra tersangka. "Mereka beli se- harga Rp 1,5 juta dari seseo- rang yang sekarang menjadi DPO," tandasnya. Ditangkap Sementara itu, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap seo- rang pengedar berbagai jenis narkoba di kawasan Condet, Jakarta Timur, Kamis (9/7) malam.

Kasatres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona mengata- kan, pelaku R (26) mengedar- kan sabu, ekstasi, ganja dan pil happy five . “Pengungkapan dilakukan oleh Unit III Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di b awa h p i mp i n a n AKP Fiernando,” ujar Ronaldo di Jakarta. Ronaldo belum menyebut- kan lebih lanjut terkait jumlah hasil tangkapan barang bukti berbagai jenis narkoba yang diedarkannya. Sebab, lanjut dia, anggota- nya baru melakukan penang- kapan dan akan menghitung terlebih dahulu jumlah barang bukti tersebut. “Kami masih periksa R (26) karena baru di- tangkap. Begitu juga dengan barang bukti kami hitung dulu jumlahnya,” kata dia. Ronaldo berjanji bakal membeberkan hasil ungkapan narkoba empat jenis ini saat konferensi pers yang akan dila- kukan dalam waktu dekat ini. “Nanti kita beberkan saat rillis,” ujar Ronaldo. [BAM/CF/W-11]

ANTARA/Arif Firmansyah Sejumlah tersangka dan barang bukti kasus narkotika saat gelar perkara di Mako Polresta Bogor Kota, Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020). Satnarkoba Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika selama pandemi COVID-19 di bulan Juni 2020 dengan jumlah 19 kasus, 24 orang tersangka dan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 66 gram, ganja 2.052 gram dan narkotika jenis gorilla 90 gram.

(6/6).

barang bukti 0,5 gram. Ini ber- dasarkan informasi dari ma- syarakat, kemudian didalami,"

ungkapnya.

pengembangan dan para ter- sangka menyebut tersangka AKM turut serta terlibat.

"Diamankan di daerah Tangerang, Banten, dengan

Yusri menyampaikan, pe- nyidik kemudian melakukan

Made with FlippingBook Publishing Software