ID161014

Reksa Dana CIPTA

Reksa Dana CIPTA DANA CASH KEAMANAN DAN LIKUIDITAS

M

M

M

Reksa Dana CIPTA DINAMIKA

Y

Y

Y

SYARIAH BALANCE STRATEGI DIVERSIFIKASI SYARIAH YANG OPTIMAL 9 >>

16 >>

13 >>

markets & corporate

lifestyle & sports

energy

CM

CM

CM

ALOKASI ASET YANG DINAMIS

MY

MY

MY

CY

CY

CY

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

www.ciptadana.com

www.ciptadana.com

MY

CMY

CMY

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana. Kinerja masa lampau bukan

K

K

K

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

indonesia

jumat 14 oktober 2016

MEDIA HOLDINGS

16/5/16 4:57 PM

PF_SquareAds_RencanaCerdas_160516.pdf 1 16/5/16 4:58 PM

Tumbuh Hingga 2018

C

M

Reksa Dana RENCANA CERDAS INVESTASI DITEMPATKAN PADA SAHAM-SAHAM UNGGULAN

Y

CM

MY

CY

+62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

CMY

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

K

“Kalau untuk jumlah gerai, saya tidak tahu berapa banyak yang akan dibuka, tetapi pasti ada pembukaan gerai baru tahun depan,” ujar dia. Ketua Umum Aprindo Roy Nich- olas Mandey mengatakan, pertum- buhan omzet ritel modern beraksel- erasi tahun ini. Tahun lalu, penjualan ritel modern hanya tumbuh 8% men- jadi Rp 181 triliun, seiring perlambatan ekonomi nasional.

gusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tu- tumRahanta menyatakan, perbaikan ekonomi dan terkendalinya inflasi merupakan faktor utama pendorong omzet ritel modern. “Kami harus optimistismelihat perekonomian dan tahun depan penjualan ritel modern diperkirakan naik 10-15%,” ujar dia kepada Investor Daily , di Jakarta, Kamis (13/10). Dia mengatakan, banyak pemain ritel yang akan menambah jumlah gerainya tahun depan. Bahkan, beberapa pemain berekspansi ke luar negeri. Salah satunya adalah Alfamar t yang mengembangkan bisnis ke Filipina.

Omzet industri mamin tahun de- pan diperkirakan tumbuh 8%menjadi Rp 1.400 triliun dari estimasi tahun ini Rp 1.300 triliun. Adapun omzet ritel modern diperkirakan tumbuh 10-15% menjadi Rp 220-230 triliun dari proyeksi tahun ini Rp 200 triliun. Pertumbuhan industri mamin dan ritel modern ini sejalan dengan per- tumbuhan ekonomi yang tahun ini diproyeksikan sebesar 5,1%, pada 2017 sebesar 5,3%, dan 2018 sebesar 5,5%. Selain itu, laju inflasi yangdiperkirakan terkendali sehinggamenjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertum- buhan konsumsi rumah tangga. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pen-

Oleh Harso Kurniawan dan Imam Suhartadi

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

JAKARTA – Industri makanan dan minuman (mamin) olahan serta ritel modern memiliki prospek yang bagus hingga tiga tahun ke depan. Didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang mem- baik dan inflasi terkendali, industri mamin dan ritel modern mengejar omzet berkisar Rp 1.620-1.630 triliun pada 2017. Jumlah itu meningkat 8,6% dibandingkan target 2016 sebesar Rp 1.500 triliun.

money & banking

ist

Bersambung ke hal 2

Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

n Soeroso

>> 24 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan laba sebesar Rp 836,58 miliar pada kuartal III-2016, tumbuh 20,11% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kuartal III, Laba Bank Jatim Tumbuh 20%

Hotel, Hong Kong, Kamis (13/10). Prijono mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam survei dan semua pihak yang terlibat membesarkan Astra selama 59 tahun beroperasi di Indonesia. Predikat The Best Company hanya diberikan kepada satuperusahaandari setiapnegara. Selain Astra dari Indonesia, penghargaan sebagai per- usahaan terbaik diraih Samsung Electronics dari Korsel, China Telecom dari RRT, PTT dari Thai- land, Singtel dari Singapura, Ayala Corporation dari Filipina, CKHutchison/SungHungKai Prop- erties dari Hong Kong, Infosys dari India, Public Bank dari Malaysia, dan TSMC dari Taiwan.

Laporan Primus Dorimulu dari Hong Kong

HONGKONG– Meraih awards selama 25kali dalam 20 tahun terakhir, PT Astra International Tbkdinobatkan sebagai The Best Company di In- donesia olehMajalahFinanceAsiadanmendapat “PlatinumAwards” darimajalahyangsama. Astra terbaikdilihat dari kinerja perusahaan, tatakelola perusahaan, investor relations , corporate social responsibility , dan kepemimpinan CEO. Sebagai wakil Indonesia, Astra berada di deretan yang sama dengan perusahaan kelas dunia seperti Samsung dan China Telecom. “Penghargaan ini bukan saja menjadi ke- banggaan Astra, tapi juga kebanggaan semua pemangku kepentingan dan seluruh rakyat In- donesia,” ujar Presdir PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto pada acara “Finance Asia 20th Anniversary Platinum Awards di Conrad

Astra Raih Penghargaan Publisher Finance Asia Jonathan Hirst menyerahkan Platinum Awards kepada Presdir PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto saat penganugerahan di Conrad Hotel, Hongkong, Kamis (13/10). Astra adalah satu- satunya perusahaan Indonesia yang meraih predikat “The Best Company” dalam rentang waktu 20 tahun terakhir.

Bersambung ke hal 11

agribusiness

KPPU Denda 11 Perusahaan Unggas Rp 119 Miliar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan bahwa 12 perusahaan unggas bersalah karena melakukan praktik

Investor Daily/ist

persaingan usaha tidak sehat dalam pengaturan produksi bibit ayam pedaging (broiler) di Indonesia.

>> 7

persentasenya hingga akhir tahun akan lebih rendah dibandingkan kuartal III, bahkan mungkin pertumbuhannya di bawah 20%. Tapi, yang jelas akan meningkat dibanding tahun lalu,” ujar Baiquni dalam paparan kinerja BNI hingga kuartal III-2016 di Jakarta, Kamis (13/10). Perkiraan pertumbuhan laba perseroan pada kuartal IV yang melambat, antara lain, karena masih perlunya perseroan menganti- sipasi kemungkinan pemburukan kualitas kredit. Jika BNI berhasil melakukan restruk- turisasi kredit, kata Baiquni, pihaknya re- latif tidak perlu menambah biaya penca- dangan. Namun, jika kondisi sebaliknya terjadi, pihaknya harus menambah biaya pencadangan.

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membukukan laba bersih tumbuh 28,7% (yoy) menjadi Rp 7,72 triliun hingga kuartal III-2016. Hingga akhir tahun ini, BNI memperkirakan pertumbuhan laba masih di atas 10%. Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menuturkan, kenaikan laba perseroan pada kuartal III tahun ini antara lain ditopang penyaluran kredit perseroan yang tumbuh 21,1% ( year on year /yoy) menjadi Rp 372,02 triliun, yang mendorong pendapatan bunga bersih perseroan tumbuh 15% (yoy) menjadi Rp 21,87 triliun. Laba bersih perseroan juga ditopang pertumbuhan pendapatan nonbunga atau fee based income yang naik 20% (yoy) menjadi Rp 6,24 triliun. “Target pertumbuhan laba kami perkirakan

Paparan Kinerja BNI Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (tengah) dan Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto (dua dari kanan), berbincang bersama Direktur Bisnis Menengah Iwan Putrama, Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo, Direktur Bisnis Korporasi Herry Sidharta di sela paparan kinerja Bank Negara Indonesia (BNI) Kuartal III 2016, di Jakarta, Kamis (13/10). Pada Kuartal III tahun 2016, BNI mencatat laba sebesar Rp 7,72 triliun atau tum- buh 28,7% dibanding laba yang diraih pada priode yang sama tahun 2015.

Bersambung ke hal 11 Berita terkait di hal 24

Jakarta - Bertempat di Indonesia Stock Exchange Tower, Jl Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, Wakil Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso bersama Di- rektur Keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. HaruKoesmahargyomenerima penghargaan ‘The IDX Top Ten Blue 2016’ yang diserahkan oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio. Emiten berkodeBBRI yangmelakukan pena- waran saham perdana/ Initial Public Offering (IPO) pada 10November 2003 silam ini menjadi satu-satunya emiten BUMN perbankan dan satu-satunya emiten di sektor keuangan yang menerima penghargaan bergengsi tersebut. Penghargaan ini diberikan berdasarkan kriteria yang digunakan BEI, yakni perusahaan listing atau terdaftar di BEI pada periode September 2015 – Agustus 2016, sahamnya paling diminati oleh investor, menunjukkan transaksi yang sa- ngat aktif, memiliki pertumbuhan harga saham yang signifikan, serta berfundamental sehat.

“Dari berbagai kriteria penilaian, Bank BRI memang layak masuk dalam ‘The IDX Top Ten Blue 2016’,” tutur Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso. Dari sisi volume transaksi, rata–rata harian volume transaksi BBRI tercatat sebesar 28 juta lembar saham per hari di sepanjang tahun 2016 ini. Sedangkan harga sahamBank BRI ter- catat tumbuh sebesar 41,0% year on year hingga akhir periode September 2016. Sementara itu, untuk Price to Book Value (PBV) saham BBRI berada di kisaran level 2,5 dan Price Earning Ratio (PER) BBRI berada di kisaran level 11,2. Sebagai informasi, PBV dan PER merupakan parameter yang digunakan oleh investor untuk menentukan harga saham suatu perseroan, berdasarkan kinerja perusahaan secara umum. Sejak tahun 2005 rata-rata tahunan pertumbuh- an (CAGR) BBRI untuk laba bersih dan share dividen berada di level double digit, yakni sebe- sar 21,6% untuk laba bersih dan sebesar 17,1% untuk share dividen kepada pemegang saham.

Menurut Hari Siaga, dari 534 emiten yang terdaftar di BEI, Bank BRI menempati pe- ringkat kapitalisasi pasar urutan terbesar ke-6. “Besarnya nilai kapitalisasi pasar BBRI per perdagangan 10 Oktober 2016 yang men- capai Rp. 295,4 Triliun merupakan cerminan apresiasi investor terhadap kinerja perusahaan yang konsisten dalam menjaga pertumbuhan bisnis dan profitabilitas,” imbuh Hari Siaga. Per triwulan II tahun 2016, Bank BRI mampu memperoleh laba bersih sebesar Rp. 12,047 Triliun atau meningkat sebesar 1.6% year on year ( yoy ) dari perolehan laba triwulan II tahun 2015 sebesar Rp. 11,8 Triliun. Peningkatan laba bersih inididukungolehpertumbuhanpenyalurankredit BankBRI yangmencapai 17.3% yoy, dari Rp. 503,5 Triliun pada triwulan II tahun 2015 menjadi Rp. 590,6 Triliun pada akhir triwulan II tahun 2016. Dari sisi pendanaan, korporasi berhasilmenghim- pun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp. 656,1 Triliun pada triwulan II tahun 2016, tumbuh 9% dibandingkandenganDPKtriwulan II tahun2015

sebesar Rp. 573,1 Triliun. Sementara itu untuk Return on Asset (RoA) berada di level 3,7% dan Return on Equity (RoE) di posisi 25,2%. Terkait likuiditas dan permodalan, tercatat sebesar 90,0% untuk rasio kredit terhadap DPK/ LDR dan 22,1% untuk rasio kecukupan modal/CAR. Kinerja yang kuat tersebut merupakan hasil nyata dari strategi yang diterapkan oleh Bank BRI, antara lain dengan memperkuat fokus penyaluran

kredit pada segmen UMKM dengan tetap mengedepankan kebijakan prudential banking , memperluas jaringan unit kerja dan e-channel, fokus pada penghimpunan dana murah (giro dan tabungan), serta selalu berinovasi dalam hal produk & layanan berbasis IT . “ Menghadapi tantangan di sisa tahun 2016, Bank BRI akan tetap menumbuhkan penyalur-

an kreditnya dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional. Sementara di sisi funding, Bank BRI akan tetap fokus dalam usaha penguatan dana ritel sebagai upaya mening- katkan CASA, disertai dengan upaya-upaya inovasi di bidang produk dan layanan untuk meningkatkan penguatan fee based income,” pungkas Hari Siaga.

>> Investor Daily EDISI 2016 No. 4454

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

>> harga eceran rp 6.500 (berlangganan Rp 120.000 /bulan)

www.investorindonesia.co.id

Made with FlippingBook Online newsletter