ID161014

JUMAT 14 oktoBER 2016 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/AFP/MANAN VATSYAYANA

Oleh Iwan Subarkah  BANGKOK – Raja Thailand Bhumibol Adulyadej mangkat pada Kamis (13/10) pada usia 88 tahun, setelah lama berjuang melawan berbagai penyakit. Kepergian raja yang sangat dicintai rakyatnya ini mengakhiri tahta kekuasaan selama tujuh dekade dan menimbulkan duka mendalam, karena rakyat Thailand yang terpecah belah kini kehilangan figur pemersatu.

Terutama di Jerman. Maha Vajira­ longkorn dikenal sebagai pilot yang menerbangkan sendiri pesawatnya, sebuah Boeing 737. Dalam pidato televisi, Prayut men­ gumumkan masa berkabung selama satu tahun dan memerintahkan se­ luruh kegiatan hiburan dikurangi selama satu bulan. Abdi Bangsa Selain figur pemersatu, Bhumibol juga disematkan sebagai abdi bangsa ke dalam benak rakyat Thailand sejak dini. Baik lewat koran-koran, buku- buku sejarah, maupun siaran-siaran televisi setiap malam. Karena juga didorong oleh peng­ kultusan dari dalam istana, Bhumibol dianggap sebagai setengah dewa oleh kebanyakan rakyat Thailand. Ia setengah dewa yangmuncul dari hiruk pikuk konflik politik di negaranya. Rakyat Thailand selalu berurai air mata bila membicarakan masa depan tanpa sang raja. Rakyatnya sudah bertahun-tahun harus membiasakan diri dengan prospek tidak lagi memi­ liki Bhumibol. Sudah hampir setahun Bhumibol tidak tampil di muka umum dan sudah bertahun-tahun lamanya ia menderita sakit. Sudah dua tahun terakhir ia berjuang melawan berbagai penyakit, termasuk infeksi, sesak nafas, gagal ginjal, dan pembengkakan kepala yang disebabkan ada cairan di otak. Pada Minggu (9/10) dan Rabu (12/10), pihak istana merilis dua pernyataan genting tentang kondisi kesehatan Bhumibol. Sang raja dis­ ebutkan dipasangi ventilator dan berjuangmelawanmasalah ginjal serta kondisinya dinyatakan tidak stabil. Namun kepergiaannya tetapmenim­ bulkan syok mendalam bagi Thailand. Sebab masa kekuasaannya menandai era yang luar biasa. Thailand berubah dari bangsa miskin dan mendesa menjadi salah satu negara ekonomi paling sukses di Asia. Thailand tidak mengalami perang saudara maupun perebutan kekuasaan oleh komunis se­ bagaimana negara-negara tetangganya. Bhumibol membangun reputasi dengan kerap berkunjung ke pelosok negeri. Ia mengunjungi desa-desa mis­ kin dan terkadang turun tangan untuk mencegah saat-saat kritis kekerasan politik. Tapi di lain waktu ia juga me­ milih diam. Bhumibol juga sepanjang masa kekuasaannya menyetujui seba­ gian besar aksi kudeta oleh angkatan bersenjata. (afp)

Namun, tahun ini, omzet ritel mo­ dern bisa tumbuh 10%. “Tahun lalu, penjualan ritel sedikit tertekan. Tapi, tahun ini penjualan ritel mulai bergairah dan meningkat,” ujar dia. Dia menegaskan, ada lima faktor utama yang mendorong penjualan ritel tahun ini. Pertama, harga energi sudah mulai turun, mulai dari listrik, gas, dan bahan bakar minyak (BBM). Jika harga energi turun, biaya bis­ nis ( cost of business ) menjadi lebih efisien. Kedua, dia menyatakan, nilai tukar rupiah mulai menguat terhadap dolar AS. Ketiga, penyerapan belanja peme­ rintah tidak ditunda, namun dipercepat pada pertengahan tahun. Keempat, inflasi akhir tahun ini diperkirakan mencapai 2,8%, jauh lebih rendah jika dibandingkan tahun lalu sebesar 3,8%. Ini akan menjaga stabilitas daya beli konsumen. Kelima, pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan lebih tinggi dari tahun lalu, sebesar 5,1% dari 4,79%. “Melihat faktor-faktor ini, banyak anggota Aprindo yang terus ber­ ekspansi bisnis danmelakukan inovasi terhadap layanan,” ujar dia. Berdasarkan sur vei Bank Indo­ nesia, penjualan ritel tumbuh 14,4% pada Agustus 2016, didorong oleh pertumbuhan penjualan makanan dan “Meski timdokter yangmerawatnya sudah melakukan yang terbaik, kondisinya memburuk. Pada pukul 15:52 beliau mangkat dalam damai di Rumah Sakit Siriraj,” bunyi pernyataan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thai­ land di Bangkok. Tepat memasuki pukul 19:00 waktu setempat, seluruh stasiun televisi (TV) di Thailand menayangkan pengumu­ man khusus, yang diawali dengan foto hitam putih mendiang sang raja. Pria berpakaian hitam-hitam kemu­ dian menyampaikan pernyataan yang sama dengan yang dipublikasikan be­ berapa menit sebelumnya. Kepergian Bhumibol menjatuhkan Negeri Gajah Putih ini ke dalam masa depan yang sangat tidak pasti. Sebagian besar rakyat Thailand hidup di masa kekekuasaan Bhumibol dan beliaumerupakan figur pemersatu di bangsa yang sangat terpecah. Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn (64) ditetapkan sebagai penggantinya, yang berarti sejak 13 Oktober 2016 sudah menyandang gelar Raja Rama X. Kematian Bhumibol juga merupa­ kan ujian besar bagi para jenderal, yang merebut kekuasaan pada 2014 dan sejak itu berjanji memulihkan stabilitas negara. Thailand sudah sepuluh tahun terakhir mengalami kekacauan politik. Konflik antargolongan diperburuk oleh kemerosotan kondisi kesehatan sang figur pemersatu dan perebutan kekuasaan di kalangan elit. Bhumibol Adulyadej, kelahiran Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) pada 5 Desember 1927 adalah monarki kesembilan Thailand dari Dinasti Chakri dengan gelar Raja Rama IX. Beliau berkuasa sejak 9 Juni 1946 dan sampai pada kematian­ nya Bhumibol adalah kepala negara terlama di dunia dan monarki yang paling lama berkuasa dalam sejarah Thailand, yakni 70 tahun 126 hari. Bhumibol mangkat meninggalkan istrinya, Sirikit Kitiyakara (84) dan empat anak, masing-masing Putri Ubolratana Rajakanya (65), Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, Putri Maha Chakri Sirindhorn (61), dan Putri Chulabhorn Walailak (59). Naik tahtanya Maha Vajiralongkorn diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-O-Cha, mantan kepala angkatan bersenjata yang memimpin junta berkuasa. Raja baru tidak banyak dikenal oleh rakyat Thailand, terlebih dia sebelum­ nya lebih banyak tinggal di luar negeri.  Sambungan dari hal 1

Rakyat Thailand Berduka Rakyat Thailand berduka setelah mendengar mangkatnya Raja Bhumibol Adulyadej di RS Siriraj di Bangkok, Kamis (13/10) petang waktu setempat. Raja Bhumibol mangkat dalam usia 88 tahun setelah berjuang melawan berbagai penyakit.

“Salah satu subsektor di dalam sektor manufaktur adalah industri pengolahan makanan. Sektor yang bisa tumbuh cepat adalah transportasi dan komunikasi yang berkaitan erat dengan rencana pemerintah genjot pembangunan infrastruktur. Per­ tambangan dan penggalian mungkin masih belum terlalu prospektif walau ada kemungkinan harga komoditas energi dan metal membaik tahun depan,” kata dia. Direktur Penelitian CORE Indone­ sia, Mohammad Faisal mengatakan, prospek per tumbuhan 2017 akan sedikit lebih baik dibandingkan tahun ini. Tantangannya masih pada belum adanya perbaikan signifikan ekonomi global dibanding tahun ini. Namun, peluangnya ada pada konsolidasi internal, termasuk sejauhmana paket kebijakan dirasakan hasilnya tahun depan. “Secara sektoral, sektor yang ber­ tumbuh yang mengandalkan pasar dalam negeri, seperti industri mamin dan pariwisata,” katanya. Di sisi lain, Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada menyatakan, saham sektor mamin prospektif untuk diakumulasi. Sebab, produk mamin olahan masih menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Sektor ini selalu bertumbuh, se­ hingga positif terhadap pergerakan harga saham. Ada tiga saham pilihan sektor ini, yakni INDF, UNVR, dan MYOR,” ujar dia. (dho) pertunjukkan. Citra sang raja juga dilindungi oleh undang-undang (UU) antipenghinaan yang sangat keras hukumannya. Cukup banyak warga Thailand yang harus mendekam di balik jeruji besi karena mengkritik kerajaan. Kerap kali kritik itu dilancarkan via media sosial. Sementara seluruh amal baik sang raja terus-terusan dikumandangkan oleh istana sehingga kultus individunya sangat kuat. Di tengah orang-orang di luar rumah sakit, Anantaya Seango yang baru berusia delapan tahunmeletakkan surat di bawah potret besar sang raja. “Saya masih menginginkan usiamu sangat panjang,” tulisnya. (afp/sn) Thai Airways. Selain itu, tidak banyak cerita mengenai putra satu-satunya Bhumi­ bol ini. Semua takut melanggar UU tersebut, yang sangat membatasi se­ luruh percakapan mengenai monarki. Berdasarkan UU ini, siapa saja yang terbukti mencemarkan nama baik raja, ratu, pewaris atau walinya bisa dipen­ jara hingga 15 tahun lamanya untuk setiap dakwaan. Persidangan seperti ini melonjak sejakmiliter melancarkan kudeta pada Mei tahun lalu. Sebagian dipenjara lebih dari 20 tahun, biasanya untuk komentar- komentar yang dibuat di media so­ sial. Kalangan pakar mengatakan, pendekatan sang pewaris tahta dalam menegakkan UU tersebut akan meng­ gambarkan bagaimana visinya tentang monarki. “Akankah sang pangeran menerap­ kan UU itu, akan kahmenegakkannya, atau akan kah ia meringankan kritik terhadap monarki? Ada internet, TV, TV satelit yang harus dihadapinya. Akan kah dia memproteksi diri? Kami tidak tahu,” ujar Paul Handley, penulis biografi tak resmi ‘The King Never Smiles”, buku tentang Bhumibol yang dilarang beredar di Thailand. (afp/sn)

Kondisi ekonomi makro, kata dia, sangat mendukung per tumbuhan industri mamin serta sektor ritel. Se­ bab, pendorong utama pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan tetap konsumsi rumah tangga. Dia menilai, daya beli akan mem­ baik, karena inflasi terkendali dan aktivitas ekonomi meningkat. Fak­ tor kedua yang mendukung adalah investasi karena suku bunga ren­ dah, permintaan dari rumah tangga membaik, dampak paket kebijakan ekonomi pemerintah, serta pulihnya kepercayaan investor. Faktor-faktor pendukung lainnya, lanjut dia, adalah pengeluaran pemer­ intah untuk infrastruktur yangmemfa­ silitasi investasi swasta dan membuka lapangan kerja untuk rumah tangga, serta pemulihan bertahap harga ko­ moditas ekspor energi. “Secara makro, tantangan ke depan adalah risiko masih melambatnya ekonomi Tiongkok dan tertekannya harga-harga komoditas. Ini akan memengaruhi kinerja ekspor Indone­ sia, investasi di sektor tambang dan migas dan terkait, dan daya beli kelom­ pok masyarakat yang pendapatannya bergantung pada harga komoditas,” jelas dia. Dilihat dari sisi pasokan, lanjut dia, sektor manufaktur masih akan jadi kontributor terbesar terhadap pro­ duk domestik bruto (PDB). Namun, manufaktur bukan sektor dengan pertumbuhan yang paling cepat. itu juga, Benyapa pertama kali melihat iring-iringan kendaraan raja. “Begitu senangnya saya hingga menangis. Saya mencintai raja karena beliau adalah bapak kami semuanya,” tambah Benyapa. Kebanyakan warga yang berdoa di depan rumah sakit sambil membawa potret raja dan dipegangnya erat-erat. Thailand adalah satu dari segelintir ne­ gara di dunia yang mana monarkinya masih disembah mendekati ketaatan beragama. Anak-anak dari usia dini diberi tahu mengenai kebaikan-kebaikan Bhumi­ bol. Penonton film atau pertunjukan lainnya harus berdiri mendengarkan lagu kebangsaan di awal film atau jolak politik di Thailand didorong oleh kecemasan antarelit mengenai posisi mereka dalam masa depan kerajaan bilamana Bhumibol mangkat. Satu kelompok elit yang dekat de­ ngan monarki, termasuk sebagian besar kalangan di angkatan bersen­ jata dan kehakiman, berkali-kali men­ umpas gerakan-gerakan demokrasi. Padahal gerakan-gerakan ini selama beberapa tahun terakhir dipicu oleh kebencian terhadap Thaksin. Elit tersebut melancarkan dua kali kudeta terhadap pemerintahan terpilih yang dijalankan Thaksin dan sekutunya. Elit menuding keluarga Shinawatra membeli suara dan men­ jalankan kebijakan-kebijakan populis yang gagal. Lahir pada 28 Juli 1952, Vajira­ longkorn menamatkan pendidikan menengahnya di Inggris, lalu berlatih di akademi Royal Military Australia sebelumkemudian bergabung dengan militer Thailand. Ia mengembangkan kecintaannya terhadap dunia dirgantara setelah mempelajarinya di Amerika Serikat (AS). Ia menerbangkan jet-jet tempur di Thailand dan menjadi pilot untuk pesawat-pesawat maskapai nasional

mau turun, tapi mandek . Sekarang ini harusnya turun karena dibutuhkan buat investasi. Kalau ada kebijakan pengampunan pajak ( tax amnesty ), tapi bunga banknya masih tinggi, dana yang ditarik ke sini tidak akan produktif. Penurunan bunga bisa jadi modal kerja dan usaha untuk industri,” ungkap Adhi. Adhi menegaskan, industri mem­ butuhkan komitmen pemerintah agar tetap konsisten melaksanakan paket deregulasi sebagai upaya menjaga iklim usaha tetap positif. Karena jika tidak, Indonesia akan tetap kalah dib­ andingkan Thailand dan Malaysia di pasar Asean. “Sekarang di MEA kita masih di bawah Thailand dan Malaysia. Kita harus lebih agresif, dan pemerintah harus menjaga agar situasi tetap kon­ dusif,” kata Adhi. Ekonomi Kondusif Di sisi lain, ekonom senior Kenta Institute Eric Sugandi memperkirakan sektor industri mamin olahan serta ritel bertumbuh hingga tiga tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebe­ sar 5,1%, 2017 sebesar 5,3%, dan 2018 sebesar 5,5%. “Sektor yang berkaitan dengan ritel akan tetap baik karena demand- nya berpotensi naik, seiring berkembang­ nya kelas menengah. Begitu juga den­ gan industri pengolahan makanan,” kata Eric. Ia segera menuju Siriraj dan di sana sudah ratusan orang yang berdoa. Semuanya berkemah di depan rumah sakit pinggir sungai tersebut. Ia dan seluruh anggota keluarganya mem­ bakar dupa dan mengumandangkan doa-doa agama Budha bagi monarki satu-satunya yang mereka kenal sepanjang hidup itu. Kebanyakan mengenakan pakai­ an warna merah muda dan kuning, dua warna yang berkenaan dengan monarki Thailand. Mata mereka ter­ tuju ke jendela rumah sakit tempat sang raja dirawat. Hingga meninggalnya, Bhumibol sudah hampir satu tahun tidak tampak di muka umum. Sekitar satu tahun lalu dewa. Masa kekuasaannya selama tujuh dekade bersemayam sangat kuat di hati sebagian besar rakyat Thailand. Vajiralongkorn belum mencapai popularitas seperti bapaknya. Kemam­ puannya untuk berlaku sebagai figur pemersatu juga belum teruji. Terlebih selama bertahun-tahun, sang putra mahkota jarang terdengar atau kelihatan di muka umum. Tapi setelahmasa kekuasaan bapaknya usai dan Thailand diperintah oleh militer, ia akan menyandang banyak tugas kenegaraan. Tahun lalu ia menjalani tugas sim­ bolis, yaitu membuka dua lomba balap sepeda. Tapi diliput penuh oleh media karena ia dianggap mulai tampil ke panggung seiring kondisi kesehatan bapaknya menurun. Sesuai dengan perannya, Vajira­ longkorn tidak terang-terangan men­ dukung kubu apa pun di kancah politik negara. Tapi sebagian pendukung kubu Kaos Merah -yang menggul­ ingkan perdana menteri Thaksin Shinawatra dan keluarganya- meng­ usung potret sang putra mahkota selama unjuk rasa yang berujung pada kudeta 2014. Kalangan pakar mengatakan, ge­

BANGKOK – Sebagai pewaris tahta kerajaan Thailand, Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn selama berta­ hun-tahun dikenal karena kehidupan pribadinya yang penuh warna dan kerap bepergian ke luar negeri. Hing­ ga dipanggil pulang oleh pemerintah pada Rabu (12/10), ia lebih banyak tinggal di luar negeri, khususnya di Jerman. Seiring kondisi kesehatan bapa­ knya menurun, hingga sang Raja Bhumibol Adulyadej mangkat dalam usia 88 tahun pada Kamis (13/10), Vajiralongkornmulai banyakmemikul peran publik. Semua mata sekarang tertuju ke­ pada pangeran berusia 64 tahun terse­ but. Ia mewarisi salah satu monarki terkaya di dunia, yang dilindungi oleh salah satu undang-undang antipence­ maran nama baik kerajaan paling kejam di muka Bumi. Tapi, pangeran yang pernah dua kali bercerai ini juga akan menjadi kepala konstitusi di negara yang terpecah belah. Thailand sekarang bak terjerat siklus kudeta, protes massa, dan rang­ kaian kekerasan politik. Bhumibol sangat dicintai dan oleh se­ bagian besar rakyat dianggap setengah BANGKOK – Sejak istana merilis kabar genting mengenai kondisi kesehatan Raja Bhumibol Adulyadej pada Minggu (9/10), rakyat tak henti mendoakan kesembuhannya. Baik yang langsung di luar Rumah Sakit Siriraj atau pun via media sosial. Bagi keluarga Benyapa Raksawong, sang raja senantiasa ada dalamkehidu­ pannya. Dari mulai potretnya yang ada di rumah dan sekolah hingga berkumpul untuk mendoakan kese­ hatannya, namun kemudian harus mendengar kabar kematiannya pada Kamis (13/10). “Ketika kemarin saya mendengar kabar kondisinya memburuk, detak jantung saya serasa berhenti,” ujar Benyapa (40 tahun).

“Agustus, permintaan mamin sudah kelihatanmeningkat lagi setelah bulan sebelumnya banyak libur,” ujar dia, belum lama ini. Seiring dengan itu, investasi in­ dustri mamin diperkirakan kembali menembus Rp 50 triliun tahun ini, naik 16% dari tahun lalu Rp 43 triliun. Tahun lalu, investasi mamin turun 14% menjadi Rp 43 triliun. Adhi mengaku, beberapa ren­ cana kebijakan pemerintah masih mengkhawatirkan bagi industri. Con­ tohnya, pengenaan cukai kemasan plastik, yang dinilai berdampak signifikan terhadap per tumbuhan industri. Selain itu, aturan perpajakan yang ada saat ini masih membingun­ gkan pengusaha, karena banyak data yang kurang sesuai sehingga menjadi hambatan. Dia menambahkan, dunia usaha juga berharap pemerintah memenuhi janjinya untuk segera menurunkan bunga bank. “Bunga bank katanya

nonmakanan seperti suku cadang dan aksesoris. Survei yang melibatkan 700 peritel itu menyatakan, penjualan ritel terus melesat memasuki September, yakni sebesar 15,7%. “Namun, survei itu memprediksi penjualan ritel melambat pada No­ vember, karena faktor musiman. Pada bulan itu, harga diperkirakan men­ ingkat,” tulis Bank Indonesia. Ketua UmumGabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Selur uh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman optimistis, jika stabilitas ekonomi mampu dijaga dan pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang meng­ hambat, pertumbuhan industri mamin di atas 8% bakal tercapai. Apalagi, saat ini, daya beli masyarakat mulai pulih seiring membaiknya beberapa harga komoditas.

Made with FlippingBook Online newsletter