ID161014

jumat 14 oktober 2016

24

Investor Daily/ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/foc/16.

Saat ini, DPKBRI Manado hingga peri- ode September 2016 masih sebesar Rp 11,9 triliun dan masih sangat kecil. Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal pajak (DJP) Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Gorontalo dan Maluku Utara (Su- luttenggomalut) Dionysius Lucas Hendrawan mengatakan, program amnesti pajak akan sangat membantu pengusaha dan wajib pajak dengan melaporkan semua harta yang ada. Program ini dikeluarkan pemerin- tah sehingga dana yang ada di luar bisa masuk kembali ke Indonesia. Dengan demikian, dana bisa beredar danmeningkatkan perekonomian. Dia berharap amnesti pajak bermanfaat bagi para wajib pajak pajak. (th)

MANADO – PT Bank Rakyat In- donesia (Persero) Tbk (BRI) berharap program amnesti pajak pada tahap II nanti berdampak signifikan pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). “Kami harap amnesti pajak bisa berdampak pada penghimpunan dana masyarakat khususnya di Provinsi Su- lawesi Utara (Sulut),” kata Pemimpin BRI wilayah Manado Yoshua Palti Hutapea di Manado, Kamis (13/10) seperti dilansir Antara . Yoshua mengatakan, amnesti pajak yang bakal berdampak signifikan pada DPK yakni repatriasinya. Pada periode pertama yang melakukan repatriasi di BRI WilayahManado hanya dua orang dan deklarasi sebanyak 110 orang.

Kamis (13/10). Dia mengatakan, komitmen kuat perseroan dalammendukung program Jaring juga terlihat dari meningkatnya pembiayaan yang disalurkan sejak diluncurkan. Tahun lalu, pinjaman program Jaring yang disalurkan perseroan mencapai Rp 1,14 triliun. Rohan menjelaskan, upaya peng- uatan dukungan ke program Jaring juga dilakukan melalui pengelolaan atau mitigasi risiko yang ada, seperti pemilihan fokus pembiayaan ke depan dengan titik berat pada subsektor pen- golahan yang dapat memberikan nilai tambah bagi komoditas perikanan. “Kami akan mengarahkan 60-70% pembiayaan perikanan di subsektor ini,” kata dia. Sementara itu, untuk subsektor perikanan tangkap, jelas dia, Bank Mandiri menekankan pada penyaluran pembiayaan dengan target nelayan bin- aan dari nasabah korporasi perseroan. “Kami berharap langkah-langkah tersebut dapat membantu menyele- saikan permasalahan yang ada, seperti mengenai tingginya risiko pembiayaan kepada nelayan karena faktor cuaca dan minimnya akses nelayan ke perb- ankan,” kata Rohan. (gtr) pendapatan dari pembiayaan perd- agangan ( trade finance ) di Malaysia. Remitansi, kata dia, akan menjadi awal untukmemulai bisnis digital perb- ankan di Malaysia. Nantinya, kegiatan bisnis perbankan BNI di Negeri Jiran mengandalkan sarana digital. “Kami ingin kembangkan digital loan juga di sana,” kata dia seperti dilansir Antara . Terkait modal yang disiapkan untuk ekspansi ke Malaysia, Baiquni masih engganmenjelaskan secara rinci. “Kami ikuti saja kesepakatanyang sudahdijalin OJK dan Malaysia. Modalnya sesuai syarat dari mereka,” ujar dia. Indonesia dan Malaysia pada 1 Agustus 2016 menandatangani kerja sama bilateral dalam kerangka In- tegrasi Perbankan Asean (ABIF). Dalam kerja sama yang menekankan asas resiprokal tersebut, perbankan Indonesia mendapat penurunan tarif untuk mendirikan jaringan kantor di Malaysia. (ris)

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penyaluran pembiayaan pada program Jangkau, Sinergi, dan Guideline (Jaring) men- capai Rp 1,33 triliun pada periode Januari-Agustus 2016. Sementara itu, outstanding pembiayaan perseroan se- jak sejak program Jaring diluncurkan pada Mei 2015 hingga Agustus 2016 mencapai Rp 2,47 triliun. Jaring merupakan program yang digulirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2015 dan dimaksudkan un- tuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi tentang data- base kelautan dan perikanan, skema pembiayaan, pemetaan risiko bisnis, dan dukungan regulasi dari otoritas terkait. Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, komitmen perseroan dalammendukung program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan pelaku usaha lain di sektor ini. “Kami terus meningkatkan peran aktif dalam mengembangkan sektor perikanan domestik agar mampu mendukung kemandirian ekonomi na- sional,” kata Rohan dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , JAKARTA – PT Bank Negara In- donesia (Persero) Tbk (BNI) sedang mengajukan izin ke regulator di Indonesia dan Malaysia untuk dapat membangun jaringan kantor di Negeri Jiran tersebut, yang diharapkan dapat terealisasi pada semester I-2017. Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meneken per- janjian bilateral asas resiprokal dengan Bank Negara Malaysia pada Agustus 2016, perseroan mulai melengkapi syarat-syarat agar dapat ekspansi ke Malaysia. “Kira-kira pada semester I-2017 kami sudah bisa mendirikan jaringan,” kata Baiquni di Jakarta, Kamis (13/10). Setelah melakukan penjajakan, Baiquni mengatakan, pihaknya ingin membidik bisnis remitansi atau lay- anan pengiriman uang bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malay- sia. Selain itu, BNI ingin mengeruk

Kuliah Umum Direktur BSB Direktur Bisnis Bank Syariah Bukopin (BSB) Aris Wahyudi (kiri) memberikan edukasi perbankan kepada mahasiswi Jurusan Agribisnis pada Kuliah Umum “ Board of Director (BOD) Mengajar “ di Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (13/10). Kuliah umum program literasi dan edukasi keuangan yang telah dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini digelar guna meningkatkan ilmu dan peran aktif mahasiswa dalam mengembangkan strategi pemasaran produk keuangan secara nasional.

ditingkatkan di semua kantor cabang,” ungkap dia. Dari sisi pertumbuhan kredit dit- argetkan tumbuh 7% sampai akhir 2016. Adapun segmen kredit yang akan ditingkatkan adalah segmen komersial, kredit konsumer, dan juga untuk kredit pendidikan. “Kami menyalurkan kredit untuk perguruan tinggi dalam bentuk pembiayaan pendidikan dan pengelolaan properti seperti asrama atau kosan,” jelas dia. Perseroan juga menyalurkan kredit korporasi dalam bentuk sindikasi. Adapun proyek sindikasi yang dibiayai seper ti untuk proyek pelabuhan, pembangunan rumah sakit dan jalan tol. “Untuk Rumah Sakit Sutomo nilai proyeknya mencapai Rp 1,5 triliun dan akan dibiayai secara bertahap, sementara untuk jalan tol mencapai Rp 2 triliun,” tegas dia. Pada pengujung tahun, Bank Jatim juga berencana mengoperasikan kan- tor cabang di luar Jawa Timur. “ Soft launching kantor cabang di Batam sudah dilakukan beberapa waktu lalu, sedangkan operasionalnya ditargetkan bisa dilakukan pada kuartal IV-2016,” kata dia. Sampai September 2016, jumlah jaringan Bank Jatim mencapai 1.453 titik layanan terdiri atas satu kantor pusat, 46 kantor cabang, 167 cabang pembantu, 185 kantor kas, 97 kantor layanan syariah, 175 payment point , 79 kas mobil, enam mobil ATM, 695 ATM, dan dua CDM. masuk dalam sistem digital. Proses bisnis akan lebih cepat dan GCG tetap akan mengawal dalam pelaksan- aannya,” jelas dia. Menur ut Mar yono, penerapan GCG di BTN sudah semakin baik, hal ini terlihat dari berbagai penghargaan yang telah diterima perseroan. Salah satunya award yang diterima BTN di Manila beberapa waktu lalu dalam GCG score card adalah sebuah bukti pengakuan dari lembaga internas- ional kepada BTN dalam penerapan GCG. Terakhir adalah ARA 2015 yang menempatkan BTN sebagai Juara I untuk kelompok BUMN perbankan listed . “Ini sebuah pengakuan atas apa yang sudah kami lakukan selama ini. Ini bentuk kerja nyata kami membuahkan hasil. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BTN agar bisa berbuat lebih baik lagi,” tegas Maryono. (ris)

on asset 3,09%, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 71,15%, dan loan to deposit ratio (LDR) 71,97%. Rasio kredit bermasalah ( non per- forming loan /NPL) Bank Jatim pada kuartal III-2016 tercatat 4,92%. Sampai akhir tahun, perseroan menargetkan NPL di level 4,6%. “Kami sudah melak- ukan berbagai langkah untuk menur- unkan NPL mulai dari peningkatan agunan, penggunaan asuransi, mem- pailitkan debitor yang tidak kooperatif dan tindakan restrukturisasi, serta reconditioning untuk debitor yang kooperatif,” jelas dia. De ng a n me nu r unn y a NPL , perseroan juga berencana menur- unkan provisi. Soeroso menjelaskan, biaya provisi pada kuartal III-2016 mencapai Rp 1,2 triliun sehingga NPL net bisa ditekan ke angka 1,04%. “Biaya provisi akan kami kurangi agar bisa menunjang pertumbuhan profit,” kata dia. Sampai akhir tahun ini perseroan menargetkan pencapaian laba Rp 1,4 triliun, sedangkan target penyaluran kredit tumbuh 7%. Pendapatan bunga bersih masih menjadi kontributor utama, namun perseroan juga akan mengoptimalkan pendapatan berbasis biaya ( fee based income ). “ Fee based income berkontribusi 20%, pendapatan tersebut bersumber dari cashmanage- ment denganmengoptimalkan cabang menjadi bank devisa, yang saat ini baru tujuh kantor cabang dan akan saat ini masih terus berjalan telah menghasilkan suatu kinerja yang sangat bagus. “Tidak hanya per formance saja tetapi juga GCG yang sudah menun- jukkan hasil. Penghargaan yang kami terima ini merupakan apresiasi yang diberikan kepada BTN atas hasil itu,” kata Maryono ditemui usai mener- ima penghargaan di Jakarta, Kamis (13/10). Transformasi yang dilakukan di BTN, menur ut Mar yono, sudah masuk pada tahap kedua yaitu digital banking . Pada tahap ini perseroan sudah melakukan serangkaian kegi- atan dalam rangka mempersiapkan diri agar seluruh layanan bank dapat dilakukan secara digital. “Banyak hal yang akan didapat dari proses ini dimana bank pada akhirnya akan lebih efisien, pelayanan lebih cepat dan mudah. Semua proses dapat dipertanggungjawabkan karena sudah

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan laba sebesar Rp 836,58 miliar pada kuartal III-2016, tumbuh 20,11% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

menurunkan suku bunga kredit ke arah single digit , untuk beberapa seg- men sudah bisa terealisasi,” jelas dia di Jakarta, Kamis (12/10). Menurut Soeroso, penurunan suku bunga kredit ini bisa dilakukan seiring penurunan suku bunga simpanan, sep- erti bunga deposito, yang sebelumnya 8,25% diturunkan menjadi 7,25%. Penurunan suku bunga simpanan ini seiring peningkatan kontribusi CASA (dana murah) dari 68,15% pada kuartal III-2015 menjadi 70,36% pada kuartal III-2016. Dari sisi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), pada kuartal III-2016 tercatat Rp 41,16 triliun atau turun 5,91% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Meski DPK secara keseluruhan menurun, penghim- punan dana tabungan Bank Jatim meningkat signifikan 19,56%mencapai Rp 12,24 triliun pada kuartal III-2016. Sementara itu, rasio keuangan re- turn on equity (ROE) tercatat 20,14%, net interest margin (NIM) 6,7%, return JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Perser o) Tbk (BTN) mendapatkan penghargaan Anugerah Perbankan Indonesia 2016 yang diselenggarakan oleh Perbanas. BTN mendapatkan penghargaan sebagai bank peringkat I untuk kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan aset di atas Rp 100 triliun. Penghargaan tersebut sudahmelalui proses denganmenilai 10 aspek antara lain mengenai finance value creation , efficiency dan profit , good corporate governance (GCG), risk management , human capital , marketing , IT, corporate communication, dan CSR. Selain penghargaan tersebut, Perbanas memberikan penghargaan kepada Direktur Utama BTN Mary- ono sebagai CEO of the Year 2016. Menur ut Mar yono, hal tersebut merupakan penghargaan dari apa yang sudah BTN lakukan selama ini. Proses transformasi yang sudah dan

Direktur Utama Bank JatimSoeroso menjelaskan, pendapatan bunga ber- sih masih menjadi kontributor utama terhadap total pendapatan perseroan. Pada kuartal III-2016, pendapatan bunga bersih Bank Jatim mencapai Rp 2,54 triliun atau naik 6,86% diband- ingkan kuartal III-2015. Pendapatan bunga bersih tersebut bersumber dari penyaluran kredit yang mencapai Rp 29,62 triliun. Meski kredit tersebut hanya tumbuh 1,33% dibandingkan kuartal III-2015, perseroanmelakukan penurunan suku bunga kredit untuk beberapa segmen, sehingga pendapatan bunga bersih meningkat. Segmen kredit yang mengalami penurunan suku bunga adalah kredit bertenor pendek, yakni 1-3 tahun. Selain itu, penurunan suku bunga kredit dilakukan untuk segmen kredit pemilikan rumah (KPR) yang sudah mencapai 10% dan juga kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Kami berusaha untuk

Investor Daily/ant

Pergerakan Rupiah Petugas menata lembaran uang di sebuah bank di Jakarta. Di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) sore kemarin bergerak di Rp 13.068 dibandingkan posisi pembukaan pagi harinya, di Rp 13.017.

Made with FlippingBook Online newsletter