ID190927

jumat 27 september 2019

24

Investor Daily/GAGARIN

BTN Gelar Community Day 2019 Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Yossi Istanto dan Elisabeth Novie bersama Komisaris Utama Bank BTN Asmawi Syam mengunjungi salah satu komunitas pegawai Bank BTN pada ajang community day 2019, di Jakarta, Kamis (26/9/2019). Perseroan memberikan ruang yang cukup luas kepada para pegawai untuk membentuk komunitas yang positif dalam mendukung kinerja Bank BTN sesuai dengan target bisnis. Kegiatan ini melibatkan seluruh komunitas yang ada di Bank BTN diisi dengan berbagi informasi dan pengalaman dalam mengikuti kegiatan terkait dengan komunitas yang dipamerkan dalam acara tersebut.

machine untuk bermain santai, dan smart meeting room yang merupakan fasilitas terbaru dari video banking yang saat ini hanya ada di Digital Lounge @Home Kemang. “Ini bisa diakses oleh nasabah untuk berbagai kegiatan termasuk konsultasi perbankan dan investasi. Seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak dapat mengakses Digital Lounge@ Home dengan nyaman,” ujar Tigor. Selain itu, Digital Lounge @Home memberikan akses waktu operasional yang lebih fleksibel, yaitu hari Senin – Minggu (termasuk perayaan hari besar keagamaan nasional) mulai pukul 08.00-20.00 WIB, dan akses 24 jam untuk fasilitas ATM dan CDM. Masyarakat yang mengunjungi Digital Lounge @Home Kemang dapat menikmati beragam penawaran menarik. Di antaranya kesempatan mendapatkan iPhone X dengan mem- buka tabungan senilai Rp 10 juta, voucher XXI senilai Rp 150 ribu hanya dengan membuka tabungan Rp 150 ribu, mengikuti lelang gadget atau produk elektronik terbaru dengan harga dimulai dari Rp 1 juta, serta gratis biaya transfer antarbankmelalui layanan video banking . Tersedia pula promo hadiah lang- sung dengan setoran awal di atas Rp 1 juta, promo 50% minuman ringan di vending machine , dan promo Rp 1 un- tuk pembelian kopi di coffee machine . Dengan diresmikannya Digital Lounge @Home di Kemang, kini CIMB Niaga memiliki 30 Digital Lounge yang terdiri dari 24 di mal, 2 di perkantoran, 3 di kampus, dan 1 di kawasan residensial. “Kami fokus menghadirkan Digital Lounge yang lebih dekat lagi dengan masyarakat. Konsep residensial ini akan kami implementasikan tidak hanya di Jabodetabek, tapi juga di sejumlah wilayah Tanah Air lainnya apabila mendapat respon positif dari masyarakat. Fokus kami adalah nasa- bah dan customer experience yang prima,” jelas Tigor. (th) Menurut Jaja, ke depan kerja sama dengan Perinus ini juga dapat dima- faatkan untuk menjajaki potensi perik- anan yang ada di Banten ataupun melakukan pembinaan kepada para nelayan yang ada di Banten. Baik dari sisi produksi ikan tangkap maupun pemasarannya. Peluang-peluang terse- but sangat terbuka lebar untuk dijajaki dengan adanya kerja sama penyaluran kredit ini. Menurut data Otoritas Jasa Keuan- gan (OJK), outstanding kredit kepada sektor kelautan dan perikanan tahun 2018 tercatat sebesar Rp 105,89 triliun atau meningkat sebesar 3,82% jika dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 101,99 triliun. Nilai kredit dimaksud tersebar dalam beberapa klasifikasi, yaitu penangkapan, budidaya, jasa sarana produksi, industri pengolahan, perdagangan, dan pendukung. “Indonesia memiliki potensi yang besar di bidang kelautan dan perik- anan dengan didukung sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), yang harus dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Kami berharap penyaluran kredit ini dapat ikut serta membangun perekonomian Indonesia, melalui peningkatan pener- imaan negara dari sektor perikanan dan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” pungkas Jaja. (ris) BCA tersebut diadakan sebagai ajang memperkenalkan event akbar Indonesia Knowledge Forum (IKF) VIII 2019 yang ber tajuk Capital Culture – Nurturing Mindset for The Next Era of Capital Culture . Sebaga i na r a sumbe r t amp i l pengamat ekonomi dan Komisaris Independen BCA Cyrilus Harinowo, akademisi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi, dan Co- Founder Rollover Reaction Dinar Amanda. Dalam acara tersebut, hadir pula Senior Vice President Learning and Development BCA Alrianto Djunaidi dan Senior Vice President Wealth Management BCA Adrianus Wagimin.

JAKARTA – Bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-64, PT Bank CIMB Niaga Tbk meresmikan Digital Lounge @Home di kawasan Kemang, Jakarta, pada 26 September 2019. CIMB Niaga Digital Lounge @Home ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan perbankan masyarakat di kawasan perumahan yang kian mengarah ke digital. Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, Digital Lounge @Home merupakan konsep terbaru Digital Lounge CIMB Niaga yang menawarkan pengalaman perb- ankan digital yang lebih lengkap dan nyaman untuk keluarga, waktu opera- sional yang lebih fleksibel, dan mudah dijangkau dari kawasan perumahan. “Kami menghadirkan Digital Lounge @Home agar lebih dekat dengan masyarakat. Inisiatif terbaru ini kami harapkan dapat memberikan layanan perbankan digital yang op- timal, cepat, tepat, akurat dan ramah bagi anak-anak dan keluarga di area residential,” kata Tigor. Menurut Tigor, Digital Lounge @ Home pada dasarnya menawarkan layanan yang sama dengan Digital Lounge yang terdapat di perkantoran, pusat perbelanjaan, maupun kampus. Nasabah dapat menikmati mayoritas layanan dasar perbankan seperti pada kantor cabang dengan tim penjualan dan dilengkapi dengan mesin self ser- vice banking , untuk pembukaan reken- ing tabungan yang hanya memerlukan waktu 5 menit saja, mesin tarik dan setor tunai, dan video banking . Dengan demikian, nasabah bisa dilayani dengan lebih cepat untuk pembukaan rekening maupun layanan perbankan lainnya baik secara self service maupun face to face dengan video banking officer . T igor menjelaskan, hal yang membedakan selain pengalaman di- gital adalah adanya layanan tambahan yaitu tersedianya vending machine yang beroperasi selama 24 jam yang menyediakan berbagai pilihan minu- man maupun souvenir, kids area , claw JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) kembali menunjukan komitmen untuk memajukan perekonomian dan kese- jahteraan masyarakat. Kali ini, Bank Banten bekerja sama dengan PT Perik- ananNusantara (Perinus) dalammelak- ukan kegiatan intermediasi melalui penandatanganan perjanjian kredit. Perjanjian mengenai penyaluran kredit modal kerja tersebut ditandatan- gani oleh Direktur Bank Banten Jaja Jarkasih dan Direktur Utama Perinus MYanaAditya. Turut hadir dalamacara tersebut, jajaranDireksi PerinusHenda Tri Retnadi dan J Ronald Abraham. Jaja mengatakan, kerja sama terse- but merupakan partisipasi aktif Bank Banten dalam upaya mewujudkan ke- daulatan pangan serta cerminan nyata keberpihakan dalamupaya pemerataan perekonomian dan peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya stake- holder yang terkait dengan sektor perikanan, termasuk pula para nelayan. “Perjanjian kredit ini sebenarnya perpanjangan kerja sama yang telah terjalin dengan Perinus. Penambahan fasilitas kredit sebesar Rp 20 miliar, sehingga total nilai fasilitas kredit modal kerja yang kami berikan kepada Perinus sekitar Rp 71 miliar,” kata Jaja dalam keterangan tertulis yang diter- ima Investor Daily , kamis (26/9). JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyadari pent- ingnya menumbuhkan semangat berinvestasi di kalangan masyarakat Indonesia demi menyokong per- tumbuhan ekonomi Indonesia. Ber- samaan dengan perkembangan pesat teknologi pintar dan digitalisasi, tren investasi baru berbasis platform ap- likasi pun bertumbuh. Masyarakat saat ini semakin dipermudah untuk berpartisipasi dalam usaha rintisan dan meningkatkan pendapatan melalui investasi tersebut. Demikian intisari dari talkshow forum Kafe BCA yang diadakan di Breakout Area Menara BCA pada 26 September 2019. Forum Kafe

pun premi masing-masing sebesar Rp 120,85 triliun dan Rp 66,86 triliun,” lanjut dia. Sampai dengan 24 September 2019 penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp 125 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 123,2 triliun. Adapun jumlah emiten baru pada peri- ode tersebut sebanyak 36 perusahaan dengan pipeline penawaran sebanyak 47 emiten dengan total indikasi pen- awaran sebesar Rp 35,82 triliun. Lembaga jasa keuangan juga dinilai mampu menjaga profil risiko pada level yang manageable . Risiko kredit perbankan berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio non per- forming loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,60%, NPL net 1,17%. Sementara itu, rasio non performing financing (NPF) perusahaan pembiay- aan stabil di level 2,8%, NPF net 0,55%, Agustus 2019. Risiko nilai tukar perb- ankan berada pada level yang rendah, dengan rasio posisi devisa neto (PDN) sebesar 2,11%, di bawah ambang batas ketentuan. Likuiditas dan permodalan perb- ankan juga berada pada level yang memadai. Liquidity coverage ratio dan rasio alat likuid/ non-core deposit masing-masing sebesar 198,84% dan 92,90%, jauh di atas threshold . Permodalan lembaga jasa keuangan terjaga stabil pada level yang tinggi. Capital adequacy ratio (CAR) perb- ankan sebesar 23,93%. Sejalan dengan itu, risk based capital industri asuransi umum dan asuransi jiwa masing-mas- ing sebesar 323% dan 684%, jauh di atas ambang batas ketentuan. “OJK senantiasa memantau din- amika perkembangan ekonomi global dan berupaya memitigasi dampak kondisi yang unfavourable terhadap kinerja sektor jasa keuangan do- mestik, terutama terkait dengan profil risiko likuiditas dan risiko kredit,” ungkap Anto. OJK juga ter us memperkuat koordinasi dengan para stakeholder untuk memitigasi ketidakpastian eksternal yang cukup tinggi, menjaga kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan, dan menjaga stabilitas sistem keuangan. sebagai keynote speaker dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Selama dua hari, sebanyak 32 pem- bicara yang kompeten di bidangnya akan tur ut berpar tisipasi untuk berbagi ilmu, pengalaman ser ta inspirasi, di antaranya writerpreneur Raditya Dika, pendiri dan Presiden Direktur Binar Academy Alamanda Shantika, pakar penyembuhan hol- istik True Nature Holistic Healing Reza Gunawan, Co-Founder Rollover Reaction Cosmetic Dinar Amanda, CEO dan Co-Founder Kitabisa.com Alfatih Timur, Founder Indoestri Leonard Theosabrata, psikolog Inez Kristanti, dan masih banyak pembi- cara lainnya. (th)

di tengah masih tingginya ketidak- pastian perekonomian global. Sektor jasa keuangan domestik masih men- catatkan perkembangan yang positif dengan pertumbuhan intermediasi yang stabil dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terjaga. Rendahnya tingkat inflasi inti, turunnya volume perdagangan global, dan terkontraksinya business confid- ence semakin memperkuat keyakinan akan perlambatan pertumbuhan eko- nomi di negara advanced economies (AE). Menyikapi hal tersebut, may- oritas bank sentral global mengambil stance yang lebih akomodatif dan di- prediksi masih akan berlanjut sampai akhir tahun ini. “Di sisi lain, berlanjutnya penurunan harga komoditas di tengah masih tingginya tensi perang dagang ant- ara Amerika Serikat (AS)-Tiongkok menjadi tambahan downside risk yang meliputi potensi pertumbuhan pereko- nomian ke depan, termasuk emerging markets (EM),” kata Anto. Kebijakan AE yang akomodatif kembali mendorong investor nonres- iden masuk ke pasar keuangan EM, termasuk Indonesia. Hal ini tampak dari derasnya arus masuk nonresiden pada pasar surat berharga negara (SBN) pekan lalu yang mencatatkan net buy sebesar Rp 16,7 triliun dengan penguatan yield sebesar 8,9 basis poin secara month to date (mtd). Berbeda dengan pasar saham, seir- ing dengan pelemahan pada mayoritas negara EM, pada 20 September 2019 indeks harga sahamgabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan sebesar 1,5% (mtd) di level 6.231,5 dengan net sell investor nonresiden sebesar Rp 5,4 triliun. Namun demikian, selama 2019 IHSG masih tumbuh positif sebesar 0,6%, diikuti oleh yield SBN yang turun 76,4 bps. Investor nonresiden pada periode yang sama mencatatkan net buy di pasar saham dan SBN mas- ing-masing sebesar Rp 53,9 triliun dan Rp 133,0 triliun. “Pertumbuhan piutang pembiayaan walau mengalami moderasi tercatat tumbuh di level 4,1% (yoy). Sement- ara itu, sepanjang Januari-September 2019, asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi berhasil menghim- berikan inspirasi agar setiap parti- sipan memiliki ide, inisiatif, inovasi, dan kreativitas dengan meman- faatkan perkembangan teknologi saat ini untuk menjadi entrepreneur. “IKF VIII ini menjadi salah satu bentuk dukungan BCA terhadap strategi dan implementasi pemer- intah, dalam upaya menjembatani kebutuhan individu dan organisasi di dalam mengelola modal dan ber- investasi di era industri 4.0,” tambah Cyrillus Harinowo. IKF VIII yang diselenggarakan pada 8-9 Oktober 2019 di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, ini akan menghadirkan Menteri Keuan- gan Republik Indonesia Sri Mulyani

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Otoritas Jasa Jeuangan (OJK) mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sampai dengan Agustus 2019 sebesar 8,59% secara tahunan ( year on year /yoy). Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 9,58% (yoy). Pertumbuhan kredit per Agustus tersebut didorong oleh kredit investasi yang tetap tumbuh double digit di level 12,72% (yoy).

seperti emas dinilai lebih menguntun- gkan,” terang Bhima. Di sisi lain, Corporate Secretary PT Bank Rakyat Inonesia (Persero) Tbk (BRI) Hari Purnomomengungkapkan, kinerja BRI hingga Agustus 2019 masih terjaga dengan baik. “Tercatat pertumbuhan kredit BRI tetap terjaga di sekitar 10% (yoy) dan DPK masih dapat tumbuh 9,6% (yoy),” ucap Hari ketika dihubungi Investor Daily , Kamis (26/9). Menurut dia, pertumbuhan tersebut masih on the track dengan target per- tumbuhan kredit dan DPK BRI pada Akhir Tahun 2019 dapat mencapai double digit atau sekitar 12%. Dengan demikian, BRI Optimistis LDR dapat tetap terjaga di sekitar 92%. “Perlambatan pertumbuhan kredit dan DPK industri perbankan cender- ung karena siklus bisnis. Pada kuartal II, pelaku usaha ekspansif untuk memenuhi demand akibat saat festive season atau libur sekolah dan Hari Raya,” lanjut dia. Selain itu, perang dagang antara AS dengan Tiongkok dan melemahnya pertumbuhan negara tujuan ekspor Indonesia membuat pelaku usaha wait

Menurut ekonom Institute for De- velopment of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, faktor per- lambatan pertumbuhan kredit terjadi karena adanya pelemahan kredit di sektor industri pengolahan dan kredit konsumsi. “Ada kecenderungan pelaku usaha dan bank menunda pencairan kredit melihat situasi ekonomi sedang melambat. Faktor lain adalah sea- sonal pasca-Lebaran dorongan kredit khususnya modal kerja kembali lam- bat, setelah bulan sebelumnya banyak pengusaha pinjam bank untuk penuhi kebutuhan produksi barang saat Le- baran,” jelas Bhima dihubungi Investor Daily , Kamis (26/9). Dia menilai, sampai dengan kuartal ketiga tahun ini pertumbuhan kredit cenderung melambat. “Trennya bisa cenderung rendah. Nanti pada kuartal IV diharapkan ada dorongan, karena faktor seasonal akhir tahun dan Natal bisa dongkrak konsumsi r umah tangga,” papar dia. Sementara itu, dari sisi penghim- punan dana pihak ketiga (DPK), indus- tri perbankan mencatatkan pertum- buhan sebesar 7,62% (yoy), ditopang oleh pertumbuhan deposito sebesar 7,86% (yoy). Meski demikian, terjadi perlambatan dibandingkan dengan bulan Juli yang tumbuh 8,04% (yoy). “Banyak deposan yang membeli surat utang pemerintah karena imbal hasilnya lebihmenarik. Di tengah tren penurunan bunga acuan investasi lain Alrianto Djunaidi mengatakan, usaha rintisan dan segmen investasi baru saat ini bermunculan karena tren dan gaya hidup masyarakat ber- tumbuh dengan pesat seiring dengan majunya teknologi pintar. Pemasaran dan penggalangan dana yang makin mudah melalui teknologi pintar men- dorong bertumbuhnya usaha rintisan dan segmen investasi yang sangat spesifik, yang sebelumnya dianggap tidak menarik dan kalah saing. “Melalui IKF VIII, BCA ingin memberikan inspirasi kepada semua masyarakat bahwa berinvestasi dan membangun usaha rintisan saat ini semakin dipermudah oleh kemajuan teknologi dan penetrasi internet.

and see untuk berekspansi. Stabilitas Jasa Keuangan

Sementara itu, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Mana- jemen Strategis OJK Anto Prabowo mengungkapkan, stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga

Banyak tokoh sukses dari tren usaha rintisan saat ini akan menjadi pembicara pada IKF VIII sehingga melalui sharing tersebut, masyarakat mendapat wawasan dan inspirasi untuk mengelola investasi dan usaha rintisannya yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Alrianto dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Kamis (26/9). Cyrillus Harinowo menambahkan, salah satu cara untuk meningkatkan literasi keuangan dan mempercepat implementasinya di masyarakat In- donesia adalah melalui inovasi baik digital maupun nondigital. Setiap tahun, IKF didorong untuk mem-

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online