SP200715-P

Harian Umum

MEMIHAK KEBENARAN

Rabu, 15 Juli 2020

UU Minerba Tak Berpihak ke Daerah Gubernur Babel Erzaldi Rosman menilai UU Minerba tak berpihak pada kepentingan daerah.

OJK Tak Dilebur Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menegaskan, OJK tetap berdiri sebagai lembaga sendiri.

78.572 5.064

37.636 9.528

3.710

701

13.272.547 7.745.927 576.485 DATA WORLDOMETERS DAN COVID19.GO.ID SAMPAI SELASA (14/7) PUKUL 20.00 WIB

Ekonomi & Keuangan > 7

> 14

Nusantara

Mochtar Riady: Jangan Minder Masuki Revolusi Industri 4.0

[JAKARTA] Pendiri Grup Lippo, Mochtar Riady, meyakini, Indonesia bisa mengadopsi revolusi industri 4.0. Belajar dari pengalaman Tiongkok selama 30 tahun, Indonesia tidak boleh minder dan harus bera- ni memulai terobosan. “Barang siapa yang tidak meng- ikuti revolusi industri 4.0, dia akan ketinggalan, dan di situ ia akan susah, baik itu negara maupun per- usahaan. Kalau dia mengerti revo- lusi industri 4.0 dan bersiap diri untuk mengikutinya, di situlah ia akan jaya,” kata Mochtar, di Jakarta, Selasa (14/7). Menurutnya, Indonesia bisa belajar dari Tiongkok yang kini menjelma menjadi kekuatan ekono- mi dunia karena berani mencoba,

dan membuat terobosan dari sisi kebijakan maupun dunia usaha. Semua itu terwujud setelah berpro- ses selama 30 tahun. Mochtar menjelaskan, Tiongkok sempat tertinggal karena tidak mengikuti revolusi industri 1.0 dan 2.0. Hal itu lantaran Tiongkok me- nerapkan sistem ekonomi tertutup. Di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping di era 1990-an, muncul kesadaran sistem tertutup tidak menguntungkan. “Saat itu, tahun 1995, Tiongkok memiliki PDB per kapita US$ 200,” ungkapnya. Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mulai membenahi pendidikan, an- tara lain dengan mendatangkan banyak profesor dari luar negeri. Selain itu, pada 1997 mulai mengi-

rim ratusan ribu mahasiswa ke ne- gara-negara Barat, terutama ke Amerika Serikat (AS). “Setiap tahun, RRT mengirim 600.000 pelajar ke luar negeri. Sehingga total sudah ada 18 juta pelajar Tiongkok dikirim ke luar negeri selama 30 tahun, dan dari jumlah itu, 20%-nya kembali ke negaranya,” ujar Mochtar. Akibat perbaikan di bidang pendidikan, kini Tiongkok mengha- silkan 7 juta sarjana. “Dari jumlah itu, 60%-nya adalah insinyur. Sekarang Tiongkok memiliki 120 juta insinyur. Ini menjadi modal negara itu maju dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi. Meskipun tertinggal dalam mengadopsi revo- lusi industri pertama dan kedua, Tiongkok mampu masuk ke revolu-

si industri ketiga, dan kini menjadi yang terdepan dalam revolusi indus- tri 4.0,” tambahnya. Berkat perjalanan selama 30 tahun, lanjut Mochtar, Tiongkok yang 30 tahun silam memiliki PDB per kapita US$ 200, kini pendapat- an per kapitanya melonjak menjadi US$ 11.000. “Bahkan di provinsi -provinsi yang lebih maju, PDB per kapitanya mencapai US$ 25.000,” ungkapnya. Kini AS merasa terancam dengan ekonomi Tiongkok. Apalagi, struk- tur industri di Tiongkok mencakup dari hulu hingga hilir. Kondisi se- baliknya terjadi di AS, yang struktur manufakturnya hanya kuat di atas.

ISTIMEWA

> 5

bersambung ke hal

Mochtar Riady

Presiden Ingatkan Ancaman Krisis Ekonomi Akibat Pandemi Menkes: Awal 2021, Vaksin Covid-19 Produksi RI Ditargetkan Peroleh Izin Edar

[JAKARTA] Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, pandemi Covid-19 telah memunculkan persoalan kesehatan dan ekonomi yang sangat pelik. Oleh karenanya, kedua persoalan itu harus diselesaikan dengan memperkuat persatuan dan kegotongroyongan.

menyelesaikan krisis ini dan belajar dari krisis ini untuk ikut serta memperkokoh kebersama- an yang berlandaskan Pancasila dalam rangka meraih lompatan Secara terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes)TerawanAgus Putrantomengatakan,Kementerian Kesehatan (Kemkes) pada masa pandemi Covid-19 ini mendorong kemandirian obat, vaksin, dan alat kesehatan untuk penanganan pandemi di TanahAir. “Upaya itu di antaranya percepatan produksi reagen polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test diagnostik dalam negeri. Sampai saat ini telah terbit satu izin edar untuk reagen PCR kit dan tiga izin edar rapid test diagnostic,” ujar Menkes dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (14/7) malam. kemajuan,” katanya. Kemandirian Vaksin

“Memang kita menghadapi masalah kesehatan dan ekonomi yang sangat pelik. Seperti juga halnya 215 negara lain di dunia mengalami hal yang sama,” kata Presiden dalam sambutannya saat melantik perwira remaja TNI dan Polri di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/7). Menurut Presiden, pandemi Covid-19 semakin memperkuat kepedulian dan kegotongroyong- an bangsa Indonesia. Selain itu, pandemi memotivasi, dan mem- perkokoh persatuan untuk mem- perbaiki cara kerja dan memper- cepat pengembangan teknologi dan industri. “Kita bukan hanya harus mampu mengatasi permasalahan akibat pandemi, tetapi kita harus memanfaatkan pandemi ini untuk memperkokoh kekuatan bangsa dan melakukan lompatan-lom- patan kemajuan,” ujarnya. Presiden optimistis bangsa Indonesia mampu melawan penyebaran pandemi Covid-19.

SP/JOANITO DE SAOJOAO

Terawan Agus Putranto

“Sebagai bangsa pejuang tidak boleh menyerah, melainkan harus mengalahkan Covid-19,” katanya. Kepada perwira remaja TNI dan Polri, Presiden juga memin- ta untuk berpartisipasi dalam menyelesaikan krisis ini. “Oleh karena itu, saya berpesan kepa- da saudara-saudara untuk ikut berpartisipasi dalam rangka

ANTARA/SIGID KURNIAWAN Empat perwira remaja peraih Adhi Makayasa mendengarkan pengarahan dari Presiden Joko Widodo dalam Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/7).

bersambung ke hal > 5

Jangan Sampai PSBB Kembali Diterapkan di Jakarta

[JAKARTA] Men j e l ang berakhirnya perpanjangan pembatasan sosial

Selain itu, pemberlaku- an kembali PSBBmeng- undang konseku-

berskala besar (PSBB) masa transisi pada 16 Juli mendatang, justru terjadi tren peningkatan penambahan kasus baru ter- konfirmasi Covid-19 di DKI Jakarta. Hal itu diharapkan jangan sampaimemicuPemprov DKI Jakarta kembali member- lakukan PSBB sebagaimana diterapkan pada periode April hingga Mei lalu.

ensi anggaran bagi Pemprov. Sebab, pemberlakuan PSBB berarti pemerintah harus kem- bali menanggung kebutuhan hidup warga miskin yang ter- dampak pembatasan kegiatan ekonomi. Oleh karenanya, pemberlakuan kembali PSBB bukan perkara mudah. bersambung ke hal > 5

 Redaksi: 2995 7500 • Sirkulasi: 2995 7555 - 2995 7500 ext 3206 • Iklan: 2995 7500 ext: 1469, 3409 • Tahun XXXIV 11.309 • 20 Halaman • Rp 4.000 • Langganan Rp 75.000 • beritasatu.com • suarapembaruan.com

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online