SP170228

Utama

Suara Pembaruan

2

Selasa, 28 Februari 2017

Mesin Partai Ahok Belum Maksimal?

P emilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta menyisakan satu putaran yang akan digelar pada 19 April mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pun memastikan, pasangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) akan berta- rung di putaran kedua sete- lah tidak berhasil meraup 50%+1 suara. Kini, dua pasangan itu dikabarkan tengah merapat-

kan barisan untuk bisa memenangkan pertarungan nanti. Sumber SP di internal partai pendukung pasangan Ahok-Djarot menyebutkan, putaran dua Pilgub DKI ini dirasakan cukup berat

Namun, tim pemenangan saat ini tidak sesolid pada putaran pertama, terutama di kalangan partai pendu- kung,” ujar sumber itu di Jakarta, Senin (27/2). Dikatakan, tim yang kurang Kompak itu bera- wal dari tudingan adanya partai politik pengusung yang tidak secara penuh mendukung pemenangan Ahok-Djarot. Padahal, dia- kui sumber itu, berbagai upaya dan usaha dari partai pendukung terus dilakukan.

“Semua masih bekerja, teta- pi belum maksimal. Masing-masing tim berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi juga mulai mengendur,” ujarnya. Oleh karena itu, sumber itu menegaskan, saat ini partai-partai pengusung Ahok-Djarot tengah mela- kukan konsolidasi internal. Tujuannya untuk menjaga soliditas tim. Setiap tim pemenangan, baik dari kalangan partai politik mau- pun relawan telah diminta untuk melepaskan ego masing-masing. [Y-7]

bagi pasangan itu. Pasalnya, pada putaran kedua ini tim

pemenangan Ahok- Djarot tidak sekompak pada putar- an pertama. “Kami tetap yakin bisa menang di putaran kedua ini dan Ahok-Djarot kemba- li memimpin Jakarta.

Kunjungan Raja Arab Saudi Indonesia Berharap Investasi US$ 25 Miliar

[JAKARTA] KunjunganRaja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud bersama 1.500 anggota rombongan, 1-9 Maret, diharapkan memberi banyakmanfaat bagi Indonesia. Manfaat terbesar terutama berkaitandengan investasi yang diharapkan mencapai US$ 25 miliar (Rp 325 triliun) di berbagai sektor, baik migas maupun infrastruktur. Manfaat lainnyaadalahdampakekonomi dari kunjungan wisata Raja Salmandan rombongankeBali MenteriBadanUsahaMilik Negara(BUMN)RiniSoemarno berharap Raja Salman mem- berikan komitmen investasi dalamkunjunganyamulaiRabu (1/3). “Rencananya, RajaArab Saudi membawa 10 menteri dan25pangeran, dengan tujuan mempe r e r a t hubungan Indonesia-Arab Saudi,” kata Rini di sela kunjungannya di City Forest Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (27/2). Sementara itu, Menko PerekonomianDarminNasution mengatakan, kedatangan Raja Salman sangat erat kaitannya dengan investasi. Dia mem- perkirakan ada tambahan investasi sekitar Rp 300 triliun, antara lain investasi kilang minyak Saudi Aramco, di Cilacap, senilai US$ 6 miliar. “Mereka itu kan akan membangun kilang dan petrokimia, dan mungkin juga yang lain. Jadi, ini urusan investasi,” kata Darmin baru- baru ini. Selain itu, terbuka kemun- gkinan investasi baru. Contohnya proyekGrass Root Refinery (GRR) Bontang yang dilakukan pada 28 Februari 2017. Pertamina, kata dia, sedangmencari mitra strategis untuk pembangunan proyek tersebut. Momentum ini bisa menjadi kesempatan untuk menawarkanproyek itukepada Arab Saudi. “InimengingatSaudiArabia mempunyai investasi khusus di bidang perminyakan dan

bermitra dengan Pertamina,” kata Darmin. Dari sisi investasi, Arab Saudi memiliki potensi yang sangat besar. Para investorArabi sangat identik dengan keluarga istana karena sebagian besar orang-orang kaya Saudi adalah keluarga istana. Contohnya adalahPangeranWalidbinTalal binAbdulAziz yang termasuk orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 20 miliar. Negara eksportir minyak terbesar dunia itumemiliki total aset di mancanegara yang tercatat di bank sentralnya, sekitarUS$555miliar.Sebagian besar investasi tersebut ditan- amkan di Amerika Serikat. Menurut Rini, RajaSalman juga sudah berkomunikasi dengan Presiden JokoWidodo terkait intensi untuk menan- amkan modalnya di Indonesia terkait dengan bidang infras- truktur. Terkait hal itu, Kementerian BUMN menyi- apkan sejumlah potensi inves- tasi tersebut. “Kitatawarkanpotensikerja sama melalui BUMN seperti investasipembangunanbandara, jalan tol dan infrastruktur lain- nya, sehingga kita siapkan sejumlah potensi untuk melakukan kerja sama itu,” ucap Menteri Rini. RajaArab Saudi dan rom- bongannya tersebut akan ber- kunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Delegasi tingkat tinggi KerajaanArab berada di Jakarta, pada 1-3 Maret, dan selanjutnya bertolak ke Bali untuk kunjungan wisata, 4-9 Maret. KepalaSekretariat Presiden DarmansjahDjumalamengun- gkapkan, Raja Arab Saudi dijadwalkan tiba di Bandara HalimPerdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (1/3) pukul 12.30 WIB. Di Bandara Halim, Raja Salmanakandisambut Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, Presiden JokowimendahuluiRajaSalman

Ditempatterpisah, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar M Misbakhun menilai, investasi langsung Arab Saudi di Indonesiamasih sangat minim. Karenanya, kedatanganRaja Salman sebai- knya didorong agar investasi langsungArab Saudi ditingkat- kan di Indonesia. Menurut Misbakhun, ban- yak sektor ekonomi yang bisa menjadilahaninvestasilangsung Arab Saudi, khususnya sektor hulu-hilirminyakdangas bumi, pariwisata, infrastruktur, sektor keuangan, dan properti. Sektor ekonomi tersebut, sambung Misbakhun, sejalandenganvisi NawacitaPresidenJokowi yang ingin memprioritaskan pem- bangunan infrastruktur di Indonesia. Tiga Topik Sedangkan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi men- jelaskan, ada tiga topik pem- bicaraanantaraPresidenJokowi dan Raja Salman. “Misi ini pertama secara politik meru- pakan suatu kunjungan yang sangat bersejarah dalam artian kunjungan pertama yang dilakukan raja Saudi, hampir 47 tahun setelah kunjungan terakhir jadi bersejarah,” ujarnya, Senin (27/2). Kedua , menunjukkan satu hubungan yang baik bagi Indonesia dan Saudi. Menurut Menlu, Arab Saudi melihat Indonesia sebagai negara yang punya sejumlah kualitas, yaitu negara berpenduduk Muslim terbesar, negara terbesar diAsia Tenggara, dan negara yang punya pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Sedangkan hal ketiga ada- lah terkait masalah umat muslim, seperti kuota haji. “Selain politik dan ekonomi ada juga waktu yang dipersi- apkanbicaramengenaimasalah ummat misalnya haji,” kata Retno. [ID/C-6] Terkait hal >4, 19 & 27

ANTARA/Wahyu Putro A Pekerja menyelesaikan persiapan penyambutan kedatangan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/2). Direncanakan, Raja Salman akan berpidato di parlemen pada Kamis (2/3).

menujuIstanaBogor.Pertemuan bilateral kedua negara akan dilangsungkan di Bogor. Kunjungan Raja Salman tersebut merupakan kunjungan yang bersejarah. Pasalnya, kedatangan Raja Arab Saudi terakhir ke Indonesia berlang- sung pada pada 1970 atau 47 tahun lalu. SekretarisKabinetPramono Anung menjelaskan alasan Presiden Jokowi menyambut RajaSalmandiBandaraHalim. “Ketika berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Jokowi dijem- put di tangga pesawat olehRaja Salman,” ungkapnya. Pramonomenuturkan, Raja Salman akan dianugerahi bintang kehormatan tertinggi RI oleh Presiden. Sebab, sebel- umnya Presiden Jokowi juga mendapatkan kehormatan tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi. Diamenyatakan, sejumlah proyek investasi akan ditanda- tangani dalamkunjungan Raja Salman. Misalnya, investasi perusahaanminyakArabSaudi, Aramco, di Cilacap dengan

nilai US$ 6 miliar. “Bapak Presidenmengharapkanbahwa investasiArab Saudi ini secara keseluruhan diharapkan bisa sampai denganUS$ 25miliar,” ucapnya. Investasi Kecil Sementara itu, Kepala BadanKoordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas TrikasihLembongmengatakan, dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi), Raja Salman akan membahas beberapa hal, termasuk rencana investasi di sektor energi. Kedua kepala negara juga akanmenyaksikan penandatanganan investasi SaudiAramco dalamperluasan proyekkilangdi Cilacap senilai US$ 6 miliar. Juga, akan ada beberapa kontrak lain dengan nilai mencapai US$ 1 miliar. Ditambahkan, sebagai salah satunegarapenyumbang foreign direct investment (FDI), per- ingkat Arab Saudi masih di bawah Afrika Selatan yang investasinya mencapai US$ 1 juta untuk delapan proyek. Bahkan,Mali mampumengin-

vestasikan US$ 1,1 juta. Jika dihitung selama periode 2010 hingga 2015, nilai investasi Arab Saudi tercatat hanya mencapai US$ 34 juta, atau 0,02%dari total investasi asing yangmasukke Indonesiadalam kurun waktu tersebut. Sepanjang 2016, realisasi investasiArabSaudi hanyaUS$ 900.000 atau sekitar Rp 11,9 miliar. Investasi itu terwujud dalam44proyek.Denganangka realisasi investasi itu, Arab Saudi berada di posisi 57dalam daftar negara investor di Indonesia. Posisi itu jauh dib- andingkan realisasi investasi dari negara Timur Tengah lainnya, seperti Kuwait yang mencapai US$ 3,6 juta. Berdasarkan data BKPM, negara Timur Tengah, seperti ArabSaudi, selama inimemang masih berada di jajaran papan tengah daftar peringkat negara yang menanamkan modalnya di Indonesia. Sementara lima besar negara investor terbesar Indonesia adalah Singapura, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, danAmerikaSerikat.

Made with FlippingBook HTML5