ID200610

3 >>

24 >>

22 >>

macro economics

MONEY & BANKING

sports

RABU 10 JUNI 2020

infrastructure

IST

Oleh Emanuel Kure dan Abdul Muslim

n Budi Karya Sumadi

JAKARTA-Pemerintah perlu merelaksasi per­ izinan dan memberikan stimulus kepada para pelaku bisnis internet jaringan kabel ( fixed broad- band ) agar mereka bisa tetap berinvestasi di tengah pandemi. Pemerintah perlu menggelar ‘karpet merah’ karena sebagian besar in- vestor penyelenggara jaringan telekomunikasi menghentikan investasinya akibat pandemi Covid-19. Padahal, mandeknya investasi akan membuat penetrasi internet di Indonesia semakin jauh tertinggal dari negara-negara lain.

Kapasitas Angkutan Tak Lagi Dibatasi 50% Kapasitas angkutan penumpang baik darat, laut, udara, maupun kereta api tidak lagi dibatasi maksimal 50%. Hal itu sejalan dengan penerbitan Peraturan Menteri No 41/2020 tentang Perubahan atas Permen- hub No 18/2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka

Muhammad Arif Angga

Marlo Budiman

Ade Tjendra

Jamalul Izza

Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan pada 8 Juni 2020.

>> 5

industries

besar-besaran, karena data Media Partners Asia (MPA) menyebutkan bahwa penetrasi internet dari para pelanggan fixed broadband atau in- ternet broadband baru sekitar 12,8% dari total penduduk Indonesia. “Jika tidak ada perubahan kebi- jakan, penetrasi hanya bertambah menjadi 15,9% pada 2023 dengan asumsi tak ada pandemi Covid-19,” kata dia. Marlo menjelaskan, dengan asumsi penduduk di Tanah Air berjumlah 260-270 juta, Indonesia baru punya sekitar 30 juta pelang- gan internet residensial. “Penetrasi kita masih jauh tertinggal dari neg- ara-negara lain di Asia Tenggara,” ujar dia. Marlo mencontohkan, penetrasi internet broadband Thailand sudah mencapai 34%, Malaysia 42,2%, dan Vietnam 53,8%. Tiongkok, raksasa ekonomi baru, penetrasi internet broadband -nya telahmencapai 67,9%. Ketua Umum APJII, Jamalul Izza mengungkapkan, bisnis inter- net broadband di tengah pandemi Covid-19 secara umum mengalami penurunan yang cukup siginifkan, meski secara trafik meningkat. Dia memprediksi kondisi ini terus berlanjut di masa kenormalan baru ( new normal ). Itu sebabnya, dia ber- harap pemerintah dan seluruh pe- mangku kepentingan ( stakeholders ) duduk bersama untuk mencarikan solusinya. “Ini jadi PR bersama. Kita harus segera bergerak. Kalau menunggu dari pemerintahmemang agak lama. Harus menyusun aturannya dulu dan lain sebagainya,” tutur dia. Saat ini, menurut Jamalul, in- ternet sudah menjadi kebutuhan primer, seperti air dan energi. Oleh karena itu, pembangunan ekosistem internet harus berkelanjutan dan dilakukan besama-sama, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi para penggunanya. Jamalul menawarkan konsep ke- pada para pelaku pemerintahan desa untuk besama-sama berinvestasi dan berbisnis internet, melalui Dana Desa. Hasilnya nanti dikembalikan ke desa. “Wilayah blank spot itu kan umumnya ada di daerah rural . Nah, kita ajak kerja sama masyarakat di perdesaan.

Hampir semua per usahaan jaringan telekomunikasi di Tanah Air kini terdampak Covid-19 sejalan dengan anjloknya penggunaan internet di sektor korporasi. Meski penggunaan internet di sektor residensial (ritel) selama pandemi corona meningkat, kenaikannya tidak sebanding dengan penurunan di sektor korporasi yangmerupakan sumber utama pendapatan. Selain itu, naiknya penggunaan internet di sektor residensial lebih disebabkan beralihnya penggunaan internet dari kantoran ke rumah seiring diterapkannya kegiatan bekerja dari rumah ( work from home /WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penggun- aan internet di sektor residensial yang terjadi saat ini pun bukan jaminan. Sebab, jika pandemi Covid berlarut-larut, daya beli masyarakat bakal tergerus, sehingga penggun- aan internet sektor residensial pun bakal ikut terpangkas. Hal itu terungkap dalam Zooming with Primus di Beritasatu TV yang dipandu Direktur Pemberitaan Ber- ita Satu Media Holdings (BSMH), Primus Dorimulu secara live , Selasa (9/6). Diskusi bertajuk Yang Berkilau di Tengah Covid itu menghadirkan em- pat pembicara, yaitu Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Inter- net Indonesia (APJII) Jamalul Izza, Ketua Umum Asosiasi Penyeleng- gara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Muhammad Arif Angga, President Director & Chief Executive Of ficer (CEO) PT Link Net Tbk Marlo Budiman, serta CEO MNC Play Ade Tjendra. Berdasarkan data Apjatel, jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2019 mencapai 175 juta. Dengan jumlah itu, Indonesia tercatat seba- gai negara dengan pengguna inter- net terbesar ke-4 di dunia setelah Tiongkok (854 juta, India 560 juta, dan AS 286,9 juta). Hasil sur vei Apjatel menun- jukkan, 86% perusahaan jaringan telekomunikasi di Indonesia ter- dampak Covid-19, sedangkan yang tidak terlalu berdampak mencapai 12%. Adapun yang biasa saja (tidak terdampak) hanya 2%. Kecuali itu, sekitar 62% perusahaan penyeleng- gara telekomunikasi memutuskan untuk tidak berinvestasi atau berek- spansi selama pandemi corona. (Lihat tabel) Menurut President Director & CEOPTLinkNetMarloBudiman, In- donesia perlu menggenjot investasi

Pemerintah akan Evaluasi Larangan Ekspor APD Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengevaluasi aturan larangan ekspor

alat pelindung diri (APD). Alasannya, produksi APD domestik sudah melebihi permintaan.

>> 8

agribusiness

Utang PTPN Group Rp 48 T akan Direstrukturisasi Pemerintah akan merestrukturisasi utang Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Group yang saat ini mencapai Rp 48 triliun. Di sisi lain, guna menjaga arus kas ( cash flow ) perusa- haan dalam melaksanakan program pemer-

intah, PTPN Group tahun ini juga akan mendapatkan dana talangan Rp 4 triliun dari pemerintah.

>> 12

markets & corporate

United Tractors Siap Suntik Modal Acset PT Acset Indonusa Tbk (ACST) beren- cana melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue

dengan target perolehan dana Rp 1-1,5 triliun pada Agustus 2020.

>> 15

Bersambung ke hal 2

>> harga eceran rp 9.000 (berlangganan Rp 160.000 /bulan)

www.investor.id

>> Investor Daily EDISI 2020 No. 5498

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

Made with FlippingBook flipbook maker