ID170530

selasa 30 mei 2017

24

Investor Daily/ist

Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Herry Sidharta mengungkapkan, NIM perseroan sampai Maret 2017 tercatat sebesar 5,6-5,7%. Nilai tersebut menurun dibandingkan periode sama tahun se- belumnya. “Penyebabnya karena suku bunga yang turun,” ujar dia. Meski NIM menurun, perseroan berupaya memper tahankan NIM. “Kami upayakan sampai akhir tahun bisa berada di angka 5,8%,” kata dia. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja menjelaskan, NIM Bank OCBCNISP juga menurun, yakni dari 4,62% pada Desember 2016 menjadi 4,31% pada Maret 2017. Penurunan ini terjadi karena penurunan suku bunga simpanan lebih cepat dibandingkan suku bunga kredit. “Ke depan masih akan menurun atau flat ,” kata dia. Laba Bank Sementara itu, OJK mencatat laba bank umum pada kuar tal I-2017 tumbuh 13,4% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 32,88 triliun. Peningkatan laba bersih pada kuartal pertama tahun ini lebih baik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 28,9 triliun. Pencapaian tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih se- besar Rp 87,58 triliun atau meningkat sebesar 6,7% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 82,06 triliun. Perolehan laba itu juga disebabkan oleh menurunnya beban operasional perbankan sebesar 6,6% dari Maret 2016 senilai Rp 127,21 triliun menjadi Rp 118,82 triliun pada kuartal I-2017. Sebelumnya, Ketua Dewan Ko- misioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, pencapaian kinerja yang positif perbankan pada kuartal pertama tahun ini didorong oleh per- tumbuhan yang juga membaik, baik kredit rupiah maupun kredit valuta asing (valas). (c02)

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – Rasio margin bunga bersih ( net interest margin /NIM) bank umum pada Maret 2017 mencapai 5,38%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya di level 5,28%. Meski demikian, NIM periode Maret tahun ini tersebut turun dibandingkan periode sama tahun 2016 yang mencapai 5,55%.

Kerja Sama Dari kiri ke kanan, Direktur Eksekutif Asbisindo Beny Witjaksono, Ketua Bidang Pengembangan Sertifikasi Profesi Asbisindo Putu Rahwidhiyasa, Ketua Pokja Akuntansi dan Perpajakan Asbisindo Suhendar yang telah menerima Shari’ah Standard dari Head of Professional Development Accounting And Auditing Organization For Islamic Financial Institutions/ AAOIFI Dr Hurriyah El Islamy pada pertemuan di Jakarta, kemarin. Pada pertemuan tersebut juga membahas kerja sama penerjemahan AAOIFI standards dan sertifikasi CIPA (Certified Islamic Professional Accountant) di Indonesia.

juga untuk suku bunga simpanan tenor enam bulan dan 12 bulan turun mas- ing-masing menjadi 6,97% dan 7,14%. Chief Economist SKHA Institute of Global Competitiveness (SIGC) Eric Sugandi menjelaskan, berdasarkan data OJK, pergerakan NIM disebab- kan oleh pendapatan bunga bersih dibandingkan oleh aset produktif. Pada periode Maret 2017, pendapatan bunga bersih meningkat lebih tinggi dibandingkan aset produktif. PadaMaret 2017, pendapatan bunga bersihmencapai Rp 335,79 triliun, naik 6,24% dibandingkan Maret 2016 yang sebesar Rp 316,06 triliun. Sementara aset produktif bank mencapai Rp 6.240,54 triliun, naik 9,59% diband- ingkan Maret 2016 yang sebesar Rp 5.694,26 triliun. “Dari sisi pendapatan bunga bersih, tercatat beberapa komponen seperti penempatan pada surat berharga dan kredit meningkat, sedangkan penem- patan pada bank lain menurun,” kata Eric kepada Investor Daily , Senin (29/5). Selain itu, lanjut dia, penurunan suku bunga simpanan dan suku bunga kredit juga menjadi faktor penyebab penurunan NIM tersebut. “Ada faktor dari suku bunga simpanan dan suku bunga kredit, tapi lebih besar ke arah pendapatan bunga bersih dan aset produktif,” ujar dia. Menanggapi hal ini, Wakil Direktur

Berdasarkan data Statistik Perb- ankan Indonesia yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pen- urunan NIM paling signifikan terjadi pada kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dan BUKU IV. Pada BUKU III, NIM turun dari 4,65% pada Maret 2016 menjadi 4,46% pada Maret 2017. Sedangkan NIM BUKU IV turun dari 6,48% pada Maret 2016 menjadi 6,08%. Di sisi lain, NIM BUKU I justru meningkat dari 6,11% pada Maret 2016 menjadi 6,32% pada Maret 2017. Sedangkan NIM BUKU II tercatat stabil di 4,92%. Penurunan NIM tersebut seiring dengan penurunan suku bunga, baik suku bunga simpanan ataupun suku bunga kredit di perbankan. Tercatat, suku bunga kredit modal kerja (KMK) pada Maret 2017 mencapai 11,21%, turun dibandingkan periode Maret 2016 yang sebesar 12,28%. Begitu juga untuk suku bunga kredit investasi dan kredit konsumsi yang turun menjadi 11,05% dan 13,48%. Penurunan juga terjadi pada suku bunga simpanan, yakni untuk suku bunga simpanan berjangka tenor satu bulan turun menjadi 6,41% dari 7,1% pada Maret 2016. Sedangkan untuk suku bunga simpanan tenor tiga bu- lan, turun dari 7,83% pada Maret 2016 menjadi 6,7% pada Maret 2017. Begitu

Sedangkan target laba tahun ini Rp 48 miliar atau tumbuh 72,9% diband- ingkan tahun sebelumnya sekitar Rp 27,75 miliar. Doddy mengaku, perseroan sejak tahun lalu telahmelak- ukan konsolidasi sehingga optimistis dapat mencapai hasil maksimal. Doddy juga mengatakan, saat ini tidak akan melakukan rights issues , pasalnya rasio permodalan atau cap- ital adequacy ratio (CAR) perseroan masih terjaga di level 17%. Sedangkan pendanaan konvensional masih akan menunggu infrastruktur. Pihaknya selainmengembangkan produk syariah akan menyasar produk konvensional. “Seolah-olah pasar syariah itu ter- batas, tapi kelebihan syariah kan bisa masuk di konvensional dan bisa ke syariah juga. Kalau bank konvensional tidak bisa masuk ke produk syariah. Itu peluang yang kami garap ke de- pan,” papar dia. (c02)

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya merubah perseroan menjadi bank yang modern dengan menyasar pembiayaan ke ritel setelah core banking berjalan yang memerlukan infrastruktur yang memadai. Meski demikian, segmen komersial tetap menjadi pendukung kinerja perseroan. “Saat ini 60% masih komersial, sis- anya ritel di sektor produktif. Ke depan porsi ritel akan ditingkatkan menjadi 60% termasuk konsumer di dalamnya. Tahun 2018 kami sudah star ting masuk ritel, untuk core banking akan aktif di tahun ini,” lanjut dia. Sementara itu, target aset tahun ini mencapai Rp 9,1 triliun atau tumbuh 4% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 8,75 triliun. Target dana pihak ketiga (DPK) tahun ini mencapai Rp 9 triliun atau tumbuh 30,43% diband- ingkan tahun 2016 yang sebesar Rp 6,90 triliun.

JAKARTA – PT Bank Panin Dubai Syariah Tbkmenargetkan pembiayaan tahun ini mencapai Rp 8 triliun atau tumbuh 27,79% dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 6,26 triliun. Direktur Utama Bank Panin Dubai Syariah Doddy Permadi mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pi- haknya akan melakukan transformasi menjadi bank syariah yang modern dan universal seperti bank DIB. “Target pembiayaan tahun ini Rp 8 triliun. Ini strategi kami juga mengem- bangkan menjadi bank syariah seperti DIB yang merupakan salah satu bank syariah besar di dunia,” ujar Doddy di Jakarta, Senin (22/5). Meski demikian, Doddy mengaku tidak ada perubahan dalam rencana bisnis bank (RBB) pada kuartal kedua nanti. Pasalnya, pihaknya akanmengem- bagkan core banking dengan investasi teknologi informasi yang cukup besar.

Made with FlippingBook - Online catalogs