ID170920

RABU 20 SEPTEMBER 2017

24

Investor Daily/ist

Pertumbuhan ini, menurut dia, bisa berkelanjutan hingga akhir tahun di kisaran 20-21%. “Pertumbuhan kami memang bisa di atas industri, karena kami berkonsentrasi di KPR subsidi yang per tumbuhannya bisa 34%, sedangkan KPR nonsubsidi hanya sekitar 9-11%,” ucap dia. Berdasarkan Laporan Perekonomian dan Perbankan yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Juni 2017, NPL bank mencapai 2,96%, menurun 11 bps dibandingkan bulan sebelumnya ( month to month /MtM). Sementara itu, pertumbuhan nominal NPL pada Juni 2017 meningkat 19,93 secara year on year (yoy) dalam tren pertumbuhan yang relatif menurun. Direktur Group Risiko Pereko- nomian dan Sistem Keuangan LPS Doddy Ariefianto mengungkapkan, tren penurunan pertumbuhan nom- inal NPL mayoritas disebabkan oleh penurunan signifikan dari pertum- buhan kolektibilitas kategori diragukan selama setahun terakhir. Begitu pula yang terjadi pada kredit kolektibilitas kategori macet sebesar 3,8% (yoy) dan tercatat sebesar Rp 83,9 triliun dalam tren menurun dari akhir tahun 2016. “Kami melihat bahwa rasio kredit ber- masalah masih akan berkisar di angka 2,8 -3,0% hingga akhir tahun 2017, mengingat penyaluran kredit baru yang lebih terbatas pada 2017 dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata dia. Di sisi lain, Chief Economist SKHA Institute of Global Competitiveness (SIGC) Eric Sugandi mengungkapkan, melihat data OJK pada Juni 2017, interest income sebagai komponen pendapatan bank industri perbankan masih cenderung meningkat. Hal ini juga mempengaruhi pertumbuhan laba bank pada periode tersebut.

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – Laba perbankan diprediksi membaik pada tahun ini, seiring dengan menurunnya beban pencadangan bank. Sebelumnya, akibat peningkatan rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL), pencadangan bank naik.

Hibah Citi Indonesia CEO Citi Indonesia Batara Sianturi (ketiga dari kanan)secara simbolis menyerahkan dana hibah kepada tiga organisasi nirlaba terpi- lih, Indonesia Business Links, Mercy Corps Indonesia, dan Prestasi Junior Indonesia, disaksikan Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anggar B. Nuraini dan Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki di Jakarta, kemarin. Melalui payung program CSR yaitu Citi Peka (Peduli dan Berkarya), Citi mengumumkan penyera- han dana hibah senilai US$ 725.000 dari Citi Foundation. Nilai tersebut akan dimanfaatkan untuk melaksanakan implementasi pro- gram CSR periode 2017-2018 yang berfokus pada literasi keuangan, kesempatan ekonomi bagi generasi muda, serta pemberdayaan dan penghargaan terhadap pengusaha mikro dan institusi keuangan mikro.

meningkat, namun untuk kuartal III tidak berbeda jauh dengan kuartal II,” terang dia. Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Jahja Setiaatmadja menjelaskan, hal terpent- ing untuk pertumbuhan laba tahun ini adalah kestabilan supaya tidak lebih rendah dari tahun lalu. Pasalnya, apab- ilamelihat komponen pembentuk laba, yang diperhatikan tidak hanya dari biaya pencadangan saja. Menurut dia, bank juga harus memperhatikan dari sisi komponen lain, yakni biaya over- head yang meningkat akibat kenaikan gaji karyawan. “Kami harapkan perole- han laba bisa stabil, walaupun ke depan agak berat buat bank untuk membuat laba naik besar,” ucap dia. Sedangkan dari sisi kredit, dia mengungkapkan, perbankan masih mengalami tantangan berat untuk menggenjot pertumbuhan kredit. Jahja menilai, pada kuartal III-2017, pertum- buhan kredit tidak bisa mengarah ke arah dua digit. “Sampai akhir tahun kami melihat sekitar 9-10%,” tutur dia. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Mary- ono juga mengatakan, pada kuartal III-2017 BTN masih bisa mencatat per tumbuhan kredit sekitar 21%.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, tahun lalu, NPL bank ter- catat meningkat sehingga bank harus membentuk pencadangan lebih besar. Namun, tahun ini, NPL bank termasuk BankMandiri sudahmenurun sehingga biayapencadangan jugabisaditurunkan. “Karena kemampuan pencadangan tahun ini sudah memadai, sehingga sebagian pencadangan bisa dibukukan menjadi laba,” terang dia di sela acara Indonesia Banking Expo (Ibex) 2017 di JakartaConventionCenter,Selasa(19/9). Dia menjelaskan, dari segi per- tumbuhan kredit, permintaan belum menunjukkan peningkatan yang be- rarti. Dia juga menilai, pertumbuhan kredit pada kuartal III-2017 tidak akan jauh berbeda dibandingkan kuartal II-2017. Adapun segmen kredit yang mencatat pertumbuhan cukup lumayan adalah segmen konsumer seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan mobil (KPM), dan juga kredit infrastruktur seper ti industri pertambangan dan kelapa sawit. Sedangkan untuk kredit UKM cenderung masih melambat. “Bank Mandiri menargetkan per- tumbuhan kredit sekitar 10-12%, untuk pertumbuhan kredit kuartal IV bisa

frekuensi transaksi harian sebesar 3,6 juta dengan rata-rata nilai transaksi finansial harian sebesar Rp 3 triliun. Selain ATM, jaringan elektronik yang juga menjadi favorit nasabah adalah jaringan Electronic Data Cap- ture (EDC) dengan rata-rata frekuensi transaksi harian sebanyak 418 ribu transaksi dan rata-rata transaksi fin- ansial sebesar Rp 283 miliar per hari. Di sampingMandiri ATMdan EDC, jaringan elektronik perseroan juga dilengkapi oleh fitur SMS Banking, layanan Mandiri Online, Call Center 14000, serta produk alat pembayaran elektronik, yang terdiri dari Mandiri kartu kredit, kartu debit, kartu pra- bayar e-Money, dan uang elektronik berbasis server Mandiri e-cash. (nid)

bahmenggunakan jaringan elektronik, sedangkan sisanya dilakukan di kantor cabang,” kata Thomas ketika ditemui pada acara Indonesia Banking Expo (Ibex) 2017 di Jakarta Convention Center, Selasa (19/9). Thomas menambahkan, Bank Mandiri menjadi salah satu bank dengan jaringan elektronik ( e-chan- nel ) yang paling banyak digunakan di Tanah Air. Berdasarkan data pada Januari hingga Agustus 2017, rata-rata jumlah transaksi harian e-channel BankMandiri mencapai 6 juta dengan nilai transaksi finansial sekitar Rp 6,3 triliun per hari. Dari seluruh e-channel , transaksi paling besar dibukukan di jaringan Mandiri ATM dengan rata-rata

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat, hingga saat ini 95% transaksi nasabah perseroan dilakukan melalui jaringan elektronik. Oleh karena itu, perseroan terus mengembangkan teknologi informasi untuk penguatan digital banking . Senior Vice President Transaction Retail Banking Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, selain meningkatkan efisiensi dan menur- unkan biaya operasional, langkah perseroan dalam mengembangkan jaringan perbankan elektronik ini sejalan dengan keinginan perseroan untuk terus mendukung pencapaian program Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). “Saat ini hampir 95% transaksi nasa-

Made with FlippingBook - Online catalogs