ID150207

20 >>

FAMILY

BUSINESS

LIFESTYLE

10 >>

>> 8

INDONESIA

SABTU/MINGGU 7-8 FEBRUARI 2015

MEDIA HOLDINGS

BUSINESS

ANT

Oleh Nurjoni dan Tri Listiyarini

Investor Daily/GAGARIN

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta secepatnya mengatasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota yang makin parah dan kian mengkhawatirkan. Solusi tercepat mengurai kemacetan adalah dengan menyediakan transportasi publik yang cepat dan nyaman, selain membatasi jumlah kendaraan pribadi yang berseliweran di Ibu Kota. Tingkat kemacetan yang parah di Jakarta berdampak negatif pada sektor ekonomi warga karena pemborosan bahan bakar serta penurunan tingkat kesehatan masyarakat aki­ bat polusi udara. Namun, untuk menuntaskan persoalan kemacetan di Jakarta, Pemprov DKI tidak bisa sendirian, tapi harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Demikian rangkuman pandangan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Djoko Sa­ sono, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, pengamat transportasi dari Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangku­ dung, Ketua UmumMasyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, dan Ketua Umum Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan. Mereka dihubungi secara terpisah, Kamis (5/2) dan Jumat (6/2), terkait solusi mengatasi kemacetan di Jakarta yang menurut sebuah survei terbaru merupakan kota termacet di dunia. Data indeks Stop-Start (setop-jalan) yang dirilis Castrol Magnatec menyebutkan, jumlah Stop-Start di Jakarta mencapai 33.240 kali per tahun, sedangkan Istanbul (Turki) danMexico City (Meksiko) masing-masing 32.520 kali dan 30.840 kali. Indeks tersebut berdasarkan perhitungan data dari pengguna navigasi TomTom. Per­ hitungan kendaraan berjalan dan berhenti dihitung per kilometer untuk mencari tahu rata-rata jarak tempuh di 78 negara yang disur­ vei. Hasilnya, ada 10 negara dengan kemacetan JAKARTA – Kenaikan cadangan devi­ sa seiring membaiknya perekonomian na­ sional dan meningkatnya likuiditas global mendorong investor memburu saham-saham unggulan di BEI. Pada perdagangan Jumat (6/2), IHSGmelesat 62,62 poin (1,19%) hingga mencetak rekor baru di level 5.343. Transaksi mencapai Rp 6,56 triliun, dengan asing mem­ bukukan net buy Rp 1,19 triliun. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, indeks saham-saham ung­ gulan Investor33 menguat 4,08 poin (1,08%) ke 380,64 dan indeks LQ45 naik 12,95 poin (1,42%) ke 923,89. Rupiah juga menguat dari Rp 12.653 per dolar AS pada 5 Februari 2015 menjadi Rp 12.613. “Meningkatnya cadangan devisa Indonesia menjadi salah satu faktor penopang men­ guatnya IHSG. Data itu menunjukkan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat, sehingga mendorong derasnya aliran dana asingmasuk ke pasar saham,” kata Direk­ tur Investasi PT Valbury Capital Management Andreas Yasakasih di Jakarta, Jumat (6/2). BEI mencatat, sebelumnya, rekor terting­ gi indeks harga sahamgabungan (IHSG) sebe­ sar 5.323,88 pada penutupan perdagangan 23 Januari lalu. Sementara itu, dari awal Januari hingga kemarin ( year to date ), investor asing membukukan pembelian bersih ( net buy ) sebesar Rp 2,71 triliun. Sedangkan Bank In­ donesia (BI) mengumumkan, cadangan devisa Indonesia meningkat dari US$ 111,86 miliar pada 31 Desember 2014 menjadi US$ 114,25 Oleh Antonia Timmerman

n Adityawarman

Ambil Alih Tol Kertosono, Jasa Marga Siapkan Rp 1,5 Triliun PT Jasa Marga Tbk akan menyiapkan dana sekitar Rp 1,5 triliun untuk memba­ ngun tol Solo-Ngawi-Kertosono sepanjang 180 kilometer (km) bila perseroan berhasil mengambil alih tol milik PT Thiess Con­ tractors Indonesia. Perseroan

saat ini tengah melakukan due diligence terhadap dua badan usaha jalan tol (BUJT) tersebut.

>> 7

Seminar Sejuta Rumah Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk Maryono (tengah) berbincang dengan Pengamat Ekonomi Yanuar Rizky (kiri) dan Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan di sela seminar bertema Emiten Bicara Industri di Jakarta, Jumat (6/2). Seminar tersebut membahas tentang Gurihnya Program Sejuta Rumah BTN dalam Kacamata Investor.

NATIONAL & POLITICS

22 juta kendaraan yang setiap hari berlalu- lalang di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Pur­ nama pun mengakui Kota Jakarta merupakan kota yang paling macet serta memiliki arus lalul intas kendaraan parah dan mengerikan.

paling parah dan 10 negara dengan kondisi kemacetan paling rendah. Kemacetan lalu lintas di Jakarta yang makin parah akibat tidak terkendalinya jumlah ken­ daraan yang masuk Ibu Kota. Menurut catatan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, ada sekitar

Bersambung ke hal 2

Media Tak Bisa Berkembang Tanpa Kemajuan Ekonomi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan media tak akan bisa berkembang tanpa

kemajuan dan pertumbuhan ekonomi, sehingga harus sa­ ling bersama-sama memberi­ kan dukungan bagi kebaikan bangsa dan negara.

>> 5

FINANCIAL PLANNING

Oleh Antonia Timmerman

Triwulan II, Penyaluran Kredit akan Meningkat Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit perbankan akan mening­ kat pada triwulan II-2015, seiring dengan meningkatnya pengeluaran pemerintah. BI juga akan menjaga likuiditas perbankan melalui kebijakan makro­

JAKARTA – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui anak usahanya PTKalimaya Pundi Bumi dan PT Safira Prima Utama, melakukan penempatan ( placement ) seba­ nyak 92,8 juta (8%) saham PT Siloam Inter­ national Hospitals Tbk (SILO). Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1,14 triliun. Dalam aksi tersebut, Credit Suisse ber­ tindak sebagai bookrunner tunggal. Adapun pelepasan saham itu dilakukan pada harga Rp 12.250 per saham. Dengan demikian, Lippo Karawaci kini memiliki 70,8% saham Siloam dari sebelumnya 78,8%. Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Wijayamengatakan, pihaknya berkomitmen untuk tetap menjadi pemegang saham mayoritas Siloam. Dana hasil penjualan akan digunakan untukmemperluas jaringan rumah sakit di seluruh Indonesia. “Kami bermaksud untuk senantiasa memperkuat dan mengembangkan posisi Siloam menjadi pemimpin pasar kesehatan dalam negeri. Di sisi lain, penjualan ini akan memperluas basis pemegang saham peru­ sahaan, sehingga meningkatkan likuiditas perdagangan,” kata Ketut dalam penjelasan resmi di Jakarta, Jumat (6/2). Tahun ini, Siloam menyiapkan belanja modal ( capital expenditure / capex ) sebesar US$ 140 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun.

prudensial, sehingga penya­ luran kredit tahun ini dapat tumbuh sekitar 15-17%.

>> 9

Sesuai rencana, dana capex akan digunakan untuk membangun 10 rumah sakit, penye­ diaan serta pemeliharaan alat-alat medis dan rumah sakit yang sudah ada. Pada 2015, Siloammenargetkan pendapat­ an bersih operasional sebesar Rp 3,6 triliun atau naik 48% dibandingkan realisasi 2014 senilai Rp 2,4 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak atau EBITDA diperkirakan melonjak hingga 92% atau menjadi Rp 868 miliar, dibandingkan tahun lalu senilai Rp 452 miliar.

miliar akhir Januari 2015. Dari eksternal, lanjut dia, likuiditas global yang diperkirakan meningkat menyusul ke­ bijakan stimulus keuangan dari Bank Sentral Eropa dan Jepang juga mulai diantisipasi pelaku pasar saham. Selain itu, harga minyak dunia yang menguat ke level US$ 52 per barel pada pekan ini berdampak mendorong saham-saham emiten komoditas, sehing­ ga memberi efek positif pada sektor lain. “Kebijakan Bank Sentral Eropa dan Jepang itu akanmendorong peralihan aset dari negara maju ke negara-negara berkembang yang prospektif, salah satunya Indonesia,” tuturnya.

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2014 NO. 3964

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook Online newsletter