SP180905

Suara Pembaruan

28

Rabu, 5 September 2018

Bangun Kota Baru, Solusi Atasi Masalah Perkotaan

[JAKARTA] Pembangunan kota baru di wilayah perko- taan akan menjadi salah satu solusi mengatasi masalah perkotaan. Dengan begitu, konsentrasi hunian tidak lagi berada di pusat kota melain- kan di pinggiran kota. Hal itu disampaikan Chairman Lippo Group Mochtar Riady dalam acara seminar Transforming Lives Human and Cities, Who Builds Cities di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pu s a t , S e l a s a ( 4 / 9 ) . Mochtar mengungkapkan, ia tidak pernah berpikir menjadi pengusaha properti. Justru, ia lebih banyak berkecimpung dalam dunia perbankan. “Namun pada tahun 1991, Indonesia mengalami resesi. Banyak para pengu- saha mengalami kesulitan. Saya terpaksa menerima ja- minan bank berupa tanah. Seperti di Lippo Cikarang

menengah, dan bawah. Jika ingin membangun se- suatu, ia berprinsip tidak hanya membangun rumah saja, tetapi harus memba- ngun kota baru. Seperti yang dilakukannya saat membangun kota baru di L i p p o C i k a r a n g d a n Karawaci. “Kita menentukan dan memposisikan diri kita su- paya kota ini menjadi kota yang teratas. Untuk menjadi seperti itu, syaratnya, kita harus membangun rumah sakit, sekolah dan pusat perbelanjaan yang baik. Tanpa syarat itu, kita susah dan sulit untuk membangun kota yang baik, teratas, dan indah,” jelasnya. Berdasarkan pengamat- annya, selama ini pemerin- tah daerah (Pemda) masih banyak yang membangun perumahan di luar kota ha- nya untuk mendirikan ru-

mah saja. Mereka tidak membangun sebuah kawa- san kota baru lengkap de- ngan fasilitas seperti rumah sakit, sekolah dan pusat perbelanjaan. “Seharusnya, kita mem- bangun kota, bukan mem- bangun rumah,” ujarnya. Mochtar pun mencerita- kan bagaimana pemba- ngunan ko t a ba r u d i Meikarta dimulai. Pihaknya melihat di Cikarang ada enam kawasan industri dan ada 18.000 pabrik. Diandaikannya, bila sa- tu pabrik memiliki 100.000 pegawai, maka akan ada 1,8 juta pekerja pabrik. Kalau tidak dibangun sebuah kota baru dekat tempat mereka bekerja, maka akan timbul kemacetan lalu lintas serta masalah perkotaan lainnya seperti pendidikan, tempat tinggal yang layak serta ak- ses kesehatan. [LEN/W-11]

LENNY T TAMBUN Chairman Lippo Group Mochtar Riady menyampaikan materi dalam acara seminar "Transforming Lives Human and Cities, Who Builds Cities" di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

dan Lippo Karawaci,” kata Mochtar. Pada saat itu, ia kesulit- an menjual tanah-tanah ter- sebut. Akhirnya, daripada menjual, ia memilih me- ngembangkan tanah terse-

but menjadi lahan properti yang menguntungkan. “Salah satu filosofi saya adalah tanah merupakan ba- han mentah yang bisa di- kembangkan menjadi ka- wasan pertanian, perkotaan,

perumahan dan perindustri- an,” ujarnya. Dalam membangun ka- wasan perkotaan yang di dalamnya ada perumahan, bisa dibagi menjadi tiga ka- tegori berbeda, yakni atas,

Made with FlippingBook Online newsletter