SP161124

Utama

Suara Pembaruan

3

Kamis, 24 November 2016

Ahok Akan Diuntungkan pada Debat ProgramCagub

[JAKARTA] Tahapan pilgub ter- utama dalam debat pasangan calon serta berangsurnya isu agama ditiup­ kan bakal melambungkan elektabi- litas Ahok. Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS)Arya Fernandes menilai salah satu momentum yang paling penting dalam tahapan pilkada DKI Jakarta adalah debat kandidat kepala daerah. Debat bisa mempengaruhi pemilih untuk memilih paslon yang dinilai punya program yang tepat untuk membangun DKI Jakarta. “Dalam konteks DKI Jakarta, debat kandidat adalah momentum yang penting dan krusial. Bahkan pihak yang memenangkan debat, besar kemungkinan menjadi peme- nang pilkada apalagi debat dilakukan secara live dan mayoritas penduduk Jakarta pasti akan menontonnya," ujarArya di Jakarta, Kamis (24/11). Pada Pilpres 2014 di mana per- saingan antara Prabowo dan Jokowi sangat ketat, debat capres waktu itu mendapatkan perhatian pemirsa seluruh Indonesia. Bahkan siapa yang bakal menjadi pemandu debat pun mencuri perhatian publik. Sementara, pilgub DKI jakarta kali ini dipercaya banyak orang sebagai pemilihan berbau pilpres. Perhatian publik bukan hanya dari sekitar Jabodetabek melainkan sudah melu- as secara nasional. Dalam konteks itulah, kataArya, Calon Gubernur Petahana Basuki T Purnama aliasAhok bisamemanfaat­ kan debat kandidat untuk rebound . Ahok, kata dia, bisa memanfaatkan momentum debat untuk mengapita- lisasi rekam jejak dan program yang sudah dijalankannya. "Pemilih DKI Jakarta umumnya memilih berdasarkan dua faktor utama, yakni rekam jejak atau kiner- ja dan kepribadian di samping fak- tor-faktor lain seperti kesamaan suku, agama, ras dan kedekatan. Nah,Ahok bisa memanfaatkan debat kandidat untuk menyampaikan kinerja atau rekam jejaknya yang cukup berhasil di DKI Jakarta," tandas dia. [JAKARTA] Juru bicara Ahok- Djarot, Bestari Barus menegaskan, seluruh partai politik pendukung dan tim pemenangan cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan cawagub Djarot Saiful Hidayat optimistis pasangan calon nomor dua ini akan menang satu putaran kendati Ahok sudah berstatus tersangka dan sedang menjalani proses hukum kasus dugaan penis- taan agama. Ditanya strategi, Bestari menga- takan, tim pemenangan tidak punya strategi khusus untuk mengimbangi kampanye negatif yang tengah melanda Ahok. "Enggak ada. Karena kita yakin dan optimistis menang satu putaran," katanya, Kamis (24/11). Kalau pun ada, strategi khusus yang disiapkan tim pemenangan adalah menyediakan vitamin untuk Ahok dan Djarot supaya tidak letih dan lelah turun ke lapangan ber- temu warga. "Kalau perlu, besok-

sebut," terang dia.

Lebih lanjut, Yunarto menegas- kan bahwa strong voters Ahokmasih bertahan untuk memilihAhok pasca ditetapkanmenjadi tersangka.Mereka umumnya adalah kelas menengah ke atas yang berpendidikan dengan menentukan pilihan-pilihan berda- sarkan pertimbangan rasional. " Strong voters Ahok yang ber- jumlah 35 sampai 40% masih ber- tahan. Yang bergeser adalah weak voters Ahok yang jumlahnya 10 sampai 15%. Sebagian kecil berge- ser menjadi pemilih kandidat lain, sementara yang lain menjadi unde- cided voters . Karena itu, penetapan Ahok jadi tersangka tidak terlalu berpengaruh secara signifikan ter- hadap elektabilitas Ahok dan juga tidakmendongkrak elektabilitasAgus atau Anies," pungkas dia. Arya Fernandes mengatakan, distribusimasyarakat kelasmenengah tersebar ke tiga kandidat. “Karakteristik tiga calondekat dengan kelas menengah. Ada calon yang punya pendidikan tinggi, kinerjanya bagus. Jadi tidak akan dominan ke satu kandidat, tapi akan merata,” kata Arya. Dia menuturkan, tipikal masya- rakat kelas menengah kecenderung- annya berpendidikan relatif bagus. “Evaluasi terhadap kandidat, baik programkemudian perilaku kandidat itu menjadi salah satu tolak ukur bagi mereka untuk memilih. Mereka lebih otonom, tidak mudah dipenga- ruhi oleh orang lain pilihannya,” tuturnya. Dia menyatakan, sulit mempre- diksi kantong-kantong suara dari pemilih. Ditambah, tiga paslon melakukan pendekatan ke berbagai segmen. “Sasaran kampanye mere- ka tidak lagi menyasar atau fokus satu segmen tertentu msial anak muda saja, ibu-ibu saja, etnis saja. Para kandidat sasar semua segmen. Tetapi tentu ada fokusnya juga seperti ada yang serius garap ibu rumah tangga dan anak muda,” ucapnya. [YUS/H-14/C-6] yang dibentuk khusus oleh Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) untuk mendukung Ahok. “Kami yakin, kampanye negatif tidak akan bisa mengalahkan kampanye posi- tif. Mengapa, masyarakat tetap mempunyai pandangan sendiri tentang kebenaran dan sesuatu yang salah. Kami tidak ragu,” katanya. Menurut Sulianto, kampanye negatif adalah ciri kelompok yang sudah panik, karena sudah merasa akan pasti gagal jika kampanye positif. Tak ada cara lain, akhirnya hanya mampu meninggikan calon sendiri dengan merendahkan calon lain,” kata Ahi. Meskipun Ahok sudah dinya- takan menjadi tersangka, di sejum- lah daerah yang dikunjungi Ahok, sambutan masyarakat sangat antusias. Seperti Rabu (23/11), kunjungan Ahok ke Pulomas dipadati masyarakat, Ahok disam- but luar biasa. [LEN/H-14]

sp/joanito de saojoao Calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama , mendapatkan sambutan meriah dari sejumlah warga Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis (17/12). Ahok blusukan keluar masuk kampung menyapa warga di seputaran Jalan Arabika, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Namun, jika Ahok tidak bisa menjelaskan dan mempertanggung- jawabkan dengan baik, kata Arya maka bisa membuat elektabilitas Ahok tambah terpuruk.Apalagi, tren elektabilitas Ahok berdasarkan sur- vei-survei terakhir semakinmenurun. "Biasanya jika tren elektabilitas petahanamenurun, maka susah untuk bangkit lagi dan ini berbahaya. Apalagi jika lawannya masif berge- rak untuk menarik dukungan pemi- lih dengan menggunakan media kampanye online dan offline ," ungkap dia. Arya mengakui bahwa kasus hukum telah menggerus elektabili- tas Ahok. "Perkiraan saya, pemilih yang masih ragu-ragu dan pemilih yang belum menentukan pilihannya di Jakarta berjumlah sekitar 25 sampai 30% dari jumlah pemilih. Pemilih jenis ini masih dinamis dan bisa bergerak ke kandidat mana saja. Karena itu, setiap momentum harus besok kami bawa tukang pijat buat mereka," canda Bestari. Anggota DPRDDKI dari Fraksi Nasdem ini mengatakan, pemilih fanatikAhok-Djarot akan melebihi ketentuan syarat menang saru putaran, yaitu 50% plus satu per- sen. "Malah kami khawatir, semakin mendekati tanggal 15 Februari 2017, justru persentasenya sema- kin naik terus. Bisa-bisa kami menang mutlak karena kegedean persentasenya. Bahkan bisa sampe 70%, kami ada keyakinan itu," ungkapnya. Rasa optimisme tersebut sema- kin membesar justru dikarenakan adanya kasus penghadangan, penolakan, serta status tersangka yang diberikan ke Ahok. "Semua itu menaikkan tingkat elektabilitas Ahok. Kondisi ini membuat sim- pati warga Jakarta semakin mem- besar," tuturnya. Untuk mengukur semakin

dimanfaatkan para kandidat untuk menarik simpati pemilih terutama yang masih ragu-ragu dan belum menentukan pilihan," imbuh Arya. DirekturEksekutifChartaPolitica, Yunarto Wijaya mengungkapkan, ada beberapa momentum di mana Ahok bisa rebound pasca ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama. Pertama saat di pengadilan, di mana jika bukti yang disangka kepada Ahok tidak berda- sar. Saksi pelapor bisa dibantah saksi terlapor danAhok bisamenunjukkan bahwa dirinya tidak menistakan agama Islam. “Apalagi,Ahok sudah mengatakan lebih suka di pengadil- an terbuka," ujar Yunarto di Jakarta, Kamis (24/11). Momentum kedua, ketikaAhok mengubah sikap sendiri agar lebih santun dan gaya komunikasi tidak kasar. Jika ada perubahan sikapAhok, kata dia, akan bisa menarik kemba- li simpati masyarakat secara emosi- onal yang sebelumnya antipati. naiknya tingkat elektabilitasAhok, lanjutnya, dapat dilihat dengan setiap blusukanAhok, warga sela- lu mengerumuninya. Sehingga untuk berjalan saja, Ahok kerap kali mengalami kesulitan. "Ukurannya gampang kok. Terlihat jelas kok. Ketika turun ke jalan, Ahok jalannya susah. Jalan 100 meter aja bisa berjam-jam. Terlihatkan antusiasme warga yang sangat tinggi," paparnya. Hal itu membuktikan masya- rakat Jakarta tidak peduli dengan status tersangka Ahok. Bahkan setiap Ahok dan Djarot blusukan , mereka tidak lagi memaparkan visi dan misinya kepada warga seper- ti dua pasangan calon lainnya. "Artinya, masyarakat tidak mementingkan visi dan misi Ahok dan Djarot. Karena warga sudah menikmati hasil kerja Ahok dan Djarot selama ini," ucapnya. Ketua Barisan Relawan Basuki

"Kita tahu tingkat kepuasan publik terhadap kinerjaAhok sangat tinggi. Apabila hal ini diimbangi dengan perubahan sikapAhok, maka orang yang sebelumnya antipati denganAhok akan kembali simpati. Jika ini terjadi, bisa saja pilkada DKI Jakarta satu putaran untuk Ahok- Djarot," ungkap dia. Momentum lain, kata Yunarto yang bisa menjadi simbolisasi pene- gasan kinerja Ahok adalah debat publik. Ahok bisa memanfaatkan momentum ini, apalagi secara teknis, Ahok sangat baik dan menguasai persoalan DKI Jakarta. "Kita lihat bagaimana Ahok dengan sangat baik menjelaskan persoalan reklamasi di pengadilan termasuk hal-hal teknis saat dirinya menjadi saksi di pengadilan terkait kasus reklamasi. Namun, debat ini kan juga menampilkan sisi emosio- nal dan kepribadian. Nah, momentum ini bisa dijadikan Ahok untuk menunjukkan perubahan sikap ter- (Bara Badja) Soelianto Rusli (Ahi) mengatakan, pihaknya akan memunculkan prestasi Ahok men- jadi langkah ampuh menghadapi kampanye negatif belakangan ini. Terkesan strategi yang sangat sederhana, tetapi itulah teknik yang bisa membuka mata publik. “Kampanye positif merupakan ciri khas pendukung Ahok. Kami tidak akan pernah melawan kam- panye negatif dengan kampanye negatif pula. Kalau dengan cara begitu, rakyat bertambah bodoh, bukan dicerdaskan,” kata Soelianto Rusli di Jakarta Kamis (24/11). Soelianto Rusli mengatakan, Jokowi-Ahok bisa terpilih dalam Pilkada 2012 lalu, karena mengem- bangkan pikiran-pikiran positif. Rakyat Jakarta memperoleh pen- jelasan rasional, apa yang akan dilakukan Jokowi-Ahok. Ciri khas itu, tidak akan hilang, tetap diper- tahankan. Bara Badja merupakan elemen

Kubu Ahok Tetap Optimistis Menang Satu Putaran

Made with FlippingBook - Online catalogs