SP150203

Suara Pembaruan

A 24

Selasa, 3 Februari 2015

Gubernur DKI Apresiasi Polisi 2.700 Preman Ditangkap Selama 1 Bulan

[JAKARTA] Kapo l da Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono menga- takan, operasi premanisme dengan sasaran memberan- tas kejahatan konvensional yang digelar jajarannya akan terus digalakkan. Selama satu bulan terakhir, 2.700 preman berhasil dia- mankan, dan 500 di antara- nya ditetapkan sebagai ter- sangka. Dari operasi itu juga berhasil disita 16 pucuk senjata api rakitan jenis re- volver, berbagai senjata tajam seperti golok, pisau komando, kunci letter T, anak kunci, dan 23 unit se- peda motor curian beragam jenis, serta berbagai jenis barang elektronik seperti televisi dan handphone. “Aksi preman dan pre-

manisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya sudah ta- raf mengkhawatirkan se- hingga perlu dilakukan an- tisipasi dini dengan razia yang digelar Polda Metro selama satu bulan terakhir ini sejak Januari hingga awa l Feb r ua r i , ” u j a r Unggung Cahyono yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Martinus Sitompul, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, perwakilan Pangdam Jaya, perwakilan Kejaksaan Tinggi DKI, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, pejabat utama Mapolda Metro, dan 13 Polres di wi- layah Jadetabek di halaman parkir Direktorat lalu lintas Polda Metro, Selasa (3/2) pagi. Dikatakan, sasaran ope-

rasi adalah tempat-tempat yang disinyalir rawan aksi kriminal dan tindak keja- hatan, selain beberapa tem- pat yang diduga menjadi sarang operasi para pre- man. “Kami telah perintah- kan para Kapolres untuk menggelar patroli rutin di lapangan, sekaligus saya menyempatkan beberapa kali mengawal razia terse- but sampai dini hari. Ini un- tuk memberi semangat anggota di lapangan, dan juga bagian konsisten me- lakukan pengamanan pada daerah rawan kriminali- tas,” kata Kapolda. Dijelaskan, 500 ter- sangka yang ditahan akan dijerat pasal berlapis yakni pasal 363, 365, dan 368 KUHP. Orang nomor satu

sp/gardi gazarin Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono memberikan keterangan pers terkait operasi pre- manisme di halaman parkir Direktorat lalu linta Polda Metro, Selasa (3/2) pagi.

di Polda Metro Jaya itu me- nambahkan, modus ope- randi kawanan penjahat konvensional antara lain menghadang korban di tempat sepi, lalu memaksa minta uang sekaligus me- rampas kendaraan roda dua atau sepeda motor, dan membacok korbannya. Diungkapkan, dalam kurun waktu itu pihaknya juga berhasil menangkap pelaku curanmor sebanyak 24 orang, empat di antara- nya tewas ditembak karena membahayakan petugas dan warga setempat. Pelaku yang sama menjadi DPO sebanyak enam orang. Kelompok curanmor di Ibukota terbagi beberapa geng dari Lampung dan Jakarta. Mereka terorga­ nisasi ada yang sebagai

pemetik, pengawas sasar- an, dan penadah. Untuk kejahatan ber- senjata api, Polres Jakarta Barat menyita satu pucuk senjata api rakitan, plus ti- ga butir peluru. Selanjutnya, Polres Jakarta Selatan menyita sa- tu pucuk air softgun, Polres Kota Bekasi menyita satu pucuk senjata api rakitan, Polres Metro Tangerang menyita 5 pucuk senjata a p i r a k i t a n , P o l r e s Kabupaten Tangerang me- nyita 4 pucuk senpi rakitan, dan Polres Kabupaten Bekasi satu pucuk senjata api rakitan. Mengapresiasi Sementara itu Gubernur DKI, Basuki mengatakan langkah operasi premanis-

me yang digelar jajaran Polda Metro Jaya patut di- apresiasi karena gebrakan penanganan aksi kriminal bersenjata api membahaya- kan lingkungan dan bisa menimpa siapa saja. Basuki mengatakan, Jakarta sebagai ibu kota negara harus aman dari berbagai aksi premanisme apalagi kejahatan yang menggunakan senjata api dan tajam. Karena itu, ke- polisian setempat diharap- kan terus menggelar patroli dan masyarakat diimbau waspada jangan segan me- laporkan jika mendengar info atau kejadian lainnya kepada petugas setempat. “Apa yang telah dilaku- kan jajaran Polda Metro Jaya merupakan harapan bagi masyarakat Ibukota, sehingga kami harapkan seluruh warga untuk ber- sama-sama menjaga ling- kungan dan kepolisian bisa bertindak cepat menerima pengaduan warga,” ujar Basuki. Ke t ua DPRD DKI Prasetio mengatakan, wila- yah Ibukota yang kompleks dan heterogen yang tidak lepas dari ancaman krimi- nal atau tindak kejahatan harus mendapat dukungan pengamanan optimal oleh aparat keamanan setempat. Selain warga Jakarta harus waspada dan mampu melakukan aktivitas apa pun tanpa adanya kekha- watiran atas ancaman keja- hatan karena lingkungan setempat telah mendapat pengamanan optimal dari aparat kepolisian. [PSP/G-5] Berita Terkait > A 21

Made with FlippingBook Annual report