ID170605

senin 5 juni 2017 2 INTERNATIONAL

Investor Daily / AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS

lingkungan, suara hati saya tidak dapat mendukung perjanjian yang menghu- kum AS,” kata presiden ke-45 AS itu. Trump mencontohkan, berda- sarkan perjanjian, Tiongkok bakal sanggup menaikkan emisi selama 13 tahun. Tiongkok dapat melakukan apa pun selama 13 tahun. Lalu India berda- sarkan partisipasinya menerima dana bantuan asing ratusan miliar dolar AS dari negara-negara maju. Alhasil, Paris Accord sangat tidak adil bagi AS. “Berdasarkan Pakta Paris, Tiongkok berjanji menghentikan pertumbuhan emisi karbon pada 2030 atau 13 tahun dari sekarang. Tapi Tiongkok berpe- luang mencapai target itu beberapa tahun lebih awal. Ini menurut Climate Action Tracker. India juga maju dari jadwal dalamhal komitmen-komitmen Parisnya,” ujar Scott Horsley, kore- sponden NPR di Gedung Putih. Lari ke Negara Lain Donald Trumpmengakui, perjanjian itu tidak menghilangkan lapangan kerja di sektor batubara. Hanya saja, lapangan kerja itu pindah dari Am- erika dan AS ke negara-negara lain. Dengan demikian, perjanjian tersebut tidak semata soal iklim, melainkan soal negara-negara lain mendapatkan keuntungan finansial di atas AS. Trump juga mengungkapkan, AS termasuk negara dengan cadangan energi paling melimpah di muka Bumi. Kekayaan itu cukup untuk mengangkat jutaan pekerja termiskin di AS dari garis kemiskinan. Tapi berdasarkan Paris Accord, ca- dangan itu dikunci, sehingga kekayaan yang sangat besar tidak dimanfaatkan. Itu artinya, Paris Accord sama dengan redistribusi besar-besaran kekayaan AS ke negara-negara lain. “Pada tingkat pertumbuhan 1%, sumber-sumber energi terbarukan dapat memenuhi sebagian permintaan Namun dia tidak mengutip data statistik yang lebih lama dari Biro Analisis Ekonomi Departemen Per- dagangan, yang mana pada 2013 memprediksi ada 3,5 juta lapangan kerja hijau di perekonomian Amerika. Bahkan Badan Energi Terbarukan Internasional menyampaikan, pada 2016 saja sudah ada 777.000 orang di Amerika Serikat yang bekerja dalam energi terbarukan. Itu belum termasuk orang-orang yang bekerja di tenaga air. Padahal angka pertum- buhan lapangan kerja di sektor ini mencapai 17 kali lebih besar daripada ekonomi secara keseluruhan. Menurut Trump dalam pengumu- keluar dari pakta iklim Paris itu sete- lah mengutip sebuah penelitian dari NERA Economic Consulting yang me- nyebutkan, kesepakatan Paris dapat menghabiskan biaya sebanyak 2,7 juta kehilangan lapangan kerja pada 2025, termasuk 440.000 lapangan kerja di sektor manufaktur. Serangan Membabi buta Para penyerang diduga mengena- kan rompi bunuh diri palsu sebagai upaya untuk meningkatkan rasa panik saat mereka menyerang membabi- buta ke arah kerumunan orang yang sedang berkumpul di sekitar London Bridge dan Pasar Borough – yang dipadati restoran dan bar. Salah satu saksi, Gerard Vowls (47 tahun) mengaku menyaksikan seorang wanita berulang kali ditikam dan dia berusaha melemparkan kursi, gelas dan botol ke arah penyerang un- tuk menghentikan tindakan mereka. “Mereka terus menerus mengham- piri saya untuk mencoba menikam saya, mereka menikam semua orang. Mereka orang yang sangat jahat,” katanya kepada surat kabar The Guardian . Sedangkan wartawan BBC Holly Jones melihat sebuah mobil van putih melaju ke kerumunan orang yang ber- jalan di sepanjang trotoar di London Bridge, dan menabrak sekitar lima atau enam orang. Sementara itu, saksi lain bernama Eric mengatakan kepada BBC bahwa dia melihat tiga pria keluar dari mo- bil dan mengira akan memberikan bantuan. Namun sebaliknya, mereka mulai menendang, menonjok dan mengeluarkan pisau. “Mereka benar-benar mengamuk. Mereka meneriakan kalimat Ini untuk Allah,” ujarnya. Di sisi lain, Inggris sudah berada dalam status siaga tinggi menyusul serangan yang terjadi di konser musik pop Ariana Grande, asal Amerika Serikat, di Manchester, Inggris barat laut, di mana tujuh anak termasuk di antara korban tewas. Level ancaman nasional sempat ditingkatkan ke level maksimal setelah terjadi serangan di Manchester dan

Oleh Leonard AL Cahyoputra  LONDON – Polisi Inggris bergerak cepat setelah terjadi serangan teror di London yang menewaskan 7 orang, dengan menangkap 12 tersangka yang terkait dengan serangan tersebut, pada Minggu (4/6). Para korban diserang saat sedang bersuka ria di London dan Perdana Menteri (PM) Theresa May menuding ideologi teroris Islam sebagai penyebab terjadinya serangan itu.

harus kami tanggung. Ini termasuk kontribusi nasional terhadap Green Climate Fund,” papar Trump. Di bawah Obama, AS berkomitmen membayar kontribusi US$ 3 miliar ter- hadap lembaga dana yang bertujuan membantu negara-negara berkem- bang untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim dan untuk pengem- bangan teknologi energi rendah emisi. AS sudahmenyetorkan US$ 1miliar, tapi Trump dalam rancangan angga- rannya tidak memasukkan sisa pem- bayaran ke lembaga dana tersebut. “Sebenarnya AS tetap bisa bertahan di Paris Accord kendati memilih un- tuk tidak membayar sisa kontribusi ataupun menerapkan pemangkasan emisi,” ujar Jennifer Ludden, redaktur lingkungan dan energi NPR . Biaya Ekonomi Mengutip hasil studi National Eco- nomic Research Associates, Donald Trump menyatakan, kepatuhan ter- hadap Paris Accord beserta seluruh restriksi energinya bakal menelan biaya US$ 2,7 juta dari hilangnya lapan- gan kerja pada 2025. Ini termasuk berkurangnya 440 ribu lapangan kerja di sektor manufaktur, termasuk sektor otomotif yang sangat penting bagi AS. “Studi yang sama menyebutkan, kepatuhan itu akan berakibat pada terpangkasnya produksi kertas 12%, semen 23%, besi dan baja 38%, batubara 86%, dan gas alam 31% pada 2040,” ujar Trump. Menurut Trump, ongkos ekono­ minya saat ini hampir mencapai US$ 3 triliun dan 6,5 juta lapangan kerja in- dustri. Sedangkan pendapatan rumah tangga bakal berkurang US$ 7.000, bahkan lebih buruk lagi. “Lebih dari itu, pakta ini juga tidak mampu memenuhi harapan-harapan dari sisi lingkungan. Jadi, sama seperti yang lain, yang begitu peduli terhadap Pittsburghmerupakan kota di Penn- sylvania – sebuah negara bagian yang nyaris dikunjungi Trump pada No- vember dan membantu menentukan pemilihan yangmenguntungka – yakni sebagai benteng industri tua di mana tokoh AndrewCarnegiememulai kera- jaan baja dan kereta api, di abad ke-19. Akan tetapi, sepertinya contoh yang dipilih Trump kurang tepat. Pasalnya baja AS yang sebagian dibentuk dengan aset-aset Carnegie – yang kini merupakan perusahaan terbesar ke-11 di Pittsburgh – dan Walikota Pittsburgh, dari Demokrat, Bill Peduto berjanji untuk tetap mematuhi tujuan kesepakatan Paris, terlepas hasil pe- numuman yang disampaikan Trump. Rugikan Bisnis AS Di sisi lain, keputusan Trump untuk man yang disampaikan, Kamis (1/6), dia mengatakan telah terpilih untuk mewakili warga Pittsburgh, bukan- nya Paris. san rinci yang dikeluarkan mengenai para tersangka – yang telah ditembak mati dalambeberapa menit oleh polisi. Para detektif juga masih melakukan penyelidikan apakah mereka bertin- dak sendiri. Sky News melaporkan, 12 orang tersangka itu ditangkap di daerah ping- giran Barking, bagian timur London dan sebuah properti yang digerebek polisi yang ternyata milik salah satu pembunuh. Menurut May, serangan itu di- dorong oleh ideologi jahat dari eks- tremis Islam yang sama dengan yang berada dibalik pengeboman bunuh diri di Manchester, pekan lalu, dan menyebabkan 22 orang tewas, serta serangan Westminster pada Maret yang menewaskan lima orang. “Serangan baru-baru ini tidak ber- hubungan, tapi kami yakin kita men- galami tren baru dalam menghadapi ancaman,” katanya setelah memimpin rapat darurat pemerintah Komite Kobra. Dia jugamemperingatkanbahwa para pelaku terinspirasi untuk menyerang dengan ‘meniru satu sama lain’.

Ia berupaya terus memenuhi janji- janji kampanyenya, terutama dalam soal perlindungan terhadap lapangan kerja AS, proteksi industri AS, meng- utamakan AS atau America First , dan sesuai slogannya Make America Great Again . Janji ini termasuk mengembali- kan lapangan kerja, pabrik-pabrik, dan fasilitas-fasilitas manufaktur ke AS. “Dalam pertemuan G-7, kami sudah mengambil langkah-langkah historis untuk menuntut perdagangan yang adil dan resiprokal agar warga AS dapat bersaing setara dengan bang- sa-bangsa lain. Satu demi satu kami memenuhi janji yang dibuat kepada rakyat AS selama kampanye,” tandas Trump. Dia menegaskan, AS siap ber- negosiasi lagi untuk Paris Accord ataupun traktat yang lain berdasarkan persyaratan yang adil bagi AS, dunia usahanya, pekerjanya, rakyatnya, dan pembayar pajaknya. “Kami akan mem- ulai negosiasi dan nanti dilihat apakah bisa mencapai kesepakatan yang adil. Jika bisa, bagus. Tapi jika tidak, tak apa-apa,” ujar Trump. Ia menjelaskan, selaku presiden, dirinya harus mempertimbangkan kesejahteraan rakyat AS. Paris Climate Accord adalah contoh kesekian nega- ranya mencapai perjanjian yang tidak menguntungkan AS, malah mengun- tungkan negara-negara lain. Akibatnya, kata Trump, pekerja dan pembayar pajak di AS harus kehilan- gan pekerjaan. Yang masih bekerja pun upahnya berkurang, bahkan pabrik-pabriknya tutup sehingga pro- duksi ekonomi berkurang. “Jadi, mulai sekarang AS akan menghentikan selu- ruh implementasi Paris Accord seka- lipun tidak mengikat serta seluruh beban finansial dan ekonominya yang WASHINGTON – Keputusan Ameri- ka Serikat (AS) untuk keluar dari pakta iklim Paris karena Presiden Donald Trump ingin melepaskan diri dari jebakan ekonomi yang akan menghalanginya memenuhi janji- janji kampanye populis dan agendanya yang pro-pertumbuhan. Menurut Trump, ini karena dirinya dipilih oleh sebagian kecil pemilih di negara bagian utara Amerika – yang padat industri dan pertambangan – di saat masihmenjadi kandidat presiden. Selama kampanye pemilihan presiden (pilpres) tahun lalu, dia sudah berjanji untuk kembali menghidupkan sektor- sektor tradisional seperti manufaktur mobil, pertambangan baja, dan batu bara. Dia juga berusaha mempromosikan produksi minyak dan gas AS, yang telah meningkat pesat berkat mun- culnya shale. Oleh karena itu, bukan sebuah kebetulan pula jika dalam pengumu- Adapun lokasi penyerangan ter- jadi di pusat kehidupan malam yang populer, di sekitar London Bridge, pada Sabtu (3/6), di mana tiga orang datang ke tempat kejadian meng- gunakan mobil van dan mengenakan rompi bunuh diri palsu. Insiden ini merupakan serangan teror memati- kan ketiga di Inggris, dalam tiga bulan terakhir dan selang beberapa hari sebelum pemilihan umum (pemilu) sela digelar. Akibatnya, kampanye nasional pemilu yang diselenggarakan, pada 8 Juni terpaksa dihentikan pada hari itu, untuk menghormati para korban di mana terdapat 48 orang yang dirawat di rumah sakit dan beberapa orang di antaranya berada dalam keadaan kritis. Korban yang berjatuhan tidak hanya dari warga London saja, melainkan juga ada seorang warga negara Aus- tralia dan empat warga negara Prancis yang ada di antara para korban yang dirawat di rumah sakit, kata pemerin- tahmereka, sementara seorang warga Spanyol mengalami luka ringan. Sementara itu, belum ada penjela-  Sambungan dari hal 1

Teror London Seorang wanita terlihat mengusap air mata yang menetes di pipinya, setelah meminta polisi meletakkan bunga di dekat London Bridge, London, pada Minggu (4/6), untuk menghormati para korban serangan teror, Sabtu (3/6). Serangan teror yang dilancarkan tiga pelaku menyebabkan 7 orang tewas.

tentara dikerahkan di tempat-tempat publik utama. Namun levelnya kemu- dian diturunkan ke level tertinggi kedua, akhir pekan lalu. May yang menjabat sebagai men-

teri dalam negeri selama enam tahun sebelum menjadi perdana menteri usai pemungutan suara Brexit pada musim panas lalu, mengatakan bahwa tanggapan Inggris terhadap ancaman

teror harus berubah. “Kita tidak bisa dan tidak boleh lagi berpura-pura bahwa segala sesuatu dapat berlanjut seperti apa adanya,” katanya. (afp)

juga menyesalkan keputusan Trump. Tapi, ada beberapa negara yang kemu- ngkinan melihat sisi positifnya. “Ini membuka peluang bagi nega- ra-negara lain untuk mengisi keko- songan kekuasaan yang ditinggalkan oleh AS dalam hal perjanjian seperti ini. Saya bisa bayangkan ada beberapa negara yang sangat positif karena melihat peluang bagus untuk menaik- kan perannya secara internasional,” ujar Mark Howden, direktur Climate Change Institute di Australian Na- tional University. Ia menyebutkan, Tiongkok dan India serta Uni Eropa (UE) sudah mencatat banyak kemajuan dalam Inisiatif Hijau dan akan menangguk keuntungan. Tiongkok dan UE sudah menyatakan komitmen terhadap Paris Accord dan akan mengambil langkah- langkah bersama untuk mengurangi emisi karbon. Frank Yu, konsultan prinsipal Mack- enzie Asia Pasifik untuk bidang energi terbarukan dan listrik, mengatakan, keluarnya AS akan memberikan peluang luar biasa bagi Tiongkok. Ia memperkirakan perusahaan-perusa- haan AS yang terlibat dalam teknologi ramah lingkungan akan merelokasi pusat pengembangan dan riset tek­ nologi terbarukan ke Asia. Hal itu, menurut dia, juga bakal menguntungkan negara, seper ti India, Indonesia, dan Vietnam, yang membutuhkan modal asing untuk mencapai sasaran-sasaran energi terbarukan. “Dengan memanfaatkan kekuatan rantai pasokan manufaktur di Tiong- kok dan negara-negara lainnya di Asia, biaya energi terbarukan bakal cepat turun dan penetrasinya bakal lebih cepat dalam menggantikan sumber energi fosil seperti batubara di pasar- pasar utama Asia,” tutur Yu. (afp/ berbagai sumber) Serikat pada posisi yang kurangmeng­ untungkan. Trump sendiri mulai menanggalkan warisan Barack Obama, yakni ten- tang kebijakan perawatan kesehatan hingga perlindungan lingkungan, dan mendesak deregulasi besar-besaran. Akan tetapi, sejauh ini sebagian besar agenda dalam negeri Trum telah diha- dapkan pada rasa frustasi yang sangat besar. Mengingat dia sedang berjuang menggantikan program asuransi ke­ sehatan Obama melalui Kongres. Bahkan rencana pajaknya untuk saat ini masih berupa abstraksi kebijakan. Pemerintahannya juga mengalami kebuntuan soal penyelidikan tentang kemungkinan kolusi dengan Pemer- intah Rusia. Karena untuk memutkan keluar dri pakta Paris tidak membutuhkan sidang Kongres maka kali ini dia bisa mengklaim kemenangan dan meng­ aku suda memenuhi janji-janjinya kepada rakyat Amerika. (afp/leo)

Pengusaha Terbelah Sementara itu, dunia usaha terbelah terhadap keputusan Donald Trump. Sebagian menyesalkan keputusan itu hingga ada yang keluar dari posisi dewan penasihat, tapi sebagian lagi bertahan. Pendiri Tesla Elon Musk menyata- kan berhenti sebagai anggota dewan penasihat Gedung Putih urusan bisnis. “Perubahan iklim itu nyata. Mening- galkan Pakta Paris tidak bagus bagi Amerika atau pun dunia,” ujar Musk via akun Twitter. CEO Disney Robert Iger juga me- nyatakan keluar dari panel itu karena apa yang diputuskan Trump adalah masalah prinsip yang bertentangan dengannya. CEO General Electric Jeff Immelt mengaku kecewa dengan keputusan Trump. Alasannya, industri sekarang harus memimpin dan tidak bergan- tung pada pemerintah terkait masalah lingkungan dan energi. CEO Goldman Sachs Lloyd Blank- fein menyebut keputusan itu adalah kemunduran bagi lingkungan dan juga kepemimpinan AS di kancah global. Namun Wal-Mart, JPMorgan Chase, dan IBM menyatakan bahwa CEO-nya akan tetap bergabung di dewan pena­ sihat Gedung Putih sekalipun tidak setuju terhadap keputusan Trump. Mereka merasa harus tetap terlibat dalam pemerintahan dan melanjutkan peran para pemimpin bisnis dalam kebijakan-kebijakan pemerintah. “IBM percaya kami dapat membuat kontribusi konstruktif lewat dialog lang- sung dengan pemerintah, sebagaimana halnya dengan pemerintah di seluruh dunia,” demikian pernyataan IBM. Peluang Negara Lain Para pemimpin dunia, seper ti Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron Dengan pernyataan itu, Trump lagi-lagi menghilangkan fakta bahwa Amerika Serikat adalah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, menghasilkan produk domestik bruto (PDB) sebesar 25%, dengan angka pengangguran berada pada level te­ rendah dalam 16 tahun di level 4,3%. Apabila tetap bersama dengan kesepakatan Pris artinya menerima segalanya dari Trump yang telah ditolak di tempat lain, di mana dia telah megecam atau berjanji menego- siasikan kembali kesepakatan perda- gangan bebas, kemudian mengklaim mereka telah menempatkan Amerika ralih ke energi berkelanjutan. Akan tetapi Trump menyatakan Washing- ton tidak akan berkontribusi, dan menunjukkan hutang pemerintah AS telah mencapai US$ 20 triliun serta mengungkapkan bahwa di beberapa kota tidak dapat mempekerjakan cukup banyak petugas polisi atau memperbaiki infrastruktur vital.

domestik. Tapi pada tingkat pertum­ buhan 3-4%, kami membutuhkan semua sumber energi yang tersedia atau negara kami berpeluang besar kekurangan energi,” tutur Trump. Dia menambahkan, semua komit- men dalam Paris Accord sepenuhnya sukarela. Tapi kenyataannya, AS harus memangkas pasokan energinya, padahal di dalam negeri kekurangan energi. “Utang AS mencapai US$ 20 tri- liun, kota-kotanya kehabisan dana kas hingga tidak bisa lagi merekrut polisi atau memperbaiki infrastruktur. Jutaan warga kami tidak memiliki pekerjaan. Tapi berdasarkan Paris Ac- cord, miliaran dolar yang seharusnya diinvestasikan di AS malah akan di- kirimkan ke negara-negara lain yang merebut pabrik-pabrik dan lapangan kerja kami. Jadi, ada masalah legal dan konstitusional,” papar Trump. Dia mengemukakan, tidak se- harusnya para pemimpin asing di Eropa, Asia, dan seluruh dunia banyak bersuara mengenai perekonomian AS, kecuali warga dan wakil rakyatnya. Dengan kata lain, penarikan AS dari Paris Accord itu demi menjaga ke- daulatan juga. “Jadi, perdebatan di Gedung Putih apakah AS harus keluar atau tidak dari Paris Accord banyak dipengaruhi orang-orang nasionalis. Presiden ak- hirnya berpihak ke mereka sehingga sikap ini konsisten dengan kampanye populis Trump, namun menandai pu- tusnya kebijakan luar negeri AS yang selama ini bipartisan,” tutur Horsley. Paris Climate Accord disetujui pada 12 Desember 2015 oleh 195 negara di Paris, Prancis. Persetujuan itu intinya demi mencegah skenario-skenario ter- buruk dari pemanasan global. Semua negara setuju menahan pemanasan global dua derajat Celsius di bawah level pra-Revolusi Industri. man, perjanjian Paris akan menambah banyak kendala bagi bisnis AS, teru- tama di sektor energi. Keputusan untuk keluar dari ke­ sepakatan Paris tersebut langsung mendapat kecaman dari perusahaan- perusahaan besar Amerika, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang industri dan energi, yang sudah bertahun-tahun lamanya bekerja keras mengurangi jejak karbon mereka. America first telah menjadi slogan Trump dan menurutnya pakta iklim telah menempatkan negara ini dalam kerugian yang sangat besar. Padahal AS telah memiliki standar perlindun- gan lingkungan tertinggi di dunia. Dia juga dengan tegas mengatakan bahwa Amerika Serikat bukan peng- hasil karbon terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Adapun disebutkan dalam Pakta Iklim Paris yang meminta kontribusi dari negara-negara makmur untuk membantu negara-negara miskin be-

Made with FlippingBook flipbook maker